MULAN: Legenda Kepemimpinan Perempuan Negeri Tiongkok

Sosok Mulan dalam film "Mulan: Rise of a Warrior" Sumber: image.tmdb.org
 
Hingga tahun 450 A.D., Rouran Khaganate telah mempersatukan 9 kelompok dan membangun kekuatan militer tak tertandingi. Daerah kekuasaannya sangat luas. Mereka bangga sekali dengan pencapaian itu. Kelompok kesukuan (tribal) di padang rumput menyukai aktivitas fisik seperti berburu hingga berperang, sehingga mempersatukan mereka sangat penting dalam menghadapi musuh dari kelompok asing. Namun, hidup mereka yang keras dan terbiasa dengan tindakan penaklukan menjadi begitu kosong melompong saat hari-hari hanya dipenuhi kegiatan leyeh-leyeh, makan enak, bercinta, bikin anak dan mabuk-mabukan. Terutama bagi pangeran Mendu yang berhasrat jadi Raja dan kembali menaklukkan dunia. 

Pangeran Mendu bahkan sangat suka membunuh tawanan perang dari negeri Northern Wei, tetangganya sendiri. Mendu menganggap para tawanan yang lemah dan nggak bersenjata itu tak ubahnya kawanan domba yang berhak ia sembelih dan makan kapanpun ia mau. Ayahnya sampai harus turun tangan menghentikan perbuatan barbarnya tersebut. Mendu menurut, meski sebenarnya ia sedang menyiapkan siasat licik untuk menggulingkan tahta ayahnya dan menikahi adik tirinya. 
Betapa luasnya daerah kekuasaan Rouran Khaganate pada 400 A.D. Sumber: Wikipedia

Sementara di sebuah desa miskin di Northern Wei, sekelompok bapak-bapak veteran perang sedang kongkow-kongkow manja. Mereka membicarakan masa muda yang penuh petualangan dan pahlawan tangguh di medan perang. Saat itu Hua Mulan datang menghampiri ayahnya, dengan membawa obat. Maklum, ayahnya yang sudah tua itu sakit-sakitan dan kakinya pincang akibat banyak bertarung di medan perang ketika muda. Ayahnya nggak mau minum obat, tapi mau wine. Dengan tenang, Mulan menuangkan cairan dari dua tempat berbeda ke dalam mangkuk. Sang ayah mengambil mangkuk yang dikiranya wine, namun ternyata obat juga. Kelompok veteran ini menertawakannya karena berhasil diperdaya Mulan, yang mungkin belajar siasat perang darinya. Mulan tersipu malu atas pujian bapak-bapak. 

"Mengapa nggak ngajarin Mulan kung fu aja sih?" tanya seorang bapak sembari terkekeh. 
"Haduh! Mulan ini cewek, ntar nggak ada yang mau nikahin dia," jawab bapaknya. 

Mendengar hal tersebut, Mulan tersenyum kecut. Ia sangat menyukai kung fu dan sejak kecil selalu memenangkan pertarungan dengan anak-anak lelaki yang nakal. Kemampuan Mulan dikenal penduduk desa sejak kecil. Namun, minatnya terhadap kung fu harus dipendam raat-rapat demi menjaga nama baik keluarganya. Ayahnya hanya akan memarahinya setiap kali ia berhasil mengalahkan anak lelaki nakal yang suka usil pada anak-anak di desa. Ayahnya kekeuh menyuruh Mulan belajar hal-hal yang dilakukan perempuan pada umumnya seperti memasak, menyulam, dan menjahit. 

