AWAS! Jebakan Label Produk Kecantikan Bisa Menghancurkan Duniamu

Ilustrasi oleh The Daily Beast/Getty
 
"A healthy outside starts from the inside"
-Robert Urich-

Beberapa waktu belakangan ini, jagat maya Indonesia dikejutkan oleh pernyataan-pernyataan seorang dokter mengenai produk kecantikan berbahaya dalam bentuk krim abal-abal. Sang dokter menggunakan video di kanal Youtube miliknya untuk memberikan peringatan-peringatan tegas bahaya krim abal-abal bagi kesehatan kulit. Dari sejumlah krim abal-abal yang telah melalui pengujian di laboratorium bersertifikat, dokter tersebut menyatakan bahwa masih saja banyak produk kecantikan mengandung bahan-bahan berbahaya, yaitu: merkuri (Hg), hydroquinone (C6H6O2) dan paraben (4-hydroxybenzoic acid). Parahnya, krim abal-abal tersebut bahkan banyak di promosikan selebritis terkenal dan beauty influencer.  Karena jumlah korban krim abal-abal yang berkonsultasi kepadanya selalu bertambah setiap waktu, maka sang dokter merasa WAJIB buka suara demi keselamatan, kesehatan dan kecantikan hakiki perempuan Indonesia. 

"Delapan dari sepuluh pasien saya korban krim abal-abal," ujar sang dokter di salah satu videonya. Sang dokter merasa prihatin sekali dengan banyaknya jumlah korban krim abal-abal. Para korban tersebut datang dengan menangis seraya memohon bantuan agar wajah dan tubuh mereka diselamatkan. Mereka menyesal, malu sekaligus kesakitan. Ada yang wajahnya rusak karena dipenuhi bentol-bentol kemerahan seperti jerawat batu; ada yang wajahnya dipenuhi noda hitam mengerikan; ada yang wajahnya bengkak nggak karuan; ada yang merasa kulitnya panas seperti terbakar dan sebagainya. Bahkan banyak juga yang kerusakannya nggak hanya di wajah, tapi juga anggota tubuh lainnya seperti punggung, lengan, paha dan betis. Melihat foto-foto mereka tak ubahnya seperti melihat manusia korban percobaan psikopat. 

Dokter lain yang menerima puluhan pasien dengan keluhan mengerikan di kulit mereka juga menemukan fakta mengerikan dari korban krim abal-abal. Bahwa banyak pasiennya mengalami stretch mark parah gara-gara penyalahgunaan steroid dalam krim pemutih abal-abal. Mereka yang mengalami keluhan ini sangat sulit disembuhkan terutama jika tingkat kerusakan pada kulit begitu parah. Upaya penyembuhan bisa dilakukan mulai dari pemberian krim pemudar stretch mark hingga menggunakan laser, dan berlangsung lama. Selain itu, juga membutuhkan biaya sangat besar. 

Lebih jauh lagi, penggunaan krim kecantikan atau kosmetik yang mengandung bahan berbahaya seperti hidrokuinon, merkuri, dan timbal bisa berdampak serius pada organ tubuh seperti jantung, paru-paru, darah, memicu kanker, menyebabkan gangguan saraf, merusak sistem kekebalan tubuh, hingga menyebabkan kerusakan DNA. Duhhh, ngeri!  Seperti kisah perempuan muda dalam video di bawah ini yang wajahnya rusak parah setelah menggunakan krim abal-abal untuk menghilangkan jerawat. Pada akhirnya, upaya penyembuhan menjadi lebih mahal dan melelahkan. 

Meski demikian, penjualan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya tetap tinggi. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kosmetik ilegal dengan valuasi Rp. 128 miliar (2018), Rp. 185 miliar (2019) dan Rp. 69 miliar (2020).  BPOM sendiri melakukan pengawasan dengan melakukan pemutusan rantai pasokan (supply) dan pemutusan permintaan (demand) melalui edukasi dengan tujuan mengubah kebiasaan (behavior) masyarakat sebagai konsumen. Kosmetik yang dikategorikan ilegal adalah kosmetik tidak memiliki izin edar dari BPOM karena tidak lolos uji, karena mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokuinon, timbal, hingga steroid. 

