Kasus Pemerkosaan Berantai oleh Reynhard Sinaga Membuktikan bahwa Lelaki pun Menjadi Korban Kekerasan Seksual

Pemerkosaan yang didokumentasikan. Karya: Leo Natsume

"Rape is the only crime in which 
the victim becomes the accused."
 -Freda Adler-


Selama berabad lamanya dalam dunia manusia, kita didoktrin bahwa lelaki bisa menjadi buas soal seksualitas. Tingkat kebuasannya bisa bermacam-macam, mulai dari memperistri ribuan perempuan untuk dirinya sendiri, merampas istri orang, mempertaruhkan nyawa ribuan tentara demi menaklukkan perempuan lawan, hingga memerkosa perempuan. Katanya, lelaki nggak akan pernah puas dengan satu orang pasangan sehingga api dalam tubuhnya melahap perempuan yang bahkan bukan pasangannya. Dalam dunia modern, kita bahkan dicekoki pemikiran bahwa pemerkosaan pada perempuan terjadi karena si lelaki terpancing birahinya oleh cara perempuan berpakaian. Sehingga, perempuan dan tubuhnya selalu menjadi bulan-bulanan, bahan candaan, alat pembayaran urusan korupsi alias gratifikasi, alat pertukaran politik, sampai alat untuk menciptakan perang. Kita nggak pernah bisa memastikan kapan bisa berdamai dan patuh pada satu suara bahwa pemerkosaan harus dihentikan, apapun resikonya: misal menghukum mati pelaku pemerkosaan. 

Hingga 2019, di seluruh dunia, angka pemerkosaan masih sangat tinggi. Sebagian besar pelakunya adalah lelaki dan korbannya adalah perempuan. Di Indonesia, yang rakyatnya begitu bangga menganut budaya timur dan malu-malu kucing melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, angka kekerasan seksual seperti pemerkosaan masih sangat tinggi. Korbannya bukan hanya perempuan matang dengan tubuh aduhai, bahkan bayi berusia 2 tahun yang secara seksualitas tidak bisa disalahkan. Selagi proses edukasi tentang  kekerasan seksual berlangsung di banyak tempat, dengan banyak cara dan menguras waktu, energi dan dana yang tidak sedikit; kasus-kasus pemerkosaan masih saja sering menjadi bahan candaan. Bahkan budaya memerkosa yang paling ringan seperti menggoda lawan jenis di jalanan masih sering terjadi. Katanya untuk hiburan. Hm, belum tahu dia kalau candaan seksis semacam begitu bisa membuat kepala melayang. 

Oke lah, susah memang mendidik kaum lelaki yang diasuh dengan cara yang salah oleh keluarga dan lingkungannya dalam memandang perempuan. Sehingga lelaki selalu memandang dirinya punya privilege untuk menguji kejantanan dengan merendahkan perempuan, sosok yang tak jauh beda dengan perempuan yang telah melahirkannya ke dunia. Banyak lelaki yang rajin bersujud di kaki ibunya, tapi menistakan perempuan lain. Sampai-sampai ada lelaki yang merasa begitu percaya diri bahwa memerkosa adalah bagian dari kenikmatan seksual, dan ada sejumlah perempuan yang dengan bodohnya menganggap bahwa misalnya pasangan boleh memerkosa dirinya sebagai sebuah kenikmatan seksual. Hm, belum tahu dia kalau bernasib naas seperti Eno di Tangerang, yang setelah disetubuhi tanpa persetujuan lantas vaginanya ditusuk gagang pacul hingga menembus jantung dan ia menjemput maut dengan menyakitkan. 
1 dari 3 perempuan di seluruh dunia pernah mengalami kekerasan fisik dan seksual, terutama oleh pasangan

Kaum lelaki yang suka petantang-petenteng dan menyombongkan diri soal kejantanannya kini bisa jadi berkerut. Pasalnya, kini lelaki bisa menjadi korban pemerkosaan. Kalau selama ini ada candaan bahwa lelaki mah bakalan keenakan kalau diperkosa perempuan, maka mungkin sosok bernama Reynhard Sinaga bisa jadi menakutkan bagi kaum lelaki. Lelaki heteroseksual yang selama ini merendahkan perempuan dan menjadi pelaku kekerasan seksual, apakah masih bisa sombong jika menjadi korban penjahat kelamin  semacam Reynhard Sinaga? Hm, lelaki heteroseksual yang selama ini menikmati vagina perempuan kan bisa mampus harga dirinya jika diperkosa lelaki di bagian anus.

