9 Drama Korea yang Kunikmati Sepanjang Tahun 2020

"Cheat Me if You Can" merupakan drakor paling bikin deg-degan di tahun 2020. 
 
Aku menyukai film dan drama. Aku terkagum-kagum kepada tim yang bisa membuat sebuah cerita begitu hidup dan berpengaruh pada kehidupan sehari-hari. Dulu, saat film India, Amerika, China dan Amerika Latin memenuhi layar kaca, aku menikmatinya dengan gembira. Siapa sih yang nggak menggemari film-film India dengan aktris dan aktor luar biasa seperti Shahrukh Khan, Kajol, Amitabh Bachan, Preity Zinta, hingga Rani Mukerjee? Siapa sih yang nggak menggemari akang-akang ganteng berotot bintang Hollywood dengan mata biru, rambut pirang dan memenangkan keadilan dengan senjata? Siapa yang nggak terkagum-kagum dengan peran Andy Lau, Jackie Chan, Jet Lee, atau siapa tuh bocah pemeran Boboho si bocah Shaolin Temple? Belum lagi kita menggilai Marimar dan Carita de Angel yang menggemaskan, bukan? 

Namun, sejak Korean Drama alias K-Drama mendunia, aku berpindah aliran. Meski aku masih menyukai film-film China genre kolosal, dan sesekali menikmati film-film Asia Tengah. Sejak 2004 sampai sekarang aku adalah penggemar, penikmat dan pengamat K-Drama (dan film). Banyak hal yang secara konsisten diusung K-Drama yang tidak hanya begitu keren dalam menampilkan seni peran para aktris dan aktor negeri ginseng itu. Juga sebagai bentuk kampanye nilai-nilai tertentu yang dapat dipahami masyarakat dunia secara universal. Oh ya, banyak K-Drama yang sebenarnya diadaptasi dari Novel, lho. Ini menunjukkan bahwa industri hiburan Korea Selatan ini seiring sejalan dengan perkembangan dunia sastra dan literasi negara itu. Singkat cerita, berikut ini merupakan 10 drama ter-blablabla yang kunikmati sepanjang 2020 ini. Lumayan lah untuk memberi hiburan di tengah suramnya masa pandemi. 

1 | HOTEL DEL LUNA 
Drama ini berkisah tentang seorang perempuan dari masa lampau yang dihukum karena kesalahannya: membunuh begitu banyak orang. Ia di hukum Tuhan untuk menjalani hidup lebih dari 1.300 tahun dan harus mengelola sebuah tempat persinggahan para mayat sebelum dibawa ke alam baka. Ia menjadi pimpinan/bos Hotel Del Luna (House of the Moon) di mana seluruh staf dan tamu hotel tersebut adalah orang-orang mati yang masih menyimpan urusan yang belum selesai di dunia nyata. Misalnya ingin balas dendam, masih menunggu adiknya mati agar bisa bersama ke alam baka, dan sebagainya. Sebagai bos, perempuan bernama Jang Man Wol ini hidup bermegah-megahan demi mengisi kekosongan hatinya, mengatasi kebosanan akut karena hidup terlalu lama dan menunggu kekasihnya pada masa 1.300 tahun yang lalu hadir di hadapannya setelah mengalami reinkarnasi. Jang Man Wol ini bermegah-megahan dari uang para mayat yang menjadi tamu di hotelnya. Ia sangat suka kepada mayat yang kaya raya sebab bisa memerasnya. Hotel Del Luna tuh keren sekaligus serem. Hotel ini nggak bisa dilihat manusia secara umum, melainkan hanya oleh orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dunia ghaib dan anak kecil. Meski Jang Man Wol ini serakah dan suka bermegah-megahan, namun dia suka membantu para mayat menyelesaikan urusan yang menyebabkan kematiannya sehingga mereka bisa melanjutkan perjalanan ke alam baka tanpa membawa dendam. Ia juga suka menghukum hantu jahat lagi serakah. 
Jang Man Wol dan lelaki yang dibesarkannya sejak kecil sebagai tebusan dosanya. 

