Atta Halilintar dan Obsesi Memiliki 15 Anak yang Meresahkan

Aurel dan Atta dalam balutan busana tradisional Jawa untuk syuting lagu "Calon Bojo"
 
"I am marrying you, not your uterus"
-Pamela Clare-

Sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2021, publik dihibur dengan pemberitaan tak kenal henti mengenai pernikahan sejoli influencer Indonesia, Aurel Hermansyah dan Atta Halilintar. Publik tanah air mengenal Aurel sejak dia bayi, karena kedua orangtuanya yang merupakan penyanyi papan atas bahkan membuat lagu untuknya saat masih dalam buaian. Sementara publik mengenal Atta karena dua hal, yaitu: ia sulung dari 11 bersaudara keluarga Gen Halilintar dan Youtuber yang suka bikin konten nyleneh, yang kemudian terkenal dengan jargon 'Asiappp' dan suka melakukan penggerebekan rumah orang-orang kaya demi konten. Aurel-Atta adalah pasangan muda kaya raya dengan banyak pengikut, bahkan pengikut garis keras di kalangan ibu-ibu, yang hidup mereka berdua adalah kerja-kerja-kerja demi bisa menikmati segala kemewahan pun kekayaan, yang nggak bisa dinikmati 99% rekan seusia mereka di seantero Indonesia. 

Pernikahan Aurel-Atta heboh banget. Bukan hanya karena disiarkan langsung oleh sejumlah stasiun televisi hingga dihadiri selebritis dan tokoh-tokoh penting tanah air, juga karena mengundang kritik tajam dari banyak kalangan. Misalnya, karena akun Youtube Sekretariat Negara menayangkan video khusus saat Presiden Jokowi dan ibu Iriana kondangan ke pernikahan mewah ini, dan ini dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dan bentuk 'mengistimewakan kaum kaya' karena lembaga negara menayangkan konten yang tidak menjadi domain Sekretariat Negara; dan terjadi di tengah pandemi. 

Selain itu, banyak juga kritik yang menyasar stasiun televisi yang menayangkan rangkaian pernikahan Aurel-Atta karena dianggap 'mencuri' frekuensi publik. Keberatan sejumlah kalangan ini bisa banget dipahami, meski di satu sisi kita melihat ini sebagai fenomena betapa 'miskinnya' stasiun televisi dalam membuat konten sehingga harus membeli penonton Youtube dengan menjadi sponsor pernikahan sepasang Youtuber terkenal ini. Aku paham lah bahwa sejak Youtube menjadi kekuatan baru dalam dunia hiburan, stasiun televisi kehilangan penonton. Bahkan semakin tahun acara televisi semakin receh, sebab alih-alih riset mandiri, malah mengambil bahan dari video-video di Youtube, Instagram bahkan TikTok. Dalam konteks bisnis, apa yang dilakukan stasiun TV dalam menjadi sponsor pernikahan Aurel-Atta sebenarnya sah-sah aja. Tapiiiiiii, karena konten dalam siaran televisi terikat dengan UU Penyiaran, maka menayangkan kegiatan pribadi untuk publik di saluran publik adalah menyalahi undang-undang. Itulah yang dikritik banyak pihak, termasuk Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). 

Nah, ini dia hal yang paling aku soroti sih dari pernikahan Aurel-Atta. Karena Atta ini sulung dari 11 bersaudara dan keluarganya sukses secara ekonomi, maka ia sepertinya terobsesi untuk membangun keluarga sebesar keluarga Gen Halilintar. Dalam banyak kesempatan, Atta nyeletuk bahwa ia ingin punya 15 anak. Di hari pernikahannya, lelaki ini pun masih sesumbar untuk mengusahakan memiliki 15 anak; sementara Aurel hanya menanggapinya dengan tersenyum. Bahkan, pada pagi tanggal 4 April 2021, pada sarapan pertamanya sebagai suami Aurel, Atta nge-halu sedang sarapan dengan 10 anaknya dengan menghitung 10 kursi kosong di meja makan besar di kamar hotel tempat ia dan Aurel menghabiskan malam pertama sebagai pengantin baru. Sepertinya, bagi Atta yang tumbuh di keluarga besar, melahirkan anak tuh segampang mencetak bakso: cetak-brojol-cetak-brojol dan rahim istrinya jadi mesin reproduksi semata. 

"Lha, mau punya 15 atau 20 anak kan itu urusan mereka, ribet amat! Kan Atta kaya raya, bisa kasih makan sebanyak apapun anak-anaknya nanti," pembaca mungkin akan berpikir demikian? Memang sih, mau punya anak sebanyak apapun itu urusan Aurel-Atta. Mau lelah, letih, lesu, stress atau rahimnya rusak juga kan akan jadi masalah Aurel, nggak ngaruh ke hidup siapapun. Bahkan, kalau misal nanti ada apa-apa dengan Aurel karena tubuhnya begitu kelelahan telah melahirkan banyak anak, ya bukan urusan kita juga, toh itu tubuhnya Aurel. Betul banget, mereka mau ngapain aja, bahkan misal melahirkan di planet Mars dengan bantuan Elon Musk juga bukan urusan kita. Bahkan, jika pernyataan Atta yang sama sekali nggak peduli dengan betapa kompleksnya pengalaman reproduksi perempuan itu berbahaya jika diamini masyarakat luas, juga bukan urusan kita. Karena urusan kita cuma mengagumi betapa mewahnya hidup mereka, gitu? 

