10.000 Ulama Perempuan Penyampai Hadis Nabi yang Terlupakan

Buku yang berisi informasi lebih dari 10.000 perempuan penyampai hadits yang selama ini terlupakan. Sumber: amazon.com

Beberapa waktu lalu sebuah ada tweet yang bikin aku melongo. Isinya tentang informasi mengenai karya seorang ulama yang menulis buku. Karyanya bukan sembarang buku, melainkan buku berjilid-jilid yang berisi informasi mengenai lebih dari 10.000 perempuan penyampai hadits Nabi yang selama ini terlupakan dalam catatan sejarah peradaban Islam. Ulama tersebut bernama Mohammad Akram Nadwi dan setelah melakukan riset selama puluhan tahun, akhirnya menerbitkan 40 jilid buku bergenre kamus-biografi (biographical dictionary) tentang lebih dari 10.000 perempuan Muslim yang mendalami dan menyampaikan hadits Nabi. Mereka juga para ulama perempuan yang memiliki banyak murid, termasuk murid lelaki. 

Buku sebanyak 40 jilid tersebut pertama kali diterbitkan dalam bahasa Arab, dan telah dialih bahasakan ke sejumlah bahasa. Dalam proses desk review untuk membuat tulisan ini, aku mendapatkan versi summary/ringkasan dari buku yang sebenarnya, yang berjumlah 40 jilid tersebut. Nah, buku yang berupa ringkasan ini diterjemahkan dari halaman pembuka dari 40 jilid buku yang sebenarnya, untuk kita mengetahui apa sebenarnya buku tersebut, bagaimana proses mempelajarinya dan sebenarnya siapa sih yang paling signifikan memerlukan informasi di dalamnya. Begini informasi paling padat sebelum membaca buku ini: 

"This book is an adaptation of the muqaddimah or preface to Mohammad Akram's-40 volume biographical dictionary (in Arabic) of the Muslim women who studied and taught hadith. It demonstrates the central role women in preserving the Prophet's teaching, which remain the master-guide to understanding the Qur'an as rules and norms for life. Within the bounds of modesty in dress and manners, women routinely attended and gave classes in major mosques and madrasas; travelled intensively for 'the knowledge', transmitted and critiqued hadith, issues fatwas, etc. Some of the most renowned scholar among men have depended on, and praised, the scholarship of their women teacher. The women scholar enjoyed considerable public authority in society, not exceptionally, but as the norm. The huge body of the information reviewed in al-Muhaddithat is essential to understanding the role of women in Islamic society, their past achievement and future potential. Hitherto is have been so dispersed as to be 'hidden'. Akram's dictionary will greatly facilitate further study, contextualism and analysis."

Informasi ini menarik karena selama ini perempuan Muslim zaman baheula selalu diidentikan sebagai manusia-individu yang diam di rumah, menurut seluruh perkataan suami atau ayah; sehingga hanya sedikit nama yang dikenal sebagai ahli hadis bahkan cendikiawan. Mohammad Akram yang merupakan ulama terkenal di India, Arab Saudi dan Inggris ini merupakan peneliti, penulis, cendekiawan Muslim dan Profesor yang mengajar di Cambridge Islamic College dan University of Oxford, Inggris khusus untuk Islamic Studies. Sepanjang karirnya ia telah menulis 30 buku terkait hadits, fikih, Islamic Biography, serta Arabic Grammar dan Syntax. Karya terbarunya terkait para perempuan Muslim penyampai hadis itu merupakan sebuah pencapaian fenomenal, yang ia berharap kelak para peneliti dan pakar bidang kajian wanita dapat menggunakan karyanya untuk melakukan penelitian lebih komprehensif mengenai para perempuan mulia lagi terpelajar tersebut. 

"if you have ever wondered about the lack of historical references to female Muslim scholars of the Qur'an and hadith, then this is the book that has a lot to offer to you. Dr. Nadvi is a renowned Muslim scholar who has spent a lifetime recovering and recording the silenced histories of women scholars, jurists, and narrators of hadith. The result: an ambitious project to publish a forty-volume work on the lives and works of all these women who contributed actively to the production and perpetuation of the religious knowledge in Islamic history, but who had been either erased from historical accounts or completely forgotten because these histories were often compiled by men".

Penelitian terhadap peran ulama perempuan perawi hadis oleh Muhammad Akram diawali oleh sejumlah pertanyaan penting, misalnya: pernahkah kita bertanya-tanya tentang kurangnya referensi sejarah mengenai perempuan dalam Al'Quran dan Hadis? Mengapa nama dan kontribusi ulama perempuan di masa lampau dihapus dari sejarah Islam? Apakah karena sumber-sumber sejarah Islam yang ada selama ini ditulis oleh lelaki? Bagaimana bisa kontribusi perempuan dihilangkan? 

