Sejumlah Hal yang Lelaki harus Pahami tentang Perempuan Haid

Ilustrasi oleh: Annemarie Gorissen dari GettyImages

"We bleed. Yes, we do, and that's why you exist."
-Anjali-
 
Hari ini 1 Mei dan aku mendapat haid pukul 17.30 WIB, tepat 20 menit sebelum waktu berbuka puasa tiba. Apakah aku kesal karena puasa batal di menit-menit terakhir? Nggak. Aku mengelus-elus perutku yang rata ini, di mana sedang terjadi peluruhan sel telur mati didalamnya, sebagai pertanda bahwa rahimku baik-baik saja. Soal pahala puasa hari ini aku serahkan sepenuhnya kepada Tuhanku, dan aku menerima datangnya tamu bulanan ini dengan penuh rasa syukur. 

Seingaku: aku pertama kali mengalami haid pada pagi Idul Fitri tahun 2000 yaitu pada 27 Desember, beberapa bulan setelah aku jadi siswa SMA. Waktu itu aku baru saja selesai menyetrika pakaian yang akan kupakai merayakan lebaran dan bersiap mandi. Eh, pas buka celana ternyata ada bercak darah. Lalu aku mengumumkan kepada bibi, paman dan ayahku bahwa aku haid untuk pertama kalinya. Sejak saat itu hingga hari ini aku telah mengalami haid selama 20 tahun alias 240 bulan alias 1.680 hari dengan rata-rata haid kualami selama 7-8 hari. Haid adalah pertanda baik bagi seorang perempuan. 

Sebelum melanjutkan tulisan kali ini, aku ingin memberi tahu pembaca bahwa tulisan ini aku dedikasikan untuk manusia-lelaki. Mengapa begitu? Tentu saja karena banyak lelaki nggak mendapat pendidikan dan pengetahuan yang benar dari keluarga, sekolah dan lingkungannya tentang haid dan perempuan haid. Ketidaktahuan tersebut pada akhirnya menimbulkan kesalahan lelaki dalam memandang dan memperlakukan perempuan. Seringkali, aku juga merasa kasihan kepada lelaki yang besar kepala dan merasa hebat saat merendahkan perempuan dengan candaan terkait haid. Mereka lupa, darah haid adalah pertanda Tuhan tentang eksistensi manusia di bumi: kami berdarah, itulah mengapa manusia eksis. 

APAKAH SEMUA PEREMPUAN MENGALAMI HAID? 
Haid atau menstruasi atau datang bulan atau tamu bulanan merupakan peristiwa 'pendarahan' yang dialami sebagian besar perempuan di bumi. Haid adalah proses keluarnya darah dari jaringan mukosa secara teratur dan keluar melalui vagina. Rata-rata perempuan pertama kali mengalami haid pada usia 12-15 tahun, dan ada sedikit pada usia 8 tahun. Perempuan mengalami haid rata-rata selama 7-15 hari setiap bulan, meski ada juga yang lebih karena kondisi tertentu. Nah, siklus menuju haid bulan berikutnya adalah 21-45 hari. Aku sendiri mengalami siklus 21 hari karena aku mengalami haid rata-rata 7-8 hari saja. Meski demikian, aku hanya mengalami hari-hari tenang selama 14 hari saja dalam sebulan, karena sebelum haid terjadi, aku mengalami Premenstrual Syndrome (PMS) atau sindrom pra menstruasi yang menyakitkan selama 7 hari. So, selama 20 tahun ini aku mengalami rasa sakit tidak tertahankan karena PMS selama 1.680 hari dan haid selama 1.680 hari. Artinya, selama 20 tahun belakangan ini setengah dari hidupku adalah rasa sakit plus pendarahan, dan setengah hidupku yang lainnya adalah masa tenang. Siklus ini terus berjalan sejak 20 tahun lalu, hingga entah kapan. 

Berdasarkan pengalamanku, masa-masa PMS tuh rasa sakitnya berbeda. Terkadang aku mengalami sakit perut teramat sangat hingga aku menangis; nyeri gila-gilaan di kedua lutut sampai sulit berjalan; rasa lelah, letih dan tidak berenergi sampai-sampai tidak bisa melakukan apapun sehingga hanya berbaring di tempat tidur; mudah tersinggung oleh perkara-perkara remeh sehingga bisa marah dengan meledak-ledak; diserang rasa lapar tidak berkesudahan sehingga selalu ingin nguyah; perasaan tidak karuan, bingung, dan sedih tanpa sebab; sakit kepala akut; dan sebagainya. Setiap bulan, rasa yang dialami saat PMS berbeda-beda, tergantung makanan-minuman yang dikonsumsi, hingga situasi kehidupan yang mempengaruhi emosi. Saat haid datang, situasi dalam tubuh biasanya berubah, cenderung lebih rileks dan ringan. 