Atta memang kaya raya dan akan semakin tajir seiring waktu. Lelaki ini bahkan bisa menghidupi 100 anak dan mampu memberi semuanya fasilitas terbaik, layaknya anak-anak yang lahir di keluarga kerajaan. Fasilitas hidup apa sih yang nggak bisa dibeli dengan uang? Uang seperti setrika yang bisa membuat rapi segala kusut masai masalah kehidupan. Percayalah, soal memberikan fasilitas bersalin terbaik dan menafkahi anak sebanyak apapun, Atta jelas mampu. Kalau Atta kurang uang, Aurel bisa memberi sokongan keuangan yang berasal dari pundi-pundi kekayaannya. Soal uang, Sultan-Sultanah muda ini tidak akan kekurangan dan mungkin malah pusing gimana cara menghabiskan uang saking banyaknya. 

Sayangnya, bicara anak tidak semudah berpendapat tentang mampu atau nggak mampunya orang tua menafkahi mereka, seperti memberi makan-minum, pakaian, tempat tinggal, pendidikan, jaringan pertemanan yang baik dan support system dalam bentuk lain. Bicara anak justru dimulai dari tubuh perempuan yang mengandung si anak. Bicara anak harus dimulai dari kompleksitas sistem reproduksi perempuan dan pengalaman tubuh perempuan selama hingga pasca melahirkan. Bicara anak juga memerlukan consent atau persetujuan perempuan. Betapapun lelaki ingin istrinya punya sekian anak, tetap harus diingat perempuan lah yang paling berhak menentukan berapa kali ia ingin punya pengalaman hamil dan melahirkan. Perempuan pula yang paling tahu seberapa mampu menanggung kompleksitas rasa pun perubahan pada tubuh saat mengandung, melahirkan dan pasca melahirkan. 

Lelaki sih enak, nggak merasakan pengalaman reproduksi sekompleks yang dialami tubuh perempuan. Lelaki nggak ngerti perubahan emosi dan fisik perempuan saat menjalani haid setiap bulan; juga nggak akan ngerti apa yang dialami perempuan saat hamil selama 9 bulan, lalu melahirkan, dan kondisi yang tak kalah kompleks pasca melahirkan. Lelaki seperti Atta mungkin dengan mudahnya bilang bahwa dia mampu menyediakan segala fasilitas untuk menunjang Aurel saat hamil, melahirkan dan pasca melahirkan. Ya, uang Atta bisa membeli semua fasilitas terbaik untuk Aurel dan anak-anak mereka kelak. Tetapi, karena sebagai lelaki Atta nggak akan mengalami kompleksitas reproduksi pada tubuh perempuan, maka Atta nggak akan ngerti bagaimana perubahan psikologis perempuan saat mengalami semua itu. 

Setelah sekian banyak kritik ditujukan kepada Atta terkait mimpinya punya 15 anak dari Aurel, kritik terbaru datang dari Komnas Perempuan. Kritik tersebut bermula dari pernyataan Atta dalam sebuah video, yang menyatakan bahwa suara suami tuh suara Tuhan sehingga sebagai istri, Aurel harus nurut kepadanya. Aku nggak ngerti deh Aurel-Atta tuh menjalani semacam konsultasi pra-nikah nggak sih dengan Ustadz-ustadzah, Dokter dan Psikolog? Sebagai perempuan, Aku nggak bisa membayangkan Aurel akan menjadi semacam Ratu yang terkurung di sangkar emas nan mewah dan harus menurut seluruh kata-katanya, termasuk melahirkan 15 anak demi memuaskan ambisi Atta sebagai lelaki yang menyukai anak banyak sebagaimana ayah dan ibunya, keluarga Gen Halilintar yang fenomenal itu. 

SUARA SUAMI BUKAN SUARA TUHAN
Dengan alasan apapun, manusia-lelaki nggak akan pernah mampu menjadi Tuhan. Bahkan mendekati sifat-sifat Tuhan pun nggak akan pernah bisa. Mengapa? Karena Tuhan ya Tuhan, sementara manusia itu ciptaan Tuhan. Di alam semesta ini, manusia bahkan serupa debu semata. Sehingga, sehebat apapun seorang manusia, dia tidak akan pernah bisa sampai pada sifat Tuhan, apalagi mendaku diri bahwa suaranya sebagai suara Tuhan demi mendapatkan ketundukan orang lain seperti istri, anak atau manusia lain. Bahkan, aku nggak pernah mendengar kisah bahwa para Nabi dan Rasul mengaku bahwa suara mereka adalah suara Tuhan. Para Nabi dan Rasul saja hanya mengatakan mereka sebagai penyampai Firman Tuhan. Nabi Muhammad SAW saja, yang disebut-sebut sebagai manusia paling Tuhan cintai nggak pernah mengaku suaranya sebagai suara Tuhan. Sejarah hanya mencatat bahwa mereka yang mengaku Tuhan atau suaranya sebagai suara Tuhan tuh justru raja-raja zalim dan diktator semacam Firaun dari Mesir yang sezaman dengan Nabi Musa.

Cara pandang bahwa suara suami serupa suara Tuhan sebenarnya bukan berasal dari ajaran agama, melainkan sistem penguasaan lelaki di berbagai budaya. Ini berasal tafsir lelaki sebagai pejantan dalam masyarakat kecil bernama keluarga, di mana lelaki selalu berkehendak bahwa semua orang patuh dan melayaninya, bagai manusia melayani dan patuh kepada Tuhan. Hal ini tercermin dari berbagai adat istiadat di berbagai budaya, di mana perempuan harus ngesot, bahkan menyembah kepada lelaki. Konsep menyembah lelaki yang lazim dalam masyarakat kita memang bukan seperti kita menyembah Tuhan dalam ritual ibadah. Melainkan tercermin dalam sikap patuh-buta, seakan-akan perempuan kehilangan akal pikirannya dan menyerahkan seluruh hidupnya dalam keputusan dan pendapat lelaki. 

