FAQ


Bagaimana memanggil namamu? 
Panggil saja aku Nika atau Ika. Bisa dengan tambahan Neng, Mbak atau Kakak. 

Dimana kamu tinggal dan dari mana asalmu? 
Aku tinggal di Depok, Jawa Barat. Aku berasal dari Lampung.

Sejak kapan menjadi Blogger? 
Aku mulai belajar blogging secara otodidak tahun 2007. Waktu itu masih mengandalkan warung internet karena aku belum punya laptop. Komputer yang kumiliki pun belum tersambung ke internet. Tahun 2010, saat merantau ke Jakarta blog hasil perjuanganku selama 3 tahun menulis terkunci, sehingga aku membuat blog baru. Sedih sih, namun ternyata pengalaman baru membawa pembelajaran baru. Sejak saat itu aku belajar banyak sekali mengenai dunia blogging, mulai dari coding, teknis penulisan artikel populer dan sebagainya. Blogging adalah dunia yang menarik, sekaligus menantang. Menjadi Blogger merupakan salah satu caraku untuk healing dari berbagai macam persoalan hidup. Juga berbagi cerita-cerita khas dan unik kepada dunia. Terlebih di era digital seperti sekarang, menjadi Blogger dapat membuatku menemukan cara tercepat dan termudah dalam menyampaikan ide, gagasan, kritik, bahkan imajinasi melalui tulisan ringan kepada sebanyak mungkin pembaca di seluruh dunia. 

Tema apa yang menjadi tulisan utama dalam blog ini? 
Ada banyak sekali Blogger produktif di Indonesia. Sehingga pemilihan tema khusus menjadi andalan aku untuk membuat blog ini khas dan unik. Termasuk sejumlah tema yang sangat jarang disinggung oleh para Blogger seperti isu perempuan, politik, kesetaraan gender, women empowerment, dan hal-hal lain dalam sudut pandang perempuan. 

Apa keunggulan tulisan-tulisanmu? 
Pada dasarnya tidak ada ide yang orisinal, karena manusia saling berguru kepada satu dan lainnya. Sehingga sulit untuk 'mengaku' bahwa ide-ide tulisanku orisinal berdasarkan pemikiranku seorang. Keputusan menuliskan ide, pengalaman, gagasan, kritik, kesedihan, kemarahan, kontemplasi, kegembiraan bahkan kekaguman atas sesuatu/seseorang, sebenarnya merupakan pergulatan kesadaran. Manusia dan kehidupannya merupakan hal kompleks sehingga, tak jarang kita sering memaksa diri sendiri menjadi seperti yang orang lain pikirkan dan inginkan. Termasuk terkait memproduksi bahan bacaan. 

Ditengah gempuran informasi yang sangat deras dari berbagai kanal media sosial, aku selalu berusaha untuk tidak mengikuti arus. Ada banyak sekali tema yang bisa ditulis dan dibagikan. Namun, seringkali tema-tema tersebut sudah banyak dibahas oleh para Blogger dan penulis. Lalu, untuk apa aku menulis hal atau isu yang sudah banyak ditulis orang lain? Dunia blogging akan menjadi sangat membosankan, bukan? Nah, ada celah kosong disini, di mana mereka yang bosan dengan asupan informasi yang terlampau banyak tentang suatu hal yang mirip, tentu membutuhkan penyegaran melalui informasi berbeda tentang hal berbeda yang mungkin hanya dibahas oleh sedikit Blogger dan penulis. 

Blog ini menghadirkan tulisan-tulisan hasil perenungan panjang. Misalnya, pembahasan soal produk hukum yang melulu menyasar perempuan; kesehatan ditinjau dari sudut pandang perempuan; kecantikan yang terlalu melibatkan tubuh perempuan; hingga berbagai review seperti buku dan film yang banyak memberikan sudut pandang perempuan. Aku juga berusaha membuat tulisan yang detail dan kaya data, termasuk mencampur adukan bahasa yang sarkas dan lelucon. Melalui tulisan-tulisanku, aku sesungguhnya sedang mengatakan bahwa sejumlah tulisan-tulisanku sebenarnya sangat tidak tahu malu mengkritik duniaku sendiri sebagai perempuan. 