Lalu, sekelompok tentara berkuda memasuki desa. Raja menitahkan agar setiap keluarga mengirimkan satu anggota keluarga lelakinya untuk ke medan perang, melawan serangan Rouran yang makin menggila. Perbatasan Northern Wei sudah dikepung tentara Rouran yang ganas. Mulan begitu khawatir saat nama ayahnya dipanggil, sebab ayahnya sudah tua dan sakit. Sang ayah mengatakan bahwa ini tugas dari negara dan nggak bisa dilawan. Terlebih ia nggak punya anak lelaki yang bisa menggantikannya. Mulan semakin sedih saat menyaksikan ayahnya begitu semangat mempersiapkan baju zirah, pedang dan kuda perangnya sembari terbatuk. Saat mempersiapkan pedangnya, sang ayah berkata bahwa ia memiliki simpanan sejumlah uang yang bisa Mulan gunakan. Ia juga telah menyiapkan calon suami agar Mulan bisa menikah setelah tahun baru. Terakhir, ia berpesan agar Mulan berhenti berlatih kung fu. Alasannya sederhana: Mulan perempuan. 

Hmm, saat berbicara seperti itu justru Mulan sendiri sedang memanipulasi ayahnya dengan memberinya wine agar tidurnya lelap dan Mulan bisa mengendap, pergi ke medan perang. Beneran aja, sang ayah bangun kesiangan dan kaget pas seluruh peralatan perangnya udah nggak ada di tempat. Sembari tergopoh-gopoh, ia naik ke puncak menara dan melihat Mulan menunggang kuda menuju kejauhan. Mulan sudah jauh dari gerbang desa. Saat melihat ayahnya dari kejauhan, ia mengingat masa kecilnya. Betapa ayahnya selalu bersujud kepada keluarga-keluarga yang anak-anaknya dihajar Mulan karena kenakalan mereka. Ia juga ingat perkataan ayahnya bahwa jika ingin menjadi petarung, maka di kehidupan selanjutnya Mulan harus terlahir sebagai lelaki. Ayahnya hanya bisa menangisi kepergian Mulan. 

Setelah berkuda melewati gurun gersang, sampailah Mulan di kamp militer untuk menjalani pelatihan sebelum turun ke medang perang. Di sana ia bertemu Fei Tiger, tetangganya sendiri. Fei Tiger berjanji akan merahasiakan bahwa Mulan perempuan, sebab jika ketahuan seluruh warga kampung mereka akan dibunuh tentara kerajaan. Kok bisa? Salah satu aturan di barak adalah tidak boleh membawa masuk perempuan untuk alasan apapun, karena akan melemahkan semangat para tentara. Apatah lagi kalau si tentara adalah perempuan. Namun, gara-gara hal ini pula ia bertemu dengan Wentai, salah satu petinggi militer yang kemudian menolongnya saat Mulan hampir menghadapi kematian. 

Hari ketika Mulan hampir mati, tiba-tiba tentara Rouran menyerang kamp. Wentai mengambil kesempatan ini agar Mulan pergi. Ia telah menyiapkan kuda agar Mulan meraikan diri. Namun, dalam situasi yang begitu mencekam dan teman-temannya bergelimpangan berlumuran darah, Mulan masuk ke dalam kekacauan itu dengan menunggang kuda lengkap dengan baju zirahnya. Wentai yang melihatnya segera memerintahkannya untuk mengambil bendera musuh dan membunuh sang jenderal Rouran. Meski ini pengalaman pertamanya melawan musuh di medang perang, Mulai memberanikan diri menuju musuh dan menyerang jendral pasukan Rouran. Karena Mulan belum pernah membunuh, Wentai meneriakinya dengan keras agar Mulan menebas kepala sang jenderal yang telah dilumpuhkannya. Sembari menangis, Mulan menebas kepada jenderal itu dan pasukannya memenangkan peperangan. 