Ibu Lies Marcoes, seorang pemikir Islam-Feminis dalam sebuah artikel berjudul "Merebut Tafsir: Menyembah Suami" menyebutkan sejumlah alasan bahwa sikap patuh-tunduk secara mutlak seorang perempuan pada lelaki (suami) justru bertentangan dengan nilai Tauhid yang menjadi landasan agama Islam. Berikut alasannya berbasis Al-Qur'an: 
  • Meski Islam bicara alam akhirat, namun pada dasarnya diturunkan kepada orang yang berakal dan berpikir. Dalam Islam, manusia diharuskan berpikir dan bertanya adalah salah satu cara agar manusia berpikir. Nah, jika kepada Allah saja kita diharuskan bertanya agar bisa berpikir, masa iya kepada suami harus nurut gitu aja? 
  • Di hampir setiap ayat yang mengajarkan tentang alam semesta, tanda-tanda kehidupan, pergantian siang dan malam, tentang awan dan hujan, langit dan bumi, tentang tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya, semuanya bermuara pada ajaran tauhid yang keras dan radikal. Makanya di dalam Al-Qur'an banyak ayat yang berisi teguran keras Allah kepada manusia, seperti: Apakah kamu tidak berpikir? Dalam tauhid, manusia hanya boleh memberikan ketundukan, kepasrahan dan ketundukkan mutlak kepada Allah, tidak kepada selain-Nya, apalagi suami yang hanya manusia. Dalam Tauhid, manusia dilarang keras menuhankan apapun selain Allah. Larangan keras ajaran tauhid ini menunjukkan bahwa Allah menolak relasi kuasa antara lelaki-perempuan, sebab dalam Islam posisi perempuan setara dalam hak dan kewajiban sebagai makhlukNya. 
  • Di Indonesia, Islam tumbuh dalam masyarakat agraris-egaliter, di mana lelaki dan perempuan memiliki sumbangsih yang sama dalam kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Sistem dalam masyarakat feodal memang menunjukkan bahwa ada yang berkuasa atas manusia lain, termasuk lelaki berkuasa atas perempuan. Namun, ajaran tauhid dalam Islam menentang itu semua. Sehingga tafsir bahwa perempuan harus patuh secara mutlak kepada suaminya justru bertentangan dengan prinsip utama Islam, yaitu tauhid. 
  • Coba deh pahami surat Al-Ikhlas, yang dengan padat-singkat-jelas menegaskan ke-Esa-an Allah sebagai Tuhan yang tidak ada satupun yang setara denganNya. Nah, jika ada lelaki yang mengatakan bahwa suara suami adalah suara Tuhan, apa yang bisa membuktikannya? Apakah si lelaki mendapatkan wahyu dari Tuhan? Jika seorang lelaki mengaku suaranya sebagai suara Tuhan, artinya ia mendaku posisinya setara dengan Tuhan dalam mengatur perempuan yang bahkan tidak diciptakannya, melainkan hanya dinikahinya? 
Silakan pahami relasi lelaki-perempuan dalam perspektif Islam melalui buku ini. 
Terkait tafsir kepatuhan perempuan kepada suaminya, banyak dipahami dengan keliru, seakan-akan begitulah adab yang diajarkan Islam. Dalam masyarakat kita banyak lho perempuan yang jadi korban cara berpikir yang nggak masuk akal ini. Contoh paling mutakhir adalah peristiwa bom bunuh diri di halaman sebuah gereja di Makassar yang dilakukan sepasang suami istri yang baru saja menikah selama 6 bulan lamanya. Biasanya, pengantin baru kan lagi asyiknya mengisi waktu dengan aneka kegiatan yang membahagiakan; namun pasangan ini malah melakukan tindak terorisme. Jika bukan karena kepatuhan buta tanpa berpikir dalam konteks tauhid, apa lagi yang mendasari tindakan nekat mereka? 

Jadi, sebagai lelaki dan beragama Islam, Atta Halilintar sebaiknya mengoreksi cara berpikirnya terkait posisi suami kepada istrinya. Meski Atta mengemban tanggung jawab sebagai suami sekaligus kepala keluarga bagi Aurel, tetap saja Atta adalah manusia biasa, di mana relasi antara Aurel-Atta adalah relasi antar sepasang manusia. Karena Aurel-Atta adalah sepasang manusia, maka kepatuhan-ketundukan-kepasrahan keduanya hanya kepada Allah. Suara Atta sebagai lelaki dan suami, tidak akan pernah serupa suara Tuhan bagi Aurel sebagai hambaNya. Sebagai manusia-perempuan, Aurel memiliki hak berpikir dan berpendapat dalam menjalani perannya sebagai istri. Aurel wajib patuh dalam sejumlah hal kepada suaminya, sekaligus berhak menyatakan pendapatnya sebagai manusia. Ini juga jadi pelajaran bagi kita semua dalam memandang relasi perempuan dan lelaki dalam berumah tangga. Suami memang bisa jadi imam/pemimpin, namun demikian suara suami bukan suara Tuhan; kata-kata suami bukan kata-kata Tuhan. So, jangan menjadikan suami sebagai berhala ya. 

