Youtuber Cantik dengan Konten Adem & Membantu Mengatasi Stress

Li Ziqi berposes layaknya seorang putri di negeri dongeng. Sumber: www.liziqishop.com

Hai pembacaku, apa kabar? Selama bulan Juni kemarin aku vakum menulis untuk blog ini sebab aku sedang tidak baik-baik saja. Aku mengalami kesedihan yang tidak bisa kujelaskan dengan kata-kata, kehilangan nafsu makan hingga berat badanku turun lagi, mengalami sakit kepala secara berkesinambungan, dan dihantui cemas berlebihan sampai sulit untuk tidur. Aku menerima, menjalani dan melepaskan perlahan keadaan sulit ini agar aku tidak terjebak dalam toxic positivity, sebab emosi negatif merupakan bagian dari kehidupan yang tidak boleh dihindari atau dia akan jadi bom waktu. Aku memutuskan menerima emosi negatif ini dan melepaskannya secara perlahan agar aku memasuki masa transisi yang menyenangkan. Aku tidak ingin menahan emosi negatif apapun dalam diriku dan berusaha melepaskannya perlahan agar aku terhindar dari menyakiti diriku sendiri dan orang lain. Aku berusaha berbicara kepada diriku sendiri dan mengelola pikiran agar tenang. 

Sejak wabah COVID-19 melanda dunia, tingkat stress manusia bertambah. Bukan saja karena kita dipaksa untuk mengurung diri di rumah dan dilarang keras berkegiatan sosial dalam bentuk kerumunan, juga karena kehilangan anggota keluarga hingga pekerjaan. Ini semacam serangan mendadak kepada komunitas homo sapiens berjumlah diatas 7 miliar jiwa yang sedang asyik-asyiknya menikmati hidup yang bisa dipamerkan di media sosial. COVID-19 adalah penyakit teranyar yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang menyerang paru-paru, yang ternyata berdampak sangat besar pada kehidupan ekonomi dan sosial manusia. Bayangkan, hanya 6 bulan sejak penyakit ini pertama kali muncul di kota Wuhan, Tiongkok pada akhir 2020, ekonomi dunia terguncang hebat. Banyak perusahaan bahkan harus gulung tikar dan melakukan pemutusah hubungan kerja (PHK) karyawannya. Sekolah, kegiatan keagamaan dan lainya diliburkan termasuk ibadah tahunan terbesar seperti Haji ke Mekkah bagi umat Islam. Banyak orang sedih dan stress, termasuk aku. 

Sedih dan stress bukan perkara baru dalam hidupku. Namun demikian, aku berusaha menerima dan mengatasinya sebagai bagian dari hidupku. Dengan mengalami sedih dan stress, artinya emosi dalam diriku normal dan aku masih memiliki kemampuan untuk mendeteksi keadaan A sebagai penyebab rasa A1. Biasanya aku tidak memaksakan diri membuat sedih dan stress menghilang, tetapi memberinya waktu untuk diriku membersihkan dirinya sendiri dari emosi negatif tersebut. Sebab, tidak baik juga terkurung dalam toxic positivity hanya agar aku terlihat positif sepanjang waktu. Nah, sewaktu aku mengatasi sedih dan stress karena satu dan lain hal, aku bisanya secara maraton menikmati video-video menenangkan dari sejumlah Youtuber seperti Li Ziqi dan Jonna Jinton. Maklum aku kan tinggal di kos-kosan, jadi mau menonton video sebanyak apapun ya bebas karena ada wifi yang tersedia 24/7 selama 365 hari. 

Ada banyak konten Youtube yang ciamik dan adem dalam membantu menenangkan diri saat stress melanda, seperti saat pandemi begini. Hanya saja, yang paling sering kutonton sih hanya beberapa saja, karena konten mereka sangat kompleks dan artistik gitu, di mana setiap kali menonton aku mendapatkan banyak sekali pelajaran baru, termasuk ide untuk melakukan A-Z dalam hidupku. Kadangkala aku juga berkhayal, mungkin beberapa waktu kedepan aku akan mengikuti jejak mereka dan menikmati hidup yang bersahaja di sebuah desa entah di mana. Semoga semesta mendukung mimpiku. 

