Benarkah Virus Corona alias SARS-CoV-2 Merupakan Tentara Allah?

Pakai maskermu. Ilustrasi karya Mark Weber dari weberillustration.com

"Health system development is a key to effective 
detection, response, and control of any outbreak." 
-Margaret Chan-

Liburan tahun 2020 selayaknya dirayakan dengan gembira, di mana manusia di seantero bumi merayakannya dengan keluarga dan orang terkasih. Namun, tiba-tiba virus corona merebak dengan cepat, menghajar banyak orang hingga menyebabkan kematian. Virus ini disebut-sebut pertama kali menyebar dari pasar tradisional di kota Wuhan, provinsi Hubei di Tiongkok. Dalam waktu 2 bulan, hampir 3.000 orang meninggal dunia dan lebih dari 80.000 orang lainnya menjalani karantina super ketat. Bahkan, pemerintah China melakukan isolasi pada provinsi Hubei dengan populasi 57 juta jiwa agar wabah tidak menyebar ke wilayah lain dan mengakibatkan masalah fatal bagi stabilitas nasional negeri tersebut. 

Saat pemerintah China dibuat sibuk melakukan pelayanan kesehatan bagi wilayah satu provinsi dan pelayanan kesehatan dengan mati-matian pada puluhan ribu pasien yang dikarantina, dan pemerintah di berbagai negara dibuat terkejut sekaligus bahwa virus corona akan merangsek masuk ke negaranya, eh ada Prof. DR. Ahmad Zahro, guru besar Ilmu Fikih Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya yang mengatakan bahwa virus corona bisa sembuh dengan rukyah, karena ia merupakan penyakit akibat campur tangan setan. Pernyataan ini kemudian menular kepada Ustadz Abdul Somad (UAS) yang dengan entengngnya mengatakan bahwa virus corona ini tentara Allah untuk menghukum China atas perlakuannya pada etnis Uighur. Hal senada juga dikatakan Novel Bamukmin, Ketua Media Center PA 212. What the hell is that? Mengapa mereka bisa mengatakan hal yang mengerikan ini dengan penuh percaya diri? 

Lalu, ada juga seorang mahasiswa Indonesia yang belajar di Al-Ahzar, Mesir membuat sebuah tulisan berjudul "China, Virus Corona dan Pasukan Gajah" yang isinya merupakan cocokologi, seakan-akan hendak menyamakan virus corona yang menghantam China karena Pemerintah negeri tirai bambu tersebut bersikap jahat pada etnis Uighur, serupa dengan ketika Allah menurunkan burung Ababil untuk menghancurkan pasukan Gajah Raja Abrahah pada Abad ke 6. Tulisan ini mengatakan bahwa Tuhan menghukum China melalui virus Corona yang tiba-tiba muncul di kota Wuhan karena menahan jutaan Muslim Uighur dalam menjalankan ibadah.  

Tanpa riset mendalam, ia juga menulis bahwa dahulu Allah menghukum penguasa jahat dengan kutu, belalang, dan burung; tapi kini dengan virus. Membaca tulisan ini aku kasihan pada si penulis, udah jauh-jauh sekolah ke Mesir kok bikin tulisan berbasis prasangka alih-alih berbasis riset; sebab virus corona yang melanda China merupakan virus tipe ternyayar dari keluarga virus corona yang sama pernah melanda Saudi Arabia pada tahun 2012 silam. Ia bahkan menuliskan bahwa Wuhan menjadi kota zombie. Lha, gimana bisa kota Wuhan disebut telah berubah menjadi kota zombie, wong nggak ada satupun manusianya yang kena virus corona berubah jadi zombie lalu memakan manusia lainnya buat jadi zombie juga seperti dalam film-film bertema zombie. Why his writing is so stupid buat sekelas mahasiswa internasional? 

Hello, kalau semua jenis penyakit akibat virus bisa disembuhkan dengan ruqyah dan wudhu, ngapain orang harus capek-capek kuliah di Fakultas Kedokteran demi menjadi tenaga kesehatan professional supaya bisa menyembuhkan orang sakit? Kalau segala hal di dunia ini bisa selesai dengan cocokologi ke ayat Al-Qur'an dan hadits, ngapain ulama jaman dulu seperti Ibnu-Sina, Al-Khawarizmi, Jabir Ibn-Hayyan, Ibnu Al-Nafiz, Ibnu Khaldun,  Al-Zahrawi, Ibnu Haitham, Umar Khayyam, Ibnu Al-Baithar, dan lainnya capek-capek jadi Ilmuwan dan melakukan banyak sekali penelitian sains? 

Trus, jika virus corona merupakan tentara Allah buat menghukum orang yang jahat pada umat Islam, kenapa juga tuh virus corona melanda Arab Saudi pada pada 2012 dan menyebabkan kematian lebih dari 400 orang? Kini, jika benar bahwa virus corona merupakan tentara Allah untuk menghukum manusia, kenapa sekarang pemerintah Arab Saudi menutup negaranya dari kunjungan Muslim seluruh dunia yang hendak melaksanakan ibadah umrah? Let's think smart.

SELAYANG PANDANG ETNIS UIGHUR DI XINJIANG
Apakah pembaca termasuk yang percaya bahwa pemerintah China menyakiti etnis Uighur yang notebene Muslim? Bagaimana cara kita mencari tahu kebenarannya? Apakah seluruh ucapan ustadz (siapapun orangnya) yang berbicara tentang Uighur merupakan kebenaran? mengapa kita tidak mencari tahu sendiri, toh informasi terbuka begitu lebar. Uighur atau Uyghur atau Uyghuristan atau East Turkestan atau Turkistan China merupakan sebutan bagi Cekungan Tarim di wilayah barat daya provinsi Xinjiang dari Dinasti Qing. Sebelum menjadi bagian dari Dinasti Qing, tanah ini pernah disebut sebagai Moghulistan atau Tanah Mongol yang diperintah oleh keturunan Genghis Khan yang bernama Yarkent Khanate. Lalu, orang Uighur di Turhan meminta penguasa Dinasti Ming untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Zhungar alias Mongolia. Maka Dinasti Qing bekerjasama dengan Muslim Emin Kjoja menghancurkan kekuasaan Mongol dan memegang kekuasaan atas wilayah East Turkistan, yang pada masa modern bernama Daerah Otomoni Xinjiang. Nah, wilayah Xinjiang ini dihuni oleh 8 juta etnis Uighur, 7 juta etnis Han, 1 juta etnis Kazak dan etnis kecil lainnya. 

Pada awal abad ke 20, separatis Uighur dan pendukungnya yaitu 'cyber-separatisme' yang merupakan diaspora Uighur menggunakan nama East Turkistan atau Turkistan Timur untuk seluruh wilayah Xinjiang. Bahkan mereka memiliki website bernama nationalawakening.org yang didalamnya dimuat berbagai informasi tentang sejarah Turkistan Timur, lagu kebangsaan, emblem nasional dan bendera negara. Artinya, etnis Uighur ini sengaja mau memisahkan diri dari China dan membentuk negara baru bernama Turkistan Timur. Nah, karena memiliki sejatah 6000 tahun sebagai etnis Turki yang tinggal di wilayah Turkistan Timur dan Asia Tengah, dan mereka menganut agama Islam, mereka ingin kembali kepada lingkungan geografis masa silam. Gerakan Uighur (baca DISINI) nggak jauh beda dengan keinginan Tibet dan Taiwan memerdekakan diri dari China. Bedanya, karena etnis Uighur ini beragama Islam, maka sebagian umat Islam di dunia memandangnya sebagai perang pemerintah China kepada umat Islam alih-alih urusan politik dalam negeri. Bukankah bangsa kita juga punya masalah yang sama terkait kehendak Papua Barat yang ingin memerdekakan diri dari Indonesia? 
Ini Daerah Otonomi Khusus Xinjiang, tapi dinyatakan sebagai Turkistan Timur oleh gerakan separatis Uighur.  