MELAHIRKAN TERLALU SERING BAHAYA BAGI RAHIM
Tubuh sebagian besar perempuan dibekali rahim tempat reproduksi manusia baru. Rahim terdiri dari jaringan otot yang ukurannya sebenarnya kecil, hanya sebesar telapak tangan orang dewasa. Namun demikian, rahim akan mengembang saat mengandung janin. Saat seorang perempuan hamil, rahim mengembang berkali lipat demi menampung tubuh janin dan air ketuban. Saat hamil, ukuran rahim perempuan bisa mengembang hingga 200-500 kali lipat. Akibatnya, perempuan akan mengalami banyak perubahan fisik yang kadang-kadang membuat mereka menangis. Saat melahirkan, rahim akan mengeluarkan banyak darah dan puluhan tulang patah bersamaan, termasuk vagina yang membesar sebagai jalan keluar bagi bayi. Setelah melahirkan, dibutuhkan waktu 2 bulan agar rahim kembali pulih secara normal, serta diperlukan aneka perawatan agar perut perempuan nggak mengembang, dan kembali langsing. Selain itu, dibutuhkan setidaknya 2 tahun untuk tubuh perempuan siap secara fisik dan mental kembali mengalami kehamilan baru. 
Kira-kira beginilah lokasi rahim di tubuh perempuan. Sumber: webmd.com

Ini dia organ yang disebut 'rahim' yang ukurannya sangat kecil, namun akan mengembang sedemikian besar saat seorang perempuan hamil. Ukuran rahim akan kembali pada keadaan semula pasca melahirkan. Sumber: medixfc.com

Menurut Dr.Philip Darney, direktur Bixby Center for Global Reproductive Health, Universitas California, Amerika Serikat, semakin sering perempuan hamil maka resiko kematian saat melahirkan semakin tinggi. Perempuan yang melahirkan 5 orang anak atau lebih berisiko mengalami pendarahan saat melahirkan, yang berkemungkinan menyebabkan kematian. Di Indonesia sendiri, pendarahan merupakan penyebab utama kematian ibu melahirkan. Rahim sendiri merupakan jaringan otot yang akan berkembang saat perempuan hamil. Nah, kehamilan yang terlalu sering dan rapat akan mengendurkan otot-otot tersebut sehingga setelah persalinan menjadi sulit untuk berkontraksi ke ukurannya semula dan terjadilah pendarahan. Sementara menurut dr. Prima Progestian, Sp.OG, selain risiko perdarahan ada beberapa risiko yang harus dihadapi wanita yang melahirkan terlalu sering, yaitu: 
  • Risiko placenta previa dan plasenta akreta meningkat. Placenta previa adalah kelainan letak plasenta yang seharusnya di atas rahim malah di bawah, sehingga menutupi jalan lahir.  
  • Meningkatnya intervensi dalam persalinan seperti pemasangan infus atau induksi (rangsangan) agar tanda persalinan muncul. Induksi bisa dilakukan dengan pemberian obat-obatan atau memecahkan kantung ketuban. 
  • Usia ibu yang terlalu tua juga menyebabkan risiko kecacatan janin, komplikasi pada ibu (preeklampsia atau diabetes gestasional). 
  • Risiko bayi dilahirkan prematur akibat jaringan parut dari kehamilan sebelumnya bisa menyebabkan masalah pada plasenta bayi.
  • Jika ibu memilih melahirkan melalui SC atau caesar, itu pun hanya bisa dilakukan maksimal 3 kali melahirkan. Jika ibu melahirkan 3 kali atau lebih menggunakan operasi caesar maka risiko komplikasi akan meningkat dan membahayakan nyawa ibu. 

Dalam konteks hamil dan melahirkan, please deh, jangan mendorong perempuan punya banyak anak dengan memberi contoh perempuan lain yang berhasil punya banyak anak. Tubuh setiap perempuan beda. Hamil dan melahirkan itu taruhannya nyawa. Jadi, sangat diperlukan kesadaran untuk memandang setiap kehamilan dengan 50:50 antara keselamatan dan kematian ibu. Perlu juga setiap pasangan belajar aneka komplikasi yang mungkin terjadi saat hamil, melahirkan dan pasca melahirkan, karena di luar sana banyak kasus menyedihkan yang dialami perempuan setelah melahirkan. Jadi, lelaki yang tidak memiliki rahim jangan sekali-kali mendominasi kehendak perempuan dalam proses hamil dan melahirkan, terlebih seenaknya menentukan mau punya anak berapa seakan-akan rahim istrinya mesin.  

Untuk kaum lelaki, sebelum membangun ekspektasi begini-begitu soal memiliki anak, pelajari dulu sistem reproduksi perempuan. Kenali dulu seperti apa sih cara kerja rahim dan tubuh perempuan. Bertanya lah pada dokter kandungan dan belajar dengan baik tentang rahim perempuan dan apa yang akan terjadi padanya saat hamil, melahirkan dan pasca melahirkan. Betul bahwa hamil dan melahirkan adalah kodrat perempuan. Namun, bukan berarti tubuh perempuan bisa digunakan semau lelaki hanya demi memenuhi ambisi memiliki anak, apalagi anak dalam jumlah banyak. Tubuh perempuan bukan mesin layaknya kita memandang mesin pencetak barang-barang pabrikan untuk dijual. Tubuh perempuan itu kompleks, terlebih saat hamil, melahirkan dan pasca melahirkan. Ada rentetan perubahan dan kejadian yang menyertai setiap kehamilan dan melahirkan, baik secara fisik maupun psikologis. Banyak perempuan nggak sanggup menjalaninya dan mereka harus meregang nyawa, atau menjalani sisa hidup dengan trauma, pun mengalami kelumpuhan permanen. 

"Lha, peduli amat sama Aurel. Dia kan kaya raya, bisa berobat ke dokter terbaik kalau kenapa-napa." Mungkin pembaca akan berpikir demikian. "Lha, memangnya hanya karena Aurel kaya dan bisa membayar dokter paling hebat lantas suaminya bisa berbuat semaunya, menjadikan rahimnya pabrik anak? Apakah karena Aurel kaya lantas orang bisa seenaknya mengabaikan resiko yang bisa dia alami?" Kaya atau miskin, tubuh perempuan berharga. Kaya atau miskin, perempuan berhak mendapatkan perlindungan dari segala jenis bahaya, termasuk komplikasi resiko karena hamil dan melahirkan berbasis ambisi lelaki. Dalam tulisan ini, aku berdiri untuk membela 'hak tubuh' Aurel bukan karena aku kenal Aurel, melainkan karena Aurel perempuan. Sebagai sesama perempuan, boleh dong aku memastikan Aurel nggak jadi korban ambisi suaminya yang ingin menjadikan Aurel sebagai pabrik pencetak anak? 

