ANNA KARENINA: Ketika Cinta tidak Mampu Memuaskan Dahaga Jiwa

Salah satu sampul novel "Anna Karenina" yang anggun. 
 
Dalam kepungan salju, Anna Arkadyevna Karenina berkereta dari Saint Petersburg ke Moskow untuk menemui Princess Darya "Dolly" Alexandrovna Oblonskaya, kakak iparnya. Hati Dolly sedang hancur karena mengetahui suaminya selingkuh dengan salah satu pelayan perempuannya. Bahkan perselingkuhan itu terjadi di ranjangnya, tempat paling sakral dalam sebuah hubungan suami istri. Anna datang untuk menengahi kekacauan dalam keluarga aristokrat itu, karena kakak lelakinya telah berani berselingkuh. Nah, suami Dolly adalah kakak lelaki Anna, yaitu Stepan "Stiva" Arkadyevich Oblonsky. 

Karena akan ada pesta dansa di mana adik bungsu Dolly, Princess Ekaterina "Kitty" Alexandrovna Shcherbatskaya, sedang berusaha menemukan calon pasangan potensial, maka Anna bertemu dengan gadis manis berusia 18 tahun itu. Para pemuda pemudi dari keluarga aristokrat memenuhi ruangan pesta, dan terpesona dengan kecantikan Kitty. Perempuan muda itu menjadi perhatian sejumlah lelaki yang menginginkannya menjadi pasangannya. Namun, Kitty merasa bahwa ia hanya berniat mencintai seorang lelaki muda bernama Count Alexei Kirillovich Vronsky. Keyakinan Kitty akan perasaanya pada Vronsky membuatnya menolak lamaran teman masa kecilnya, seorang tuan tanah bernama Konstantin "Kostya" Dmitrievich Levin. Kitty senang dengan pujian Vronsky saat mereka berdansa untuk pertama kalinya. Kitty merasa mulai mencintai lelaki itu. Dengan berat hati, Kostya meninggalkan Moscow dan kembali ke tanah pertaniannya. 

Anna yang terkenal dengan kecantikannya muncul di pesta. Kemunculan Anna dengan penampilannya yang mengagumkan bukan saja membuat Kitty begitu kagum, juga menarik perhatian Vronsky. Dengan terbuka, Vronsky mengajak Anna berdansa, sehingga membuat Kitty sangat kecewa. Rupanya, saat keduanya berdansa dengan begitu anggun, benih-benih cinta mulai muncul. Anna menyadari itu dan ia mulai khawatir dengan dirinya sendiri. Anna mengatakan kepada Vronsky bahwa ia akan kembali ke Saint Petersburg. Ia beralasan suami dan anak lelakinya menunggunya pulang. 

Dalam perjalanan pulang ke Saint Petersburg, Anna dicekam kegelisahan. Pertemuannya dengan Vronsky benar-benar membangkitkan gairah cinta dalam dirinya. Usia Anna belumlah 30 tahun, sangat sensual dan cantik, membuatnya merasa menemukan cinta yang dirindukannya melalui sosok Vronsky. Kekhawatiran Anna semakin menjadi saat diketahuinya Vronsky mengikutinya ke Saint Petersburg, bahkan berkenalan dengan suami Anna, Alexei Alexandrovich Karenin yang menjemputnya di stasiun; bahkan Vronsky mengikuti Anna hingga ke depan rumahnya, membuat Anna lumayan takut. 

Vronsky semakin berani dalam mendekati Anna. Dimanapun Anna menghadiri kegiatan publik seperti menonton pertunjukan di teater atau pesta di rumah para bangsawan atau pejabat, Vronsky selalu hadir. Lelaki itu sengaja membuat jantung Anna berdegup tak karuan. Skandal tentang Vronsky yang mengikuti Anna dari Moscow ke Saint Petersburg untuk menggodanya sudah menjadi rahasia umum. Maka, dibantu sepupu Vronsky, seorang sosialita bernama Princess Elizaveta "Betsy" Tverskaya, hubungan antara Vronsky dan Anna mulai semakin dekat. Vronsky merayu Anna agar bercerai dari suaminya, lalu menikah dengannya dan mereka pindah ke Italia. Anna mulai terobsesi dengan Vronsky, namun sebagai istri seorang pejabat senior di pemerintahan, rasanya tidak mungkin ia meminta cerai. Dunia Anna dikurung oleh norma sosial Rusia yang ketat, ajaran Gereja Katolik tentang pernikahan, cintanya kepada anak lelakinya, rasa tidak percaya dirinya hingga soal suaminya. Anna juga yakin bahwa bercerai dari suaminya sangat tidak memungkinkan, meski ia tidak pernah sekalipun mencintai lelaki itu. Anna merasa terjebak oleh semua kebaikan Alexei padanya dan keluarganya. 