Masalah Uighur ini bukan perkara baru, melainkan telah terjadi sejak tahun 60 SM alias seumur dengan Jalur Sutra. Lagian Uighur bukan satu-satunya etnis di Xinjiang, sebab disana ada 56 etnis minoritas. Yang Muslim di China bukan hanya etnis Uighur, tapi juga etnis Hui yang hidupnya baik-baik aja karena memang nggak punya gerakan separatis yang mau memerdekakan diri dari China. Ingat Laksamana Cheng Ho yang kita kagumi karena pernah berlayar hingga ke Nusantara? Nah, Cheng Ho itu Muslim dari etnis Hui. Selain itu, para jago kungfu dari etnis Hui yang notebene Muslim juga bergabung dalam jago kungfu etnis Han dalam Pemberontakan Boxer awal abad ke 20 melawan pendudukan Jepang atas China, yang saat itu dalam fase peralihan dari kerajaan ke Republik. Karena Muslim etnis Hui bekerja sebagai warga negara China, maka mereka mendapatkan hak politik dan kebudayaan, sementara etnis Uighur enggak karena maunya mereka itu memisahkan diri dari China dan bikin Negara Islam Turkistan Timur. 

Uighur pernah melakukan kudeta kepada Pemerintah China dan memproklamasikan berdirinya Negara Islam Turkistan Timur pada November 1933 tapi hanya berusia 5 bulan aja karena pemberontakan tersebut berhasil ditumpas. Tapi, sampai sekarang mereka kekeuh ingin memerdekakan diri bahkan menggalang kekuatan diaspora Uighur, Al-Qaeda dan ISIS (saat masih berjaya). Mau tahu alasan Uighur kekeuh mau memerdekakan diri? Karena dibawah tanah provinsi Xinjiang itu terdapat cadangan gas alam terbesar yang pernah dimiliki China. Kalau Uighur merdeka ya China rugi besar dan Turki menang besar karena mereka masih satu etnis. Amerika sebagai sekutu Uighur dan musuh China akan menang besar. Jelas lah China nggak mau melepaskan wilayahnya. 

Nah, kita orang Indonesia dalam rangka melihat Uighur ini mungkin bisa mengenang kembali lepasnya provinsi Timur-Timur (kini negara Timor Leste), padahal masih ada sebagian warganya yang pro NKRI. Begitu juga dengan Uighur, yang nggak semua mau merdeka melainkan masih suka cita menjadi bagian dari China. Jadi, sebagai orang Indonesia yang punya sejarah lepasnya Timor-Timur dan kehendak Papua Barat melepaskan diri, marilah kita berpikir secara terbuka soal Uighur. Nggak serta merta kesamaan agama dengan mereka membuat kita harus mendukung separatisme, bukan? Trus, siapapun pembaca tulisan ini yang pernah menyumbangkan uangnya atas nama menolong Muslim Uighur, jangan-jangan kalian ditipu dan uang tersebut digunakan oleh separatis Uighur demi mendukung gerakan Turkistan Timur. Alat ukurnya sederhana aja: jika uang itu benar untuk orang Uighur di Kamp Konsentrasi dalam bentuk uang tunai atau barang, gimana cara memasukkan bantuan tersebut ke sana tanpa melalui screening pemerintah China yang super ketat?  

Bagaimana, sudah bisa punya sudut pandang berbeda tentang Uighur? Mari kembali bahas virus corona. 

MARI MENGENAL APA ITU VIRUS CORONA
Virus corona merupakan keluarga virus suka bikin sakit hewan mamalia dan burung-burung. Virus corona pertama kali ditemukan pada era 1960an. Yang ditemukan pertama kali adalah virus bronkitis infeksi pada ayam dan dua virus dari rongga hidung pasien manusia dengan flu sehingga dinamakan 'human coronavirus 229E' dan 'human coronavirus OC43' yang kemudian membawa para pakar mengindentifikasi jenis lain seperti SARS-CoV in 2003, HCoV NL63 in 2004, HKU1 in 2005, MERS-CoV in 2012, dan SARS-CoV-2 (yang kita kenal 2019-nCoV atau COFID-19) pada akhir 2019 di Wuhan, China. Virus ini dinamai 'corona' dari bahasa Latin karena memiliki bentuk seperti lingkaran cahaya sebagai mahkota yang mengitari bintang-bintang seperti matahari, dan tentu saja ini mengingatkan kita pada saat gerhana matahari. 

Mari kita telusuri lagi. Mengacu pada jurnal ilmiah berjudul "A Case for the Ancient Origin of Coronaviruses" yang diterbitkan di Journal of Virology, American Society for Microbiology bernomor J Virol. 2013 Jun; 87(12): 7039–7045. doi: 10.1128/JVI.03273-12 menyebutkan bahwa virus corona bisa ditelusuri hingga tahun 8000 SM. Penemuan tentang virus corona memang lebih banyak dalam tubuh hewan seperti burung dan kelelawar, hewan berdarah panas yang merupakan inang yang cocok bagi kehidupan virus corona, yang kemudian pada akhir abad ke 18 ditemukan pada kuda dan pada 1950an ditemukan pada anjing. The Most Recent Common Ancestor (MRCA) alias nenek moyang terbaru virus corona dalam tubuh manusia yang disebut 'human coronavirus OC43' telah ada sejak 1950an. Para ilmuwan terus melakukan penelitian terkait evolusi dan penyebaran virus corona ini, termasuk menyimpulkan bahwa nenek moyang SARS-CoV-2 yang menyebabkan penyakit COFID-19 ini sudah sama-sama hidup dengan kelelawar pada waktu yang lama. Para ilmuwan juga menyatakan bahwa kemungkinan besar virus ini ditularkan dari kelelawar kepada musang lalu kepada manusia. 

SARS-CoV-2 artinya Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus merupakan virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) alias sindrom pernapasan akut. Kenapa ada angka 2 dibelakangnya? Karena wabah SARS pertama kali terjadi tahun 2003 dan wabah yang sekarang merupakan yang kedua kali yang diakibatkan oleh virus yang sama yang menyebabkan sakit yang sama kepada pasien terjangkit. Kabarnya, sebelum virus SARS-CoV-2 menjangkiti banyak orang di Wuhan pada akhir Desember 2019, dokter bernama Li Wenliang seorang ophthalmologist di Wuhan Central Hospital telah mengingatkan rekan-rekan dokternya dalam grup chat para dokter bahwa nampaknya SARS telah teridentifikasi kembali menjangkiti manusia. Ia mengingatkan rekan-rekan dokternya agar menggunakan pakaian pelindung khusus sebagai pencegahan, agar nggak terjadi lagi wabah seperti tahun 2003. Tapi, dia malah mendapatkan peringatan untuk tidak menyebarkan informasi palsu yang dapat mengganggu ketertiban sosial. Ia dan sejumlah rekan dokternya bahkan pernah diinterogasi kepolisian karena dianggap memenybarkan hoaks. Pada 10 Januari 2020 dokter Li mulai batuk-batuk dan 30 Januari resmi didiagnoas terjangkit SARS-CoV-2. Pada 7 Februari 2020, dokter Li meninggal dunia. 
Sejarah wabah akibat virus corona sejak akhir 2002. 
Gambar terbaru virus corona (kuning) diantara sel manusia (pink, ungu dan biru) berbasis scanning electron microscope yang diambil oleh the Rocky Mountain Laboratories (RML) di National Institute of Allergy and Infectious Disease, Maryland, Amerika.  