Sikap keterlaluan 1: perempuan mengalami rasa sakit tiada terkira selama 7-8 hari masa PMS, tapi lelaki seringkali menjadikannya bahan candaan bahkan merendahkan. PMS seringkali dijadikan bahan lelaki untuk mengolok-olok perempuan yang berkaitan dengan emosi sehari-hari, bahkan kinerjanya saat bekerja. "Lagi PMS, ya?" begitu kira-kira olok-olok itu menyerang perempuan nyaris setiap waktu nggak kenal tempat dan situasi. 

Mengapa perempuan mengalami haid? Haid merupakan pertanda fertilitas atau kemampuan tubuh perempuan menghasilkan keturunan, karena darah haid sendiri salah satunya berasal dari sel telur yang siap dibuahi sperma tapi nggak dibuahi atau gagal terjadi pembuahan sehingga mengalami peluruhan dan dibuang oleh sistem reproduksi di dalam rahim perempuan. Rata-rata keseluruhan jumlah darah haid yang keluar setiap bulannya adalah 35 mililiter atau setara 2.4 sendok makan orang Amerika. Darah haid rata-rata berwarna merah cerah, coklat kemerahan, hingga merah gelap. Pada kasus tertentu, darah haid bisa berupa gumpalan kecil seperti jelly. 50% darah haid ini mengandung darah dan sisanya merupakan cairan yang mengandung natrium, kalsium, fosfat, zat besi dan klorida; juga lendir serviks, sekret vagina dan jaringan endometrium. Cairan vagina yang ikut keluar bersama darah menstruasi mengandung air, juga 14 protein diantara glikoprotein.  Agar lebih jelas secara visual tentang terjadinya haid, yuk simak video berikut: 

Berdasarkan video diatas, haid berkaitan erat dengan kehamilan. Dalam proses biologi sebenarnya pada fase tertentu, sel telur/ovum yang sudah siap dibuahi (oleh sperma) di dalam ovarium bergerak ke area tuba falopi. Jika tidak terjadi pembuahan di tuba falopi, maka sel telur akan terus bergerak ke area rahim dan luruh bersama jaringan atau bahan lain menjadi darah haid. Nah, di dalam rahim ini ada yang namanya endometrium atau jaringan kaya vaskularisasi yang melapisi dinding rahim bagian dalam. Endometrium ini memang diciptakan untuk dimusnahkan secara periodik melalui peristiwa haid apabila tidak terjadi pembuahan pada sel telur. Tapi, jika terjadi pembuahan terjadi pada sel telur di area tuba falopi, maka endometrium itu justru berfungsi menyambut dan memelihara embrio manusia pada masa awal kehamilan, dengan memberikan kondisi terbaik dan nutrisi bagi embrio, hingga pembentukan plasenta sebagai jembatan nutrisi plus oksigen antara janin dan jaringan pada tubuh perempuan yang mengandungnya. Sehingga, kalau perempuan mengalami haid, artinya si endometrium ini menjalankan fungsi meluruhkan dirinya sendiri bersama sel telur yang nggak dibuahi. Usut punya usut, endometrium ini merupakan lokasi di mana terjadi 'dialog' biologis jadi atau enggaknya kehamilan. Klo hamil ya selamat tuh embrio, klo enggak ya luruh jadi darah haid. Seribet itu terjadinya haid dalam tubuh perempuan. 

Ada yang unik dengan endometrium ini, khusus di tubuh perempuan yang melakukan hubungan seksual sehingga sel sperma memasuki area uterus. Saat sel sperma 'berebut' mendapatkan sel telur untuk dibuahi, hanya sel sperma yang lolos tes yang bisa menembus sel telur untuk terjadi pembuahan. Nah, setelah terjadi pembuahan kemudian sejoli sel telur dan sel sperma menjadi embrio. Dari area tuba falopi, embrio bergerak menuju area endometrium dan di area ini terjadi lagi tes biologis: kalau lolos tes, embrio bakal jadi janin dan kalau gagal tes embrio akan luruh jadi darah haid. Jadi, kalau dunia bertanya: kok belum hamil sih padahal udah berusaha? Itu artinya, si embrio masih gagal tes di area endometrium. 
Se-ribet ini situasi dan kondisi dalam uterus perempuan. 

