Para Perempuan dalam Skandal Garuda Indonesia

Para pramugari Garuda Indonesia dalam balutan kebaya karya desainer Anne Avantie. Sumber: Garuda Indonesia


"Women are hold up half the sky."
-Mao Zedong-


Dalam diam, aku banyak mendengar hal-hal aneh tentang prostitusi dan seks bebas di sejumlah industri, termasuk penerbangan. Selama mendengar dalam diam itu aku berusaha mencerna dan memahami soal apakah benar ada dunia yang menakutkan semacam itu? Terlalu menguras energi untuk membuktikan semua itu, hingga akhirnya waktu membuat bom meledak dengan sendirinya: skandal di perusahaan milik negara, Garuda Indonesia.

Skandal ini bermula ketika pesawat Garuda Indonesia GA9721 berjenis Airbus A330-900 Neo dari delivery center Airbus di Toulouse, Perancis ke Bandara Internasional Soekarno Hatta di Cengkareng pada 17 November 2019. Saat tim Bea Cukai memeriksa pesawat, ditemukan sejumlah koper penumpang dan 18 kotak barang di bagasi pesawat. Ternyata, 15 kotak berisi onderdil Harley Davidson bekas tipe Shovelhead tahun 1970an milik SAW dan 3 kotak lainnya berisi onderdil sepeda Brompton milik LS. Nah, harga Moge Harley Davidson Rp. 200-800 juta per unit dan sepeda Brompton Rp. 50-60 juta per unit. Belakangan diketahui bahwa ternyata keduanya merupakan milik I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara yang merupakan Direktur Utama (Dirut) Garuda Indonesia. Karena keduanya merupakan barang selundupan dan Ari Askhara dinilai merugikan negara hingga Rp. 532 juta- 1 Miliar, maka Menteri BUMN Erick Tohir memecatnya!  

Karena skandal ini sepertinya kelas berat, selain Ari Askhara ada 4 orang lainnya yang dipecat dari jajaran direksi. Sehingga siapa direksi baru Garuda Indonesia baru akan ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada akhir Januari 2020, yang dilakukan setelah 45 hari pengajuan RUPSLB ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk sementara, Erick Thohir mengangkat Fuad Rizal yang menjabat Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko sebagai Plt. Dirut Garuda Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Dewan Komisaris No. DEKOM/SKEP/011/2019 tanggal 5 Desember 2019 yang menetapkan Fuad Rizal sebagai Plt. Direktur Utama Garuda Indonesia

Garuda Indonesia yang merupakan BUMN mulai menyita perhatian publik dengan skandal menggemparkan dunia ketika aktivis HAM, Munir Said Thalib meninggal dalam penerbangan dari Jakarta menuju Amsterdam pada September 2004. Berdasarkan hasil autopsi, Munir diduga meninggal karena racun arsenik. Pilot Garuda yang menerbangkan pesawat yang membawa Munir, yaitu Pollycarpus Budihari Priyanto ditetapkan sebagai pelaku pembunuhan. Bahkan, Dirut yang saat itu menjabat yaitu Indra Setiawan turut dihukum karena dianggap membantu Pollycarpus membunuh Munir. Skandal ini sungguh bikin pusing karena ngapain pilot membunuh aktivis HAM? Meski demikian, hasil investigasi dan kajian tidak bisa menemukan siapa dalang dibalik kematian Munir. Sungguh aneh dan membingungkan seluruh pakar hukum dunia, bukan? 
Skandal Garuda Indonesia sejak 2004 hingga 2019

Dua belas tahun lamanya setelah skandal kematian Munir, terjadi lagi skandal suap pembelian pesawat yang melibatkan Dirut Emirsyah Satar dengan kerugian negara mencapai Rp. 19 Miliar dan Rp. 2.5 Miliar. Dua tahun setelah itu yaitu pada awal 2019 terdapat skandal rekayasa laporan keuangan, diteruskan dengan skandal pecah kongsi dengan Sriwijaya terkait biaya manajemen dan pembagian keuntungan; dan pada November 2019 terkait penyelundupan onderdil Harley Davidson dan sepeda Brompton. Skandal demi skandal dalam tubuh perusahaan penerbangan kesayangan warga negara Indonesia ini seakan hendak mempreteli status Garuda Indonesia sebagai BUMN dengan prestasi kinclong diantara BUMN lain. 

Terlebih, skandal terbaru ini turut membongkar masalah perselingkuhan dan prostitusi yang melibatkan awak pesawat alias pramugari. Skandal ini tidak sesederhana soal affair antara direksi dengan awak pesawat, melainkan memberi gambaran mengenai 'merosotnya'  kualitas manajemen dalam tubuh Garuda Indonesia. Misalnya, bahwa affair bisa mempengaruhi keputusan direksi dan tim yang dipimpinnya dalam proses merekrut pramugari. Padahal, selama ini pramugari Garuda Indonesia dikenal paling cerdas, sopan, elegan, berkelas, dan tidak nakal alias mereka bekerja secara professional. 