'Human coronavirus' dipercaya sebagai penyebab utama masalah semua jenis batuk dan pilek pada anak-anak dan orang dewasa. Virus corona menyebabkan pilek dengan tanda-tanda utama seperti demam dan sakit tenggorokan akibat pembengkakan kelenjar gondok terutama di musim dingin dan awal musim semi. Virus corona juga dapat menyebabkan pneumonia  (baik oleh virus langsung atau disebabkan oleh bakteri sekunder) dan dapat menyebabkan bronkitis (baik oleh virus langsung maupun oleh bakteri sekunder). Nah, SARS-CoV menyebabkan sindrom pernapasan akut yang parah, dan memiliki patogenesis yang unik karena menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas dan bawah. Sedihnya, sampai saat ini belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan virus corona pada manusia. Studi tentang 'human coronavirus' ini telah ada sejak 2003 dan sampai saat ini ada 7 jenis 'human coronavirus', yaitu: 

  • Human coronavirus 229E (HCoV-229E)
  • Human coronavirus OC43 (HCoV-OC43)
  • Severe acute respiratory syndrome coronavirus (SARS-CoV)
  • Human coronavirus NL63 (HCoV-NL63, New Haven coronavirus)
  • Human coronavirus HKU1
  • Middle East respiratory syndrome-related coronavirus (MERS-CoV), previously known as novel coronavirus 2012 and HCoV-EMC
  • Severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2), previously known as 2019-nCoV or "novel coronavirus 2019"
  • The coronaviruses HCoV-229E, -NL63, -OC43, and -HKU1 continually circulate in the human population and cause respiratory infections in adults and children world-wide

Virus corona ini sudah menyebabkan wabah dalam dunia manusia sejak 2003 yaitu SARS-CoV dimulai di Guangdong, China; kemudian pada 2012 MERS-CoV dimulai dari Arab Saudi (penularan dari unta pada manusia); pada 2015 MERS-CoV dimulai di Korea Selatan; pada 2018 MERS-CoV dimulai di Saudi Arabia; dan tahun 2019-2020 SARS-CoV-2 (alias COFID-19) dimulai di China yang kabarnya ditularkan dari hewan pada manusia di pasar kota Wuhan (tapi kebenarannya masih diteliti oleh para ilmuwan). 'Human coronavirus' SARS-CoV-2 yang muncul di China ini memiliki tingkat fatalitas berbeda-beda untuk setiap usia. Fatalitas orang berusia 40an tahun sebesar 0,4%, orang berusia 50an tahun sebesar 1,3%, orang brusia 60an tahun sebesar 3,5% dan orang berusia 70an tahun sebesar 8%. Hal ini diperparah jika ternyata pasien memiliki masalah kardiovaskuler seperti oenyakit jantung, sistem pernapasan, diabetes dan tekanan darah tinggi. Oh ya, data juga menunjukkan bahwa lelaki berkemungkinan 2,8% terjangkit virus corona dibandingkan perempuan yang sebesar 1,5% saja. 
Informasi awal tentang virus corona di China. 

Wabah virus corona ini membuat pemerintah China mengisolasi provinsi Hubei dengan populasi 57 juta jiwa, yang bermakna aktivitas sosial dan ekonomi mandeg seketika. Isolasi ini juga diikuti dengan perintah lain, bahwa dalam setiap keluarga hanya 1 orang saja yang diizinkan ke luar rumah untuk kepentingan seperti membeli bahan makanan, itu pun keluar rumah hanya boleh sekali saja per 2 hari. Setiap orang yang ke luar rumah harus menggunakan masker dan tubuhnya disemprot disinfektan jika memasuki sebuah restoran atau apotek, trus juga dicek suhu tubuhnya dengan alat pengukur suhu tubuh. Setiap waktu secara berkala, petugas kesehatan mendatangi rumah-rumah warga untuk mengecek suhu tubuh mereka dan menyemprotkan disinfektan ke seluruh penjuru rumah. Jika ada warga yang keluar rumah tanpa menggunakan masker, maka polisi akan mengejarnya. Pihak berwenang juga menerapkan jam malam dan berjaga di gerbang perumahan untuk mengecak suhu tubuh warga dan menyemprotkan disinfektan. Pokoknya, semua orang dan tempat dibikin steril dari virus. 

SEBARAN MANUSIA TERJANGKIT VIRUS CORONA
Sebuah artikel berjudul "Coronavirus mapped: the latest figures as the outbreak spread" di Financial Times yang ditulis oleh Steve Bernard dan Cale Tilford pada 28 Februari 2020 ini menunjukkan bahwa virus corona telah menyebar ke 55 negara dan 1 kapal pesiar bernama Diamond Princess. Artikal ini juga memuat sejumlah data yang diantaranya bersumber pada Johns Hopkins University Center for System Science Engineering bahwa per 28 Februari 2020 pukul 07.13 GMT virus corona telah menjangkiti sebanyak 83,391 orang dan membunuh 2.858 orang. Data ini berasal dari kombinasi data yang dimiliki oleh the World Health Organization (WHO), the US Centers for Disease Control and Prevention, the European Centre for Disease Prevention and Control, the Chinese Center for Disease Control and Prevention; juga berasal dari Chinese medical community website DXY, yang mendapatkan laporan langsung dari the Chinese National Health Commission.
Sebaran virus corona per 28 Februari 2020

Nah, meskipun data diatas terasa meyakinkan bahwa para ilmuwan dan rumah sakit telah memiliki data sehingga pasien terjangkit bisa segera menjalani karantina dan pengobatan, faktanya ilmuwan mengaku tidak tahu angka pasti berapa jumlah manusia yang terjangkit virus ini. Para ilmuwan juga belum mengetahui seberapa mudah virus ini menyebar, sebab berdasarkan hasil tinjauan sementara bahwa 1 orang terjangkit virus corona ini dapat menularkan kepada minimal 2 orang lainnya, bahkan bisa lebih. Penggunaan masker bagi masyarakat umum dan penderita, penggunaan masker dan pakaian khusus bagi petugas medis, karantina dan perpanjangan masa libura merupakan upaya 'memperlambat' penyebaran virus dari orang per orang. 