Hikmah: kesalahpahaman akan menimbulkan kejahatan, dan kejahatan akan melahirkan dendam. Dendam kesumat yang begitu mendalam bisa mematikan jiwa, sekaligus mendapat hukuman Tuhan. Jang Man Wol dihukum ribuan tahun lamanya untuk hidup sebagai manusia, melintasi berbagai zaman, hanya untuk membayar kesalahannya karena membunuh begitu banyak orang tak berdosa demi membalaskan rasa sakit hatinya. Dalam kebosanan dan kemarahan, selama ribuan tahun lamanya, dia diwajibkan membersihkan dendam para mayat yang ruhnya belum bisa dibawa ke alam baka. Sungguh tersiksa hidupnya. Jadi, marilah merawat keadilan dalam masyarakat agar tak perlu ada pembalasan dendam atas suatu masalah. Sebab, membalas dendam hanya akan menimbulkan rasa sakit dan penghukuman. 

2| IT'S OKAY NOT TO BE OKAY
Ini adalah drama hits yang menyajikan cerita tentang orang-orang dengan mental illness alias masalah kejiwaan. Mental illness ini diderita oleh hampir semua orang yang ada dalam drama ini. Kocak, menghibur sekaligus mengerikan, karena drama ini sebenarnya berkisah tentang kehidupan sehari-hari. Nah, judul drama ini sendiri merupakan motto sebuah rumah sakit psikiatri tempat bekerja tokoh utama, Moon Gang Tae. Nah, Gang Tae ini hidupnya berat banget dan sejak kecil harus mengorbankan kebahagiaannya sendiri demi merawat kaka lelakinya yang menderita autisme dan trauma akut setelah kematian ibu mereka. Setiap 9-10 bulan sekali, Gang Tae harus resign dari pekerjaannya demi pindah ke tempat lain yang nggak ada kupu-kupunya, karena kakak lelakinya ketakutan dengan kupu-kupu. 
Karakter Ko Moon Young dan Moon Gang Tae. Sumber: womensweekly.com.sg

Kehidupan keras yang membuatnya frustasi ini semakin menyebalkan saat ia bertemu dengan Ko Moon Young, seorang penulis buku anak-anak yang berkarakter barbar. Ko Moon Young ini sejak kecil tinggal di sebuah puri megah di tengah hutan. Puri itu dibangun oleh ayahnya yang seorang arsitek terkenal. Ia mendapat pendidikan sangat disiplin dari ibunya, seorang novelis terkenal yang elegan, disiplin dan punya masalah kejiwaan juga. Ko Moon Young dikurung di puri megah itu dan dilarang bergaul dengan penduduk desa. Ia tidak punya teman dan karakternya yang aneh membuatnya dijauhi teman-teman masa kecilnya. Ko Moon Young baru pindah dari rumah itu dan diselamatkan seseorang setelah kematian ibunya yang mengenaskan dan ayahnya hendak membunuhnya. Lalu sang ayah jadi gila. 

Akibatnya, saat tumbuh dewasa ia mengalami gangguan anti sosial, di mana ia bertindak semuanya demi mendapatkan apa yang dia inginkan, dan nggak paham bagaimana cara hidup bermasyarakat dengan benar. Ia selalu mengumpat, berteriak, memaksa, membuat orang-orang disekitarnya kesulitan. Bahkan, saat tertarik pada Moon Gang Tae, ia mengungkapkan cintanya dengan memaksa dna berteriak di tengah jalan. Ia tidak mengerti apa itu cinta dan memandang Gang Tae sebagai lelaki sensual yang sangat ia inginkan, untuk ia miliki dan tiduri. Hm, drama gila ini memang mengejutkan, mengocok perut, menakutkan sekaligus bahan belajar tentang masalah kejiwaan dengan cara menyenangkan. 

Hikmah: orang seringkali membangun ekspektasi yang tinggi dalam hidup sehingga mengorbankan banyak hal, termasuk keluarga. Orang juga seringkali hanya fokus menengok kekurangan orang lain, namun lupa menengok kekurangan diri sendiri. Bahkan, banyak orang menyangkal bahwa mereka memiliki masalah kejiwaan sehingga berakibat fatal pada hidup orang lain. Kita harus berani mengakui bahwa saat diri dan jiwa kita sedang nggak baik-baik saja, it's okay not to be okay, sebab nggak ada manusia sempurna. Segala kekurangan, kelemahan dan kesakitan adalah bagian penyempurna kehidupan. 