Makanya, perempuan tuh selalu kerepotan setiap bulan. Perempuan lajang yang tidak melakukan hubungan seksual selalu deg-degan kalau terlambat haid, takut terjadi masalah kesehatan dengan rahimnya. Perempuan lajang yang melakukan hubungan seksual selalu deg-degan kalau terlambat haid, khawatir hamil padahal belum menikah pun nggak siap punya anak. Perempuan bersuami selalu deg-degan kalau terlambat haid, takut kebobolan hamil lagi padahal masih punya bayi pun belum siap punya mengandung lagi. Perempuan bersuami selalu deg-degan kalau tidak datang haid, padahal berharap hamil dan segera punya anak. Perempuan bersuami tapi belum punya anak selalu deg-degan kalau nggak haid, takut mengalami menopause di usia produktif padahal ingin hamil dan punya anak. Begitulah, perempuan selalu dibuat repot oleh tubuhnya sendiri setiap bulan; dibuat deg-degan, kesakitan, ketakutan, hingga resiko kehilangan nyawa. 

Sikap keterlaluan 2: haid adalah peristiwa biologis yang dampaknya berbeda-beda pada tubuh setiap perempuan. Namun, lelaki seringkali nggak peka dan menganggap haid sebagai peristiwa biasa layaknya kencing. Lelaki seringkali meremehkan perempuan yang meminta cuti haid sehari dalam sebulan dan menjadikan cuti haid sebagai candaan pun sikap merendahkan kinerja pekerja perempuan. Coba saja bayangkan, jika penis lelaki berdarah selama 7 hari setiap bulannya, sanggupkah lelaki merasa baik-baik saja dalam menjalani hari dan menjalankan semua aktivitas harian? 

Apakah semua perempuan mengalami haid? TIDAK. Aku punya seorang teman dan dia tidak pernah mengalami haid seumur hidupnya. Dia telah menjalani pengobatan selama bertahun-tahun, tetapi tidak kunjung berhasil. Karena ia tidak pernah haid, maka ia pun tidak bisa hamil. Ia bahkan memutuskan menceraikan suami pertamanya karena merasa kasihan sang suami tidak bisa memiliki keturunan darinya. Akhirnya temanku ini kembali menikah dengan seorang lelaki yang telah memiliki anak sehingga ia menjadi ibu sambung. Selain kasus temanku, ada banyak keadaan yang membuat perempuan tidak pernah mengalami haid sepanjang hidupnya, yaitu: 
  • Perempuan yang tidak memiliki rahim: perempuan yang lahir dengan sindrom Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH) mengalami masalah tidak berkembangnya vagina, rahim, dan dan leher rahim (serviks), atau bahkan tidak memiliki rahim sama sekali meski situasi alat kelamin terlihat normal. Hingga saat ini 1:5000 perempuan yang mengalami sindrom ini, sehingga kejadiannya sangat langka. Sindrom ini disebut juga dengan Agenesis Vagina. Nah, karena tidak punya rahim, maka perempuan yang mengalami MRKH tidak akan pernah haid dan tidak akan mampu hamil pun melahirkan anak.  
  • Perempuan yang mengalami Amenorea: perempuan yang mengalami Amenorea primer biasanya belum pernah mengalami haid hingga usia 16 tahun atau bahkan lebih. Sementara perempuan dengan Amenorea sekunder adalah perempuan yang pernah mengalami haid sebelumnya, tapi kemudian tidak mengalami haid selama 3 bulan atau lebih. Nah, mereka yang mengalami Amenorea itu bisa disebabkan oleh banyak hal seperti kelainan hormon, kelainan kromosom dan genetik, terganggunya kelenjar hipofisis; termasuk juga pengaruh penggunaan obat-obatan, penumpukan jaringan parut di lapisan rahim, pengaruh pengobatan seperti kemoterapi, pengaruh obat penunda haid, stress berlebihan, olahraga berlebihan, berat badan rendah, hingga akibat gizi buruk. Masalah ini bisa diatasi dengan pengobatan medis dan melakukan gaya hidup sehat. 
  • Perempuan yang mengalami Menopause: menopause merupakan kondisi alami yang dialami perempuan yaitu menurunnya fertilitas pada usia 45-50 tahun. Menopause juga merupakan masa berakhirnya masa menstruasi yang dialami perempuan, yang ditandai dengan berakhirnya haid selama 12 bulan berturut-turut. Perempuan yang menopause juga tidak bisa mengalami kehamilan. 