Namun, hal ini tidak bisa dipastikan sebagai cara yang efektif sebab para ilmuwan belum mengetahui bagaimana virus corona telah memasuki tubuh manusia sebelum si manusia menunjukkan gejala terjangkit si virus. Apakah screening suhu tubuh bisa menjadi semacam cara untuk mengontrol persebaran virus korona dalam tubuh manusia? Terakhir, seberapa parah dampak virus ini pada kehidupan manusia, sebab kini seantero China sudah terjangkit virus ini hanya dalam kurun waktu 2 bulan (Januari-Februari 2020). Keadaan virus ini seakan-akan seperti fenomena gunung es, di mana manusia hanya mengetahui dan menangani sedikit saja dari pasien yang terjangkit, sementara bisa jadi si virus bekerja lebih keras dan massive dalam menghabisi manusia tanpa ketahuan si manusia. 
Sebaran virus corona per 28 Februari 2020

Virus corona ini menyebar dengan cepat ke berbagai negara di dunia, yang paling parah saat ini adalah Korea Selatan, Italia dan Iran.  Data dari WHO menunjukkan bahwa diluar China, virus ini telah menjangkiti sekitar 4.300 orang di 50 negara dan 1 kapal pesiar Diamond Princess (menjangkiti 700 orang). Lalu, karena virus corona mulai menjangkiti warga di wilayah Timur Tengah terutama Iran, pemerintah Arab Saudi mulai memberlakukan larangan kepada calon jamaah umrah untuk memasuki negara itu. Arab Saudi mengambil keputusan ini tentu bukan asal-asalan, sebab sebagai tuan rumah bagi tamu Allah dari seluruh dunia, Arab Saudi pernah mengalami sejumlah perkara terkait wabah seperti wabah kolera pada 1821 yang mengakibatkan 20.000 jamaah meninggal dunia; disusul wabah kolera lainnya pada 1865 yang menyebabkan kematian 15.000 jamaah. Pada 2012, Saudi Arabia juga pernah menjadi tuan rumah bagi virus MERS-CoV yang menyebabkan lebih dari 400 nyawa melayang. Menanggapi SARS-CoV-2 ini pemerintah Arab Saudi bahkan memperlakukan peninjauan ketat kepada warga negaranya yang akan kembali masuk ke Arab Saudi dengan terlebih dahulu mengecek negara-negara mana saja yang pernah mereka kunjungi sebelum kembali ke Arab Saudi. Bahkan, Arab Saudi tidak akan memberikan visa turis bagi warga dari negara-negara yang telah terjangkit virus corona. 

DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL VIRUS CORONA
Yanqiu Rachel Zhou, seorang Professor di bidang Social Science di McMaster University, Kanada dalam artikelnya yang berjudul "Wuhan, the coronavirus and the world: Thinking beyond isolation" yang dipublikasikan di situs theconversion.com menyatakan bahwa dunia sebaiknya melihat wabah ini dalam sejumlah aspek. Pertama, aspek kesementaraan. Bahwa wabah ini tidak hanya berkaitan dengan isu kesehatan publik, melainkan juga kehati-hatian dalam mengambil keputusan politik. Bagi pemerintah China, wabah virus corona merupakan tes yang sangat besar setelah stres menghadapi perang dagang dengan Amerika Serikat dan masalah dengan Taiwan. Wabah ini selain membuat pemerintah China harus bekerja keras di sektor kesehatan, juga harus mengambil keputusan yang merugikan secara ekonomi seperti menutup sementara sejumlah rute kereta dan penerbangan; mengisolasi sejumlah wilayah dengan kepadatan penduduk yang tinggi yang berdampak pada terhentinya aktivitas ekonomi secara massal; dan tentu saja China terpaksa menerima konsekuensi travel warning dari sejumlah negara. Semua ini memang bersifat temporer, tapi kita paham lah dampaknya yang luar biasa pada perputaran ekonomi dunia, terlebih China merupakan pasar yang besar. 
Sampai segininya orang-orang si Shanghai karena virus corona. Sumber: REUTERS/Aly Song dari weforum.org

Kedua, aspek geospasial. Wuhan merupakan kota industri berpenduduk 11 juta jiwa dan merupakan kota terbesar ke 7 di China. Wuhan juga berstatus sebagai 'beta city' dalam kontek konektivitas dalam peradaban global yang super sibuk ini. Sebagai kota industri dengan pekerja migran yang besar, juga karena sebagai lokasi transit berbagai jenis moda transportasi menjadikan penyebaran virus dari orang ke orang berjalan dengan cepat. Mobilitas yang tinggi inilah disinyalir menyebabkan viru corona menyebar dengan gila-gilaan, sehingga sangat wajar jika pemerintah memutuskan untuk mengisolasi Wuhan dan memberhentikan sementara transportasi dari dan ke Wuhan. Yang harus diakagumi adalah cepatnya pemerintah China mengambil keputusan top-down dan bahwa China memiliki kapasitas luar biasa dalam menggerakkan resource yang dimiliki untuk membuat warganya mengerti bahwa mereka harus mengikuti aturan pemerintah untuk menangani wabah ini. 

Ketiga, aspek sosial. Bayangkan saja warga Wuhan yang sibuk tiba-tiba harus dikarantina di rumah sakit yang kelebihan pasien akibat virus corona, sementara sisanya diwajibkan tinggal di rumah dan tidak melakukan apapun kecuali rebahan, dan main HP agar terhubung kepada dunia. Kota yang biasanya sibuk berubah seakan menjadi kota mati dan seluruh aktivitas ekonomi mandeg. Warga yang punya tabungan cukup mungkin asyik-asyik aja tinggal di rumah selama 2 bulan dan mereka hanya perlu memesan kepada sejumlah restoran untuk memenuhi kebutuhan makan minum. Bayangkan saja warga yang ekonominya pas-pasan, bagaimana mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari sementara tidak bekerja? Warga Wuhan juga sebenarnya sedih karena larangan bepergian ke seluruh dunia membuat seakan dunia menolak mereka dan mereka terpaksa menerima isolasi demi keselamatan dunia dari virus corona. Ya, melihat mereka dari sudut pandang tempat kita saat ini berada sungguh menyedihkan, bahwa globalisasi yang membebaskan manusia bepergian ke mana saja, sementara nggak berlaku bagi warga Wuhan karena mereka harus berkontribusi menyelamatkan dunia dengan menjalani isolasi. 

Tapi benarkan isolasi super ketat ini menolong? Ternyata tidak juga jika dipandang dari kepentingan yang lain. Isolasi dan ketiadaan transportasi umum menyulitkan warga melakukan hal lain. Misalnya, mereka yang memiliki penyakit lain nggak bisa ke rumah sakit atau pergi ke kota lain untuk mendapatkan pengobatan. Warga juga jadi susah keluar rumah untuk membeli obat untuk anggota keluarga yang sakit bukan karena virus corona. Perempuan hamil dan punya bayi juga susah mengakses layanan kesehatan karena semua fokus pada virus corona. 
Kondisi jungkir balik pasar saham Asia gara-gara virus corona

Wabah virus corona tidak hanya mengubah aktivitas manusia secara tiba-tiba, melainkan juga aktivitas produksi. Akibatnya banyak kegiatan ekonomo terhenti, pasar saham anjlok dan yeah sebagian pihak mewanti-wanti agar tidak terjadi tragedi ekonomi dunia secara massal. Wabah ini dengan telah melakukan disrupsi atas supply-chain, seketika membekukan aktivitas konsumsi, ditutupnya pabrik-pabrik, dan berhentinya banyak sekali kegiatan transportasi. Sejumlah pihak mengatakan jika belajar dari wabah SARS dan MERS sebelumnya, maka masalah ekonomi akibat virus corona SARS-CoV-2 ini akan membutuhkan waktu lama untuk recovery. Apakah dunia akan mengalami economic failure? 