3 | WOMAN OF 99 BILLION
Hidup perempuan bernama Jeong Seo-Yeon selalu menyedihkan. Saat remaja, ia kabur dari rumah karena tak tahan dengan KDRT yang dilakukan ayahnya. Dalam pelarian itu, ia bertemu dengan seorang lelaki bernama Hong In Pyo. Lelaki ini memberikan kebahagiaan kepada Jeong dan mereka pun membangun keluarga kecil, dan tinggal di sebuah apartemen sederhana. Rupanya, In Pyo ini selalu terobsesi pada Seo-Yeon sehingga ia begitu posesif dan kasar, ia juga memiliki mimpi yang absurd dan sulit diwujudkan. Saat bisnis in Pyo mengalami kesulitan, Seo-Yeon bekerja sebagai petugas berssih-bersih panggilan. Ia menjalani hidupnya yang keras sembari mencari cara melarikan diri dari pernikahan abusive yang nyaris membunuhnya. In Pyo merupakan lelaki yang suka menyiksanya dengan sadis, seperti merendam Seo-Yeon di bath tub sampai kedinginan kemudian membuatnya tidur di teras saat musim dingin; ditampar, ditinju, dijedotin ke dinding, hingga dikurung di ruangan pendingin seafood di pabrik milik In Pyo. 

Suatu kali saat mereka liburan di villa milik keluarga Yoon Hee Ju di tengah hutan, Seo-Yeon hendak bunuh diri dengan menenggelamkan dirinya ke danau. Ia begitu putus asa karena tidak memiliki jalan keluar dan terbebas dari suaminya yang bedebah. Namun, saat itu tiba-tiba terdengar suara dentuman yang sangat keras di area hutan. Bersama suami Hee Ju, ia tiba di lokasi kejadian dan menemukan sebuah mobil mengalami kecelakaan. Di sana, mereka menemukan tumpukan kotak berisi uang. Ya, uang! Singkat cerita, uang ini berjumlah Won 9.9 triliun alias (USD 9 million) alias Rp. 128 miliar. Seo Yeon melihat uang sebanyak itu sebagai peluang mengubah hidupnya dan melawan dunia. Maka ia memutuskan mencuri uang itu, tak peduli siapa pemiliknya. Sayangnya, uang itu milik sebuah mafia internasional dan Seo-Yeon akan bertarung dengan mereka demi menyelamatkan hidupnya. 

Hikmah: setiap orang dilahirkan dengan kehendak bebas untuk memilih bagaimana hidupnya dijalani. Setiap orang harus mampu menolong dirinya sendiri saat dalam masalah, termasuk membebaskan diri dari pasangan abusive, penipuan, perselingkuhan, melakukan tindakan kejahatan dan merugikan orang lain. Setiap orang memiliki pilihan untuk menjadi baik atau jahat, hidup bebas atau terpenjara, hidup bahagia atau sengsara. 

4 | THE WORLD OF THE MARRIAGE 
Ji Sun Wo0 merupakan dokter keluarga di Rumah Sakit Family Love. Ia memiliki suami yang tampan dan anak remaja yang menawan. Ia tinggal di sebuah rumah bagus di kawasan elit dna merupakan salah satu dokter yang punya banyak klien sehingga ia dipertimbangkan untuk diangkat sebagai direktur. Sun Woo merasa cukup dengan hidupnya yang bahagia dan karirnya yang cemerlang. Ia tidak menuntut apa-apa lagi untuk hidupnya. 

Sampai kemudian, ia baru menyadari bahwa suaminya berselingkuh dengan seorang perempuan muda. Perselingkuhan itu telah berlangsung 2 tahun lamanya dan diketahui teman-temanya. Ia merasa dikhianati dan dibohongi suaminya dan teman-temannya. Terlebih, ia kemudian mengetahui bahwa perempuan itu merupakan anak satu-satunya orang paling berpengaruh di kota, yang dianggap mampu membantu suaminya mengembangkan karirnya sebagai seorang pembuat film. Maka, Sun Woo pun merencanakan pembalasan dendam kepada suaminya dan semua orang yang jahat kepadanya. Ia bertekad menghancurkan semua orang dan mengatakan kepada dunia bahwa perempuan itu telah hamil anak suaminya. Sumpah, drama ini bikin greget dan deg-degan. Saking hitsnya, drama ini dibahas dimana-mana. 

