The White Tiger: tentang Lelaki Kampung Menjadi Pebisnis Taksi VIP

The White Tiger movie. Sumber: netflix
 
"The moment you recognize what is beautiful in this world, you stop being a slave."
-Aravind Adiga dalam buku:The White Tiger-

Di dalam sebuah kelas yang begitu kumuh, seorang bocah bertubuh lusuh membaca tulisan berbahasa Inggris dengan lancar. Guru dan teman-teman sekelasnya merasa terkesan. Sang guru berkata bahwa ia berjanji akan mencarikan beasiswa paling bergengsi untuknya sehingga ia bisa melanjutkan pendidikan ke New Delhi, ibukota India. Gurunya memujinya sebagai "The White Tiger" alias orang istimewa yang hanya muncul sekali dalam satu generasi. Bocah itu sangat senang dan memberi tahu ayahnya tentang kabar gembira tersebut. Dialah Balram Salwai, bocah lelaki yang cerdas, pemimpi, pencari kesempatan baru dan manusia yang mewarisi darah sebagai pelayan sebab ia berkasta rendah. 

Sayangnya, mimpi Balram harus berhenti seketika saat ayahnya yang menderita TBC meninggal dunia. Sang nenek memaksanya putus sekolah dan bekerja di kedai teh demi membayar hutang ayahnya kepada seorang tuan tanah. Balram pun tumbuh sebagai pemuda kampung yang lusuh, jelek, kumuh dan bekerja tiada henti di kedai teh. Namun demikian, ia terus menjaga mimpinya dan kerap menguping pembicaraan orang-orang demi mendapatkan kesempatan yang ia tunggu-tunggu untuk mengubah takdirnya. Sampai suatu ketika, sang tuan tanah datang ke kampungnya beserta anak lelakinya yang baru saja kembali dari Amerika. Balram terpikat pada lelaki muda yang tampan, keren dan modern tersebut. Maka, ia mencari jalan agar bisa menjadi sopir pribadi lelaki itu. 

Balram kemudian meminjam uang 300 Rupe kepada sang nenek untuk biaya belajar menyetir di kota. Sang nenek marah dan memaksa Balram tinggal di kampung sebab harus melunasi hutang ayahnya kepada si tuan tanah. Balram bosan menjalani hidup yang sengsara dalam dunia perbudakan yang disengaja, bagai ayam di kandang ayam. Balram tidak kehabisan cara. Ia merayu neneknya bahwa jika ia diterima bekerja di rumah si tuan tanah dan menjadi sopir pribadi anaknya, Ashok, maka ia akan mengirimkan seluruh gajinya kepada sang nenek. Balram berjanji bahwa sang nenek akan menjadi perempuan paling kaya di kampungnya. Dengan janji manis itu sang nenek pun meminjamkan uangnya kepada Balram dan pintu nasib terbuka bagi Balram untuk mengubah hidupnya. 

Setelah menyelesaikan kursus menyetir dan sedikit berbohong soal pengalaman menjadi sopir pribadi, Balram menuju rumah sang tuan tanah yang megah. Karena Balram satu kampung dengan si tuan tanah, maka ia diterima bekerja sebagai sopir nomor dua. Sopir pertama keluarga itu adalah bapak-bapak yang memiliki kepribadian misterius. Balram mendapat seragam kerja dan tinggal di sebuah kamar busuk bersama si sopir pertama; suasana yang menunjukkan bahwa bukan hanya manusia yang punya kasta, kamar juga. Disinilah keusilan Balram sebagai calon pebisnis mulai muncul sesekali, dengan mengintai kegiatan-kegiatan misterius si sopir pertama, yang dianggapnya sebagai pesaing bisnis. 