Tenang, Bro, tulisan ini bukan balas dendam perempuan pada lelaki. Melainkan sebuah cara menampar kesombongan kita semua agar sadar bahwa siapa saja bisa menjadi pelaku dan korban kekerasan seksual. Nah, karena kita adalah manusia yang secara administratif tinggal dalam sebuah negara bangsa, maka kita memerlukan perlindungan hukum dari negara di mana kita tinggal. Sewaktu berbagai pihak kampanye pengesahan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS) banyak yang nyinyir, seakan-akan persoalan kekerasan seksual ini remeh temeh. Kalau kekerasan seksual sudah menimpa lelaki dengan kadar memalukan, masa iya kaum lelaki masih berdiam diri dan membiarkan perempuan berjuang sendirian menuntut pengesakan kebijakan ini. Reynhard Sinaga memang melakukan aksinya di Inggris, tapi nggak menutup kemungkinan sebenarnya ada penjahat seperti dia yang berkeliaran di negeri ini. Duh, takut! 

REYNHARD SINAGA: TENTANG LELAKI MEMERKOSA LELAKI 
Reynhard Tambos Maruli Tua Sinaga (RS) lahir di Sumatera dari keluarga bankir kaya raya yang punya investasi di perusahaan sawit. Lelaki berusia 36 tahun ini adalah sulung dari empat bersaudara di mana keluarganya tinggal di Depok, Jawa Barat. Sebagai anak dari keluarga kaya yang mendapatkan pendidikan mumpuni dengan bersekolah di sekolah-sekolah swasta mentereng, ia pun bisa masuk UI di jurusan Arsitektur dan lulus pada 2006. Pada 2007 ia melanjutkan studi ke Universitas Manchaster, Inggris di jurusan Urban Planning. Saat ditangkap karena dilaporkan oleh korban pemerkosaan yang terbangun dan menghajarnya, ia berstatus sebagai mahasiswa program doktor jurusan sosiologi di Universitas Leeds. 

RS merupakan lelaki homoseksual yang melakukan aksi kekerasan seksual berupa pemerkosaan dengan cara senyap sehingga para korbannya nggak ingat kejadian pemerkosaan yang dilakukannya, sehingga tak seorang pun yang melapor. Pada Juni 2017, saat tengah melakukan aksi pemerkosaan kepada korbannya yang berusia 18 tahun, sang korban terbangun dan langsung menghajar RS hingga babak belur dan menghubungi polisi setempat. RS bahkan harus dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Karena khawatir dituduh sebagai pelaku kejahatan, korban menyerahkan ponsel milik RS kepada polisi. Dari ponsel dan laptop milik RS yang disita polisi di apartemennya, barulah ketahuan bahwa RS ternyata merupakan pelaku pemerkosaan berantai yang telah melakukan pemerkosaan setidaknya selama 10 tahun. Hal tersbeut diketahui dari rekaman video pemerkosaan yang dibuat RS sendiri, sehingga identitas korban dapat dilacak oleh polisi. Kepolisian Besar Manchester menyita dan menyisir data dari 3.29 terabites yang terdiri dari 5 unit laptop, hard drive, 1.500 film DVD dan 2 unit iPhone RS. Seluruhnya ada 800 video rekaman pemerkosaan dan foto-foto korban yang didokumentasikan oleh RS. 

Dari bukti-bukti berupa rekaman video milik RS, polisi berhasil mengidentifikasi bahwa sepanjang Januari 2015 - Juni 2017, RS telah memerkosa sebanyak 48 lelaki. Para korban RS berasal dari jenis usia antara 18-35 tahun, dan sebagian besarnya adalah mahasiswa berusia 18-19 tahun. Dari keseluruhan korbannya, hanya 1 yang merupakan pria gay, sementara yang lainnya merupakan heteroseksual yang berstatus lajang hingga telah berkeluarga.  Bahkan, berdasarkan hasil investigasi lanjutan  polisi mengungkapkan bahwa RS berkemungkinan telah memerkosa hingga 190 lelaki selama 10 tahun lamanya sejak ia belajar di Inggris. Proses penyelidikan ini tentu membuat was-was, sebab rasanya akan sangat memalukan nama bangsa Indonesia jika ternyata jumlah korban lebih banyak. 