Hikmah: menikah tidaklah mudah. Menikah dan hidup berumah tangga adalah perjanjian hukum paling kompleks dalam dunia manusia. Dalam pernikahan, seyogyanya setiap pasangan jujur kepada satu sama lain tentang perasaan, kesulitan, keinginan, mimpi, keuangan, pekerjaan, dan hal-hal lain. Keterbukaan adalah kunci agar masalah-masalah kecil tidak menggunung dan menjadi bumerang. 

5 |  CHEAT ME IF YOU CAN
Kang Yeo Jo merupakan seorang penulis novel kriminal paling ternama di Korea Selatan. Ia dikenal sebagai 'Demon Kang' bukan saja karena karya-karyanya yang menghentak. Juga karena karakternya yang cenderung tidak bisa ditebak. Ia menikah dengan seorang lelaki yang jatuh cinta kepadanya sejak pandangan pertama, Han Woo Sung. Pak Han ini seorang pengacara yang memberikan akses pro-bono kepada para perempuan yang hendak bercerai. Ia juga selebriti pengisi sebuah reality show di pagi hari yang dikenal sebagai "National Husband". Ia benar-benar menjaga citranya sebagai "National Husband" yang setia kepada istrinya, pulang ke rumah tepat waktu dan tidak berselingkuh. Saat melamar Bu Kang, Pak Han ini menulis sebuah janji, "Jika aku selingkuh, aku mati" yang didaftarkan kepada notaris. 

Pak Han ini memang jago selingkuh. Ia tahu cara berselingkuh yang benar dan tanpa ketahuan. Ia selingkuh dengan pengacara klien-nya sendiri, atau dengan pembawa acara televisi yang bermusuhan dengan istrinya dan dengan banyak perempuan. Ia tipe 'womanizer' yang gampang sekali jatuh cinta pada perempuan. Pak Han takut sekali ketahuan selingkuh, sehingga setiap pulang ke rumah ia selalu deg-degan, khawatir istrinya akan membunuhnya. Sebagai novelis, Bu Kang memang hanya memikirkan bagaimana jalan cerita dalam novel terbarunya adalah pembunuhan yang terlihat seperti kecelakaan. Ngeri, kan? 

Hikmah: drama ini masih on-going, sehingga belum ketahuan apa plot twist sebenarnya. 

6 | ITAEWON CLASS
Park Sae Ro Yi adalah murid SMA yang baru pindah. Pada suatu hari, ia melihat seorang teman sekelasnya dibully dengan gila-gilaan oleh Jang Geun-Won. Melihat seisi kelas ketakutan dan tak berani menolong korban, ia maju, membela temannya. Membela kebenaran ternyata berakibat fatal, sebab Gen-Won merupakan anak satu-satunya bos Jangga Group, sebuah perusahaan makanan paling berkuasa di Korea Selatan. Jangga Group juga termasuk penyumbang terbesar dana bagi sekolah. Bos Jangga Group nggak terima anaknya dibantai Ro Yi dan berakibat Ro Yo harus dipenjara selama 2 tahun. Setelah bebas dari penjara, Ro Yi dan ayahnya membuka sebuah usaha makanan, namun kemudian sang ayah menjadi korban tabrak lari dan pelakunya adalah Geun-Won yang sedang ugal-ugalan di jalan. Karena dendam atas kematian ayahnya, Ro Yo kemudian hampir membunuh Geun Won yang membuatnya kembali dipenjara selama 7 tahun. 

Tujuh tahun kemudian, selepas bebas dari penjara, ia bekerja serabutan dan berlayar bersama kapal ikan. Ia mengumpulkan modal demi membangun bisnisnya sendiri, sebagai cara terbaik membalas dendam semua penghinaan Jangga Group dan atas kematian ayahnya. Hasil kerja kerasnya ditambah modal tabungan dari sahabatnya, Ro Yi membangun restaurant-bar di daerah Itaewon bernama Danbam, atas bantuan seorang influencer kece yang menolak melanjutkan kuliah, Jo Si Yeo. Membangun dan mempertahankan bisnis sangat sulit, terutama ketika Jangga Group terus berusaha menghancurkan bisnisnya dengan berbagai cara. Atas kerja keras dan kebersamaan yang kokoh, Ro Yoi berhasil membangun bisnisnya dan membuka sejumlah cabang. Setiap kali hendak tumbang, Jo Si Yeo selalu membuatnya bangkit sebab gadis itu mencintainya. Ambisinya hanya satu: membuat Danbam mengalahkan Jangga Group dan melihat lelaki yang dikasihinya menjadi sukses. Ia pun berupaya memenangkan hati Ro Yi dengan sabar agar lelaki itu jadi miliknya. 