Tidakkah kita merasa heran bahwa makhluk yang nggak punya rahim memiliki kebebasan untuk sesumbar tentang jumlah anak yang ingin dilahirkan istrinya? Ia bahkan sesumbar tentang ambisinya memiliki 15 anak. Darimana kebebasan itu berasal? Apakah karena dia lelaki atau karena jumlah kekayaan yang dimilikInya? Padahal, sebagai orang yang belum berpengalaman memiliki anak, Atta bisa dengan bijak mengatakan bahwa ia menginginkan anak-anak yang kelak dilahirkan Aurel sehat lahir dan batin, alih-alih terlebih dahulu membicarakan jumlah anak layaknya menghitung biji kacang goreng. 

BAGAIMANA JIKA LELAKI HAMIL & MELAHIRKAN? SERU KALI YA. 
Hmm, ada seniman kreatif bikin kartun yang memberikan ilustrasi jika lelaki hamil dan melahirkan. Fun tapi creepy sih. Coba bayangkan, di bagian perut mana sel sperma dan sel telur akan bertemu untuk melakukan pembuahan? Oke, apapun bisa terjadi dalam tubuh manusia dan bisa aja misalnya lelaki hamil, karena tiba-tiba lelaki punya rahim! Tapi, gimana cara lelaki melahirkan? Apakah mungkin lelaki melahirkan melalui penis? Ouchhhh, apa yang akan terjadi dengan penis lelaki jika berhasil melahirkan bayi seberat 3 kg? Bukankah masalah batu ginjal saja sudah bikin penis lelaki kesakitan saat pipis?  

Jika lelaki diberi kesempatan mengalami haid, hamil dan melahirkan, kupikir akan ada banyak perubahan dalam kehidupan manusia. Mungkin, dimana-mana kita akan menemukan kebijakan pemerintah yang baru seperti cuti haid dan melahirkan bagi lelaki; tumbuh suburnya klub belajar bagi lelaki hamil; iklan susu untuk lelaki hamil; iklan pakaian untuk lelaki hamil; iklan layanan rumah sakit untuk persiapan melahirkan bagi lelaki; berdirinya pusat riset kehamilan bagi lelaki; inovasi pembuatan pembalut atau tampon untuk lelaki haid dan pasca melahirkan; layanan kesehatan pasca melahirkan agar penis kembali ke bentuk semula; konsultasi diet pasca melahirkan; hingga berita-berita lelaki stress pasca melahirkan yang ditinggalkan istrinya demi lelaki lain yang lebih muda, tampan, atletis, dan segar-bugar. 

Dunia juga akan berubah drastis. Lelaki yang melahirkan, menyusui dan mengurus anak akan banyak tinggal di rumah, dan urusan mengurus dunia pada akhirya akan ditangani perempuan. Lelaki akan terkurung di rumah dengan bayi mereka yang rewel, hobi pipis dan selalu ingin menyusu. Lelaki akan berpenampilan kucel karena jarang perawatan, kurang olahraga, kurang tidur dan sehari-hari cuma memakai daster. Yeaaaaa akhirnya perempuan akan menguasai dunia!!!!

Hmm, mungkin juga pemerintah akan melegalkan kebijakan poliandri sebab perempuan tidak lagi menanggung beban sebagai tempat reproduksi benih dari lelaki sebagaimana sebelumnya. Duhhh, pasti seru ya karena pada akhirnya lelaki tahu betapa sakit dan perihnya ditinggalkan pasangan setelah tubuh rusak pasca melahirkan anak-anak; sebagaimana banyak lelaki yang meninggalkan istrinya demi perempuan lain yang lebih muda atas alasan ibadah, padahal demi kepuasan ragawi semata. Jika kehamilan telah diambil alih tubuh lelaki dan poliandri dilegalkan, mungkin aku akan menikahi 2 lelaki sebagai suami. Pasti seru ya punya 2 suami tampan, mapan, seksi, dan bersedia melahirkan anak untukku. Surga dunia!

Video diatas menjelaskan bahwa lelaki bisa banget hamil dan kehamilan dilakukan di abdomen, tapi dengan syarat harus dilakukan inplan plasenta terlebih dahulu sebagai saluran makanan bagi janin. Sampai saat ini belum ada lelaki yang mau jadi kelinci percobaan agar hamil di wilayah abdomen, karena secara medis prosedur tersebut berbahaya dan bisa menyebabkan kematian. Jadi, tanpa rahim yang memang diperuntukkan sebagai laboratorium pembuat bayi, lelaki nggak bisa hamil. Nah, dengan pembelajaran semacam ini kukira lelaki bisa memahami mengapa Tuhan memilih memberikan rahim ke tubuh perempuan alih-alih ke tubuh lelaki, bukan? Ya, karena itulah fungsi rahim yang selaras dengan vulva. 

Lagian, kalau rahim ditaruh di tubuh lelaki, akan nggak nyambung dengan keperluan melahirkan yang membutuhkan lorong kelahiran yaitu vagina. Nggak lucu kan kalau bayi seberat 3-4 kg lahir lewat penis, sebab tuh penis bakalan jebol? Jadi, wahai lelaki, berbuatlah baik kepada perempuan, terlebih ibu dan pasangan masing-masing. Jangan sekali-kali menganggap rahim perempuan bisa diperlakukan seenaknya untuk produksi anak demi memenuhi ambisi lelaki agar berketurunan banyak dan membangun kesebelasan cuma biar dikira jantan. Lelaki gentleman itu akan sangat peduli pada kesehatan tubuh dan psikologis perempuan-nya, alih-alih fokus pada jumlah anak yang ia harap lahir dari rahim si perempuan.  