Hari-hari berlalu dan skandal antara Vronsky dan Anna semakin menjadi-jadi. Bahkan Anna mengandung anak Vronsky. Skandal memalukan ini menjadi rahasia umum dan Alexei merasa sangat marah. Namun, karena Alexei bukan tipe lelaki pemarah, ia bersumpah tidak akan menceraikan Anna. Karena hal ini, Anna mengamuk. Anna mengatakan bahwa ia benci dan tidak sanggup lagi tinggal seatap dengan Alexei. Maka Anna lebih banyak tinggal bersama Vronsky, tergila-gila dengan obsesinya sendiri dalam mencintai Vronsky. Ia pulang hanya demi anak lelakinya, Sergei "Seryozha" Alexeyich Karenin. 

Saking sibuknya dengan percintaannya dengan Vronsky, Anna nggak tahu bahwa pesta dansa yang merusak mood Kitty membuat perempuan itu pergi ke Jerman, menjadi relawan di barak tentara. Anna juga tidak tahu bahwa ketika ia berhasil mencegah kehancuran dalam rumah tangga kakaknya, justru rumah tangganya sendiri menjadi hancur karena perselingkuhan yang ia lakukan. Anna tidak lagi peduli norma sosial dan segala aturan yang selama ini mengikatnya, sebab ia hanya peduli pada Vronsky. Ia merasa tidak membutuhkan apapun selain Vronsky. Anna tergila-gila dan terobsesi pada Vronsky, hingga ia dihantui perasaan bahwa Vronsky mungkin meninggalkannya untuk perempuan lain. Anna tidak suka melihat Vronsky akrab dengan perempuan lain. Anna bahkan terobsesi menjaga kecantikannya agar Vronsky tidak meninggalkannya dan agar lelaki itu selalu mencintainya sebagaimana pada awal pertemuan mereka. 

Anna melahirkan bayi perempuan bernama Annie. Karena pendarahan hebat, kesehatan Anna menurun dan dokter menyatakan bahwa mungkin nyawa Anna tidak bisa diselamatkan. Saat terbaring dalam keadaan sekarat itulah, Alexei menangis untuk Anna. Dengan penuh airmata Anna meminta maaf karena telah menjadi istri yang tidak tahu berterima kasih. Anna mengatakan bahwa ada perempuan lain didalam dirinya, dan perempuan itu sangat mencintai Vronsky. Gilanya, Vronsky ini nungguin Anna lahiran di rumah Alexei. Sampai kemudian Alexei mengatakan kepada Vronsky bahwa ia tidak akan pernah menceraikan Anna, meski ia merasa marah luar biasa. Sebagai lelaki, ia merasa takdir hidupnya adalah menjadi suami Anna dan melindungi istrinya dari apapun. Alexei juga mengusir Vronsky dari rumahnya. 

Anna kembali sehat. Namun, hatinya merasa tak karuan. Ia benci kepada Alexei dan merasa terkurung dalam kebaikan suaminya. Saat Alexei memaafkannya karena berselingkuh, semakin membuat Anna tak bisa bercerai dari lelaki itu. Anna merasa apa yang dilakukan Alexei membuatnya merasa bahwa suaminya telah mengendalikan seluruh hidupnya. Ia merasa kehilangan hak untuk memperjuangkan cintanya, hidupnya dan segala hal yang seharusnya ia nikmati selagi muda. Anna dan Alexei telah menikah 9 tahun lamanya, namun seluruh sikap Alexei yang memuatnya muak tak akan membuatnya berani meminta cerai. Bahkan, Alexei diam saja saat Vronsky menjemput Anna dan membawa Anna dengan menggendongnya. Ini sebuah skandal yang begitu terbuka dan memalukan, sebuah keserakahan darah muda. 