1 | LIZIQI: GODDESS OF ORIENTAL FOODIE NEGERI TIRAI BAMBU
Li Ziqi, seorang bintang Youtube berusia 30 tahun asal Sichuan, China memesona puluhan juta orang. Sebagai Youtuber genre masak-masak, video-videonya sangat sederhana, yaitu menampilkan aktivitas mengumpulkan, menanam, serta memanen bahan pangan dan memasaknya menjadi aneka menu yang lezat dan cantik khas Sichuan. Video-videonya sama sekali tidak menampilkan upaya berbicara kepada penonton. Pun enggak banyak menggunakan subtittle kecuali untuk nama nama bahan pangan dan menu yang dibuatnya.  Video-vidoenya di Youtube ditonton oleh belasan hingga puluhan juta kali. Bahkan ada satu video yang dibuat pada Januari 2019 ditonton lebih dari 50 juta kali. Memang, saat menikmati video-videonya, seakan-akan kita melompat ke dunianya, hadir dalam kehidupannya hanya untuk menyaksikannya melakukan berbagai aktivitas sederhana, yang menenangkan sekaligus menghibur. 
Liziqi saat memanen tomat di pekarangan rumahnya yang penuh bahan pangan.

Video-video Li Ziqi yang menghadirkan kehidupan desa dengan pemandangan alamnya yang indah, serta subur dengan terang benderang menunjukkan bahwa desa adalah sumber sekaligus lumbung pangan. Semua bahan pangan yang diperlukan ada di desa: daging, ikan, sayuran, buah, jamur, termasuk wild food yang tersedia di seantero desa dan pegunungan. Setiap kali video baru diunggah, aku tuh suka terkagum-kagum dengan keanekaragaman bahan pangan dan kemampuan Li Ziqi mengolahnya menjadi menu-menu yang menarik dan terlihat lezat. Meski Li Ziqi punya pekarangan dipenuhi bahan pangan, kebun sayur, dan sawah; tak jarang ia pergi ke gunung untuk memetik buah-buahan dan sayuran liar, termasuk sengaja mencari jamur di hutan, wild vegetables, ginseng hutan, dan bunga-bunga yang bisa dimakan. Seringkali aku dibuat melongo saat Li Ziqi mengolah kelopak bunga tertentu untuk digoreng, disup, ditumis, atau dibuat bahwan pewarna roti. Misalnya: Li Ziqi menumis kelopak bunga teratai, atau menumis kelopak mawar dan telur. 

Rumah nenek Li Ziqi tuh tipikal rumah di pedesaan yang punya pekarangan luas. Sepanjang aku menonton video-videonya, pekarangan rumah Li Ziqi penuh dengan sumber pangan, yaitu: kebun sayuran mulai dari lobak, brokoli, bayam, tomat, semangka, buah pig, aneka jeruk, semangka, stroberi, jahe, ginseng, jagung, ubi, kacang panjang, sawi, talas, wortel, serta penuh dengan aneka jenis bunga seperti mawar dan bulan. Ada juga kolam ikan, kandang kelinci, ayam, soang, domba dan babi. Selain di pekarangan, kayaknya keluarganya punya lahan pertanian untuk Li Ziqi menanam aneka jenis bahan pangan seperti kacang kedelai, kacang tanah, ubi, jagung, sawi, lobak, dan padi; termasuk pernah Li Ziqi menanam kapas untuk bikin kasur baru buat neneknya. Kelimpahan pangan di segala musim ini ditambah dengan wilayah pegunungan yang menyediakan aneka pangan liar seperti jamur dan sejumlah tanaman herbal yang bebas dipetik siapa saja, juga kacang-kacangan. Pernah nih ada satu judul video yang bilang bahwa ada musim tertentu makanan banyak banget sampe nggak habis di makan dan bikin Li Ziqi sakit kepala buat mengolah semuanya. Nah, artinya kampung halaman Li Ziqi ini sebenarnya kelebihan sumber pangan dan kelimpahan ini merupakan kekayaan sejati desa. 

2 | JONNA JINTON SANG RATU ELSA DUNIA ES DI BUMI BAGIAN UTARA
Pada usia 21 tahun, perempuan muda bernama Jonna Jinton meninggalkan kehidupannya di kota Gothenberg, sebuah kota besar di Swedia. Dia merindukan sesuatu yang tidak akan pernah dipenuhi kota manapun di dunia ini. Ia memutuskan DO dari kampusnya dan pindah ke kampung halaman ibunya, sebuah desa terpencil bernama Grundtjarn yang berjarak 1000 km dari Gothenberg. Disana hanya ada 10 keluarga dan Jonna tinggal di rumah musim panas tempat ibunya dilahirkan. Ia merasa bukan sedang melarikan diri dari kehidupan kota, melainkan pulang ke asal muasal leluhurnya. 