Mulan belajar banyak kepada Wentai dan mereka menjadi teman dekat, mungkin juga saling menyukai satu sama lain. Wentai mengajarkan Mulan untuk membersihkan noda darah pada tanda pengenal setiap pasukan yang meninggal, agar saat keluarganya menerimanya mereka tidak bersedih hati, melainkan bangga keluarganya meninggal sebagai pahlawan. Karena dedikasinya melawan musuh dan melindungi bangsanya, Mulan mulai naik jabatan, menjadi asisten Wentai. Semakin tahun, peperangan mengubah Mulan menjadi keras hati. Kematian demi kematian rekan-rekannya membuatnya mengerti nasehat ayahnya bahwa di dalam peperangan, seorang prajurit tidak boleh membangun perasaan, karena kehilangan bisa terjadi kapan saja. Mulan mulai tumbuh dengan karakter seorang jenderal, dan ia terus mendapatkan kenaikan jabatan dan kini ia seorang Jenderal. Nama serta keberanian legendaris Wentai dan Mulan di medan perang membuat Rouran murka. 

Dalam peperangan yang semakin sengit, menggerus energi dan merampas nyawa, Mulanmulai takut kehilangan Wentai. Saat para prajurit bergantung kepadanya sebagai seorang Jenderal brilian, Mulan justru masih bergantung kepada Wentai. Karenanya, ketakutannya kehilangan Wentai membuatnya melakukan kesalahan fatal. Ia melanggar perintah Wentai sehingga kehilangan banyak sekali pasukan dan ransum. Kesalahan fatal ini membuatnya frustasi sehingga ingin berhenti berperang dan menjalani hidup sebagai orang biasa. Namun, Wentai memarahinya. Katanya, nggak seorang pun ingin hidup sebagai prajurit di medan perang termasuk dirinya. Apa daya, jika kaum muda terkuat di negeri Wei tidak berperang, maka negara mereka akan dihabisi oleh Rouran Khaganate. Wentai juga berkata, saat seorang prajurit mengenakan baju zirah seorang Jenderal, maka hidupnya bukan miliknya lagi. Tugas hidup seorang Jenderal adalah memenangkan perang demi menyelamatkan negaranya. Sayangnya, nasehat ini nggak bisa mengembalikan semangat Mulan. Dia stress dan nampak awut-awutan. Dia menyendiri dan nggak melatih pasukannya. 

Mulan semakin tenggelam dalam stress dan kesedihan, dan makin awut-awutan saat mendapat kabar Wentai mati dalam peperangan yang dipimpin pasukannya. Mulan semakin banyak minum, menangis, mimpi buruk dan nggak mengurus diri, apalagi pasukannya. Fei Tiger mengatakan kepada Mulan bahwa sifatnya yang hendak mundur dari peperangan yang membuat Wentai dan banyak prajurit gugur. Sebagai seorang Jenderal, maka ia harus bertanggung jawab atas tugasnya, bukan mengecewakan pasukannya. Mulan yang stress, ketakutan karena terlalu lama berperang, patah hati akut karena dikiranya Wentai mati dan nggak produktif bikin Fei Tiger kesal. Mulan mengira, bersembunyi dari pertempuran akan membuat ketakutannya reda. Namun, ia kemudian menyadari bahwa melarikan diri dari peperangan yang tidak pernah usai justru akan mengorbankan lebih banyak prajurit. Maka ia memutuskan kembali memimpin pasukannya. 

Di Rouran Khaganate, pangeran Mendu makin kesal karena kekalahannya. Ia sangat benci Jenderal Hua Mulan. Karena tidak mendapat dukungan ayahnya untuk terus menyerang Wei, maka ia membunuh ayahnya dan menjadi raja baru. Ia berambisi menguasai dunia dan berniat menikahi adik tirinya sendiri demi menghasilkan keturunan Rouran paling murni dan berkualitas. Sebagai raju baru yang haus darah, ia mulai menyiapkan pasukannya untuk menghabisi pasukan Wei dan menguasai negara itu. Mendu menganggap orang-orang Rouran umpama serigala dan orang Wei sebagai domba. Dengan cara itulah ia membakar semangat pasukannya dalam berburu nyawa manusia dan menakuti Hua Mulan. 