Hikmah: dicaci, dihina, direndahkan dan diperlakukan tidak adil hanya karena berasal dari kalangan miskin tentu sangat menyakitkan. Menjadi kaya raya karena mengalahkan dan menundukkan orang yang lemah bukanlah sebuah kehebatan. Oleh karena itu, cara membalas dendam yang paling baik adalah dengan melampaui seluruh pencapaian musuh, mengalahkan tanpa menumpahkan darah. Kisah dalam drama ini juga menggambarkan bagaimana sosok kaum muda dengan 'limited support and resources' mampu melawan kelompok tua yang angkuh, kaya raya, memiliki kekuasan dan bisa menundukkan siapapun dan apapun dengan uang. Anak muda nggak menggapai kesuksesan hanya berbasis mimpi, juga harus menggunakan alat ukur, manajemen yang bagus, rencana strategis, kerja keras, kerja cerdas dan kerja bersama. Tak ada yang tidak dapat diraih jika kita terus berusaha mencapai 'goal' yang dituju dengan rencana matang. 

7 | THE PENTHOUSE 
Ini drama gila yang dipenuhi tokoh berkarakter barbar. Kisahnya sih klasik, tentang perseteruan kelompok paling elit dan miskin di Seoul, Korea Selatan. Kelompok elit ini dipimpin oleh seorang pengusaha real estate nan licik bernama Jo Dan Tae yang tinggal di penthouse Hera Palace bersama istrinya yang cantik bak ratu dan kedua anak kembarnya yang belagu. Mereka tinggal di lantai 100, tempat impian semua warga Hera Palace. Sebagai pemimpin di Hera Palace dan pengusaha terkemuka, Ji Dan Tae ini terobsesi untuk menjadi sempurna dan tanpa cacat. Ia bahkan akan menyiksa anak-anaknya jika hasil ujian sekolah mereka rendah. Ia akan mengamuk jika segala sesuatu di rumahnya berdebu atau berantakan. Ya, Jo Dan Tae mengidap Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Jo Dan Tae sangat cerdas menyimpan seluruh perilaku busuknya seperti membunuh suami Shim Shu Ryeon demi menjadikannya istrinya dan menukar bayinya dengan bayi orang lain yang sakit-sakitan sehingga harus tinggal di rumah sakit, serta kegilaan lainnya. 

Kegilaan dimulai ketika terbongkarnya kebohongan siswa miskin nan kucel bernama Min Seol A. Remaja ini menjadi guru les bagi anak-anak keluarga yang tergabung dalam Hera Club, alias leader di Hera Palace. Min Seol A yang pandai bernyanyi lagu klasik dianggap sebagai ancaman bagi anak-anak Hera Palace, teruama Ha Eun Byeol yang merupakan anak satu-satunya Cheon Seo-Jin, guru musik klasik terkenal sekaligus calon direktur sekolah seni Cheon A Art School. Min Seol A juga memiliki rekaman perselingkuhan Jo Dan Tae dan Cheon Seo-Jin, juga rekaman bullying yang dilakukan oleh sekelompok anak paling belagu di Gera Palace. Kekacauan dan kegilaan seluruh karakter semakin menjadi-jadi saat Min Seol A di siksa di Hera Palace dan terjun dari lantai 47 dan jatuh diatas sebuah patung: mati. 