Anna dan Vronsky pindah ke Italia. Mereka berharap bisa membangun hidup baru yang bahagia, sebagaimana yang selalu mereka inginkan. Namun, di negeri pasta itu keduanya sangat sulit mendapat teman pun berbaur dengan masyarakat. Anna dan Vronsky kembali ke Russia. Namun, hidup mereka tidak menjadi lebih mudah. Skandal yang terang benderang itu membuat Anna dan Vronsky tak bisa tampil bersama di publik, tidak bisa menghadiri pesta atau menonton pertunjukan di teater. Anna sangat menginginkan Vronsky membawanya ke publik dengan penuh kebanggaan. Namun, Vronsky tidak bisa melakukannya karena status Anna masih istri Alexei. Anna yang terobsesi dengan Vronsky tidak ingin bercerai dari Alexei. Ia ingin memiliki dua status yaitu sebagai istri Alexei dan kekasih Vronsky. Obsesi ini membuat Anna tersikas, dan membuat Vronsky stres. Terutama ketika Anna merasakan tatapan benci anak lelakinya kepadanya. 

Anna merasa ruang hatinya semakin kosong. Ia merasa cinta yang selama ini sangat didambakannya bukanlah cinta yang bisa memuaskan dahaga dalam jiwanya. Ia merasa tidak lagi mencintai Vronsky sebagaimana sedia kala, dan merasa bahwa Vronsky juga tidak mencintainya. Anna semakin terpuruk saat mengingat pandangan kebencian dari mata anak lelakinya. Dalam kepungan musim dingin yang pekat, Anna menabrakkan dirinya ke kereta apa yang sedang melaju. Tidak lama kemudian, Vronsky bunuh diri di lokasi Anna menemui ajalnya. Selepas kematian Anna dan Vronsky, mau tidak mau Alexei menerima takdir untuk merawat Annie. Bayi kecil itu tidak mengerti apa yang terjadi, namun ia akan disayangi sebagaimana Alexei selalu menyayangi mendiang Anna selama pernikahan mereka. 

ANNA KARENINA DAN KOMPLEKSITAS DUNIA MANUSIA 
"Anna Karenina" adalah karya sastra abad ke-19 yang hebat. Novel ini disebut-sebut sebagai Masterpiece penulis kenamaan Rusia, Leo Tolstoy. Novel bukan saja dengan apik menggambarkan kompleksitas dalam dunia manusia sebagai pribadi, di Rusia kala itu. Juga menggambarkan bagaimana perubahan-perubahan terjadi dalam masyarakat di mana pertanian tradisional mulai beralih ke pertanian modern; perkembangan teknologi seperti telegram yang mengganti surat menyurat; kereta uap yang mulai menggantikan kereta kuda; kemanusiaan, nasionalisme, hingga spiritualitas. 

Mari kita mulai dari Anna sebagai seorang individu. Setelah menjadi yatim-piatu, Anna dan Stiva diasuh oleh bibi mereka. Usia Anna belum 20 tahun saat sang bibi menjodohkannya dengan lelaki aristokrat yang usianya jauh lebih tua darinya. Lelaki bernama Alexei itu diharapkan bisa membantu keluarga Anna, termasuk membantu urusan Stiva hingga lelaki itu bisa menikahi perempuan dari keluarga yang berkerabat dengan Tsar Rusia. Baik Anna maupun Stiva akhirnya bisa menikmati kehidupan yang baik berkat Alexei, seorang pejabat senior di pemerintahan. Anna menjadi seorang nyonya dan memiliki seorang anak lelaki yang sangat ia cintai. Hidup Anna berjalan mulus tanpa hambatan dan kesulitan sebagaimana para nyonya kaum aristokrat. Anna mendapat tempat yang baik dalam masyarakat karena kecantikan dan keanggunan khas miliknya; hingga ia bertemu Vronsky, lelaki yang membangkitkan gairah cinta dalam dirinya. 

Identitas dan karakter Anna digambarkan sebagai seorang perempuan muda dengan suami tua dan kaku, serta anak lelaki yang selalu ingin bersamanya. Anna tidak digambarkan memiliki masa lalu, mimpi-mimpi ala perempuan muda, atau pendapatnya tentang dunia perempuan pada zamannya. Bahkan tidak disebutkan seperti apa latar belakang keluarga Anna dan bagaimana kedua orangtuanya meninggal dunia. Minimnya identitas tentang Anna membuatku merasa bahwa Anna memang terkekang dalam sangkar emas pernikahan yang tidak dimintanya. Anna tidak menilai hal-hal yang terjadi dalam masyarakat. Ia hanya meledak saat merasa bahwa suaminya tidak berhak mengatur-ngatur hidupnya saat ia mulai terobsesi pada kekasihnya yang muda, tampan, sensual, menarik dan anggota militer. 