Apakah ada manfaat tertentu dari proses menulis yang dijalani? 
Ya, menulis banyak sekali manfaatnya. Aku percaya bahwa membaca merupakan salah satu cara untuk mencegah pikun dini, misalnya. Sehingga aku juga percaya bahwa menulis merupakan salah satu cara melepaskan masalah-masalah yang bertumpuk di dalam diri. Saat aku memandang buruk suatu kebijakan pemerintah, aku menulis dan aku sedikit merasa lega bahwa aku telah berkontribusi bagi bangsa ini dengan berpendapat. Saat aku stress karena satu dan lain hal, aku menonton sebuah film atau membaca buku, kemudian aku menuliskan review sebagai bahan belajar bagi diriku sendiri dalam menyelesaikan masalah yang kuhadapi. Bahkan pernah, ada salah seorang pembaca menghubungiku dan curhat tentang kondisi keluarganya dan tentu saja ia meminta bantuanku untuk mendapatkan solusi atas masalah yang dihadapinya. 

Menjadi Blogger terkesan pekerjaan sepele. Namun, aku percaya, banyak pembacaku yang terbantu oleh tulisan-tulisanku dalam menghadapi hari-hari mereka. Setiap satu artikel yang terbit, kupastikan ada seseorang di luar sana yang terinspirasi atau mendapat pertolongan dalam menjalani hidupnya. Aku tidak pernah tahu kebaikan apa bisa membuatku bahagia menjalani hidup sebagai manusia. Namun, jika di luar sana ada orang-orang yang berdoa untuk kebaikanku karena mereka terbantu oleh tulisan-tulisanku, maka itulah jalan keselamatan bagiku. 

Bagaimana cara mendapat inspirasi untuk menulis? 
Aku orang yang overthinking. Jadi, aku selalu menuliskan segala hal yang terlintas di kepalaku, baik di ponsel maupun di kertas. Aku juga mengembangkan teknis menulis dengan terus membaca dan menulis. Hal terbaik dari kedua teknik tersebut adalah membuka diri untuk tidak bosan menemukan bacaan-bacaan terbaik dari penulis-penulis inspiratif. Juga setia mendengar dan membaca kehidupan di sekelilingku. 

Pernah merasa down dalam menulis? 
Tentu saja sering. Pertama, saat aku membandingkan tulisanku dengan tulisan-tulisan para penulis terbaik, rasanya aku masih jauh tertinggal. Seringkali ingin menyerah karena merasa tidak mampu menghasilkan karya yang berguna bagi banyak orang. Kedua, saat seseorang yang kukagumi mengatakan bahwa blogku jelek dan tulisanku tidak memberi inspirasi. Aku langsung down dan merasa paranoid bahwa setiap tulisanku memang buruk. Karena 'seseorang' menganggap tulisanku tidak berkualitas, aku jadi terus menerus memperhatikan statistik pengunjung blog. Aku akan sangat kesal dan sedih jika tulisanku dibaca kurang dari 1000 orang. Aku akan mencari di mana titik kelemahan tulisanku. Karena itu, aku berusaha keras agar tulisan-tulisanku punya makna. Meski pada akhirnya aku menjadi sangat lelah, karena harus menulis berdasarkan apa yang mungkin orang lain suka, bukan menulis untuk menyampaikan sebuah pesan.  

Bagaimana menjaga produktivitas dalam menulis? 
Bagiku, ada tiga kunci utama dalam menulis, yaitu membaca, mendengar dan menulis. Seorang penulis tidak akan pernah mendapatkan inspirasi jika malas membaca karya orang lain, dan enggan mendengar realitas yang terjadi di sekeliling. Sebenarnya, bahan mentah untuk membuat sebuah tulisan itu sangat melimpah. Hanya saja, aku harus menjaga energiku dan membaginya dengan baik untuk aktivitas yang lain. Aku menjaga energiku tetap stabil dengan tidak menulis semua hal, melainkan hal-hal khas dan unik yang hanya bisa ditemukan di blog ini. 

Apa rencana jangka panjang kamu sebagai penulis? 
Hm, aku selalu penasaran untuk bisa menerbitkan karya fiksi. Aku ingin tahu sejauh mana imajinasiku yang tertuang dalam buku-buku fiksi bisa memberi pengaruh pada dunia. 

Jika hendak mengundang Anda untuk sebuah kegiatan, bagaimana caranya? 
Aku terbuka untuk berbagi pikiran dan pengalaman dengan sebanyak mungkin orang. Untuk bekerjasama denganku, bisa menghubungiku melalui email: wijatnikaika@gmail.com





No comments:

Post a Comment