Berdasarkan penelusuran dokter Richard Lee yang saat ini tegas memerangi krim abal-abal, ternyata memang ada benang merah antara ekspektasi masyarakat atas standar kecantikan dengan promosi produsen kosmetik abal-abal, termasuk ruang yang menyediakan transaksi antara penjual dan konsumen produk kosmetik abal-abal di e-commerce

Dalam konteks Psikologi Marketing, konsumen memang menyukai produk dengan manfaat luar biasa dalam waktu cepat  tapi harganya murah. Demi memenuhi ekspektasi tersebut, masyarakat yang belum teredukasi dengan baik memang akan terjebak dalam iklan produk kecantikan abal-abal mengandung bahan berbahaya. 

Sebagai perempuan dengan kulit sensitif dan gampang iritasi di wajah, dan kulit kering di bagian lain, aku termasuk yang picky dalam memilih produk kecantikan. Takut banget kalau salah pilih dan malah bikin kulitku rusak. Makanya, aku tuh selain menjauhi produk kecantikan abal-abal, juga sering lama sekali mempelajari label di produk kecantikan yang aku ingin beli. bahkan, beberapa tahun belakangan aku mulai melirik produk kecantikan lokal yang menjanjikan penggunakan bahan alami, ramah lingkungan dan murah di kantong. Yuk, simak ceritaku dalam berproses merawat kecantikan diri. 

PENTINGNYA MEMAHAMI LABEL PRODUK KECANTIKAN 
Promosi hasil instan sebuah produk kecantikan memang menggiurkan. Hilang jerawat dalam seminggu, kulit cerah dalam dua minggu, glowing dengan krim seharga Rp. 20.000, terlebih jika produk-produk tersebut dipromosikan oleh selebritis atau beauty influencer! Siapapun yang sedang berjuang mempercantik diri tanpa mau bersabar dan belajar, jelas bisa terjebak. Apalagi jika malas mempelajari apa saja sih bahan-bahan yang terkandung dalam produk kecantikan yang diinginkan. Pokoknya, kalau iklan bilang produknya bagus berarti ya bagus. Ngeri sekali dengan pola pikir seperti itu demi cantik! 

Langkah pertama dan paling sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk mawas diri atas produk kecantikan adalah mengenali berbagai jenis informasi yang terdapat dalam label sebuah produk skincare dan kosmetik. Informasi dalam label produk kecantikan bukan hanya bahan-bahan pembuat produk tersebut lho, juga banyak informasi lain yang sangat diperlukan. Yuk kita bedah satu per satu. 

1 | Bahan, aturan dan urutan kandungan 
Label bahan produk kecantikan harus mengikuti aturan dna berdasarkan daftar International Nomenclature of Cosmetic Ingredients (INCI) yang merupakan sistem penamaan untuk bahan. Penulisan bahan dalam ingredients list disusun berurutan dari bahan dengan kuantitas terbanyak (umumnya dimulai dari air/water/aqua) hingga yang terkecil. Kandungan kedua, adalah bahan yang memberi tekstur pada produk. Ada akhiran tertentu dalam nama bahan yang dimaksud. Misal: - one atau silicone yang berfungsi untuk melembutkan atau membuat produk mudah dibaurkan seperti dimethicone. Umumnya, fokuslah pada 5-6 kandungan di urutan awal, karena memberi informasi tentang bahan apa sih yang paling banyak digunakan dalam produk kecantikan. 

2 | Nama kandungan
Nama bahan pembuat suatu produk kecantikan bisa disamarkan dengan nama lain atau bahkan menggunakan nama latin atau botanical. Misalnya, kandungan yang bisa menyebabkan iritasi kulit seperti fragrance bisa disamarkan menjadi aroma atau flavor. Jika kita sulit mengenali bahan-bahan dalam label produk kecantikan, kita bisa mencari informasi di Glossary Beauty Journal dan di Cosmetic Info. Yang pasti jika dalam daftar kandungan ada tulisan merkuri, hidrokuinon, paraben, timbal, steroid, hindarkan membeli produk tersebut ya karena  berbahaya dan dilarang penggunaannya dalam kosmetik. 