Hikmah: menjadi orangtua tidaklah mudah. Orangtua seringkali memiliki obsesi berlebihan dan cenderung gila pada anak-anak mereka. Orangtua merasa harus membesarkan anak-anaknya untuk mendapatkan mimpi-mimpi yang tidak mereka capai selagi muda. Anak-anak dijejali beban melebihi kemampuan mereka, dituntut sempurna dan paripurna, tanpa ditanya apa yang sesungguhnya mereka inginkan dalam menuju dewasa. Akibatnya, anak-anak ini akan tumbuh mengikuti ekspektasi orangtuanya dan dipenuhi ketakutan menjadi manusia gagal. Ini namanya toxic positivity dan sangat berbahaya. Sebab, teknik pengasuhan orangtua semacam ini akan menimbulkan luka mendalam pada anak-anak sehingga mereka berkemungkinan memiliki masalah kejiwaan, meski tampilan luar sempurna. Toxic positivity dan ekspektasi berlebihan dalam membesarkan anak-anak juga akan menular saat si anak menjadi orangtua dan memiliki anak-anak. Bahkan, masalah kejiwaan dalam diri mereka membuat mereka memiliki keinginan untuk menumpas dan membunuh siapapun yang menjadi lawan mereka. 

8 | MR. QUEEN 
Seorang koki di Istana Kepresidenan Korea Selatan yang angkuh dan besar kepala tercebur ke kolam renang dan tiba-tiba saja jiwanya nyasar masuk ke tubuh Ratu Joseon pada masa Raja Cheoljong. Sebagai lelaki 'womanizer' yang terobsesi mengencani sebanyak mungkin perempuan, ia merasa begitu kesal karena tersasar ke tubuh seorang perempuan. Alhasil, kelakuannya membuat seisi istana heran. Bagaimana bisa Ratu yang dikenal galak dan suka menghukum cambuk para pelayan istana yang bikin kesal berubah jadi sosok yang aneh. Ia bahkan mendekati selir paling disayangi raja, lupa kalau ia tersesat di tubuh perempuan. Drama ini seru dan mengocok perut. 

Hikmah: jangan jadi orang sombong, nanti dikutuk dengan terjebak di tubuh orang lain haha. Btw, drama ini masih on going ya. Jadi, belum ketahuan akhirnya gimana. 

9 | HUSH
Seorang fresh graduate bernama Lee Ji Soo melamar menjadi tenaga magang di sebuah harian terkemuka, Daily Korea. Ia magang bersama 3 orang lainnya. Mereka semua bertekad menjadi reporter tetap dan menjadi pekerja di Daily Korea dengan berbagai alasan. Terutama Ji Soo yang bekerja memang untuk uang demi menghidupi keluarganya setelah ayahnya bunuh diri. Ia juga memendam dendam kepada salah seorang reporter senior bernama Han Joon Hyuk, yang dikenal publik sebagai 'sampah' karena kemampuannya membuat judul clickbait demi larisnya berita Daily Korea. Nah, Joon Hyuk ini pas mengawali karirnya sebagai reporter, ia lumayan idealis dan selalu memperjuangkan keadilan. Namun lama kelamaan ia terjepit antara idealisme dan pragmatisme. Maklum lah dunia media kan penuh permainan juga. Saat keempat pemagang mulai bekerja, Joon Hyuk diminta menjadi tutor mereka dan senang hati ia melakukannya. 

Sampai suatu waktu, salah satu pimpinan meminta Joon Hyuk untuk menyingkirkan salah satu pe-magang karena dia nggak berasal dari kampus bergengsi di Seoul, melainkan kampus daerah. Pak Bos ini berusaha mempertahankan kualitas para reporter Daily Korea yang salah satu syaratnya lulusan kampus bergengsi di Seoul, dan lebih baik lagi kalau lulusan luar negeri. Saat berusaha menghibur si pemagang yang hendak disingkirkan itu, tiba-tiba Joon Hyuk melihat si pemagang sudah jatuh aja diatas mobil di halaman kantor Daily Korea: bunuh diri. Sebagai reporter senior yang peduli keadilan dan telah kehilangan banyak hal, ia merasa kesabarannya sudah habis. Terlebih saat ia menyaksikan sendiri tubuh si pemagang menghantam bagian atas mobil dan mati. Namun, pak bos mengatakan 'Hush!' alias "ini rahasia' agar dunia nggak tahu kebenaran dibalik kematian si pemagang. 