Di rumah ini Balram juga berkenalan dengan Pinky, istri Ashok, seorang perempuan India yang tumbuh di Amerika. Nah, Balram itu kagum sama Pinky karena menurutnya perempuan itu keren, seperti berbicara lantang saat dihina lelaki dan membela dirinya sendiri dengan terang-terangan saat direndahkan. Sementara sebagai lelaki dari kasta rendah, Balram bahkan nggak bisa membela dirinya sendiri di mana sebagai sopir, ia juga harus mengerjakan banyak pekerjaan lain seperti membersihkan rumah hingga memijat kaki sang tuan. Ashok dan Pinky juga sepertinya jenis manusia modern yang tidak kolot si tuan tanah. Keduanya memperlakukan Balram dengan baik, bahkan Ashok mengatakan bahwa ia ingin membuka peluang baru dengan target kelas bawah dan menengah India melalui internet. Oh ya, Balram tahu soal internet, Facebook, komputer dan sebagainya dari Ashok. Sepertinya, sebagai pemuda terpelajar lulusan kampus di Amerika, pemuda ini lumayan kesulitan mengembangkan gagasannya dalam cengkeraman sang ayah yang kolot. Ashok ingin mengembangkan bisnis berbasis internet, sementara sang tuan tanah menyukai batu bara. 

Pada suatu waktu, seorang politisi penting berkunjung ke rumah si tuan tanah dan ngamuk-ngamuk soal uang, pajak dan tambang batubara milik si tuan tanah. Sang tuan  akhirnya mengutus Ashok dan Pinky ke New Delhi, demi menyelesaikan urusan uang dengan si politisi termasuk presiden dan pemimpin sejumlah partai politik. Demi mendapatkan kesempatan berkunjung ke New Delhi, maka Balram mengeluarkan jurus jitu dalam dunia bisnis: menyingkirkan pesaing. Ya, Balram mengadu kepada sang tuan bahwa si sopir pertama adalah seorang Muslim dan sang tuan memang nggak menyukai Muslim. Berangkatlah Balram ke New Delhi menggunakan mobil Pajero, demi mengantarkan tuannya. Maka sepanjang jalan terkagum-kagum pula Balram dengan segala sesuatu yang dilihatnya, seperti sekolah yang luas, bangunan tinggi, hotel yang megah dan kesenjangan yang kontras antara orang kaya dan miskin. 

Selama Ashok dan Pinky mengurus hal-hal tentang uang di New Delhi, mereka tinggal di hotel. Sementara Balram tinggal di sebuah ruangan busuk di area parkir hotel. Selain melakukan tugasnya sebagai sopir jika Ashok memanggilnya, Balram juga mengurus hal-hal seperti membuat teh untuk mereka, atau memijat sang tuan tanah saat berkunjung ke New Delhi, membelikan makanan untuk tuan gendut yang cerewet, dan hal-hal lainnya. Karena Balram menyukai Ashok dan Pinky, ia bertekad melayani mereka dengan baik. Ia sangat suka mengabdi kepada sang tuan. Balram bertekad akan melakukan apapun untuk menunjukkan pengabdiannya kepada Ashok dan Pinky, terutama karena Ashok tipikal pemuda pemimpi yang ingin mengubah nasib India menjadi lebih baik. 

Dalam sebuah kunjungan penting, Ashok dan Pinky berniat berkunjung ke rumah salah seorang paman, di kampungnya Balram. Pada hari itu pula, Balram berkunjung ke rumah neneknya. Sayangnya, hari itu Balram murka kepada sang nenek. Hari itu neneknya mengatakan bahwa sebaiknya Balram kembali saja tinggal di kampung dan menikah. Sang nenek sudah menyiapkan seorang perempuan untuk dinikahkan dengan Balram, tanpa persetujuannya. Balram juga harus menyerahkan uang hasil kerjanya kepada sang nenek, untuk membiayai keluarganya. Balram murka, sebab ia dipaksa menjalani hidup yang tidak dikehendakinya. Di saat ia telah mendapatkan kehidupan yang sedikit lebih baik dan melihat dunia yang luas, sang nenek malah hendak menyeretnya kembali ke pusaran kemiskinan akut di kampungnya. Maka Balram memutuskan kontak dengan keluarganya dan sibuk membangun kehidupan barunya. 