TINDAKAN SEJUMLAH NEGARA DALAM MENGAMANKAN DIRI
Per 27 Februari 2020, sejumlah negara di kawasan Asia Timur mengambil berbagai keputusan penting terkait virus corona. Korea Utara memutuskan meliburan sekolah-sekolah dan taman kanak-kanak, khususnya di sejumlah wilayah yang berbatasangan dengan China dan Korea Selatan, dan ingatkah kita bahwa pihak berwenang Korea Utara pernah menembak mati seorang pasion terjangkit virus corona yang berjalan-jalan di area publik dan meninggalkan tempat karantina. Korea Selatan dan Amerika Serikat menghentikan rencana latihan militer bersama karena virus corona kini menghantam Korsel. 

Jepang pertama-tama bertanggung jawab penuh melakukan karantina para penumpang di kapal pesiar Diamond Princess yang positif terjangkit virus corona sebanyak 700 orang.  Perusahaan di Jepang, seperti Panasonic memberlakukan 'kerja dari rumah' bagi karyawannya untuk menghindari dampak virus corona yang sudah masuk ke Jepang, dan membatalkan seluruh kegiatan publik yang berbentuk kerumunan. Kemudian per 28 Januari 2020, Pemerintah Jepang memutuskan meliburkan seluruh sekolah mulai dari taman kanak-kanak hingga SMA sampai awal musim semi di awal April 2020. Bahkan, dalam menindaklanjuti seorang warga asing yang terjangkit virus corona, pihak berwenang di tiap prefecture di Jepang membuka hotline layanan terkait virus corona dalam lebih dari 18 bahasa asing selama 24 jam penuh setiap harinya. 
Sejumlah kondisi teranyar di wilayah Asia terkait virus corona

Di kawasan Asia Barat, Selatan dan Timur Tengah nih, India sudah melakukan evakuasi pada 119 warganya yang negatif terjangkit virus corona dari kapal pesiar Diamond Prinncess. Arab Saudi mulai memberlakukan larangan masuk ke negaranya baik untuk tujuan keagamaan (umrah) dan wisata. Terutama karena Arab Saudi berbatasan dengan sejumlah negara yang berbatasan dengan Iran yang saat ini mengalami kenaikan angka yang terjangkit virus corona. Di negara-negara teluk, baru Iran yang dilaporkan mengalami peningkatan jumlah warga yang terjangkit virus corona dan sampai saat ini sudah ada kasus 210 orang meninggal dunia. Angka yang tinggi membuat Iran semakin berhati-hati. 

Di Eropa, kasus virus corona di Italia misalnya ternyata sudah ada seminggu disana sebelum terdeteksi petugas kesehatan dan ini dianggap sebagai langkah yang lambat dalam mengetehui penyebarannya di seantero Eropa. Dalam website Kementerian Kesehatan (cek DISINI dan DISINI), Italia mengumumkan bahwa per 28 Februari 2020 ada sebanyak 1049 positif terjangkit, 50 sembuh, dan 29 orang meninggal dunia. Kasus di Italia ini membuat sejumlah negara Eropa seperti Swedia, Finlandia, Perancis, Jerman, Georgia, Yunani, Belanda dan negara lainnya melakukan pemerikasaan intensif terutama terhadap mereka yang baru tiba di bandara atau stasiun kereta api. 

STATUS INDONESIA BAGAIMANA? APAKAH AMAN? 
Kalau melihat dari laporan berbagai lembaga sih, belum ada laporan tentang orang Indonesia yang tinggal di Indonesia terjangkiti virus corona. Meski demikian, kita nggak boleh bersikap tenang-tenang saja karena kita nggak tahu keadaan pastinya bagaimana. WHO bahkan mengingatkan kepada negara-negara yang warganya belum terjangkiti virus corona untuk nggak anteng-anteng saja, melainkan bersiap sedia seoptimal mungkin. Bukan nggak mungkin virus ini akan menyerang Indonesia. Sebab berdasarkan data sebaran virus corona ke berbagai negara, para ilmuwan menganggap bahwa nggak mungkin virus ini nggak sampai ke Indonesia mengingat Indonesia merupakan salah satu destinasi wisata penduduk China. Mereka beranggapan, bahwa virus corona bisa jadi sudah sampai ke Indonesia tapi nggak terdeteksi. 
Para ahli bingung aja kok nggak ada kasus akibat virus corona di Indonesia

Para pakar merasa heran mengapa kok nggak ada kasus virus corona di Indonesia, sebab Indonesia punya kontak yang sangat dekat dengan turis dari China. Merasa kemampuan mendeteksi virus corona diragukan, Pemerintah Indonesia sempat tersinggung atas pernyataan sejumlah pakar. Sebagai warga negara aku nggak tahu harus optimis atau malah takut bahwa sebenarnya virus corona sudah masuk ke Indonesia cuma yang sakit diem-diem bae alias nggak mendapatkan perawatan di rumah sakit. Kita nggak pernah tahu fakta yang sesungguhnya. Saat ini aku dan kita hanya bisa berhati-hati, dan terus berusaha mengikuti perkembangan wabah ini dan mungkin mengurangi kegiatan di luar yang berifat kerumunan. Jika pembaca ingin mengikuti perkembangan dan informasi lain tentang virus corona secara real time dari seluruh dunia, bisa berkunjung ke situs-situs berikut ini untuk menghindari terpapar berita hoaks akibat kurang membaca: 

10. WHO - Coronavirus disease 2019

Terkhusus di Indonesia, saat tulisan ini dibuat situs Kementerian Kesehatan nggak bisa diakses. Aku hanya menemukan dua nomor hotline dari Twitter kementerian Kesehatan yang mungkin akan membantu kita mendapatkan update tentang virus corona di Indonesia, apapun kondisi sebenarnya. Silakan kontak nomor dalam gambar di bawah ini jika membutuhkan bantuan pengetahuan tentang virus corona dari pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 
Silakan kontak nomor diatas jika diperlukan

----------------------------------------------------
PESAN CINTA KEPADA HATERS 
Aku membuat tulisan ini sebagai caraku mencari tahu, ditengah simpang siurnya berita tentang virus corona. Terlebih ada ulama yang membuat pernyataan cocokologi yang membingungkan ummat. Ulama bukan Nabi dan Rasul yang mendapat wahyu langusng dari Allah sebelum membuat pernyataan, sehingga kata-kata ulama bukan kebenaran mutlak yang harus aku ikuti. Terlebih jika sang ulama seenaknya membuat pernyataan yang bahkan untuk kasus sebesar wabah corona ini tidak berdasarkan hasil kesepakatan ulama dunia. Dalam membuat tulisan ini, aku membaca banyak sekali sumber, termasuk sumber-sumber yang berkaitan dengan virus corona sendiri. Tulisan ini juga tidak kubuat dalam rangka melawan atau menghina ulama yang mengatakan bahwa virus corona merupakan tentara Allah. Sebab, jika sang ulama menggunakan Allah untuk tujuannya sendiri, maka itu urusannya dengan Allah. 