3 | Pernyataan tentang "testing"
Jika ada tulisan Dermatology tested mungkin kita langsung merasa diyakinkan bahwa produk tersebut direkomendasikan Dermatologis. Hm, ternyata meski ada informasi seperti itu, bukan berarti produk tersebut direkomendasikan Dermatologis lho. Sama seperti informasi Non-comedogenic yang nggak menjamin produk tersebut nggak menyebabkan atau memperparah komedo. Atau informasi paraben-free dan sulfate-free, terasa meyakinkan nggak mengandung bahan berbahaya tapi belum tentu juga. Jadi, sebelum menelan seluruh informasi mentah-mentah, ada baiknya melakukan double check demi keselamatan diri sendiri. Ingat peribahasa 'sedia payung sebelum hujan' kan? 

4 | Asal, nama perusahaan dan sumber negara produsen
Produk kecantikan nggak diproduksi untuk digunakan semua jenis kulit, apalagi untuk semua wilayah. Produksi produk kecantikan harus mempertimbangkan jenis kulit dan iklim suatu wilayah. Misalnya, kita orang Indonesia yang tinggal di wilayah tropis nggak bisa menggunakan produk yang diproduksi untuk orang yang tinggal di wilayah dingin seperti Swedia. Maka dari itu, kita harus memahami juga informasi mengenai negara asal suatu produk melalui barcode (itu lho, garis-garis tebal tipis dengan banyak nomor di bawahnya). Nah, dua-3 digit pertama angka pada barcode menunjukkan negara asal sebuah produk. Mislanya, 00-13 (AS dan Kanada), 30-37 (Perancis), 45-49 (Jepang) dll. 

Memahami asal muasal suatu produk kecantikan ini penting lho, mengingat banyak produk kecantikan dijual di pasar gelap dan menjadikannya barang ilegal alias tidak mendapat izin distribusi. Jika suatu produk ini ilegal distribusi, maka jika terjadi sesuatu dengan wajah atau kulit kita gara-gara menggunakan produk tersebut, secara hukum kita nggak bisa menuntut si produsen dan bisa jadi kita akan kena jerat hukum karena menggunakan produk ilegal. 

Selain itu, sangat penting bagi kita untuk mendapatkan informasi utuh mengenai perusahaan yang memproduksi suatu produk kecantikan. Informasi mengenai nama, website dan nomor hotline perusahaan harus tercantum dalam kemasan agar kita bisa melakukan double check. Biasanya, informasi mengenai perusahaan berada dalam urutan paling bawah kemasan, yang didahului informasi mengenai nomor notifikasi, nomor BATCH, ukuran-isi-berat bersih, 2D barcode, logo BPOM dan MUI, hingga peringatan dan/atau perhatian penggunaan produk. 
Sebelum membeli suatu produk kecantikan, pastikan mempelajari informasi mengenai bahan-bahannya dan informasinya lainnya dalam label kemasan. Contoh, informasi label pada kemasan kardus produk Skin Dewi. Sumber: rizkaedmanda.com

5 | Simbol Period after-opening
Nah, dalam kemasan produk kecantikan biasanya juga ada informasi masa penggunaan produk tersebut setelah dibuka. Biasanya ada informasi berupa tulisan "Baik digunakan sebelum..." yang diikuti dengan informasi tanggal, bulan dan tahun. Atau, informasinya bisa berupa simbol jar terbuka dengan tulisan "12M" yang berarti baik digunakan 12 bulan setelah dibuka pertama kali. Informasi ini penting agar kita terhindar dari menggunakan produk kecantikan kadaluarsa. 

6 | Logo BPOM dan MUI
Di Indonesia, izin edar sebuah produk kecantikan dari BPOM sangat penting mengingat lembaga ini secara hukum memang mengatur izin edar obat dan makanan di tanah air. Begitu juga dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang bertanggung jawab memeriksa halal atau enggaknya suatu produk, termasuk produk kecantikan. Di negeri kita status ke-halal-an sebuah produk penting banget mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia beragama Islam. Nah, logo BPOM dan MUI dalam kemasan produk biasanya disertai nomor registrasi agar kita bisa mengeceknya langsung di website BPOM atau MUI. 
Yuk cek sebelum membeli atau menggunakan produk kecantikan. Sumber: BPOM

BPOM sendiri giat melakukan edukasi dan sosialisasi, termasuk bekerja sama dengan para pihak untuk menyadarkan masyarakat agar menjadi konsumen cerdas. Setiap kali akan membeli produk kecantikan, kita harus selalu ingat KLIK alias cek Kemasan, Label, Izin edar dan masa Kadaluarsa. Pastikan kita melakukan cek nomor registrasi produk yang akan kita beli di website BPOM atau aplikasi BPOM dari ponsel kita. Pun dengan registrasi halal, cek aja di website MUI atau cek halal MUI melalui aplikasi di ponsel. Dengan teknologi, jadi konsumen cerdas mudah, bukan? 