Ketiga hal diatas menambah kompleksitas dalam tubuh dan hidup perempuan. Seringkali, kompleksitas itu tidak bisa diterima dengan lapang dada oleh banyak pihak, khususnya jika menimpa perempuan muda yang diharapkan akan memiliki anak pada suatu hari setelah menikah. Perempuan dan kemampuan melahirkan anak merupakan dua sisi mata uang yang seakan-akan tanpanya, maka kehadiran perempuan di bumi ini tiada artinya. Bagi orang yang meyakini bahwa tujuan penciptaan perempuan hanya sebagai mesin pembuat anak, maka perempuan yang tidak mampu haid dan mengandung dianggap tidak sempurna. Stigma inilah yang akhirnya menimbulkan obsesi punya anak berlebih demi unjuk kemuliaan.  

Sikap keterlaluan 3: perempuan yang tidak bisa haid pun hamil seringkali disebut mandul, dan menjadi olok-olok dalam masyarakat. Di kalangan lelaki maupun perempuan, seringkali muncul sikap merendahkan perempuan yang tidak bisa hamil dan melahirkan sebagai perempuan tidak sempurna atau dikutuk oleh Tuhan. Padahal sejatinya, Tuhan lah yang menghendaki perempuan itu bernasib demikian, mungkin dengan tujuan mulia yang lain. Sehingga, sudah saatnya kita menghargai apapun bentuk ciptaan Tuhan, termasuk kelainan dalam tubuh perempuan yang membuatnya tidak bisa haid. 

Jadi, sekarang lelaki mulai paham ya mengapa perempuan bisa haid, hamil dan melahirkan? Lelaki juga bisa paham mengapa terjadi perubahan emosi perempuan menjelang dan saat mengalami haid? Lelaki juga paham kan mengapa ada perempuan tidak pernah haid sehingga tidak pernah melahirkan? Terlebih, lelaki juga bisa paham kan mengapa sebaiknya nggak menyakiti bahkan merendahkan perempuan beserta darah haidnya? Karena jika perempuan tidak haid, maka tidak akan bisa hamil pun melahirkan. Darah perempuan haid adalah pertanda eksistensi seluruh manusia di bumi. 

MITOS DAN TRADISI ANEH SEPUTAR DARAH HAID
Mitos paling dasar tentang darah haid adalah sebagai darah kotor. Mitos ini tumbuh dan berkembang di berbagai belahan dunia, yang berdampak cukup mengerikan bagi perempuan haid. Dalam banyak masyarakat, perempuan yang sedang haid dianggap sedang kotor atau sedang tidak suci, sehingga ia harus mengikuti sejumlah aturan hingga pantangan. 

Di masyarakat Indonesia sendiri, mitos ini masih berkembang, bahkan di kalangan perempuan yang mengenyam pendidikan. Misalnya, saat haid perempuan tuh nggak boleh gunting rambut, potong kuku, keramas, makan protein hewani, tidur siang, olahraga, minum air es, makan nanas dan sebagainya. Pantangan bagi perempuan juga eksis dalam dunia kuliner, yaitu tidak boleh membuat tape. Katanya, jika perempuan haid membuat tape ketan atau singkong bakalan gagal total. Ada juga mitos bahwa perempuan haid setiap bulan dianggap subur dan akan mengalami kehamilan dengan mudah, padahal tidak demikian. Atau nyeri haid merupakan keadaan normal, padahal secara medis bisa disebabkan oleh miom, atau masalah di endometrium, atau masalah kekurangan gizi sehingga bikin tubuh lemah. 

Di India, perempuan haid dianggap kotor sehingga lahirlah tradisi Gaokors. Makanya, saat perempuan haid dia harus menjalani aktivitas terpisah dengan anggota keluarga yang lain, bahkan tidur pun di teras rumah. Tidak jarang perempuan haid bahkan diharuskan tinggal terpisah di sebuah gubuk kecil di pinggiran desa atau malah di hutan. Di Nepal, tradisi ini disebut Chaupadi. Perempuan haid di Nepal diharuskan tinggal di sebuah tempat terpisah dari rumah utama, yang sangat tidak layak, bahkan tanpa ventilasi. Perempuan haid dilarang menyentuh makanan, benda-benda keagamaan, hewan ternak dan lelaki (baik suami, ayah, maupun anak lelakinya sendiri). Tradisi ini selain menyiksa perempuan karena menempatkannya serendah binatang, juga berbahaya karena tak sedikit perempuan yang diperkosa, meninggal karena mengalami masalah pernapasan dari asap pembakaran, sampai diserang hewan buas dan berbisa. Masyarakat pedalaman India dan Nepal masih berusaha melawna tradisi ini, terutama karena tradisi ini dianggap bagian dari nilai agama Hindu. 