Dalam satu peperangan besar di tahun ke 12 Mulan terjun di medang perang, Mendu dan Mulan berhadapan langsung. Maka, terjadilah malapetaka besar di pihak Mulan. Setelah menenangkan satu ronde peperangan, pasukan Mulan selanjutnya mengalami kekalahan. Hal ini pertama-tama disebabkan oleh porak-porandanya persediaan makanan dan obat-obatan, dan kesehatan prajurit gara-gara badai pasir mematikan. Serangan musuh juga membuat Mulan terpanah di bagian vitalnya. Saat Mulan dan Wentai yang ternyata masih hidup berusaha melakukan penyelamatan, Fei Tiger malah memimpin sekelompok kecil pasukan untuk menahan serangan Rouran dalam jumlah besar. Keadaan ini semakin sulit karena strategi yang disiapkan Mulan nggak dipatuhi batalyon lain. Mulan dalam keadaan terluka parah dan nggak bisa memimpin pasukan; trus pasukan bantuan yang seharusnya cover pasukan Mulan juga nggak tunjukkan batang hidungnya; persediaan makanan dan air nggak ada; dan sekelompok prajurit dijadikan domba buruan oleh Mendu termasuk didalamnya Fei Tiger. Saat satu persatu pasukan sandera dibunuh prajurit Rouran yang buas, Mulan sendiri dalam keadaan sekarat. Penyembuhan lukanya sangat sulit karena persedian obat, makanan dan minuman nggak ada. Bayangkan, agar Mulan tetap hidup, Wentai sampai melukai anggota tubuhnya sendiri dan kasih makan Mulan dengan darahnya. Sejoli ini udah sehidup semati dan takut kehilangan satu sama lain. 

Bantuan dari pasukan cadangan nggak kunjung datang, prajurit terluka, kelaparan dan kehausan. Mulan terjebak di jalan buntu. Ia masih lemah karena tidak ada obat. Namun, ia memutuskan untuk bertarung habis-habisan demi menjaga tanah airnya. Demi menjaga semangat pasukannya dan mengembalikan energi mereka, Mulan bahkan hendak mengorbankan kuda milik ayahnya untuk menjadi makanan para prajuritnya. Saat ia hendak menebaskan pedangnya pada leher kuda hitam yang gagah dan cantik itu, para prajurit menangis dan memohon agar salah satu dari mereka saja yang disembelih dan dijadikan makanan. Saat itu juga Mulan kembali lunglai karena ia memang belum pulih. Wajahnya bukan hanya pucat, tapi juga awut-awutan tanda dehidrasi akut. Melihat pengorbanan Mulan yang begitu besar, Wentai menunjukkan jadi dirinya yang sebenarnya karena tidak sanggup lagi melihat penderitaan Mulan, kekasih hatinya. 

"Hei, aku adalah putra ketujuh Kaisar Wei, Toba Hong!" katanya berteriak sembari menunjukkan penanda khusus bahwa ia seorang pangeran. Ia bersedia ditawan asal pasukan Rouran memberikan seluruh obat-obatan dan suplai makanan-minuman untuk pasukan Mulan. Saat itulah Mulan dan pasukannya tak menyangka bahwa Wentai yang selama ini mereka kenal ternyata merupakan seorang pangeran. Maka selamatlah pasukan Mulan dari kematian. 

Nah, Mulan pulih dengan cepat dan segera saja ia menyusup ke istana Mendu. Disana ia bertemu dengan Putri Rouran yang berambisi menjadi Ratu Kerajaan Wei demi menjaga perdamaian kedua negara. Mulan menjanjikan ia akan menjadi Ratu Kerajaan Wei demi menjaga perdamaian dan mereka berdua pun berkomplot untuk menghabisi Mendu. Dalam sebuah pesta, Mulai menghabisi Mendu dibantu sang putri dan seorang saudara lelakinya. Saat itulah, Mulai menukarkan cintanya kepada Wentai untuk mengakhiri peperangan dan mendamaikan kedua kerajaan. Wentai tak percaya bahwa Mulan mengorbankan dirinya sendiri demi mengakhiri sebuah peperangan  yang telah berlangsung selama 12 tahun. 