SUSTAINABLE BEAUTY: PRODUK KECANTIKAN RAMAH LINGKUNGAN DARI KOMODITAS LOKAL
Semakin kencangnya hembusan angin perubahan dalam melawan kampanye toxic beauty di dunia internasional, geliat sustainable beauty pun tumbuh di tanah air. Berbagai produk perawatan kecantikan lokal mulai bermunculan. Produsen produk-produk tersebut mengaku menggunakan bahan dari komoditas lokal, alami, bahkan organik. Misalnya, ada produk kecantikan khusus kulit berjerawat yang dibuat dari pegagan (centella asiatica); ada juga yang dibuat dari rumput laut dengan kandungan kolagen melimpah; ada yang dibuat dari rempah organik seperti kunyit dan temulawak; dan sebagainya. Produk kecantikan lokal tersebut menjanjikan kecantikan kulit yang sehat, aman dan sekaligus membantu mengembangkan ekonomi masyarakat (petani dan nelayan), hingga turut melestarikan lingkungan. 

Sustainable beauty atau cantik berkelanjutan sudah menjadi tren lho. Kerusakan lingkungan akibat salah kelola sumber daya alam menyebabkan kecemasan di lingkup global. Masyarakat dunia mulai menuntut agar pemerintah membuat kebijakan yang mendorong sektor swasta mempertimbangkan penggunaan produk lokal dan zero waste dalam menjalankan bisnis mereka, termasuk dalam industri kecantikan. Saat ini produsen produk kecantikan dituntut untuk menggunakan komoditas lokal dan organik, dengan proses produksi yang zero waste dan natural. Bahkan, kemasan produk kecantikan pun dituntut untuk bisa reusable dan refillable demi menghindari menumpuknya sampah.  

Demi mewujudkan sustainable beauty, produsen produk kecantikan di Indonesia sudah mulai menggunakan produk lokal lho. Aku pernah mencoba produk kecantikan dari 3 brand lokal nan kece ini lho, sebagai referensi pembaca jika ingin cantik dan sehat sekaligus mendukung upaya melestarikan lingkungan: 

1 | Ocean Fresh - berbahan rumput laut
Ocean Fresh merupakan brand produk skincare dari PT. Karisma Bahari Nusantara yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Produk skincare dari Ocean Fresh ini formulanya dikembangkan oleh Prof. Linawati Hardjito, Ph.D seorang dosen dan peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB). Ocean Fresh ini sudah mengantongi 4 paten dalam Research on Marine Bioactive Ingredients; memiliki lebih dari 20 produk turunan dalam bentuk produk perawatan kulit (wajah, kepala dan tubuh); juga mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM. Pengembangan produk Ocean Fresh juga dibuat dengan bahan baku utama rumput lain yang dihasilkan atas kerjasama Ocean Fresh dengan lebih dari 500 petani rumput laut di seantero Indonesia, salah satunya di Karimunjawa. 

Rumput laut sendiri dikenal sebagai tanaman bawah laut yang sangat kaya nutrisi seperti senyawa bioaktif; asam lemak omega-3; asam amino; vitamin A, B,C dan E; sumber kolagen bahari; hingga antioksidan untuk menneangkan radikal bebas. Ekstrak rumput laut yang biasa digunakan untuk produk kecantikan dipercaya dapat membantu melawan dan memperlambat penuaan pada kulit hingga mencegah kerutan; mengembalikan hidrasi alami sel-sel kulit; anti  inflamasi untuk melawan racun penyebab jerawat, psoriasis dan noda hitam; serta membersihkan pori-pori secara alami agar kulit menjadi cerah dan bersih. 