Tulisan in adalah urusanku dengan diriku sendiri dalam mencari tahu tentang virus corona tanpa menghakimi Allah. Aku tidak suka pada ulama yang menggunakan nama Tuhan untuk membodohi ummat.  Bagaimana caraku menulis dengan berbasis banyak sumber? Gini, menulis dengan berbasis banyak sumber itu memiliki keuntungan tersendiri, termasuk bahwa aku menuliskan sesuatu bukan berdasarkan isi pikiranku semata, melainkan tulisanku bisa dikonfirmasi ke sumber-sumber yang aku gunakan sebagai bahan bacaan. Biasanya sebelum menulis, aku menentukan judul tulisan. Nah, judul tulisan ini akan menjadi semacam batasan agar sumber-sumber yang kugunakan nggak ngacak kemana-mana. Setelah menentukan judul, aku akan berselancar di internet, mencari bahan-bahan bacaan baik artikel, wawancara, jurnal ilmiah, buku, hingga video. Setelah dapat semua dan aku taruh alamat setiap bahan bacaan di bagian akhir tulisan, maka aku mulai masuk ke setiap bahan bacaan dan membacanya satu persatu, lalu mulai menulis. 

Sebenarnya, ini teknik yang digunakan para mahasiswa dan akademisi dalam membuat makalah atau jurnal ilmiah, dan aku biasa melakukannya saat masih kuliah dan beberapa kali melakukan riset. Namun, karena aku memutuskan tidak menjadi akademisi, maka aku membawa teknik ini ke dalam tulisan-tulisan di blog ini. Tujuannya sederhana: agar pembaca bisa melakukan konfirmasi dan re-check langsung ke bahan bacaan yang kugunakan untuk memastikan bahwa tulisanku bukan hoaks. Karena aku sangat tidak ingin memproduksi tulisan yang membodohi pembacaku sendiri. Tulisan ini tidak dibuat untuk membenci ulama manapun secara personal yang berkata tidak semestinya tentang virus ini. Aku hanya berusaha untuk tidak mengikuti kata-kata ulama yang melakukan pembodohan kepada publik, sebab kata-kata seorang ulama yang berisi pembodohan sangat berbahaya. 

Mari gunakan akal dan hati nurani dalam beragama. Janganlah seseorang dengan pemahaman agama tertentu dan popularitas tinggi menggunakan pemahamannya untuk membodohi masyarakat. Agama tidak diturunkan Sang Pencipta untuk melakukan pembodohan dan menyebarkan ujaran kebencian.  Bagaimana, setelah mendapat informasi tentang virus corona masih mau bilang ini hukuman Allah buat China gara-gara menindak separatis Uighur yang beragama Islam? Virus ini satu keluarga dengan MERS yang pernah meledak di Saudi Arabia lho. Mari menjadi manusia yang cerdas dan berpikiran terbuka, dan nggak menjadikan kebencian atas suatu kaum/bangsa membuat kita seenaknya menggunakan nama Tuhan sebagai unjuk kebodohan.

Di Wuhan banyak lho warganya yang Muslim. Pada tahun 1938 bahkan dibentuk organisais bernama The Chinese Muslim Association di Wuhan atas sponsor Kuomintang atas Partai Nasionalis China. Pada tahun 1939 namanya berubah menjadi Muslim Association dan berubah lagi menjadi Chinese Muslim Association pada 1942. Pada tahun 1951 bertepatan dengan berakhirnya perang sipil di China, asosiasi ini pindah ke Taiwan dan mulai membangun dirinya kembali sejak 1958 sampai saat ini. Informasi mengenai organisasi ini bisa dilihat di website cmaicrooc.org.tw dan berbahasa Mandarin (jadinya aku nggak bisa baca-baca deh). Secara keseluruhan jumlah Muslim di China ada 25 juta orang. Ada 5 provinsi dengan penduduk Muslim terbesar yaitu Xinjiang, Gansu, Qinghai, dan Yunnan. Secara etnisitas, etnis Hui merupakan penduduk Muslim terbanyak yaitu 48%, disusul oleh Uighur (41%), Kazakh (6,1%), Donxiang (2,5%), dan sisanya adalah etnis Kyrgyz, Uzbeks, Salar, Tajik, Bonan and Tatar. Selain itu, di Wuhan ada 4 masjid lho yang menjadi fasilitas Muslim lokal, pekerja migran dan mahasiswa internasional untuk beribadah. Nah, kalau ada 4 Masjid berarti jumlah Muslim di kota Wuhan lumayan banyak ya meski nggak tahu berapa jumlah pastinya. 

Di akhir sesi tulisan ini, sengaja aku sertakan sejumlah video tentang kehidupan Muslim di Wuhan, yang dibuat oleh WNI yang kuliah di Wuhan University of Technology selama 3 tahun. Selama belajar dan tinggal di Wuhan, Hanif akrab dengan kehidupan sehari-hari dengan warganya, termasuk melakukan penelurusan kampung Muslim di Wuhan dan terlibat langsung dengan suasana pasar tradisional di Wuhan. Video-video ini sengaja aku hadirkan dalam upaya membantu kita memahami bahwa pandangan mengenai virus corona sebagai tentara Allah untuk menghukum China, ternyata bisa jadi juga menimpa kaum Muslim di Wuhan. Wabah virus corona tentu saja ikut berpengaruh pada kehidupan komunitas Muslim di Wuhan, bukan? Jadi, mari berhati-hati dalam membuat pernyataan tentang apapun, sebab umat Islam itu ada di mana-mana di dunia ini, bahkan di negara berhaluan Komunis seperti China sekalipun. Secara khusus kuucapkan terima kasih kepada Hanif telah membuat video ini sebelum virus corona merebak, sehingga kita bisa mendapatkan sedikit gambaran tentang kota Wuhan dan komunitas Muslim di sana, agar setidaknya kita mampu menahan diri dari berprasangka buruk kepada suatu kaum di mana umat Islam hidup, bekerja, berketurunan, belajar dan menjalankan agamanya.

Sebagai Muslim, atau dari agama apapun please jangan julid dan seenak udelnya mengatakan wabah ini sebagai hukuman Tuhan. Sebab, jika wabah ini hukuman Tuhan, maka Arab Saudi akan menjadi tempat pengungsian seluruh umat Islam, tapi nyatanya Arab Saudi justru menghentikan sementara layanan umrah karena khawatir persebaran virus corona semakin parah di negaranya setelah sejumlah orang positif terjangkit dan meninggal dunia. Berpuluh tahun lamanya fakta menyajikan bahwa Arab Saudi dengan kota suci Mekkah dan Madinah nggak kebal dari wabah, bukan? Wabah virus corona ini merupakan test alam atas dunia manusia, dan marilah bicara soal kemanusiaan saja agar kita semua saling menguatkan satu sama lain. Virus ini toh telah menjangkiti puluhan ribu orang nggak peduli etnis, tingkat pendidikan, bahkan agama. Kepada Allah kita berdoa agar diberi petunjuk, kekuatan dan kemampuan menghadapi wabah yang telah merangsek ke 50 negara ini. Berdoa memang penting, namun jangan lupakan agar kita mendorong pemerintah mengambil langkah tegas soal kesiap siagaan tim medis dan akses layanan kesehatan bagi seluruh warga negara Indonesia menghadapi wabah ini. Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah mungkin membuat video seperti disamping ini, di mana dua orang dokter membicarakan apa yang mitos dan fakta tentang virus corona sebagai bentuk edukasi kepada publik dari kemungkinan mengonsumsi berita dan informasi hoaks tentang wabah ini. 