Balram ini kasihan banget lah. Ia bahkan baru mengenal pentingnya sikat gigi saat seorang teman Pinky menghinanya karena bau dan kotor sebagai bagian dari kelas rendahan. Balram baru mengerti artinya penampilan yang bersih, tubuh yang sehat dan wangi untuk mendapat penghormatan orang lain. Balram juga baru mengerti bahwa orang-orang kasta tinggi merasa berhak menghina orang sepertinya dari kasta rendah karena penampilan yang busuk dan uang sangat sedikit. Sehingga ia perlahan-lahan mengubah penampilannya. 

Pada hari ulang tahun Pinky, perempuan itu mabuk-mabukan. Ia kemudian memaksa Balram untuk mengambil alih kemudi. Karena menyetir dalam keadaan mabuk, Pinky ugal-ugalan hingga menabrak seorang pejalan kaki yang melintas di jalanan lengang dan gelap. Karena tidak ingin Pinky mendapat masalah, Balram membawa mereka kabur dan kembali ke hotel. Namun, keesokan harinya Balram mendapatkan fakta mengejutkan. Si tuan tanah membawa pengacara keluarga dan Balram dipaksa menandatangani sebuah surat pernyataan bahwa dirinya yang menabrak. Balram kesal telah dijebak dan surat yang ia tandatangani merupakan sejenis blackmail agar ia patuh pada majikannya. Balram kesal dan murka. Tapi apa daya, para majikannya mengontrol hidupnya. 

Pasca kejadian itu Balram terus berpikir tentang nasibnya. Terutama setelah keluarga majikannya bertengkar karena Pinky berusaha mencari keluarga korban untuk memberi kompensasi. Tak lama kemudian, Pinky meminta Balram membawanya ke bandara dan pergi entah ke mana setelah memberi Balram sejumlah uang. Namun, saat kembali ke hotel Ashok malak memaki-makinya seakan-akan itu kesalahan Balram. Ashok yang stress karena kepergian Pinky-pun harus diurus Balram. Dalam hari-hari sulit menghadapi majikannya dan ia selalu direndahkan, Balram kemudian sadar bahwa dalam darahnya mengalir sebuah kehendak untuk mengabdi dan melayani manusia lain sebagai budak mereka. Saat inilah Balram mulai berbuat licik, sebab bahkan perempuan terpelajar seperti Pinky pun tidak memberikan kompensasi yang cukup untuk keluarga majikannya menjadikannya kambing hitam atas kesalahan yang tidak dilakukannya. 

Sang tuan tanah menendangnya dan menamparnya,
Majikan gendut menghina dan memukul kepalanya,
Ashok memakinya dan tidak tahu berterima kasih,
Pinky memberi jalan pembebasan nasib sekaligus merendahkannya, 
Pengacara keluarga yang melawan hukum,
Seorang politisi yang menerima suap, meski ia mempromosikan sosialisme. 
Balram membenci mereka semua, manusia yang gampang menendang, memukul, menghina, merendahkan, memberi beban kerja diluar kewajiban, memaki, mencaci, mengancam dan menjebaknya hanya karena ia seorang manusia dari kasta rendahan. Balram membenci orang-orang kaya yang menjebak kaum miskin agar sepanjang hidupnya menjadi budak, seperti ayam di kandang ayam. Balram ingin menjalani masa depan yang baik, tanpa penghinaan. 


Saat sibuk mengumpulkan uang dengan cara liciknya, Balram mendapat bisikan imajiner bahwa sebaiknya ia mengambil saja uang di tas oranye milik majikannya. Sebab itu uang yang digunakan untuk menyuap para politisi termasuk presiden dari para pebisnis pengemplang pajak seperti keluarga Ashok. Bisikan itu berkata, bahwa jika Balram mengambil uang itu, ia tidak mencurinya, melainkan mengambil uang rakyat untuk digunakan semestinya. Bisikan itu membuat Balram semakin rajin melihat realitas di sekelilingnya, tentang kaum miskin yang bahkan tinggal di kolong jembatan kota New Delhi yang kaya. Maka, Balram mulai merencanakan pencurian uang keluarga majikannya sebagai bentuk pembangkangan kepada para koruptor India. Sebagai bentuk balas dendamnya atas perlakuan buruk para majikannya. 