Pelibatan para petani rumput laut dalam budidaya rumput lain secara massive ini selain sebagai upaya memberdayakan masyarakat, mendukung komoditas lokal dan komoditas berkelanjutan, juga agar lingkungan terjaga terutama di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Produksi produk kecantikan Ocean Fresh yang berbahan dasar rumput laut ini selain membantu masyarakat sejahtera, juga mendorong berkembangnya pabrik sebagai pengolah bahan baku. Hal ini sesuai dengan visi perusahaan yaitu "berkontribusi dalam membangun budaya dan kesadaran hidup melalui produk dan layanan yang halal dan baik, serta ramah lingkungan." 

Selain memastikan produknya halal, thayyib (baik) dan ramah lingkungan, Ocean Fresh juga memiliki filosofi yang indah yaitu: aman untuk ibu hamil dan menyusui; aman untuk anak-anak; menggunakan bahan alami; aman untuk dermatitis; tanpa pengawet, pewarna dan peraroma sintetis; tidak melakukan percobaan pada hewan; berbahan dasar biota laut dan dari laut bersih; industri tanpa limbah dan racun: serta menguntungkan petani dan pemasok. 

Untuk informasi lebih jelas tentang produk Ocean Fresh, bisa main ke www.oceanfresh.id

Nah, ketertarikanku menggunakan produk dari Ocean Fresh ini karena filosofi produknya yang menjamin kesehatan dan keamanan tubuh saat diaplikasikan, mendukung komoditas lokal dan berkelanjutan; hingga secara ekonomi memberdayakan petani rumput laut di seantero Indonesia. Bahkan, kalau kita penasaran, bisa lho tracking dari wilayah mana saja rumput laut yang digunakan sehingga kita akan mendapat informasi mengenai dampak pengetahuan, ekonomi dan sosial yang dibangun dalam pengembangan produk Ocean Fresh. Kulitku cocok sih dengan produk dari Ocean Fresh dan merasa bangga ada produk buatan anak bangsa keren yang membantuku cantik sekaligus melestarikan lingkungan. 

2 | Skin Dewi - berbahan kunyit, temulawak, madu, pepaya, calendula dll
Skin Dewi didirikan oleh Dewi Kauw, seorang ibu 3 anak dan formulator yang peduli pada kesehatan dan kecantikan kulit. Ia juga banyak mengikuti kursus untuk mempelajari formulasi produk perawatan kulit berbahan organik, terutama setelah anaknya mengalami masalah dermatitis. Produk Skin Dewi diformulasi dari bahan organik, natural, tidak beracun dan memiliki kualitas tinggi. Produk Skin Dewi dikembangkan sebagai solusi kecantikan kulit yang sehat, mendidik dan akurat. Skin Dewi menjanjikan untuk mendukung kecantikan holistik dan jujur, termasuk konsumen bisa melacak bahan-bahan yang digunakan. Sehingga, cantik bukan sekadar menjadikan kulit seseorang indah dan sehat, juga cerdas dalam memahami asal muasal bahan-bahan pembuat produk kecantikan Skin Dewi. 

"Strategiku itu membuat produknya seefektif mungkin, sebagus mungkin, sebaik mungkin supaya hasilnya bagus. Hasil akan menjadi bukti yang paling baik," ujar Dewi Kauw dalam sebuah wawancara dengan Female Daily Network pada 2018. 

Dalam website Skin Dewi di
skindewi.com kita bisa menelusuri informasi mengenai bahan-bahan yang digunakan. Dewi Kauw tidak mau menyembunyikan informasi berharga yang seharusnya diperoleh konsumennya dan secara jujur memberi tahu bahwa kulit yang cantik dan sehat itu berasal dari formula komoditas yang baik, organik, alami, berkualitas tinggi dan tidak mengandung racun. Selama berproses mengembangkan produk ini, Dewi Kauw bahkan kesulitan menemukan komoditas lokal berkualitas tinggi dan organik, sehingga ia harus impor dari luar negeri. Dengan meningkatnya kebutuhan konsumen akan produk Skin Dewi, Dewi Kauw berusaha menggunakan komoditas lokal, namun belum 100% karena ketersediaan bahan baku di tanah air belum tersedia. Sehingga, ini menjadi tantangan tersendiri bagi petani di Indonesia dalam menyediakan komoditas lokal dan organik berkualitas tinggi untuk mendukung perkembangan produk kecantikan ramah lingkungan buatan Indonesia. 