Di Turki dan Yunani perempuan yang pertama kali mengalami haid akan ditampar oleh oleh ibu atau neneknya. Katanya tradisi ini untuk mengingatkan perempuan tentang kerasnya hidup yang dijalani perempuan, meski setelah ditampar sangat keras, keluarga akan mengadakan pesta makan-makan enak sebagai bentuk perayaan datangnya haid pertama. Sementara itu, suku Navajo di wilayah barat daya Amerika Serikat merayakan tradisi tak kalah menyakitkan yang dibebankan pada perempuan haid. Saat seorang perempuan mengalami haid untuk pertama kalinya, ia harus mengenakan pakaian tradisional dari kulit rusa yang berat, dan mengikuti lomba lari selama 4 hari lamanya ke arah matahari terbit. Pada malam hari setelah lomba lari, ia tidak boleh beristirahat, melainkan duduk dengan kaki selonjor sepanjang malam. Esok harinya, ia diwajibkan membuat kue dari tepung jagung untuk dinikmati seluruh keluarga besarnya. Sementara etnis Tiv di Nigeria menjalankan tradisi sayat perut bagi perempuan yang mengalami haid pertama kalinya. Tradisi tersebut dianggap sebagai penanda menuju status perempuan sejati, sekaligus penanda kesuburan perempuan. 

Tradisi yang sangat menyakitkan dan pernah eksis di muka bumi dialami perempuan China kuno, dari era Dinasti Xia hingga Dinasti Ming. Saat itu, Raja dan lelaki bangsawan tergila-gila dengan perempuan dengan kaki mungil, yang dianggap sebagai simbol seksualitas dan kecantikan. Gara-gara itu, masyarakat terobsesi untuk mengecilkan kaki anak perempuan agar mereka tumbuh sebagai perempuan cantik sesuai standar. Maka, lahirlah tradisi mengikat kaki anak perempuan sejak berusia 5-8 tahun. Anak-anak perempuan yang sedang memasuki masa pubertas ini diikat kakinya dengan cara tertentu, kemudian menggunakan sepatu mungil berhak tinggi. Bayangkan saja, ritual kecantikan dan menuju kedewasaan ini sebenarnya bukan membuat kaki mungil, melainkan melipat tulang telapak kaki agar pertumbuhannya terhambat. Derita perempuan memang seringkali diciptakan gara-gara cara pandang kaum lelaki yang tidak masuk akal terkait kecantikan. 

Di Filipina, seorang ibu akan mencuci celana dalam yang digunakan anak perempuannya saat mengalami haid untuk pertama kalinya. Lalu, air cucian itu akan dicipratkan ke wajah si anak dengan tujuan menghindari munculnya jerawat. Kemudian, si anak juga diharuskan melompat di tangga sebanyak tiga kali dengan tujuan mengetahui berapa lama haidnya akan berlangsung. Di Afghanistan, ada kepercayaan bahwa perempuan haid yang mandi makan haidnya akan berhenti dan itu dianggap pertanda buruk. Sehingga perempuan dilarang mandi selama mengalami haid, dan ini pasti sangat menyiksa. 

ANEMIA DEFISIENSI BESI PADA PEREMPUAN HAID
Perempuan sangat rentan mengalami anemia, karena secara kultural sering diposisikan lebih rendah dari lelaki, termasuk dalam hal asupan pangan dengan gizi seimbang. Dalam keluarga yang 'mendewakan' lelaki, isi piring perempuan seringkali tidak bergizi dibandingkan isi piring lelaki. Padahal, jika perempuan kekurangan gizi akan sangat berbahaya bagi tubuhnya. Jika perempuan kurang gizi, kemudian kehilangan banyak darah karena haid, maka kemungkinan besar akan mengalami anemia defisiensi besi. Singkatnya, anemia defisiensi besi merupakan kondisi di mana tubuh kekurangan zat besi yang salah satu fungsinya membantu sel darah merah membawa oksigen di sekujur tubuh. 

Haid ternyata bisa menyebabkan anemia, jika jumlah darah yang keluar sangat banyak sampai-sampai harus berganti pembalut atau tampon setiap satu jam. Keluarnya darah dalam jumlah banyak bisa menyebabkan perempuan haid kekurangan jumlah sel darah merah, sehingga berdampak negatif bagi keseimbangan tubuh. Oleh karena itu, saat haid perempuan sebaiknya mengonsumsi lebih banyak protein hewani kedalam menu makan sehari-hari. protein hewani seperti daging merah, telur, unggas hingga hati mengandung zat besi yang sangat baik diserap oleh tubuh. Selain itu, agar zat besi semakin mudah diserap oleh tubuh, perempuan haid juga sangat dianjurkan mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin C seperti jambu, jeruk, kiwi, nanas, tomat, stroberi, kol, bayam dan kentang. 