Menjalani kehidupan baru di desa terpencil di tengah hutan membuatnya bisa menikmati pergantian musim dengan khidmat. Sebagai fotografer, musisi, pelukis dan blogger diapun mendokumentasikan keindahan alam sekitarnya kepada dunia. Dia membiayai hidupnya dari menjual karya-karyanya kepada seluruh dunia yang bisa dibeli secara online, yang administratornya adalah ibunya sendiri. Baru-baru ini Jonna juga menikah dengan kekasihnya yang bernama Johan yang berprofesi sebagai pengrajin perak. Hidupnya makin lengkap sebab kini seorang terkasih menemani dirinya menjalani hidupnya di negeri utara. Saat musim dingin tiba, Jonna Jinton tak ubahnya Ratu Elsa di kehidupan nyata. 
Jonna Jinton dan negeri dongengnya di Swedia sana. Sumber: Song of Summer

Yang menarik dari kehidupan Jonna Jinton adalah, dia setia memperkenalkan musik (kulning) ke dunia. Kulning merupakan musik tradisional wilayah Nordic atau Scandinavian termasuk Swedia yang pada awalnya merupakan panggilan kepada hewan ternak seperti sapi dan domba. Musik ini juga digunakan untuk mengusir hewan buas seperti serigala dan beruang agar menjauh dari desa. Nah, Jonna Jinton ini kadang juga bisa memanggil sapi-sapi di peternakan dengan menyanyi, atau memanggil sesuatu didalam hutan, bahkan menyanyikan sebuah lagu tradisional untuk berkomunikasi dengan serigala agar tidak mengganggu manusia. Wilayah pegunungan Swedia saat musim dingin juga terkesan sangat sepi dan dingin, yang justru menjadikan Jonna terinspirasi membuat musik dari suara es di danau. Ia bahkan menyelam ke dalam danau hanya pakai bikini! Atau ia tiduran diatas es, tanah dan batu untuk mendengarkan suara bumi. Indah banget meski sepi. 

Dari kedua perempuan cantik itu, 70% aku ingin menjalani kehidupan sepi seperti Jonna Jinton dan 30% menjalani hidup seperti Li Ziqi. Tapi, di Indonesia sangat tidak mungkin seorang perempuan lajang menjalani hidup seperti Jonna Jinton. Tinggal sendirian di rumah merupakan sinyal kuat dalam mengundang bahaya, seperti pencurian, perampokan, kekerasan seksual hingga pembunuhan. Di Indonesia, ada banyak tempat terpencil nan indah yang bisa jadi tempat menyepi, tapi di tempat seperti itu pula banyak bahaya tersembunyi. Jikapun kelak aku memilih menjalani hidup dengan mengadopsi hidup antara kedua Youtuber tersebut, aku harus sudah bersuami agar aman dalam pandangan sosial. 

Nah, sampai disini dulu ceritaku ya. Silakan berkunjung ke situs mereka masing-masing dan nikmati sajian mereka dengan gembira. Mudah-mudahan mampu mengatasi stress dan menenangkan pikiran, terutama dalam suasana pandemi ini. Atau, kisah hidup mereka bisa menjadi inspirasi bagi pembaca untuk menata ulang kehidupan yang dijalani agar lebih baik. 

Siapa yang akan menjadi suamiku dan bersedia memiliki kehidupan damai denganku? 
Ini merupakan misteri hidup yang belum bisa kupecahkan. Aku mencari dan menunggu. 

Bumi Manusia, 10 Juli 2020

Bahan bacaan: 
https://en.wikipedia.org/wiki/Kulning
https://nordicvoice.dk/about-kulning/


4 comments:

  1. Wah, adem banget ya kak lihatnya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Jadi ingin menjalani hidup seperti mereka.

      Delete
  2. Kak Ika, kalau youtuber dari Indonesia yang kontennya kayak dua youtuber di atas, ada nggak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setahu saya sih belum ada. Kalau ada pasti udah viral.

      Delete