Karena mahal, aku hanya menggunakan beberapa produk Skin Dewi yaitu Temulawak Balancing Facial Emulsion untuk meratakan warna kulit dan Helichrysum Brightening Vitamin C Treatment untuk mencerahkan warna kulit. Aku membeli produk ini langsung di website Skin Dewi. Bagusnya Skin Dewi, informasi produk ditampilkan begitu detail sehingga kita tahu bahan-bahan apa saja yang digunakan untuk membuat suatu produk. Bahkan dalam kotak ingredients list, konsumen diberita tahu bahan mana saja yang organik dan mana yang sintetis. Termasuk referensi yang menguatkan klaim tentang efek penggunaan suatu bahan tertentu yang digunakan dalam produk. Dengan demikian, hatiku menjadi tenang karena produk yang kubeli bukan abal-abal dan bisa ditracking bahan-bahan pembuatnya dalam label yang sangat informatif.  

3 | N'Pure - berbahan pegagan dan marigold  
Produk dari N'Pure ini lumayan terkenal di kalangan beauty influencer dan beauty blogger. Kekuatan brand ini adalah penggunaan bahan yang selama ini dianggap rumput belaka, yaitu pegagan (centella asiatica). Ternyata sebenarnya pegagan ini sudah dikenal sejak dulu sebagai daun ajaib yang memiliki fungsi meredakan masalah kulit seperti ruam dan tergores.  Pegagan ini tumbuh di banyak negara seperti China, India dan Indonesia dan mudah sekali ditemui. Kadangkala nggak ditanam pun dia tumbuh sendiri di halaman rumah. Sehingga, mengembangkan produk kecantikan berbahan komoditas lokal dan alami merupakan keuntungan tersendiri karena tidak akan terbebani jejak karbon dan zero waste

Pegagan aka centella asiatica memiliki segudang manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun, ada setidaknya empat manfaat utama untuk kulit, yaitu: anti aging (anti penuaan), healing (penyembuhan), soothing (menenangkan) dan moisturizing (melembabkan) kulit. Sebagai komoditas lokal, pegagan sangat melimpah di Indonesia. 

Aku pernah menggunakan produk dari N'Pure ini adalah toner dan essence berbahan pegagan untuk menyembuhkan jerawat. Tekstur produk ini ringan untuk kulitku yang gampang sekali iritasi dan berjerawat. Aku juga merasa bangga karena ada produk sebagus ini buatan anak bangsa, di mana pegagan sendiri sangat mudah dibudidayakan di Indonesia. Penggunaan pegagan ini tentu saja mendukung komoditas lokal untuk terus berkembang dan digunakan di berbagai produk seperti produk kecantikan. Karena sebenarnya aku juga lumayan sering mengkonsumsi pegagan sebagai lalapan atau campuran untuk membuat telur dadar hehe. 
Produk N'Pure berbasis bahan alami yaitu pegagan dan marigold. Sumber: npureofficial.id

Produk berbahan pegagan dari N'Pure ini aku rekomendasikan untuk digunakan, tentunya setelah kita mempelajari informasi dalam label. Informasi ini bisa diperoleh di label, kemasan dan kotak kertas, atau di website jika membelinya secara online. Informasi bahan-bahan pembuat produk yang jelas membuat konsumen dapat menjaga kecantikan alami sekaligus cerdas karena mendapatkan asupan pengetahuan. Btw, aku belum pernah menggunakan produk N'Pure yang berbahan bunga marigold. Tapi berdasarkan testimoni banyak orang, katanya bagus banget untuk anti aging (anti penuaan). 