Siang hari, RS menjalani hidupnya sebagai mahasiswa dan malam hari berburu korbannya, khususnya malam Minggu saat mahasiswa melepas penat dan berjalan-jalan di tengah kota bersama teman-temannya. RS yang telal lama tinggal Machester dan mengenal medan mengintai korbannya di bar, klub malam dan jalanan, bagai seekor singa mengincar domba yang lengah dan terpisah dari kawanannya. RS memanfaatkan kondisi lemah para pemuda yang mabuk, atau kesepian dan butuh teman, dengan tujuan membawanya ke apartememnya, memberi mereka minuman beralkohol yang dicampur obat bius, sehingga pemerkosaan bisa dilakukan tanpa perlawanan korban karena mereka tidak sadar (Ingat ya, mereka tidak sadar karena dibius, bukan karena tertidur). Saat memerkosa korbannya yang tentu saja tidak melakukan perlawanan karena pengaruh obat bius, RS pun mendokumentasikan aksinya dan menyimpannya di perangkat elektronik miliknya. 
Berita tentang RS di surat kabar internasional

Kepada pejabat KBRI di Machester, RS mengakui bahwa dalam hal ini ia telah melakukan hubungan seksual dengan lebih dari 200 orang dan dilakukan atas dasar suka sama suka. Pengakuan ini menjadi klop dengan hasil penelurusan kepolisian di mana korban berjumlah 193 orang. Bayangkan, untuk mendapatkan bukti, pihak kepolisian harus menonton ratusan video nggak senonoh RS yang sedang melakukan pemerkosaan. Apa nggak pusing ya para polisi itu? 
Sedih ya, seorang warga negara Indonesia bikin ulah di negeri orang

Pihak kepolisian Manchester (dan kepolisian Inggris secara umum) menyatakan bahwa kasus RS merupakan kejahatan pemerkosaan berantai terbesar yang pernah ditangani pengadilan negara itu. RS bahkan dijuluki "Predator Setan" atas kejahatannya. Dalam empat kali persidangan sejak  2018, dengan bukti-bukti yang sangat banyak dan jelas, RS tetap tidak mengakui kesalahannya dan mengatakan bahwa perbuatan itu dilakukan suka sama suka, dengan para korban hanya mengikuti fantasi seksualnya. Karena RS tidak mau bekerja sama dan mematuhi hukum yang berlaku, dan cenderung menunjukkan perasaan gembira saat menjalani persidangan, sementara para korbannya stress, maka ia dianggap sangat berbahaya bagi publik sehingga tidak mungkin mendapatkan kebebasan.  Pada persidangan terakhir 6 Januari 2020, hakim menuntut RS dengan hukuman penjara 30 tahun. Hm, membusuk di di penjara negara orang. 

BAGAIMANA PERASAAN LELAKI KORBAN PEMERKOSAAN? 
Dalam kasus pemerkosaan yang menimpa perempuan, seringkali korban disalahkan bahkan diejek menikmati pemerkosaan, seakan-akan pemerkosaan sama dengan kegiatan bercinta. Bahkan seringkali kasus pemerkosaan berakhir dengan kebebasan pelaku karena korban yang tidak melawan (padahal korban tidak melawan karena dibius atau pingsan karena disiksa terlebih dahulu) Nah, kasus pemerkosaan oleh RS ini membuka kesadaran kita bahwa para lelaki yang menjadi korban mengaku malu mengakui bahwa telah menjadi korban pemerkosaan. Bahkan, Psikolog yang menangani kasus ini menyatakan bahwa sebagian korban merasa stress, depresi, sempat meninggalkan rumah karena perasaan malu, hingga ingin bunuh diri. Sebagian korban masih menutup diri, padahal mereka harus menjalani pemeriksaan medis karena dikhawatirkan tertulari penyakit menular seksual akibat pemerkosaan yang dilakukan RS. 

Sejumlah korban memberikan pernyataan mengerikan atas kejahatan yang dilakukan RS atas diri mereka.  Beberapa orang korban bahkan mengatakan bagaimana hidup mereka telah berubah 'selamanya', sementara yang lain mengatakan mereka ingin dia 'menghabiskan sisa hidupnya di penjara'. Korban lain bahkan menyetakan bahwa mereka ingin mati saja. Berikut adalah pernyataan sejumlah korban ketika mereka menanggapi kejahatan RS:

  • "Aku merasa mati rasa; aku benar-benar terkejut, malu, dikhianati dan sangat marah."
  • "Tindakannya menjijikkan, tidak bisa dimaafkan, dia telah secara besar-besaran menyalahgunakan kepercayaanku pada kemanusiaan."
  • "Peristiwa malam itu memiliki dampak abadi pada saya, itu memengaruhi kepercayaan diri saya untuk bisa mempercayai orang atau mendekati orang dalam lingkungan publik yang normal."
  • “Saya sangat ingin memberikan bukti, itu sangat traumatis bagi saya karena saya tahu saya harus menghadapi kenyataan tentang apa yang telah terjadi. Saya juga tahu saya akan diajukan pertanyaan yang akan membuat malam menjadi kenyataan dan itu akan menghantui saya."
  • "Aku ingin Sinaga menghabiskan sisa hidupnya di penjara. Bukan hanya karena apa yang telah dia lakukan pada saya, tetapi untuk apa yang telah dia lakukan pada para pemuda lain dan kesengsaraan dan stres yang dia sebabkan kepada mereka. '
  • "Saya ingat hari ketika polisi menghubungi saya, ini adalah hari yang tidak akan pernah saya lupakan karena itu mengubah hidup saya selamanya."
  • "Aku bisa mengingat kejadian malam itu yang dibicarakan polisi, tetapi tidak memiliki ingatan tentang pelanggaran yang dilakukan kepadaku karena kurangnya memori."
  • "Saya tahu saya memiliki dukungan yang saya butuhkan untuk membantu saya tidak peduli berapa lama waktu yang dibutuhkan."
  • "Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada polisi, mereka tidak bisa berurusan dengan saya lebih baik."
  • "Aku ingin Reyhnard Sinaga menderita karena apa yang telah dia lakukan padaku dan para korban lainnya."
  • "Kurasa aku tidak akan pernah bisa apa-apa dengan apa yang telah terjadi."
  • "Aku mendapat dukungan ISVA-ku dari St. Mary's dan aku benar-benar tidak akan bisa melaluinya tanpa dia. Saya memiliki periode di mana saya tidak bisa bangun dan menghadapi hari."
  • "Saya berharap yang lebih buruk baginya, saya ingin dia merasakan sakit dan penderitaan yang saya rasakan. Dia telah menghancurkan sebagian dari hidupku."
  • "Tidak ada hukuman penjara yang cukup lama untuk apa yang dia lakukan padaku."
  • "Aku ingin Sinaga mendapatkan hukuman penjara yang tidak terbatas karena itu memiliki efek yang sangat besar tidak hanya pada hidupku tetapi juga teman-teman dan keluargaku dan para korban lainnya."
  • “Saya tidak pernah berada di tempat yang sedemikian buruk dalam hidup saya dan saya tidak tahu bagaimana keluar dari situ. Saya didiagnosis menderita depresi berat dan memakai anti-depresi, saya juga mulai konseling."
  • 'Saya tidak akan pernah melupakan hari di mana Polisi menghadiri alamat rumah saya. Saya tidak tahu mengapa mereka perlu menemui saya, tetapi saya merasa hancur ketika saya diberitahu bahwa saya telah menjadi korban pelanggaran seksual yang serius, juga bahwa saya telah diberi obat bius dan tindakan seksual yang mengerikan difilmkan."
  • "Kuharap dia tidak pernah keluar dari Penjara dan dia membusuk di neraka."
  • "Serangan ini telah berdampak serius pada kesehatan mental dan hubungan saya."
  • "Pelaku telah mengambil bagian dalam diriku bahwa aku tidak akan pernah kembali, dan pantas mendapatkan hukuman sebesar mungkin."
  • "Saya tidak akan pernah melupakan hari ketika Polisi datang menemui saya, saya tidak tahu mengapa mereka perlu menemui saya, tetapi saya dapat mengatakan saya benar-benar hancur mendengar bahwa saya telah menjadi korban perkosaan, setelah dibius dan tindakan seksual ini difilmkan oleh seorang pria, sekarang saya tahu menjadi Sinaga."

Kekerasan seksual seperti pemerkosaan bukanlah perkara sepele, sebab ia menghancurkan lahir, batin dan pikiran. Jika rumah kita kemalingan atau kita dijambret di jalan kita akan spontan berteriak meminta pertolongan, bayangkan jika yang dirampok adalah martabat kita, tentu harus melawan untuk mendapatkan perlindungan, bukan? Terlebih, kita harus bersuara lantang agar pelaku dihukum sesuai dengan level kejahatannya. 
Gara-gara perbuatan RS, warga Manchester jadi trauma.