Sikap keterlaluan 4: siapapun yang mengatakan bahwa saat haid perempuan sebaiknya tidak makan daging, ayam, ikan, telur dll agar darah haid tidak bau sesungguhnya sedang membuat perempuan haid kekurangan gizi, termasuk kekurangan zat besi. Darah haid memang bau, karena ia merupakan sel telur yang luruh bercampur cairan yang mengandung zat lain. Membuat perempuan haid kekurangan gizi merupakan sikap yang tidak terpuji. 

Di dunia ini, banyak sekali perempuan dengan penderitaan ganda: miskin, kurang gizi, harus bekerja banting tulang, sekaligus direndahkan hingga disiksa lelaki. Bayangkanlah seorang perempuan yang sedang haid, tubuhnya sakit karena perubahan hormon bulanan dalam diri, tidak bisa memakai pembalut sehat karena tidak punya uang, juga lemas karena kurang gizi, lalu seharian harus bekerja keras agar keluarga bisa makan, eh sudah menderita begitu masih juga direndahkan atau dihina atau dipukul suami. Sering sekali beredar anggarapan bahwa sakit saat haid itu biasa dan harus diterima sebagai takdir. Oh, tidak! Sakit yang dialami tubuh perempuan saat haid bisa disebabkan oleh banyak hal, salah satunya karena kurang gizi, termasuk kurangnya asupan zat besi sehingga menyebabkan anemia defisiensi besi. Sakit demikian bisa diperparah jika tubuh si perempuan tetap harus melakukan aktivitas berat, ditambah kondisi psikologis akibat relasi yang nggak sehat dengan pasangan, keluarga, atau lingkungan yang toksik. 
Bahaya anemia pada remaja, khusunya remaja perempuan

Makanya, pemerintah kita sampai membuat program khusus dalam rangka mencegah anemis defisiensi besi pada remaja perempuan. Mengapa remaja perempuan? Saat ini Indonesia mengalami masalah ruwet beruta triple burden of malnutrition yaitu tingginya prevalensi stunting, wasting dan obesitas serta kekurangan gizi mikro terutama anemia. Berdasarkan Riskesdas 2018, sebesar 32% atau 3-4 dari 10 remaja Indonesia mengalami anemia, terutama remaja perempuan. Remaja merupakan usia transisi dari anak-anak menuju dewasa, yaitu antara 12-24 tahun dan belum menikah. Pada rentang usia ini, tubuh perempuan cenderung membutuhkan asupan gizi tinggi, terutama karena tubuh perempuan sedang mengalami perkembangan organ reproduksi. Dalam menyelamatkan remaja Indonesia dari Anemia, pemerintah dan para pihak bahkan turun langsung, termasuk bekerjasama dengan sekolah-sekolah hingga pesantren untuk memberikan penyuluhan, dan intervensi pemberian asupan pangan bergizi seimbang hingga pil penambah darah.  

BYE HAID! SAATNYA MEMASUKI USIA PEMBEBASAN! 
Tidak selamanya perempuan mengalami haid. Saat menopause terjadi, saat itulah perempuan mengalami masa istirahat dari haid yang selama ini dialaminya. Menopause umumnya terjadi saat perempuan berusia 45-50 tahun dan merupakan peristiwa alami di mana menurunnya fungsi hormon reproduksi di dalam rahim. Perempuan yang mengalami menopause biasanya akan mengalami ketiadaan haid selama 12 bulan berturut-turut setelah haid terakhir. Ciri-ciri umum dari dimulainya masa menopause adalah berkurangnya jumlah darah haid dan vagina terasa kering; juga ditambah dengan masalah tidur, depresi dan anxiety. Perubahan hormonal ini berdampak sangat besar pada tubuh perempuan, yang tentu saja berpengaruh pada kegiatan sehari-hari. Perubahan paling besar dari menopause ini adalah bahwa perempuan tidak lagi mampu haid, mengandung dan melahirkan, karena secara biologis tugas reproduksinya sudah selesai. Makanya, banyak perempuan seringkali begitu was-was kalau haid tidak lancar, takut mengalami menopause dini. 

Perempuan sangat menyadari bahwa tugas reproduksi yang diemban rahimnya akan selesai manakala mengalami menopause. Sehingga, sebelum masa ini datang, banyak perempuan yang jor-joran hamil dan melahirkan, dengan harapan sudah puas bisa memiliki sekian orang anak sebelum masa pembebasan datang. Perempuan juga selalu didoktrin untuk menikah muda agar bisa memiliki anak di usia muda, di mana salah satu sumber ketakutan yang selalu dihembuskan adalah akan sulit punya anak jika menikah diatas usia 30 tahun. Selain karena tingkat kesuburan perempuan akan cenderung menurun seiring usia, hamil diatas usia 30 tahun juga beresiko secara medis terhadap janin dan ibu hamil. 