Surat bunuh dirinya beredar secara online dan dibaca seisi negeri, oleh orang-orang yang bernasib seperti dirinya, yang terjebak dalam upaya tidak selesai dalam memperjuangkan mimpi hanya karena berasal dari kampus biasa, bukan kampus ternama di Seoul. Mungkin, surat bunuh diri semacam ini lumayan menggambarkan social pressure di Korea Selatan yang memang banyak membuat siswa dan pekerja bunuh diri. Orang-orang kelas bawah, yang harus berhutang demi biaya pendidikan, harus pula kerja paruh waktu agar bisa makan, harus pula menanggung beban sosial yang tinggi saat ijazahnya bukanlah lulusan kampus ternama di Seoul. Betapapun banyak pengalaman dan kinerja yang cemerlang, nama kampus dan latar belakang emas adalah segalanya; bahkan dalam meraih mimpi. 

"I am majored Sociology at a local university.  Came to Seoul 5 years ago with dream of becoming a reporter. Female, 29 years old. Only my student loan of 30 million and an uncertain future remain. I try my best. But, that last door just won't open. I've learned and believed that effort does not betray me and passion overcomes the limit. But, the reality was different from what I  learned. "No Pain, No Gain" is false hope in this world. Now, dreams are bait with no insurance for when you fail. I was only prey in this world. In Korea, only the successful are allowed to fail. No one pays attention to the failure of the losers. My failure will be the one of countless other failure in this world. In this life, i have no hope for better future. In this life, I can't run towards happiness. I only run for misfortune and that as the same being dead. Having a dream is a punishment for me. So now, I reject the life support on my miserable fate. However, there's  an excuse for losers. No gain, no pain. The more I try to fit in the structure, the structure become stronger and it's me who becomes more painful. If I don't strive for anything, there will be no pain." 

Joon Hyuk kemudian menuliskan Obituary atas nama Daily Korea, dengan story telling berbasis surat bunuh diri itu. Joon Hyuk memutuskan menulis Obituary berbeda karena menurut Ji Soo, kemungkinan seseorang di Daily Korea membunuh temannya. Obituary tersebut menggerakkan banyak orang dari kelas pekerja, para pe-magang, pekerja kontrak, pekerja informal, dan mereka yang sedang stuck dalam upaya mencari pekerjaan. Mereka bersolidaritas untuk datang ke pemakaman. Mereka membawa sendiri 'farewell soup' untuk disantap sebagai penghormatan kepada mendiang. Jika orang-orang besar tidak merasa berkepantingan atas kematian seorang yang seumur hidupnya nggak pernah berhasil mendapat pekerjaan tetap karena latar belakang pendidikannya; maka kelas pekerja melakukannya. Ini menggambarkan bahwa drama ini juga bicara tentang solidaritas kelas pekerja. 

Hikmah: sistem sosial yang tidak adil dan diskriminatif seringkali menekan orang untuk mengakhiri hidupnya, seakan-akan hidup memang hanya diperuntukkan bagi mereka yang lahir dengan sendok perak di mulut dan karpet merah tempat berjalan, yang tidak perlu merasakan perihnya berjuang untuk bisa menggapai mimpi, kesuksesan dan hidup bahagia.  

Demikianlah 9 Drama Korea yang aku nikmati sepanjang 2020 ini. Aku menikmati setiap hal yang tersaji sebagai cara membangkitkan selera makan, membuatku tertawa di tengah suramnya dunia, hingga membuatku belajar tentang betapa luar biasa kerja keras mereka yang berdedikasi di industri hiburan negeri ginseng tersebut. Biasanya aku menonton drakor saat menikmati sarapan, makan siang atau makan malam. Maklum lah, perantau yang hidup sendiri harus pandai mengisi waktu dengan aneka hiburan di sela waktu bekerja dan pahitnya menjalani hari dalam kurungan waktu tersebab pandemi. 