Well, pembacaku yang lelaki, apakah berminat memiliki pengalaman haid, hamil dan melahirkan?

OPSI AGAR AUREL-ATTA PUNYA BANYAK ANAK
Atta ini kan dikit-dikit bawa agama, dikit-dikit bawa sunnah Nabi, seakan-akan Atta itu sangat Islami. Bahkan, Atta sempat mengatakan suara suami sebagai suara Tuhan, dalam konteks menghendaki kepatuhan Aurel kepadanya jika telah menjadi istrinya. Atta bahkan sesumbar ingin punya 15 anak dari Aurel dan perempuan ini hanya tersenyum, seakan mengiyakan kata-kata lelakinya. Ambisi Atta yang ingin punya banyak anak ini diketahui jutaan orang, karena kata-katanya terekam sempurna dalam banyak video, termasuk sejumlah video hari pernikahannya. 

Ambisi Atta untuk punya 15 anak dari Aurel yang diucapkannya di ruang publik, yang juga diabadikan dalam banyak video, seakan menunjukkan bahwa Aurel nggak punya pendapat sendiri tentang jumlah anak yang ia inginkan, selain informasi tentang keinginan Aurel punya anak kembar. Pernyataan Atta yang terang benderang ini seakan-akan menyatakan bahwa Atta tuh pejantan tangguh yang bisa bikin Aurel hamil dan melahirkan per dua tahun. Asumsinya, jika Aurel melahirkan 1 anak dalam sekali kehamilan, maka sejak usia 22-44 tahun, tugas Aurel sebagai istri Atta adalah hamil dan melahirkan. Ohhh, pasti melelahkan sekali! Baru saja rahim menyembuhkan dirinya, sudah harus menanggung beban reproduksi lagi. Itu seperti mesin pencetak bakso yang bekerja 24 jam penuh demi memenuhi mangkok pecinta bakso yang kelaparan. 

Publik paham bahwa pola pikir Atta berangkat dari pengalaman kedua orangtuanya sendiri yang memang memiliki banyak anak. Atta sendiri merupakan sulung dari 11 bersaudara. Namun, karena setiap perempuan berhak menentukan berapa anak yang ingin ia lahirkan, dan berhak untuk menentukan menjadi ibu seperti apa, maka Atta nggak bisa menjadikan ibu kandungnya sebagai teladan bagi Aurel, istrinya. Sebab, sebagai perempuan, keduanya berbeda dalam semua hal, termasuk tubuh. Karena, jika kemuliaan seorang perempuan ditentukan dari kemampuannya melahirkan banyak anak, maka kita seakan merendahkan para istri Nabi Muhammad SAW lho. Hah, kok bisa? 

Ayo kita belajar sejarah. Nabi Muhammad SAW punya 13 istri. Dari istrinya yang pertama, yaitu Khadijah binti Khuwailid beliau memiliki 4 anak perempuan dan 2 anak lelaki (meninggal dunia saat masih balita). Dari istrinya yang orang Mesir, yaitu Maria Al-Qibtiyah, beliau memiliki seorang anak lelaki (meninggal dunia saat masih bayi). Sebagian besar istri beliau itu berusia muda dan produktif lho, seperti: Aisyah binti Abu Bakar, Hafsah binti Umar, Zainab binti Jahsy, dll. Mereka semua tidak memiliki anak. Jika Nabi berambisi atas keturunan yang banyak, maka pastilah beliau akan memaksa para istrinya untuk hamil dan melahirkan banyak anak, sebagai tanda kepatuhan kepada Allah dan RasulNya. Lihat, betapa lembutnya hati beliau sebagai lelaki di tengah kepungan budaya Arab yang menganggap perempuan sebagai properti. Seluruh istrinya dimuliakan dan disayangi baik yang muda maupun tua, yang punya anak dan yang tidak. Pahami baik-baik, Nabi Muhammad tidak menjadikan istri-istrinya sebagai mesin reproduksi sebagaimana ambisi banyak lelaki kala itu. 

Nah, ada hal penting yang bisa dipelajari dari konsep parenting Nabi Muhammad SAW; yaitu memuliakan anak yatim-piatu, dan menjadikan dirinya dan istri-istrinya sebagai orangtua bagi mereka. Sehingga, jika Atta berambisi memiliki banyak anak, maka salah satu cara paling masuk akal adalah mengangkat anak yatim dan piatu sebagai anak angkat Aurel-Atta. Dengan kekayaan melimpah dan mungkin akan terus bertambah, Aurel-Atta bisa memiliki sejumlah anak kandung, sesuai dengan kemampuan Aurel hamil dan melahirkan; mungkin 2 anak saja. Aurel-Atta bisa mengadopsi 34 orang anak dari 34 provinsi di Indonesia lho. Budi baik ini bukan saja membuat rumah tangga Aurel-Atta bisa ramai dengan anak-anak yang menggemaskan; membawa berkah kepada keluarga; juga membantu menolong anak-anak itu terbebas dari kemiskinan. 
Mereka memiliki anak dengan mengadopsi anak-anak yatim. Sumber: merdeka.com dan viva.co.id

Sebagai pasangan muda yang sukses secara finansial, kukira Aurel-Atta harus naik level dalam konteks 'membantu' mereka yang membutuhkan. Bahkan memberi bukan lagi dalam bentuk charity atau sumbangan, yang bisa habis dalam waktu cepat, melainkan memberikan pertolongan yang bersifat empower yang sustainable dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sebagai orang kaya yang biaya pernikahannya menghabiskan sekitar Rp. 25 miliar, maka Aurel-Atta bisa banget melakukan investasi sosial dalam jangka panjang dengan jumlah anggaran yang sama besar untuk merawat, mendidik dan memberi kehidupan yang baik kepada anak-anak adopsinya. Sebagai pasangan dengan kehidupan yang berkelimpahan, Aurel-Atta sebaiknya tahu bahwa selama pandemi ada 64.211 anak dibawah umur yang menjalani Perkawinan Usia Anak (PUA) yang salah satu alasannya karena masalah ekonomi, di mana anak-anak remaja itu harus putus sekolah, dan terjerat dalam lingkaran kemiskinan karena menikah di usia anak dalam kondisi ekonomi karut marut. 