Di suatu malam hujan, Balram melancarkan aksinya. Ia membunuh Ashok dan kabur dengan membawa uang milik keluarga majikannya. Ia pergi ke sebuah tempat yang sangat jauh dan mulai membangun bisnisnya setelah 4 puluh hari lamanya ketakutan karena membunuh. Ia dibangkitkan oleh kesadaran bahwa politisi membunuh lebih banyak namun mereka tidak merasa bersalah dan selalu berjaya. Lalu, apa salahnya seorang miskin seperti dirinya mengubah nasibnya dengan melakukan sebuah tindakan kriminal? Maka, setelah menyuap seorang kepala polisi, ia membangun bisnisnya; perusahaan penyedia taksi VIP dengan nama "White Tiger Drivers" di mana ia memperlakukan seluruh para sopir dengan manusiawi dan bersedia mengambil resiko atas kecelakaan kerja yang dilakukan para sopirnya. Balram yang kini sukses dengan bisnisnya mengatakan bahwa bisnisnya dibangun dari uang yang ia pinjam dari Ashok. 

Oke, ini adalah film yang keren dari India. Cara berceritanya juga unik, dituturkan melalui story telling dalam bentuk email Balram Salwai kepada Perdana Menteri China, Wen Jiabao yang akan melakukan kunjungan ke India pada 2010. Balram memperkenalkan dirinya sebagai Ashok Sharma dan mengaku sebagai entrepreneur yang memimpikan ekonomi dunia segera dikendalikan China dan India. Ia mengajukan pertemuan khusus dengan Jiabao guna membicarakan dua kondisi di India yang menjebak masyarakatnya dalam kegelapan tanpa akhir, di mana kaum kaya memperbudak kaum miskin dengan sengaja, seperti halnya peternak ayam mengurung ayam di kandang ayam. 

Film ini unik dan menarik. Bikin deg-degan. Coba deh tonton dan rasakan: apakah ada dalam darah dan tulangmu kehendak mengabdi kepada manusia lain, atau justru mengalir kehendak memperbudak orang lain. Film ini juga bisa memberi kita pemahaman, bahwa kemiskinan dan nasib buruk seseorang bukan karena takdir memberikannya demikian, melainkan karena ada sekelompok manusia serakah yang 'hobi' menyengsarakan orang lain demi meraih keuntungan pribadi, sehingga menumpas distribusi akses yang setara atas sumberdaya alam, sumber ekonomi bahkan pendidikan. 


Mungkin, kita nggak akan setuju atas kejahatan yang dilakukan Balram demi membuat lompatan besar dalam hidupnya. Lalu, bagaimana dengan apa yang dilakukan keluarga Ashok dalam memenjara kaum miskin dalam utang yang tak pernah lunas sebagai budaknya, juga mengemplang pajak atas pertambangan batu bara dan menyuap politisi? Dalam logika sederhana, kemiskinan di dunia ini salah para pejabat dan orang kaya yang curang. Kedua kelompok ini memiliki power dan dana untuk mengentaskan kemiskinan, karena mereka yang membuat kebijakan dan tahu sebenarnya ke mana keuangan negara mengalir. Namun, kemiskinan tidak pernah tuntas di tangan pejabat korup dan pebisnis serakah, karena berbagi kekayaan dan akses pada sumber ekonomi kepada orang miskin memang akan mengurangi pundi-pundi kekayaan mereka. Bukankah hal semacam ini juga terjadi di negeri kita, di mana aku dan kamu mungkin kelas budak atau kelas majikan? 

Bumi Manusia, Januari 2021

Bahan bacaan:
https://en.wikipedia.org/wiki/The_White_Tiger_(film)

2 comments:

  1. Cerita yang cukup dalam dan penuh pesan moral tentang kehidupan. Gambaran sebuah kisah kehidupan yang panjang dan penuh dengan cerita. What a story, makasih banyak untuk ulasan yang cukup lengkap dan menggugah ini mbak

    ReplyDelete