Kepulangan Mulan disambut meriah oleh warga desa. Selain dihormati di seluruh Kerajaan Wei sebagai seorang Jenderal yang berdedikasi namun tidak serakah, juga karena ia perempuan pemberani. Namun demikian, Mulan mulai menyadari bahwa 12 tahun hidup di medan perang membuatnya kehilangan masa muda dan kecantikannya. Wajahnya mulai menua, berkerut dan terbakar matahari. Jari-jari tangannya menjadi kasar layaknya tangan lelaki. Ia pun tidak secantik 12 tahun silam, sebelum berperang dan menyaksikan banjir darah, baik darah rekan sebangsanya, maupun darah musuhnya. 

***

Ini adalah kisah Mulan dalam film berjudul "Mulan: Rise of Warrior atau Mulan: A Legendary Warrior." Film ini rilis tahun 2009 dan disutradarai oleh Jingle Ma, sebagai bentuk perlawanan bangsa China pada Walt Disney yang memproduksi kartun Mulan dengan serampangan pada 1998. Orang China nggak suka cara Disney menjauhkan publik dunia dari kisah Mulan yang sebenarnya. Dan akhir-akhir ini, film ini kembali dicari orang setelah Disney kembali bikin masalah dengan memproduksi film Mulan-live action yang benar-benar mengecewakan. Bukan hanya orang China yang kesal akan film Mulan versi Disney. Banyak orang yang kesal dan mengomel di media digital, karena film buatan Disney ini nggak logis. 

Aku pun nggak suka dengan film Mulan versi Disney. Bayangkan aja, ada hal-hal basic yang nggak masuk akal dengan karakter Mulan yang ditampilkan. Dalam versi Disney, sosok Mulan itu cantik dan berkulit putih-bersih; punya tenaga 'qi yang otomatis bikin dia gagah dan pandai bertarung; memamerkan rambutnya saat berperang untuk menunjukkan bahwa dia perempuan; tetap tampil cantik dan bersih meski berperang selama 12 tahun lamanya. 

Sementara, sosok Mulan dalam film "Mulan: Rise of a Warrior" kita disuguhkan perubahan demi perubahan dalam diri Mulan baik secara fisik maupun emosional. Mulan yang merupakan gadis desa lumayan cantik lah, tapi nggak cantik kayak putri raja juga. Saat memasuki kamp militer dan mengenakan baju zirah, wajahnya juga lumayan mirip dengan lelaki muda feminin. Nah, 12 tahun menjalani hidup di medan perang nan gersang lagi berpasir, nggak luluran, nggak meni-pedi, nggak berdandan layaknya perempuan, ya jelas bikin wajah Mulan menua, plus juga karena terbakar matahari, kena debu, dan tempat tinggal nggak ideal. Wajah Mulan juga ditampilkan begitu buruk dan awut-awutan saat dia stress, patah hati, sakit, kelaparan, kehausan, dan sekarat. Coba aja bayangin, 12 tahun lamanya menyembunyikan identitas sebagai perempuan, gimana Mulan menjalani masa-masa haid setiap bulannya? Pasti berat banget kan! Zaman itu belum ada pembalut pula. 

Trus, terkait kemampuan Mulan dalam berperang dan memimpin pasukan, itu bukan karena bawaan lahir, tapi dia memang dilatih secara khusus sebagai tentara. Film ini menunjukkan sisi manusiawi Mulan dengan baik, misalnya saat dia begitu ketakutan dan menangis saat pertama kalinya membunuh musuhnya. Bayangin aja, Mulan si gadis desa yang memang jago berkelahi, membunuh musuh untuk pertama kalinya di sebuah perang ganas yang pertama kali pula ia ikuti. Jelas ia syok dan kematian demi kematian sepanjang 12 tahun tentu mengubah banyak hal dalam diri Mulan, terlebih saat ia menjadi Jenderal, harus memimpin pasukan dalam jumlah besar dan mengambil keputusan strategis supaya nggak dihabisi musuh. 