Sebagai orang kaya raya di usia muda, Aurel-Atta sebenarnya bisa banget menjadi teladan dalam melawan kemiskinan bangsa ini lho. Kalau selama ini Aurel-Atta biasa berderma dengan metode charity, maka dengan mengadopsi anak-anak dari keluarga miskin di seantero Indonesia, maka konsep berderma akan lebih berkelanjutan. Atau kalau mau lebih keren lagi, Aurel-Atta bisa banget membangun sebuah yayasan yang khusus memberikan bantuan finansial bagi anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah, agar mereka bisa melanjutkan sekolah, dan tidak terjerat lingkaran setan perkawinan usia anak. Sebagai generasi muda yang melek finansial, kukira Aurel-Atta bisa banget menjadi teladan bagi generasi muda untuk sukses secara finansial alih-alih menikah di usia anak-anak. 

Sebagai figur publik yang segala kata-kata dan tindak tanduknya bisa diamini generasi muda, sudah ada lho yang membuat penelitian tentang konten di Youtube Atta Halilintar yang pada akhirnya menyimpulkan bahwa Atta Halilintar ini merupakan seorang bad influencer. Wow, ngeri sekali! Oke, Atta merupakan pebisnis muda yang membangun banyak perusahaan. Tapi, sebagian besar kalangan muda khususnya pelajar justru mengenalnya sebagai Youtuber. Nah, konten Youtube Atta inilah yang dianggap membawa pengaruh buruk pada pelajar yang merupakan subscriber-nya. Disebutkan bahwa para pengikut Atta bahkan nggak ngerti bahwa kekayaan yang Atta peroleh melalui Youtube itu berasal dari jumlah penonton hingga klik iklan. Mereka juga nggak sadar bahwa semakin banyak yang menonton video-video nggak bermutu di Youtube Atta maka semakin banyak uang yang diperoleh Atta dari Youtube, sementara para subscriber  Atta nggak mendapat apa-apa selain tontonan nggak bermutu dan pamer harta, tanpa sedikitpun ilmu bagaimana menjalankan bisnis ala Atta. 

Terlebih, baru-baru ini Atta sangat bersemangat memposting video saat bergumul dengan Aurel di ranjang pengantin mereka pada malam pertama pernikahan dengan Aurel. Apa gunanya coba menampilkan video demikian? Alhasil, Atta pun dicecar banyak kalangan karena dianggap menampilkan kebodohan secara terang-terangan. Aurel-Atta mungkin merasa baik-baik saja, toh video jenis apapun yang mereka posting akan mendatangkan uang. Tapi, apakah sedemikian rendah kualitas Youtuber nomor satu di Asia Tenggara ini? Saat remaja Indonesia kalang kabut menyelamatkan diri dari perkawinan usia anak, Aurel-Atta malah memberikan contoh buruk kepada mereka, seakan-akan pasangan muda ini nggak bisa berpikir jauh lebih keren dari sekadar pamer harta, pamer kemesraan, tapi nggak pernah pamer kecerdasan sebagai figur publik. Apakah harta telah membuat keduanya jadi generasi muda yang ignorant atas fakta sosial yang menyedihkan ini? 


Apakah Aurel-Atta telah menjadi budak uang dan hanya uang yang bisa mereka pamerkan kepada generasi muda bangsa ini? Apakah hanya uang yang bisa mereka tunjukkan kepada 99% generasi muda bangsa ini yang bahkan terseok-seok mendapatkan pendidikan dasar sehingga pandemi setahun saja sudah membuat mereka dijebloskan ke perkawinan usia anak tanpa bisa melawan? Dengan kekayaan yang melimpah ruah, tidakkah Aurel-Atta berminat menjadi pahlawan bagi generasi muda bangsa ini, minimal di sektor pendidikan dalam melawan perkawinan usia anak? 

Sekalian aja nih aku merekomendasikan sejumlah lembaga yang bisa Aurel-Atta kunjungi sekaligus pelajari dalam melakukan advokasi hak-hak anak, agar mereka memiliki kehidupan pun masa depan yang lebih baik. Lembaga-lembaga berikut ini telah puluhan tahun berjuang memberikan akses kepada anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi bangsa yang berkualitas dan aman dari penindasan yang merenggut hak mereka sebagai manusia merdeka, yaitu: 


Hidup Aurel-Atta adalah hak keduanya. Bahkan, jika mereka bersenang hati membakar uang hail kerja keras demi konten, itu hak mereka. Tapi, dalam konteks moral karena keduanya memiliki pengaruh besar pada generasi muda bangsa, maka keduanya memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi contoh baik sebagai good influencer, setidaknya bagi subscriber dan follower mereka di media sosial. Melalui tulisan ini pula, sebagai bentuk keberatanku atas kampanye terang-terangan Atta menginginkan 15 anak dari Aurel seakan-akan rahim perempuan itu mesin pembuat bakso; maka aku mengajak Aurel-Atta mengambil opsi lain jika ingin punya banyak anak. Jutaan anak Indonesia membutuhkan bantuan sebab mereka bukan saja terjerat kemiskinan multidimensi, juga karakter orang dewasa bangsa ini yang hobi menyelesaikan segala masalah (ekonomi dan moral) dengan menjebloskan anak-anak malang itu pada perkawinan usia anak. 