Dalam hidupnya, Anna tidak meminta apapun selain cinta Vronsky dan anak lelakinya. Anna sepertinya tidak tertarik dengan segala perubahan sosial yang terjadi di Rusia. Anna hanya ingin memiliki dua lelaki, untuk mempertahankan pernikahannya sebagai seorang penganut Kristen Ortodoks dan kekasihnya sebagai penanda bahwa ia berhak menikmati hidupnya sebagai perempuan modern yang melawan dampak pernikahan akibat perjodohan. Anna paham soal moral dan hukum agama, tapi ia juga dengan terang-terangan melakukan perlawanan dengan memiliki hubungan gelap bersama seorang anggota militer sebagai unjuk kehidupan seksualitasnya, yang selama ini nggak ia nikmati bersama Alexei sang suami. 

Pernikahan tidak bahagia dan merasa memenjara membuat Anna mengalami anxiety dan depresi. Selama 9 tahun lamanya, Anna hidup dengan elegan layaknya semua nyonya kalangan aristokrat. Namun, saat Vronsky memasuki dunianya dan mereka memulai skandal yang entah disebut sebagai sexual freedom atau malah sexual greed; Anna mulai menunjukkan betapa rapuh dirinya. Anna memiliki obsesi untuk hidup dengan cintanya kepada Vronsky, namun ia pun tak kuasa bercerai dari Alexei. Anna membiarkan dirinya disiksa segala macam perasaan, termasuk membiarkan dirinya memiliki dua status yaitu sebagai istri Alexei dan kekasih Vronsky; dan tentunya Anna telah melanggar norma sosial pun nilai kesucian pernikahan dalam agama Kristen Ortodoks. Anna membiarkan dirinya menjadi gunjingan masyarakat. 

Anna bahkan nggak peduli jika skandal terkait dirinya telah tersebar ke seantero Rusia. Anna tidak peduli apapun, meski Anna tahu dirinya dilanda kecemburuan, ketakutan, kemarahan, dan obsesi akan Vronsky. Semakin hari Anna semakin suka marah, kehilangan kesabaran, curigaan, cemburuan, ketakutan, bimbang, hingga merasa hatinya begitu kosong. Dalam keadaan menyedihkan inilah Anna memilih mengakhiri hidupnya, alih-alih bertanggung jawab atas perbuatannya. Anna bahkan tidak lagi memiliki perasaan keibuan dengan meninggalkan dua anaknya: Seryozha yang selalu menunggunya pulang dan Annie yang masih bayi mungil, yang belum memahami apa yang sebenarnya terjadi. 

Berkebalikan dengan Anna dan hidupnya; Kitty dan Kostya menjalani pernikahan bahagia. Sebagai seorang putri keluarga bangsawan, Kitty bahkan rela tinggal di wilayah perdesaan demi menemani suaminya membangun hidupnya sebagai seorang tuan tanah dengan banyak budak petani yang menggantungkan hidup padanya. Kitty dan Kostya adalah gambaran bagaimana sebuah keluarga muda dibangun, dengan kehadiran bayi lelaki mereka sebagai penyempurna kebahagiaan. Kostya yang sebelumnya bimbang dalam soal agama dan peran Tuhan dalam dunia manusia, justru mulai percaya pada campur tangan Tuhan, dan mulai menjadi penganut Kristen Ortodoks. Seorang pendeta mengatakan kepada Kostya bahwa pernikahan merupakan perjalanan hidup manusia yang sangat tidak nyaman dan berbahaya, di mana nggak ada lagi sekat antara apa yang suami dan istri inginkan. Tanpa campur tangan tuhan, bagaimana mungkin perjalanan berbahaya bernama pernikahan bisa dilakukan. Sembari terus berinovasi mengembangkan praktek pertanian modern, Kostya mulai mengagumi Tuhan atas apa yang dilakukannya dengan alam, seperti turunnya hujan di lahan pertaniannya. 