Dari ketiga produk diatas, yang membantuku menjalankan sustainable beauty, aku masih menggunakan produk Ocean Fresh baik untuk wajah maupun tubuh. Sejak pertama kali memakainya, aku merasa terkesan dengan tekstur dan hasilnya. Terutama karena berbahan utama rumput laut, maka produknya mengandung kolagen bahari yang melimpah. Aku pun merasa bahagia saat mengaplikasikannya ke kulitku, karena turut serta dalam upaya melestarikan laut Indonesia, memberdayakan petani rumput laut, mendukung komoditas lokal dan berkelanjutan, hingga mewujudkan masyarakat sejahtera. Selain produknya berkualitas, juga harganya ramah di kantong. Sehingga, dalam suasana pandemi pun masih bisa menjaga kecantikan. Kupikir-pikir juga, semakin masyarakat Indonesia sadar dengan potensi kekayaan alam negeri ini yang bisa dimanfaatkan dalam industri kecantikan, kita bisa mewujudkan visi ekonomi lestari di mana pertumbuhan ekonomi tetap menjaga kelestarian hutan, kebersihan air dan ketersediaan lapangan kerja bagi anak muda berbasis lokal 

CANTIK ITU SELARAS DENGAN UPAYA MELESTARIKAN LINGKUNGAN 
Saat ini dunia yang penuh masalah sedang berusaha mengalihkan fokus pada segala sesuatu yang bermakna kelestarian lingkungan, dan berusaha meninggalkan yang merusaknya. Sebagai zamrud khatulistiwa, Indonesia memiliki kekayaan melimpah yang kini terancam punah. Kerusakan lingkungan yang merajalela, membuat mimpi menikmati hidup tentram di sepotong tanah surga hanya dongeng belaka. Kerusakan lingkungan merupakan bencana besar yang bisa menggulung masyarakat bangsa ini ke dalam bencana sosial tak berkesudahan akibat rebutan sumber daya alam dan distribusi modal. 

Masalah lingkungan yang berdampak pada ekonomi yang tidak berkelanjutan membuat anak muda memilih meninggalkan ruang-ruang hidup yang rusak itu demi mendapatkan pekerjaan di kota. Mengapa kota lebih menarik bagi anak muda? Tentu karena segala sumber modal dan investasi ada di kota. Sementara kampung-kampung dibiarkan merana setelah sumber daya alamnya dikeruk atas nama investasi, dan selama puluhan tahun bangsa kita menjual bahan mentah kepada negara asing alih-alih mengelolanya menjadi bahan jadi atau setengah jadi di negeri sendiri. Pada tahun 2020 saja, ada 190 juta anak muda (millennial) yang perlu mendapat perhatian bersama agar mereka tidak lari ke kota dan bisa berkarya di kampung halamannya secara inklusif dalam mewujudkan masyarakat sejahtera. 

Itulah mengapa diperlukan "Visi Ekonomi Lestari" di mana masalah-masalah lingkungan dan ekonomi di tingkat lokal dapat diselesaikan dengan cara bergotong royong. Seluruh sektor seperti pemerintah daerah, sektor swasta, masyarakat sipil, akademisi, kelompok muda dan komunitas lokal dapat bekerja sama sesuai kapasitas masing-masing. Misalnya, pemerintah daerah memfasilitasi dengan membuat regulasi yang adil; akademisi menyokong dengan melakukan riset dan pengembangan; sektor swasta mendukung melalui penciptaan lapangan kerja; petani mengembangkan pertanian berkelanjutan dalam menyediakan komoditas lokal; dan kelompok muda berupaya memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan; serta pasar yang menyediakan ruang ekonomi yang sehat dan adil. 

Salah satu daerah di pulau Sumatera, yaitu Kabupaten Siak, Provinsi Riau bisa menjadi teladan dalam hal ini. Jadi, wilayah ini memiliki komoditas perikanan lokal berupa ikan gabus. Di wilayah itu, ikan gabus berkembang dengan baik dengan dukungan wilayah gambut yang sehat. Nah, ikan gabus ini ternyata memiliki kandungan albumin yang dapat menjaga imunitas tubuh. Ikan gabus juga dapat dibudidayakan oleh kelompok/komunitas sehingga upaya melestarikan lingkungan gambut selaras dengan upaya memberdayakan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, ikan gabus menjadi komoditas berkelanjutan. Kawasan gambut terjaga, ikan gabus tidak punah, dan masyarakat sejahtera bersama-sama. 