MENGAPA DRAMA KOREA BIKIN KETAGIHAN? 
Apapun plot twist dalam sebuah drama, tetaplah Drama Korea itu sangat menyenangkan untuk dinikmati. Sinetron dan FTV Indonesia kalah jauhhhhhhhhhh secara kualitas. Wajar jika Korea Selatan menjadi kiblat baru bagi industri hiburan dan segala tetek bengek yang menyertainya. Let's talk about the detail karena aku biasanya sangat memperhatikan detail. Apapun genre Drakor, selalu ada promosi hasil pertanian dan kuliner Korsel: paling basic itu beras, sawi, kimchi, babi, soju, ramen dengan segala macam bentuk olahannya. Dampak dari ekspor budaya melalui Drakor ini menyebabkan satu pandangan khusus tertuju kepada Korea, bahwa negara ini kaya raya secara sumber daya alam dan semua makanan dan minuman enak, sehingga para penonton ingin juga menikmatinya. Hasilnya? Menjamurnya restoran ala Korea di mana-mana di seluruh dunia. Dari drama ke bisnis internasional. 

Selanjutnya, coba deh perhatikan, setiap Drakor selalu mempromosikan teknologi terbaru yang sedang hits di Korea. Misal di Drama yang aku nikmati di 2020, semua pemain dalam semua drama menggunakan HP Samsung model terbaru yang bisa dilipat itu lho, Samsung Galaxy Z Flip. Promosi yang konsisten atas produk ini bisa disaksikan di "It's Okay not to be Okay" oleh karakter Ko Moon Yong, atau di "Cheat Me if You Can" oleh hampir semua karakter penting, atau di "The Penthouse" atau di "Hush" yang seluruhnya mengesankan seakan-akan seluruh warga negara Korea Selatan ya pake ponsel terbaru itu. Ditambah lagi dengan promosi sistem keamanan di rumah-rumah, di mana rumah-rumah di Korea itu nggak ada yang menggunakan kunci grendel macam di Indonesia. Namun, menggunakan kunci modern berbasis pin sehingga penghuni rumah bisa tahu siapa yang berkunjung. Juga soal bagaimana fungsi CCTV yang selalu dibicarakan atau digunakan dalam mengungkap sebuah masalah. Juga internet untuk melihat isu terbaru yang berkembang. Juga TV layar besar yang dipajang di bangunan-bangunan tinggi di tempat publik. Juga sistem transportasi mulai dari kereta dalam kota, bis, taksi dll. Intinya, Drakor ini mati-matian mempromosikan bahwa Korsel ini merupakan negara kaya, maju, inovatif, kece, modis dan seru. Sungguh sebuah cara ekspor budaya yang keren dalam mengembangkan bisnis berskala internasional. 


Drakor juga selalu memberikan kejutan-kejutan dengan peran sempurna para pemain; tata letak segala sesuau yang masuk akal mulai dari rumah, jalanan, kantor, rumah sakit, perdesaan, kuburan, mobil, apartemen, toko, kafe, restoran, dan semua hal. Padahal nggak semua lokasi syuting sesempurna itu, karena ada juga syuting yang dilakukan dengan latar belakang layar hijau atau studio atau kafe dirombak jadi RS dll. Artinya, dukungan teknologi atas drakor ini sangat berkembang dan mumpuni. Hal ini bisa disaksikan "It's Okay not to be Okay" yang menggunakan efek CGI untuk bikin kastil megah. 

Hal-hal detail yang ada dalam Drakor membuat setiap kisah jadi masuk akal, relate dengan kehidupan sehari-hari. Nggak heran jika drakor selalu bikin penasaran, bahkan ketagihan. Drakor-drakor terbaru juga nggak punya episode panjang sebab penonton akan bosan dan kesal dengan plot nggak jelas. Itulah mengapa drakor keluaran terbaru rata-rata selesai dalam 16-20 eposide, tapi penonton puas dan lega. Meski demikian, nggak semua drakor aku tonton. Nggak sanggup energi dan waktu, karena terlalu banyak juga. Jadi aku memilih drakor paling menarik dan membuat penasaran aja untuk kunikmati disela-sela kesibukan sehari-hari. 

Bumi Manusia, Desember 2020

Bahan bacaan
https://en.wikipedia.org/wiki/Hotel_del_Luna
http://program.tving.com/tvn/hoteldelluna
https://en.wikipedia.org/wiki/It%27s_Okay_to_Not_Be_Okay
https://en.wikipedia.org/wiki/Mr._Queen
https://en.wikipedia.org/wiki/The_Penthouse:_War_in_Life
https://en.wikipedia.org/wiki/The_World_of_the_Married
https://en.wikipedia.org/wiki/Itaewon_Class




No comments:

Post a Comment