Leo Tolstoy tidak menampilkan hal-hal dengan hitam versus putih. Penulis ini, melalui karakter tokoh-tokoh "Anna Karenina" justru menunjukkan kompleksitas manusia. Kisah ini bicara tentang cinta dan hasrat serta bagaimana seorang individu merasakan keduanya; antara belas kasihan dan kekakuan moral; antara nafsu dan penyangkalan diri; tentang lelaki yang mencintai istrinya dan juga bosan pada istrinya; tentang bagaimana lelaki memandang istrinya saat masih berusia remaja lagi energik, dengan ketika sang istri telah melahirkan banyak anak, menulis surat dan hidup lama denganya; dan tentang betapa rumitnya jiwa manusia; bahkan dalam menghadapi perubahan sosial serta peran Tuhan di dalamnya. 

Kisah "Anna Karenina" begitu tragis dan getir bagi Anna dan Vronsky, namun menjadi awal bahagia bagi Kitty dan Kostya; kehilangan bagi Alexei dan Seryozha, namun cinta baru bagi Annie; dan mungkin penyesalan bagi yang lain, namun rasa itu tidak bisa diungkapkan. Meski demikian, ini karya yang bagus, menggelitik pikiran dan menikam jantung. Soal cinta, keluarga, pengabdian, obsesi, ambisi, hingga mimpi-mimpi; manusia sering dibuat bingung atasnya. Jiwa manusia serupa medan perang, di mana ia menginginkan kemenangan untuk dirinya sendiri, sekaligus tak ingin lepas dari segala hal yang melingkupi kehidupannya. 


Manusia menginginkan kebebasan tanpa batas, sekaligus sangat menjaga moral dan norma dalam masyarakat; seperti Stiva yang muda, modern, energik, stylish, pembelajar, ambisus, dan super yang mencintai istri serta anak-anaknya, sekaligus menyukai obsesinya mengencani perempuan-perempuan muda. Juga tentang Dolly yang dengan berat hati memaafkan suami yang berselingkuh darinya, demi mempertahankan kebahagiaan dalam keluarganya; yang mendukung penuh hidup Anna meski akhirnya sang penyelamat pernikahannya justru mengalami kehancuran paling tragis karena cinta dan kebingungannya. 

Demikianlah adanya, manusia selalu ingin terikat pada sesuatu sekaligus mengejar kebebasan yang dianggapnya sebagai sumber kebahagiaan. Manusia bisa berkata "Aku bahagia," dengan mudahnya, sekaligus menyangkal bahwa ia bahagia. Manusia bisa begitu bosan dan benci pasangan yang kaku namun baik hati, sekaligus terlena dengan segala bentuk kesabaran, kebaikan dan pengertiannya. Manusia sangat ingin mencapai sebuah titik bernama 'bahagia' dengan mendefinisikan kebahagiaan yang berbeda dari kebahagiaan yang selama ini dimiliknya. Manusia selalu menuntut lebih, seperti ketika berusaha melepaskan dahaga dengan meminum air laut sebanyak-banyaknya. 

Bumi Manusia, Maret 2021

Bahan bacaan: 
https://en.wikipedia.org/wiki/Anna_Karenina
https://youtu.be/acFldAIYz-M
https://www.theguardian.com/books/2012/aug/31/rereading-anna-karenina-james-meek
https://suluhpergerakan.org/anna-karenina-kisah-cinta-yang-rumit-dan-tragis/
https://www.whiteboardjournal.com/ideas/quick-review-anna-karenina/
https://www.sparknotes.com/lit/anna/
https://www.newyorker.com/books/page-turner/is-anna-karenina-a-love-story
https://www.researchgate.net/publication/335239448_READER_APPROACH_IN_LEO_TOLSTOY'S_NOVEL_ANNA_KARENINA_PENDEKATAN_PEMBACA_DALAM_NOVEL_LEO_TOLSTOY_ANNA_KARENINA
https://theconversation.com/guide-to-the-classics-anna-karenina-86475
https://www.nytimes.com/2019/02/06/well/mind/what-anna-karenina-taught-me-about-living-with-depression.html
https://benjaminmcevoy.com/read-anna-karenina-10-tips-tackling-tolstoy/
https://www.literature.org/authors/tolstoy-leo/anna-karenina/

No comments:

Post a Comment