Visi Ekonomi Lestari ini merupakan model pembangunan yang selaras antara melestarikan lingkungan dan membangun kesejahteraan masyarakat. Dengan konsep ini, produk turunan yang dihasilkan suatu daerah bahkan bisa dipasarkan secara luas ke seluruh wilayah Indonesia dan dunia, tanpa harus merusak lingkungan. Gotong royong sebagai semangat berbangsa dan bernegara, segala masalah dapat diselesaikan. Kita juga akan semakin bangga pada produk buatan Indonesia bernilai tinggi yang diproduksi secara aman, ramah lingkungan dan ramah sosial. Investasi yang tepat dapat mendukung sektor yang tepat. Kita juga akan mendapatkan air bersih, tanah sehat dan anak muda yang dipenuhi harapan serta mendapat tempat berkarya dalam mengembangkan bakat, minat dan gagasan mereka dalam membangun Indonesia sejahtera. 

Konsep "Visi Ekonomi Lestari" ini diperkenalkan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), sebuah forum kolaborasi kabupaten untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Saat ini ada 12 kabupaten dari Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang berkolaborasi dalam LTKL. Topik prioritas dalam kolaborasi ini adalah: perhutanan sosial dan reforma agraria; energi bersih dan elektrifikasi; pencegahan kebakaran hutan dan lahan gambut; komoditas berkelanjutan; konservasi dan restorasi; pengelolaan sampah; serta ketahanan dan pengelolaan atas bencana. Klop memang antara isu prioritas dengan asal wilayah anggota LKTL ini mengingat Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi merupakan wilayah dengan kerusakan alam parah mulai dari penggundulan hutan untuk perkebunan dan pertambangan, hingga kebakaran hutan dan lahan yang selalu terjadi setiap tahun yang berdampak pada terjadinya bencana alam, seperti banjir bandang. 

Komoditas berkelanjutan yang menjadi salah satu isu prioritas yang diperjuangan LKTL ini selaras dengan nilai kerja Yayasan Madani Berkelanjutan yaitu menjadi jembatan untuk mencapai inklusivitas dan akuntabilitas atas tata kelola lahan untuk mendukung kehidupan yang berkelanjutan. Tanpa kerja kolaborasi antara pemerintah (terutama pemerintah lokal), sektor swasta, akademisi dan masyarakat mana bisa mimpi melestarikan lingkungan Indonesia tercapai. Kolaborasi diperlukan sebagai bentuk gotong royong dalam menyelamatkan Indonesia baik tanahnya, sumber alamnya, manusianya dan nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi panduan kita menjalani kehidupan. Oleh karena itu, #LestarikanCantikmu dengan mendukung komoditas lokal untuk berjaya di industri kecantikan tanah air. 

Bagaimana, apakah cantik dan ganteng-nya Pembaca sudah selaras dengan upaya melestarikan lingkungan? Jika ingin belajar lebih banyak tentang komoditas berkelanjutan dan menjadi bagian pejuang sustainable beauty tanpa merusak lingkungan, silakan berkunjung ke Lingkar Temu Kabupaten Lestari dan Yayasan Madani Berkelanjutan

*** Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog #LestarikanCantikmu: Share your sustainable beauty and wellness story yang diselenggarakan atas kerjasama Blogger Perempuan Network (BPN), Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LKTL) dan Yayasan Madani Berkelanjutan.  


Bumi Manusia, 7 Maret 2021

Bahan bacaan: 
http://www.kabupatenlestari.org/topik/read/komoditas-berkelanjutan
https://istanaumkm.pom.go.id/regulasi/kosmetika/label-kosmetik
https://journal.sociolla.com/beauty/cara-membaca-label-ingredients-produk-kecantikan/
https://www.watsons.co.id/blog/id/latest-trend-id/tips-mengetahui-arti-label-produk-kecantikan/
https://qwords.com/blog/psikologi-marketing/
https://www.researchgate.net/publication/259628115_Centella_asiatica_in_Dermatology_An_Overview
https://www.watsons.com.my/blog/skincare-tips/4-benefits-centella-asiatica-skin
https://simplynaturale.co.uk/the-benefits-of-seaweed-37-w.asp
https://journal.sociolla.com/bjglossary/
https://www.cosmeticsinfo.org/ingredient-alphabetical/1
https://youtu.be/uwbV7T5REDc
https://youtu.be/p_NeD-1s3wc
https://cekbpom.pom.go.id/
http://www.halalmui.org/mui14/searchproduk/search/?
https://www.watsons.co.id/blog/en/latest-trend/sustainable-beauty-trends-2021/


No comments:

Post a Comment