Dalam gambar diatas yang merupakan sampul buku bisa dilihat informasi berupa peta dan alur perjalanan yang ditempuh para Muhaddits perempuan, juga sejauh mana ilmu pengetahuan mereka tersebar di jalur tersebut; di banyak sekali peradaban, masyarakat, kultur dan pusat-pusat ilmu pengetahuan. Salah satu rute perjalanan yang terdapat dalam sampul buku adalah rute perjalanan Fatima bin't Sa'd al-Khayr (peninggal tahun 600 H) dalam menimba dan mengajarkan ilmu pengetahuan. Selama ini nyaris semua umat Islam mengenal Ibnu Batuta, seorang petualangan Muslim yang berkeliling dunia. Tapi, nyaris tidak kita dengar cerita tentang ulama perempuan yang berkeliling dunia sebagaimana Ibnu Batuta. Karenanya, buku ini hadir untuk kita, untuk kembali membuka dan mempelajari sumber-sumber sejarah tentang kontribusi ulama perempuan di masa silam, sehingga kita akan mengenali nama dan kontribusi mereka. 

Buku ini ditulis setelah Muhammad Akram Nadwi melakukan penelitian selama 15 tahun lamanya dan diterbitkan pertama kali dalam bahasa Arab pada tahun 2007, dengan edisi revisi pada 2013. Buku dalam gambar diatas sendiri merupakan 'buku pendahuluan' yang menjelaskan latar belakang riset yang dilakukan, metode penelitian yang digunakan, hingga informasi singkat mengenai identitas lebih dari 10.000 muhaddithat yang selama ini nyaris tidak diketahui oleh umat Islam. Buku ini bukan hanya krusial bagi umat Islam, juga bagi siapapun yang tertarik mempelajari Islam, terutama peran ulama perempuan dalam Islam. Selain itu, lahirnya buku ini juga unik, karena penelitian dan penulisannya dilakukan oleh seorang ulama lelaki yang sama sekali bukan feminis. Namun demikian, beliau menunjukkan bahwa lelaki bisa lho fokus mendalami sumber-sumber sejarah tentang peran perempuan Muslim, dan ini sebuah pembelaan manis bagi perempuan dalam Islam. 

Buku ini terdiri dari 10 bab dilengkapi dengan informasi berharga seperti murid-murid terkenal Saudah al-Baghdadiyyah; grafik penyebaran hadis sejumlah perawi terkemuka kepada ulama perempuan; peta perjalanan Fatima bin Sa'd al-Khyar dalam perjalanan menimba ilmu pengetahuan (Hadis); peta perjalanan dan penyebaran/penyampaian hadis oleh ulama perempuan ke berbagai penjuru dunia; hingga sejumlah foto masjid di mana para ulama perempuan mempelajari dan mengajarkan hadis.  Ini sungguh perjalanan pengetahuan yang luar biasa di masa lampau. 
Peta yang menunjukkan lokasi-lokasi belajar para ulama perempuan di wilayah yang dikuasai Islam pada abad ke 3-5 H. 

Peta diatas merupakan kondisi di mana minat para cendekiawan dan ulama Islam di masa lampau sedang berada di 'Golden Period' atau masa keemasan. Pada saat itu, Kufah, Basrah, Baghdad, Haramayn, Syiria dan Mesir merupakan kota-kota yang menjadi pusat pembelajaran hadis--yang didominasi oleh ulama lelaki. Tidak ada nama ulama perempuan yang disebutkan sebagai perawi hadis dari kitab-kitab hadis yang kita kenal hingga saat ini. Pada era ini, peran perempuan tidak dicatat sebab keterbatasan mereka dalam mengakses pusat-pusat pendidikan dan aktivitas keagamaan sebagaimana lelaki. Akhir abad ke 4, peran perempuan dalam pembelajaran dan penyebaran hadis mengalami kemunduran, meski kemudian terus tumbuh dan mengalami kemajuan. Kajian-kajian hadis juga mulai dihadiri oleh kelompok muda, dan anak-anak kecil. 

Silakan unduh bukunya disini ya: AL-MUHADDITHAT, THE WOMEN SCHOLARS IN ISLAM

Aku excited sekali dengan buku ini sebagai bahan belajar, tapi tentu saja belum ada dalam bahasa Indonesia. Perlu dipertimbangkan agar kitab ini diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar Muslim Indonesia bisa segera mempelajarinya. Buku berharga ini juga akan menjadi klaim tambahan tentang peran perempuan Muslim di masa lampau dalam mempelajari, menjaga, dan mengajarkan hadis Nabi Muhammad SAW. Sekaligus dapat memperkuat sumber-sumber sejarah bahwa ternyata perempuan Muslim di masa lampau itu sangat besar kontribusinya dalam ilmu pengetahuan, dan mereka jelas bukan perempuan yang menyibukkan diri dengan urusan dapur, sumur dan kasur sebagaimana tafsir kaum Muslim patriarkis dalam memandang perempuan. Yuk berbangga, bahwa perempuan dalam Islam begitu keren! 

Bumi Manusia, Februari 2021

Bahan bacaan: 
https://en.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Akram_Nadwi
https://alsalam.ac.uk/
https://en.wikipedia.org/wiki/Hadith_studies 
http://www.islamicstudies.info/literature/almuhaddithat.pdf


No comments:

Post a Comment