Pada April 2015, Bill Gates berbicara dalam forum TED tentang "The Next Outbreak" dan ia memperkirakan virus yang akan menyerang bumi adalah influenza virus. Bill Gates menaiki panggung dengan membawa sebuah wadah bernama 'Survival Supplies' yang ia dorong sebagaimana kalau kita membawa sebuah koper besar. Bill Gates mengatakan bahwa saat ia masih kecil, ia takut dengan perang nuklir sehingga keluarganya memang membangun bunker di kediaman mereka lengkap dengan supply yang terdiri dari bahan makanan, minuman dan obat-obatan dalam satu paket untuk setiap orang. Tapi, dunia saat ini nggak akan ditakutkan oleh perang nuklir, melainkan berbasis virus yang bahkan bisa membunuh lebih dari 10 juta orang.  Bill Gates bicara tentang ini karena negara-negara di dunia berinvestasi gila-gilaan dalam bidang nuklir dan militer, tapi sangat sedikit investasi dalam menghadapi bencana wabah akibat virus. Ini membawa ingatan kita pada wabah Ebola di Barat Afrika yang menewaskan lebih dari 10.000 orang dalam waktu kurang dari 500 hari. 

Bill Gates bilang bahwa kasus Ebola dan wabah lain menunjukkan bahwa negara-negara di dunia nggak punya sistem yang ajeg dalam menghadapi krisis akibat wabah. Saat wabah terjadi, dibutuhkan ribuan tenaga kesehatan, dengan fasilitas kesehatan yang lengkap, termasuk pengambilan keputusan yang cepat dan tepat oleh pihak berwenang. Di masa modern sebagai dampak globalisasi, virus gampang menyebar karena mobilitas manusia yang tinggi. Virus menyebar melalui udara, dan kasus yang akan terjadi di masa depan (saat ini maksudnya) bisa mengulang apa yang terjadi dengan wabah flu pada 1918 Spanish Flu/Swine Flu yang menewaskan lebih dari 33 juta orang dalam kurun waktu 263 hari, dan korban keseluruhan hingga 1919 mencapai antara 50-100 juta orang, termasuk perempuan hamil sehingga angka kelahiran bayi menurun hingga 20%. 

Lalu, Bill Gates bilang bahwa yang perlu diperbiki manusia adalah sistem yang komprehensif dalam merespon wabah terutama kita sudah ada di zaman digital yang semua informasi dan laporan bisa berbentuk online, serta manfaat dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di dunia kedokteran. Kini kita menjadi paham bahwa wabah akibat virus yang menular melalui udara bisa menghabisi populasi manusia melebihi berbagai korban akibat seluruh perang yang pernah terjadi dalam sejarah manusia. Karenanya, pemerintahdi  setiap negara harus memastikan sebuah sistem yang komprehensif, akurat dan cepat dalam menghadapi perang yang dilancarkan makhluk mikroorganisme super kecil ini kepada manusia. Jika saat ini kita mengikuti perkembangan dampak virus corona di Wuhan dan bagaimana pemerintah setempat melakukan penanganan, kita jujur mampu melihat gambaran apa itu yang disebut pelayanan komprehensif, cepat dan entahlah kalau disebut tepat apa enggak, sebab belum ada vaksin (antivirus) untuk menangani penyakit ini.

Trus, lockdown the city of Wuhan bisa kita pandang sebagai cara yang efektif dalam menekan angka penularan virus ini. Tapi, di sisi lain gimana dengan masalah supply makanan, minuman, gas, obat-obatan kepada warga yang terkurung di rumah; dan belum termasuk kalau ada ibu mau melahirkan, bayi-balita yang sakit atau orang sekarat karena sakit selain karena virus corona. Belum lagi termasuk para pekerja migran yang saat kota ditutup (diisolasi) belum sempat pulang ke rumahnya trus ditampung di shelter. Apakah tinggal di shelter aman dan semua kebutuhan makan, minum, air, pakaian, obat-obatan tercukupi? Well, gambaran di China dan seluruh dunia dalam menangani kasus ini mungkin bisa menjadi semacam pelajaran penting bagi pemerintah dan petugas layanan kesehatan di Indonesia terkait sistem dalam menangani wabah. Kalau misalnya Jakarta diisolasi seperti Wuhan, apa yang akan terjadi pada Indonesia secara keseluruhan? 

WARNING: Laporan internasional terbaru menyatakan bahwa virus corona sudah menyebar ke seluruh benua kecuali Antartika. So, mari bersama-sama stop talking about stupid things tentang wabah ini. Pikirkan jika ia merangsek memasuki Indonesia. Apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi diri dan keluarga? Dalam langkah pencegahan, bisakah kita meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk mulai membersihkan wilayah-wilayah padat, seperti pasar, transportasi umum, terminal, bandara, stasiun kereta api dengan menyemprotkan disinfektan? Diantara semua negara yang sibuk mengamankan diri, kayaknya hanya Indonesia yang tenang-tenang aja. 

Bumi Manusia, 28 Februari 2020

Bahan bacaan berbahasa Inggris: 
https://www.who.int/health-topics/coronavirus
https://www.who.int/news-room/q-a-detail/q-a-coronaviruses
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public
https://en.wikipedia.org/wiki/2019%E2%80%9320_coronavirus_outbreak
https://en.wikipedia.org/wiki/Template:2019%E2%80%9320_coronavirus_outbreak_data/China_medical_cases_chart
https://en.wikipedia.org/wiki/Severe_acute_respiratory_syndrome_coronavirus#cite_note-Thiel-2
https://en.wikipedia.org/wiki/2020_Hubei_lockdowns
https://en.wikipedia.org/wiki/Socio-economic_impact_of_the_2019%E2%80%9320_coronavirus_outbreak
https://www.bbc.com/news/world-51235105
https://www.scmp.com/comment/opinion/article/3050255/why-chinas-commitment-and-ability-contain-coronavirus-outbreak
https://www.ft.com/content/a26fbf7e-48f8-11ea-aeb3-955839e06441
https://www.health.harvard.edu/blog/as-coronavirus-spreads-many-questions-and-some-answers-2020022719004
https://www.theguardian.com/world/2020/feb/28/coronavirus-found-in-sub-saharan-africa-as-who-says-spread-could-get-out-of-control
https://www.nytimes.com/2020/02/20/health/coronavirus-men-women.html
https://foreignpolicy.com/2020/02/20/coronavirus-china-lockdown-quarantine-xi-jinping/
https://www.ft.com/content/d59c359d-45e3-3801-8b4b-48708ff5fe83
https://www.cnbc.com/2020/02/24/coronavirus-live-updates-china-south-korea-cases.html
https://www.aljazeera.com/news/2020/02/china-coronavirus-outbreak-latest-updates-200226003835539.html
https://www.aljazeera.com/news/2020/01/timeline-china-coronavirus-spread-200126061554884.html
http://theconversation.com/wuhan-the-coronavirus-and-the-world-thinking-beyond-isolation-130861
https://www.lboro.ac.uk/gawc/world2018t.html
https://en.wikipedia.org/wiki/Global_city
https://www.washingtonpost.com/world/2020/01/23/wuhan-chinese-mega-city-center-coronavirus-outbreak/
https://edition.cnn.com/asia/live-news/coronavirus-outbreak-02-27-20-intl-hnk/index.html
https://www.seattletimes.com/business/china-locked-down-50-million-people-and-has-to-keep-them-fed/
https://en.wikipedia.org/wiki/East_Turkestan
https://id.wikipedia.org/wiki/Xinjiang
https://www.independent.co.uk/news/world/middle-east/coronavirus-saudi-arabia-pilgrim-religious-foreign-ban-umrah-hajj-mecca-symptoms-a9362326.html
http://english.alarabiya.net/en/News/middle-east/2020/02/27/Saudi-Arabia-suspends-entry-for-Umrah-pilgrimage-due-to-coronavirus.html
https://www.aljazeera.com/news/2020/02/trump-ready-coronavirus-live-updates-200226235731205.html
https://www.weforum.org/agenda/2020/02/everything-you-need-to-know-about-the-coronavirus/
https://www.thejakartapost.com/news/2020/02/24/still-no-case-reported-in-indonesia-as-covid-19-reaches-kuwait-bahrain.html
https://www.theguardian.com/world/2020/feb/14/indonesia-coronavirus-academic-harvard-marc-lipsitch
https://www.aseanbriefing.com/news/coronavirus-asia-asean-live-updates-by-country/
https://www.sbs.com.au/news/australian-experts-doubt-indonesia-s-claim-of-being-coronavirus-free
https://en.wikipedia.org/wiki/Chinese_Muslim_Association
https://www.chinahighlights.com/travelguide/muslim-china/
https://www.chinahighlights.com/travelguide/islam.htm
https://www.islamichina.com/islam-in-china.html
https://www.japantimes.co.jp/news/2020/02/27/national/hokkaido-coronavirus-school/#.XlfF5TIzZdg
https://www3.nhk.or.jp/nhkworld/en/news/20200226_37/?fbclid=IwAR1sE2ohb1r3qp0C6627yXUI69Zu5iBFLNDib0N8GfYeE7afZNeiEcowkGg
https://edition.cnn.com/2020/02/25/asia/novel-coronavirus-covid-update-us-soldier-intl-hnk/index.html
https://en.wikipedia.org/wiki/2020_coronavirus_outbreak_in_Asia
https://www.bbc.com/news/world-51235105
https://www.theguardian.com/world/2020/feb/28/coronavirus-may-have-been-in-italy-for-weeks-before-it-was-detected
https://en.wikipedia.org/wiki/2020_coronavirus_outbreak_in_Italy
https://www.nationalgeographic.com/science/2020/01/new-coronavirus-spreading-between-humans-how-it-started/
https://www.bbc.com/news/world-asia-china-51403795

