Syukuran 35 Tahun Melaksanakan Misi Hidup di Planet Bumi


Senin, 13 Mei 1985 aku lahir ke dunia ini. Maka, hari ini tepat 35 tahun aku telah menjalani pengalaman hidup sebagai manusia- perempuan di planet bumi. Dalam masyarakat tempatku tinggal, usia 35 dan belum berkeluarga merupakan tanda leftover alias sisa wkwk. Padahal, aku menyebut diriku spesial, tangguh dan tidak hidup dalam ketek orang lain. Aku senantiasa memberikan penghormatakn kepada diriku sendiri sebab I am single and special. 

Saat usia 20an, aku penasaran bagaimana rasanya menjadi berusia 30 dan ternyata aku baik-baik saja. Lalu aku jadi penasaran bagaimana rasanya berusia 35 tahun dan ternyata dunia dilanda wabah. Jika biasanya kurayakan hari ulang tahunku dengan keluyuran sendirian ke tempat-tempat yang aku suka. Tahun ini tentu saja harus stay at home all the time. Hal yang paling menjadi perhatian tahun ini sih soal apakah kulitku mulai keriput; apakah sebaiknya aku jadi Youtuber agar kaya raya; apakah sebaiknya aku kuliah di luar negeri; bla bla bla.

Hari ini aku hanya akan merayakan 35 tahun hidupku di bumi dengan menulis 3 artikel untuk blog yang tentu saja bertema perempuan; membereskan kamar kosan; mengerjakan pekerjaanku dengan upaya baik; dan membuat rencana hidup paska-wabah. Misalnya, menentukan-ulang dengan lelaki seperti apa sebaiknya aku menikah hehehe. Hari ini tidak perlu kue apapun sebagai penanda perayaan, toh aku juga nggak terlalu suka makan kue. Tapi, jika hari ini harus dirarayakan dan kue tertentu, aku ingin menikmati getuk singkong nan lembt bertabur parutan keju, disertai secangkir kopi hitam. Kayaknya nikmat hehe. Nyawa masih bertengger di badan selagi dunia dikepung wabah adalah anugerah kehidupan yang harus kusyukuri; bahwa aku masih diberi kesempatan hidup oleh Tuhanku. Mungkin aku akan hidup sampai 35 tahun mendatang.

Hari ini sisi planet bumi di tempatku tinggal cerah ceria. Hariku juga dimulai dengam suasana bahagia. Aku percaya tahun-tahun mendatang juga cerah. Maka aku berterima kasih kepada diriku sendiri sebab telah menjalani 35 tahun hidup di bumi sebagai manusia-perempuan tangguh. Aku perempuan sederhana dan nggak neko- neko. Dalam kondisi tertentu aku cenderung pemalu, dan periang di kondisi lain. Satu hal saja: jangan jahat padaku. Aku berusaha menjadi manusia baik, agar aku terhindar dari orang jahat dan keburukan dalam dirinya. Dalam dunia yang kompleks ini, aku tidak menginginkan apapun melainkan kehidupan yang baik dan damai, jauh dari tipu muslihat. Aku berusaha menjadi manusia baik agar aku juga dipertemukan dengan orang-orang baik. Aku nggak sanggup berurusan dengan orang jahat, sebab satu orang jahat sudah bikin aku sakit kepala, stress dan uring-uringan.

Bagaimana dengan pencapaian hidup? Hmm, tentu saja alat ukur yang kugunakan berbeda dengan orang lain mengukur hidupnya. Biarlah aku sendiri yang mengurus hal ini. Hari ini tak ada lembaran baru, sebab setiap hari baru adalah tentang melanjutkan apa yang telah kumulai sejak pertama kali aku bernafas 35 tahun lalu. Untuk tumbuh dan berkembang, aku hanya perlu strategi dan metode baru yang lebih bijak, mudah dan menyenangkan dalam menyambut hari-hari yang dewasa. Karena tahun ini kita semua berjuang melawan wabah covid-19, maka hari ini sekaligus menjadi penanda  #thenewnormal untuk kehidupan paska wabah. Hari ini adalah tentang resiliensi, baik terhadap tantangan dalam kehidupan personal maupun sebagai warga dunia dengan masalah serupa.

Perbatasan Jakarta, 13 Mei 1985

No comments:

Post a Comment