Meski demikian, menopause bukanlah akhir dari segalanya karena usia menopause bisa ditunda. Wow! salah satu cara yang sudah diketahui terbukti jitu dalam menunda menopause adalah melakukan aktivitas seksual secara berkala antara pasangan suami-istri. Nah, aktivitas seksual yang dimaksudkan adalah stimulasi diri, sentuhan, seks oral hingga intercource. Sebuah penelitian di Amerika Serikat menyatakan bahwa pasangan yang aktif melakukan hubungan seksual setiap minggu, cenderung mengalami penundaan masa menopause dibandingkan mereka yang melakukan hubungan seksual sekali dalam sebulan doang. Hmm, mungkin ini berkaitan dengan faktor kepuasan psikologis dan biologis juga sih. 

BISNIS RAKSASA BERMODAL DARAH PEREMPUAN HAID
Darah haid yang keluar akan mengotori celana dalam, sehingga harus ada penahannya. zaman dulu, ketika pembalut dan tampon belum ditemukan, perempuan menggunakan kain seadanya yang diletakkan di bagian celana dalam untuk menampung darah haid. Berabad lamanya perempuan menggunakan metode ini, juga sejumlah metode lain yang sangat gila karena menyebabkan kanker serviks hingga kematian. Seringkali, perempuan dari keluarga miskin bahkan menggunakan kain yang tidak bersih, sehingga kuman justru menyerang area vagina sehingga menimbulkan penyakit. Sebuah film berjudul "Period, End of Sentence" misalnya menjelaskan bahwa hingga abad ke 21 yang modern ini, masih banyak anggapan keliru tentang haid, stigma tentang darah haid, dan bagaimana banyak perempuan miskin bahkan nggak mampu membeli pembalut sehat sebagai salah satu cara menjaga kesehatan organ reproduksinya saat mengalami haid. 

Haid pernah menjadi tabu dan mitos yang melahirkan tradisi aneh, di mana masyarakat mengucilkan pun menghukum perempuan haid. Namun demikian, kini darah perempuan haid menjadi ladang bisnis raksasa. Bahkan, iklan komersial pertama tentang pembalut muncul di televisi pada tahun 1985 lalu berkembang menjadi iklan yang seru, lucu dan menggemaskan di masa sekarang. Di masa kita sekarang, iklan komersial tentang pembalut seringkali menampilkan aktris muda yang energik dan cantik bagai bidadari. Iklan yang menggemaskan seputar pembalut ini menunjukkan bahwa bisnis sanitary pad sangat menggiurkan, karena target pasarnya adalah 50% populasi dunia. 

Di Indonesia, bisnis pembalut pertama kali dirajai oleh merk Softex yang diproduksi PT. Mozambique pada tahun 1976 yang kemudian berkembang menjadi PT. Softex Indonesia. Makanya, brand Softex sebagai nama lain pembalut ini sangat kuat dalam masyarakat Indonesia sebagaimana Aqua sebagai sebutan bagi air minum dalam kemasan. Brand Softex ini pernah menguasai 65% pasar pembalut di Indonesia sebelum kemunculan merk lain, yang persaingannya sangat ketat hingga sekarang. Saat ini, ada banyak sekali pilihan merk pembalut yang bisa digunakan perempuan, yang menawarkan aneka kelebihan begini-begitu. Bahkan, dalam konteks menjaga lingkungan dari pencemaran akibat limbah pembalut bekas, mulai bermunculan bisnis pembalut kain ramah lingkungan, tampon hingga Menstrual Cup berbahan silikon.
Kiri ke kanan: Menstrual Cup, Tampon dan pembalut. Sumber: honestdoc.id

Sikap keterlaluan 5: Menstrual Cup adalah gadget haid jenis paling mutakhir. Jika selama ini pembalut berbentuk mengikuti alur panjang celana dalam untuk 'menyerap darah' dan bisa menghabiskan berlembar-lembar selama masa haid 7-8 hari (bisa menghabiskan 42 lembar dengan asumsi penggantian pembalut per 4 jam selama 7 hari). Sedangkan Menstrual Cup berfungsi 'menampung' darah yang cukup 1 bisa dipakai selama haid, karena alat berbahan silikon ini setelah dicuci bisa dipakai kembali. Bodohnya, sejumlah pemuka agama malah melarang perempuan -terutama perempuan yang belum menikah- menggunakan Menstrual Cup dengan alasan akan menyebabkan hilangnya keperawanan. Ya ampun! Beginilah jika orang belajar agama tapi lupa mempelajari anatomi tubuh manusia, jadinya nggak ngerti di mana letak selaput dara dalam sistem reproduksi perempuan. Pembodohan yang dilakukan pendakwah agama semacam ini membuat ribet dunia perempuan: mau pakai pembalut aja harus mikir hilang perawan apa enggak, padahal selaput dara nggak akan kemana-mana, bahkan tetap ada di tempatnya setelah perempuan melahirkan bayi yang beratnya 3 kg. Itulah mengapa, kebodohan harus dimusnahkan dengan membaca dan belajar. Sebab malas belajar, sesat sejak dalam pikiran. 