Bahan bacaan berbahasa Indonesia: 
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20200213161514-20-474322/guru-besar-uin-sebut-virus-corona-bisa-dilawan-dengan-ruqyah
https://telusur.co.id/detail/novel-sebut-virus-corona-sebagai-tentara-tentara-allah-untuk-peringatkan-china
https://indopolitika.com/uas-muslim-uyghur-dilindungi-tentara-allah-swt-dari-virus-namanya-tentara-corona/
https://tagar.id/uas-corona-tentara-allah-lindungi-muslim-uighur
https://www.hidayatullah.com/artikel/mimbar/read/2020/01/26/176897/china-virus-corona-dan-pasukan-gajah.html
https://news.detik.com/kolom/d-4833526/jangan-lugu-melihat-kasus-uighur
https://historia.id/agama/articles/tatkala-uighur-mendirikan-republik-islam-turkestan-timur-PGp9X
https://id.wikipedia.org/wiki/Islam_di_Tiongkok

Video: 
https://www.youtube.com/watch?v=6Af6b_wyiwI
https://www.youtube.com/watch?v=PGtRgPr-jH4
https://www.youtube.com/watch?v=04oPyYIj8is
https://www.youtube.com/watch?v=3uEKx4uPwVg
https://www.youtube.com/watch?v=eHUOP7TTYWA
https://www.youtube.com/watch?v=7y9F4S84Khw
https://www.youtube.com/watch?v=Hp8pH6u45B8
https://www.youtube.com/watch?v=YufMm2_3DpM
https://www.youtube.com/watch?v=jfIiAkHKa_w
https://www.youtube.com/watch?v=uETI1N31rdY
https://www.youtube.com/watch?v=-P7tEGoBqm4
https://www.youtube.com/watch?v=naEPciMKyig
https://www.youtube.com/watch?v=PMJwNLLrdcA
https://www.youtube.com/watch?v=wW0Y5leAk8I
https://www.youtube.com/watch?v=5pAh4CKwHNU

10 comments:

  1. Sedikit yang berfikir seperti kak ika ini... meskipun tulisannya berdasarkan riset mendalam dan jelas... toch akhirnya objektifitas terhadap sesuatu kembali dikalahkan dengan subjektifitas pribadi ataupun golongan.. tetap semangat berbagi pencerahan kak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lalu maunya Anda apa? Apkah maunya Anda saya harus berpihak pada etnis Uighur yang merupakan separatis? Justru tulisan ini saya usahakan objektif membahas mengapa kita nggak sebaiknya sembarangan mengatakan wabah ini sebagai huuman Tuhan atas suatu kaum. Silakan Anda ulang membaca tulisan saya. Jangan sekalipun Anda menafsirkan saya berasal dari golongan tertentu hanya dengan menulis tulisan begini. Menulis memang membutuhkan keperpihakan dan dengan terang-terangan saya menunjukkan keberpihakan pada akal dan hati nurani dalam menghadapi wabah, bukan seenaknya membela siapapun yang mengatakan bahwa ini hukuman Tuhan untuk suatu kaum karena sedang bermasalah dengan kaum lainnya.

      Delete
    2. Sependapat kita kak... hanya saja nanti objektifitasnya kakak yang didukung dengan fakta dan riset yang mendalam... dikalahkan hanya dengan subjektifitasnya orang yang tidak sependapat dan hanya membaca sekilas tulisan ini, terlebih berseberangan pemikiran dan tidak mau membuka pandangan dan wawasan.. gitu loh kak...

      Delete
    3. Oke, hahaha. Terima kasih ya atas penjelasannya.

      Delete
  2. Udah baca buku Titik Nol nya Agustinus tentang kehidupan muslim Uighur?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sudah membaca semua buku Agustinus Wibowo. Dalam konteks tulisan ini tolong lepaskan pembelaan kepada etnis Uighur atas nama kesamaan agama. Ingat separatisme ada di semua etnis dengan agama apapun yang mereka anut. Btw, sudahkah mbak masuk ke website cyper-separatisme punya diaspora Uighur untuk melihat bagaimana mereka mengendalikan opini demi mendirikan negara sendiri? Apa yang mereka lakukan mirip dengan gerakan merdeka Papua Barat.

      Delete
  3. nah tidak semua orang mau baca sebanyak ini, jadi kadang mereka tetap percaya dengan yang gak bener itu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sih nggak peduli. Kalau orang-orang mau membaca sesuai apa yang mereka inginkan, ya silakan saja. Namun, saya wajib menulis sesuatu memberikan sudut pandang berbeda. Lagian tulisan saya bisa dikonfirmasi ke sumber-sumber yang saya sebutkan. Saya kira itu sudah cukup menunjukkan posisi saya dalam konteks kemanusiaan.

      Delete
  4. Mampir baca karena keramaian di grup warung blogger. Sh tipikal orang sulit untuk mau membaca tulisan yg panjang, jd gak lengkap bacanya. ��

    Btw kalo boleh ngasih saran ukuran font artikelnya agak digedein lagi. Dibaca dr smartphone terlalu kecil.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah membaca. Mungkin bisa dibaca sampai selesai via PC. Soalnya saya kalau menulis memang suka komprehensif, biar pembaca nggak bingung dan harus mencari bacaan lain terkait tema yang saya tulis.

      Delete