Bagaimana kaum lelaki, masih mau menuduh perempuan korban pemerkosaan menikmati pemerkosaan yang dialaminya? Semoga kasus RS membuat kita semua waras dan makin aware dengan kasus-kasus kekerasan seksual di sekitar kita. Bahwa lelaki bukan hanya berpotensi menjadi pelaku, melainkan bisa menjadi korban kekerasan seksual oleh kaumnya sendiri. Kalau kaum lelaki merasa jijik dan terhina membayangkan dirinya diperkosa lelaki semacam RS, maka rasa jijik dan terhina itulah yang selama ini dialami oleh ribuan perempuan korban pemerkosaan di seluruh dunia. Sadarlah!

Baca juga: Jihad Melawan Kekerasan Seksual Sejak dalam Pikiran

Mengakhiri tulisan ini aku hanya ingin berpesan satu hal: be careful with the dark side of good people, it could be more dangerous than you think. Berhati-hatilah dengan sisi kelam orang baik, bisa jadi sesungguhnya sangat berbahaya dari yang kamu pikirkan. Dan, jangan nyinyir apalagi merendahkan korban pemerkosaan, karena yang kita butuhkan adalah perlindungan hukum yang kuat dan adil; dan masyarakat yang menolong korban untuk kembali menjalani hidupnya, bukan menjunjung tinggi pelaku pemerkosaan sebagai jantan. Pemerkosaan adalah tindakan kriminal, bukan adu kejantanan. 


***

Tambahan: mengapa aku nggak membahas akar masalahnya, yaitu soal psikologi RS berikut orientasi seksualnya sebagaimana diributkan oleh banyak pihak di Indonesia? Pertama, bahwa aku nggak menemukan dokumen hasil pemeriksaan psikologi RS sehingga aku nggak berhak menuliskan apapun diluar bahan riset yang kuperoleh. Kedua, terlepas dari orientasi seksual yaitu heteroseksual, biseksual atau homoseksual, tulisan ini tidak memfokuskan pada urusan orientasi seksual RS, melainkan tindakan kekerasan seksual yang dilakukannya. Karena secara gamblang saja nggak masuk akal lah orang bisa memerkosa sebanyak itu dengan perencanaan matang dan menyasar korban dengan kondisi tertentu selama berthaun-tahun kalau urusannya soal kepuasan seksual. Kalau untuk kepuasan seksual, seseorang kan bisa punya pasangan. Tapi pemerkosaan bukan urusan seksual, melainkan tentang kepuasan telah menundukkan korban. Seksualitas bukan soal menundukkan dan ditundukkan, melaikan kebahagiaan, keterbukaan dan penerimaan. Sementara pemerkosaan adalah tentang satu pihak yang menundukkan pihak lain, dalam kasus RS semua korbannya dalam keadaan lemah dan dilemahkan dengan alkohol bercampur obat bius. Jadi, ini tindakan kriminal. 

Jakarta, 7 Januari 2020

Bahan bacaan:
https://id.wikipedia.org/wiki/Reynhard_Sinaga
https://internasional.kompas.com/read/2020/01/06/20540581/siapa-reynhard-sinaga-predator-setan-dalam-kasus-pemerkosaan-terbesar?page=all
https://internasional.kompas.com/read/2020/01/06/19492561/pria-indonesia-ini-dihukum-seumur-hidup-atas-pemerkosaan-terbesar-dalam
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-50911263
https://www.telegraph.co.uk/news/2020/01/06/manchester-based-student-reynhard-sinaga-named-britains-worst/
https://www.theguardian.com/uk-news/2020/jan/06/reynhard-sinaga-jailed-life-drugging-raping-men-manchester
https://www.dailymail.co.uk/news/article-7857825/Reynhard-Sinagas-victims-straight-NO-idea-attacked.html
https://www.thejakartapost.com/news/2020/01/06/indonesian-jailed-for-life-as-uks-most-prolific-rapist.html
https://www.independent.co.uk/news/uk/crime/reynhard-sinaga-rape-trial-life-sentence-manchester-a9272156.html
https://www.independent.co.uk/news/uk/crime/reynhard-sinaga-rape-trial-life-sentence-manchester-a9272156.html
https://www.insider.com/reynhard-sinaga-convicted-136-gay-rapes-manchester-worst-ever-2020-1
https://www.voaindonesia.com/a/vonis-reynhard-pemerintah-pastikan-telah-beri-bantuan-hukum/5233994.html
https://www.wartaekonomi.co.id/read265162/kasus-predator-seksual-pengadilan-inggris-vonis-reynhard-sinaga-penjara-seumur-hidup.html/0




No comments:

Post a Comment