Saudaraku, manusia-lelaki yang baik, mengakhiri tulisan ini aku ingin kembali menegaskan bahwa haid yang dialami sebagian besar perempuan muda di dunia merupakan peristiwa alami. Haid bukanlah keluarnya darah kotor dari tubuh perempuan, melainkan luruhnya sel telur yang tidak dibuahi beserta cairan lain dari dalam rahim dan vagina. Menjelang haid, perempuan mengalami PMS yang seringkali ditandai dengan perubahan emosi dan mengalami rasa sakit di sekujur tubuh; sementara saat haid juga sering mengalami sakit perut sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Nah, dibalik haid yang menjadi peristiwa bulanan perempuan selama 7-8 hari lamanya ini, terdapat situasi kompleks dalam tubuh perempuan. Perempuan haid sebagai salah satu penanda bahwa ia bisa hamil, namun bukan berarti bisa hamil dengan mudah. Dalam usia tertentu, perempuan akan mengalami menopause dan berhenti haid, dan tidak lagi bisa hamil. 


Semua kondisi seputar haid pada perempuan sama-sama kompleks karena berakibat pada perubahan emosi. Jadi, saat perempuan mengalami haid, sayangi, ringankan pekerjaannya, hiburlah dan berilah makanan bergizi tinggi. Setelah membaca tulisan ini, berhentilah menganggap bahwa darah haid itu kotor dan memandang perempuan haid najis. Sebab, jika perempuan tidak haid, maka kelahiran manusia baru tidak akan terjadi lagi. Perempuan berdarah, manusia eksis. 

Bumi Manusia, 1 Mei 2021

Bahan bacaan: 
https://en.wikipedia.org/wiki/Menstruation
https://youtu.be/cjbgZwgdY7Q
https://www.britannica.com/science/uterus
https://hellosehat.com/wanita/penyakit-wanita/sindrom-mrkh-tidak-punya-rahim/
https://www.alodokter.com/amenorrhea-dapat-mengganggu-kaum-wanita-kenali-penyebabnya
https://kumparan.com/kumparanmom/tradisi-mengerikan-yang-dijalani-wanita-saat-menstruasi-1547698168287976753/full
https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3770937/5-tradisi-unik-saat-pertama-kali-menstruasi-dari-berbagai-negara
https://www.healthywomen.org/created-with-support/iron-deficiency-anemia-heavy-periods/the-importance-of-speaking-up
https://www.alodokter.com/cara-atasi-menstruasi-berlebih-penyebab-anemia
https://id.theasianparent.com/menunda-menopause#:~:text=Perempuan%20pada%20umumnya%20memasuki%20masa,Namun%2C%20menopause%20ternyata%20bisa%20ditunda.
https://tirto.id/dari-buruh-pabrik-singlet-lahirlah-softex-cEPN
https://www.ilmagiindonesia.org/kajian-hari-gizi-nasional-ke-61-remaja-sehat-bebas-anemia/
https://www.honestdocs.id/lebih-bagus-pembalut-tampon-atau-menstrual-cup


2 comments:

  1. Dua anak lelaki saya (6 yo dan 10 yo), sebisa mungkin saya "perkenalkan" dengan konsep menstruasi. Ya jelas saja, belum bisa sepanjang-lebar ini.
    At least, untuk saat ini mereka tahu mestruasi sebagai proses alami dan manusiawi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah mantap. Sebenarnya sih, karena dalam masyarakat kita banyak sekali hal yang dianggap tabu, para pelajar kehilangan kesempatan belajar anatomi tubuh dan fungsinya melalui pelajaran biologi di sekolah. Idealnya, saat SMP soal ini sudah bisa diajarkan pada murid. Di Indonesia mah, saking tabunya, orang lulusan kuliah aja nggak ngerti lo masalah anatomi tubuh, kecuali lulusan Kedokteran dan anak-anak sekolah perawat. Makanya, mendobrak tabu itu penting banget buat menolong diri sendiri.

      Delete