Tapi, kan Mulan versi Disney buat audiens anak-anak, nggak mungkin sekeras itu! Mungkin banyak yang berkilah demikian. Tapi mereka lupa bahwa di versi Disney, peperangan selama 12 tahun itu umpama petualangan yang seru dan mengasyikkan. Padahal, perang di manapun tempatnya merupakan ladang pembantaian yang sadis. Kita nggak bisa memanipulasi anak-anak bahwa perang itu menyenangkan, apalagi merupakan petualangan. Anak-anak harus diberi tahu, bahwa perang itu mengerikan dan selalu terjadi, bahkan saat mereka asyik menonton film Mulan versi Disney, anak-anak di bagian lain bumi sedang ketakutan karena perang yang menghancurkan negeri indah mereka.  

Orang sering berimajinasi berlebihan tentang sosok hero, seakan-akan pahlawan nggak punya perasaan layaknya manusia lain. Oleh karena itu, sosok Mulan dalam film ini dianggap sangat realistis ketika mengalami perubahan emosi hingga fisik. Saat itu, bagaimanapun juga, Mulan merupakan warga desa biasa dan perempuan pula. Zaman itu, perempuan dibatasi hanya mengurus rumah dan keluarga, baik di level masyarakat kampung hingga bangsawan sekelas ratu. Seorang perempuan muda menyamar sebagai lelaki di kamp militer dan berperang selama 12 tahun lamanya merupakan suatu taktik yang cerdas. Bayangkan, 12 tahun lamanya; bagaimana bisa para prajurit nggak bisa menangkap tanda-tanda bahwa dia seorang perempuan, kecuali Fei Tiger dan Wentai? Selama itu pula, Mulan terus naik jabatan karena prestasinya mengalahkan musuh. Seorang Mulan yang bahkan direndahkan ayahnya sendiri karena dia perempuan, harus melatih pasukan, memastikan mereka makan-minum, memimpin peperangan dan menebas musuh yang semuanya lelaki! 


Mulan sang pahlawan harus menyembunyikan identitasnya selama 12 tahun. Bukan hanya agar ia dan seluruh warga desanya nggak dihukum Raja. Juga agar pasukannya nggak ngambek karena ternyata selama ini Jenderal mereka seorang perempuan. Sebagai seorang prajurit yang kemudian menjadi Jenderal, Mulan nggak bisa menunjukkan bahwa perempuan setara dengan lelaki dalam hal kemampuan di bidang militer hingga menghabisi musuh. Ia harus menunggu momen yang tepat untuk menyatakan kepada dunia bahwa dirinya perempuan. Bahkan di hadapan raja, ia meminta maaf karena dirinya perempuan yang selama 12 tahun menyamar seagai lelaki demi mewakili ayahnya yang sakit. Mulan tak saja harus merelakan kecantikan dan kulit mulusnya, juga kekasih hatinya demi negaranya. Dalam hal ini, aku kagum terhadap Mulan. Ia hebat dalam membangun daya lenting sebagai perempuan dalam kecamuk keserakahan dan kuasa lelaki yang suk berperang. Layaknya seorang ibu yang rela menumpahkan darah demi melahirkan dan menjaga anak-anaknya, Mulan pun relah menumpahkan darah terakhirnya demi menjaga tanah airnya. Inilah makna The Feminin Touch. 

Bumi Manusia, Desember 2020

Bahan bacaan: 

https://en.wikipedia.org/wiki/Mulan_(2009_film)
https://youtu.be/qWLs7FdzIn0
https://en.wikipedia.org/wiki/Rouran_Khaganate
https://en.wikipedia.org/wiki/Northern_Wei
https://en.wikipedia.org/wiki/Hua_Mulan
https://www.hypable.com/chinese-mulan-2009-jingle-ma-disney-tips/
https://mulanbook.com/pages/overview/history-of-legend-of-mulan
https://mulanbook.com/pages/northern-wei/ballad-of-mulan


No comments:

Post a Comment