Bumi Manusia, 14 April 2021

Bahan bacaan: 
https://rumahkitab.com/merebut-tafsir-menyembah-suami/
https://news.detik.com/berita/d-5523619/atta-halilintar-dikecam-gegara-suara-suami-dari-tuhan
https://www.beritasatu.com/hiburan/757267/sebut-suara-suami-dari-tuhan-atta-halilintar-dikecam-warganet-dan-komnas-perempuan
https://www.facebook.com/hendra.fahrizal/posts/10159132666033887
https://www.republika.co.id/berita/qr9osu6324000/atta-halilintar-dikecam-garagara-suara-suami-dari-tuhan
https://kumparan.com/berita-artis/atta-halilintar-dikecam-gara-gara-sebut-suara-suami-dari-tuhan-dan-minta-15-anak-1vVsPiMuXpU
https://www.jpnn.com/news/unggah-video-soal-malam-pertama-atta-dan-aurel-dikritik-nu
https://lifestyle.kompas.com/read/2011/11/15/07515777/risiko.melahirkan.terlalu.sering
https://www.alodokter.com/perubahan-tubuh-wanita-pasca-melahirkan#:~:text=Setelah%20bayi%20dilahirkan%2C%20perut%20tidak,mungkin%20tidak%20akan%20sekencang%20sebelumnya.




10 comments:

  1. AA mau nikah, mau anak banyak, jungkir balik ya terserah mereka ya. Namun sebagai Perempuan, aku prihatin jika Istrinya sampai betulan mau punya anak sebanyak itu. Monica Soraya bisa tuh ngasih banyak anak yang bukan anak kandungnya. Kan ya sama aja. Moga gak banyak yang ngikutin jejak mereka dengan segala keanehannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya, saya berharap siapapun berpikir dengan jernih dan waras soal anak. Justin Bieber yang playboy aja ngerti kalau urusan punya anak sepenuhnya berdasarkan kehendak istrinya yang punya rahim. Semoga tulisan sederhana ini bermakna bagi mereka yang masih belajar dalam memahami hakikat kehadiran anak manusia di bumi ini.

      Delete
  2. Keren banget tulisannya mba. Aku merinding banget bacanya. Aku harap Atta-Aurel dan influencer muda lain bisa berpikir lebih maju dalan hal-hal terkait anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, aku pun berharap influencer tuh waras sedikit lah saat membicarakan sesuatu ke publik, bukan sesumbar hanya karena mereka punya banyak uang sehingga merasa mampu menaklukkan tantangan yang nggak bisa ditaklukkan oleh uang.

      Delete
  3. Terima kasih. Sangat mengedukasi, termasuk sebagai laki-laki yang baru menikah, bagaimana memandang istri dan anak dalam keluarga. Saya suka sekali membaca tulisan-tulisan mbak di blog ini, berharap bisa nulis seperti ini juga. Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah senangnya tulisan ini dibaca dan bermanfaat bagi suami baru. Insya Allah, saya akan terus memproduksi tulisan bermanfaat bagi pembaca.

      Delete
  4. Semoga Atta baca tulisan ini ya. Aku juga ga ngerti sih apakah Atta sama sekali ga menggunakan kekayaannya untuk membantu anak putus sekolah, yatim dan sebagainya? Atau memang sudah digunakan untuk hal tsb hanya saja tidak dipublikasikan.

    Aku pribadi memandang hamil dan melahirkan 15x sih sesuatu yang bisa saja terjadi, tapi memang bener2 butuh kesiapan fisik, mental, psikis, selain kesiapan finansial. Dan semua kesiapan tsb harus 2 belah pihak yg memperjuangkan. Dan aku percaya bahwa Aurel bisa "menyadarkan" Atta terkait obsesinya pny 15 anak. Semoga. Semoga pula pengalaman Aurel hamil dan melahirkan anak pertama bisa mengubah pandangan Atta terhadap proses reproduksi sendiri. Aamiin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo Mbak Dian. Kalau soal berderma, kukira Atta melakukannya. Atta juga pernah sesumbar ingin membangun sebuah masjid. Entah udah dibikin atau belum.

      Tapi, kalau kita mau melihat konteks kemiskinan di Indonesia saat ini, pertolongan orang kaya tuh udah nggak jamannya lagi berbasis sumbangan atau charity. Karena yang melilit bangsa kita tuh kemiskinan multidimensi. Data 64.211 anak yang harus menjalani perkawinan usia anak di tahun 2020 aja udah nunjukin kalau yang kita butuhkan tuh pertolongan yang sustainable dalam membantu orang miskin agar berpenghasilan sehingga mereka nggak lagi menjadikan masalah ekonomi untuk menjebloskan anak-anak remaja ke perkawinan usia anak.

      Sebagian besar masyarakat Indonesia kan miskin, sehingga memang orang-orang kaya lah yang memikul tanggung jawab besar untuk membantu menyelamatkan generasi bangsa dalam situasi sulit seperti sekarang. Kan kalau SDM bangsa kita berkualitas, bisnis orang kaya juga yang bakalan untung karena bisa rekrut pekerja berkualitas.

      Delete
  5. Saya sangat suka tulisan ini. Saya yakin, tulisan ini sangat mewakili suara hati manusia-manusia Indonesia yang mungkin sudah gerah sama YouTuber ini dan mereka masih berpikir secara rasional serta menggunakan empati - terutama terkait kesehatan reproduksi perempuan, relasi sehat suami-istri, dan menggunakan kekayaan dengan cara yang jauh lebih bijak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih telah membaca tulisan ini dan mampu melihat "the big picture" yang menjadi keresahan saya terkait relasi lelaki-perempuan yang menyedihkan dalam masyarakat kita. Semoga tulisan ini bermanfaat.

      Delete