Bersamaan dengan skandal penyelundupan oleh Ari Askhara dan pemecatan 4 direksi, muncul akun Twitter dan Instagram bernama @digeeembok yang menyajikan hidangan gosip nasional mengenai masalah internal Garuda Indonesia seperti perselingkuhan direksi dan pramugari, prostitusi hingga money laundering yang memanfaatkan operasional pesawat. Selain nama-nama personal direksi dan pramugari, juga disebut sejumlah pihak seperti Sekretariat Karyawan Garuda Indonesia (Sekarga), Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (Ikagi)

Akun @digeeembok ini menyajikan data yang bahkan tidak dimiliki oleh jurnalis paling jago dari media mainstream. Setiap hari, selalu ada berita baru baik di Twitter maupun Instagram dengan tagar yang sangat berani seperti #DirekturGarudaKancut, #TangkapAriAskharaSEKARANG, #GundikLintasBUMN, #PecatPelacurDiGaruda, #PecatRoniMirsa, #BubarkanPengurusSerikatPerampok, #PecatCyndyanaLorens,  dan #OrangBaikDiGaruda. Melalui tagar tertentu, publik dapat mengetahui informasi baru atas tema yang sedang dibahas dan yah manusia se-Indonesia menjadi konsumen atas gosip nasional yang lebih menarik dari peristiwa apapun yang terjadi di negeri ini. 

Informasi yang disajikan akun @digeeembok ini benar-benar menguliti nama-nama terkait dengan terang-terangan, bagai menguliti manusia dalam keadaan hidup. Terbayang betapa stress dan malu nama-nama yang bersangkutan, beserta keluarga besar mereka. Nama-nama itu disebut, dibuatkan tagar khusus, serta ditampilkan photo dan videonya. Mereka dikuliti hidup-hidup dan dijadikan santapan mata penasaran warga Indonesia, dan mungkin dunia yang mengikuti berita skandal Garuda Indonesia. Informasi yang disajikan banyak sekali yang bersifat personal dan rahasia, yang orang awam pun mengerti itu dipasok banyak pihak. Sepertinya, ada persekongkolan di dalam tubuh manajemen Garuda Indonesia sendiri sehingga mereka mau memberikan data-data yang begitu personal bagi sebuah perusahaan dan para karyawannya. Termasuk mungkin pengkhianatan antar teman sehingga mampu memasok data personal dari orang per orang yang namanya sering disebut-sebut dalam cerita berseri skandal Garuda Indonesia. 


PEKERJA PEREMPUAN: SUBORDINAT YANG DIKALAHKAN 
Setiap hari aku mengikuti informasi-informasi baru dari akun @digeeembok dengan penuh rasa penasaran. Kurasa, saat ini mata publik memang menuju akun ini dan menunggu informasi-informasi terbaru dengan was-was. Akun ini telah melampui kelihaian jurnalis paling keren tanah air dalam menyajikan informasi. Meski tentu saja informasinya tidak mengikuti etika jurnalistik, tetap saja lebih menarik dari berita-berita di media mainstream. Bahkan, dengan terang-terangan admin akun @digeeembok menyatakan bahwa informasi yang dia sampaikan setiap harinya mengandung 'lendir' alias hal-hal terkait perselingkuhan antara sejumlah pihak namanya disebutkan dengan terang-terangan, dan bukan sebagai inisial.

Terdapat sejumlah nama pramugari yang disebutkan akun @digeeembok seperti PR, SW, dan CL yang dengan terang-terangan diberi label sebagai gundik dan pelacur. Hebatnya, akun @digeeembok ini mampu menampilkan data-data personal ketiga pramugari tersebut, yang tidak dibagikan ketiganya di akun media sosial masing-masing. Siapa yang memasok data personal ketiganya? Tidak lain dan tidak bukan tentulah dari internal Garuda Indonesia sendiri, bukan? Masa iya warganet yang nggak ada hubungannya dengan BUMN plat merah tersebut bisa memasok data rahasia perusahaan. Soalnya, data-data seperti jadwal penerbangan, data pramugari yang ikut penerbangan tertentu, hingga jumlah uang dalam rekening salah seorang pramugari nggak mungkin diketahui pihak luar. Bahkan, sepertinya akun rekening salah seorang pramugari telah dibobol agar datanya bisa digunakan akun @digeeembok untuk dijadikan pembenaran soal isu #PelacurLintasBUMN yang dengan terang-terangan menyebutkan nama salah seorang pramugari. 

Ketiga pramugari yang diberi label gundik dan pelacur oleh akun @digeeembok ini sebenarnya merupakan 'iklan' yang digunakan pihak yang berada dibalik akun @digeeembok untuk menghancurkan pihak lainnya. Akun @digeeembok sendiri dengan terang benderang menyebutkan nama lengkap sejumlah pihak dalam manajemen Garuda Indonesia dengan sebutan khas untuk mereka, seperti germo. Soal siapakah pihak yang benar dan yang salah, kita tidak berwenang memutuskan, karena hanya mereka yang bekerja di Garuda Indonesia yang tahu kebenaran skandal ini, karena mereka adalah bagian dari skandal ini entah sebagai orang jahat atau orang baik yang menjadi korban orang jahat. 

Meski demikian, ada hal menarik disini, soal pramugari yang seakan menjadi alat pemuas nafsu para bos, alat gratifikasi seksual dalam melanggengkan kekuasaan para bos, dan cara para bos mengubah kebijakan manajemen perusahaan, seperti menundukkan para karyawan yang kritis. Juga tentang para pramugari yang mungkin saja memanfaatkan para bos untuk mempreteli keuangan mereka untuk keuntungan pribadi. Soalnya, menurut akun @digeeembok gaji pokok pramugari itu ya standar UMR yaitu Rp. 3.4 juta, dengan uang terbang Rp. 12-16 juta perbulan. Maka, total gaji seorang pramugari Garuda Indonesia Rp. 16-20 juta per bulan, bergantung juga dengan banyaknya jumlah terbang. 

Nah, jika ada pramugari bisa hidup bermewah-mewahan seperti tinggal di apartemen di kawasan elit, memiliki barang-barang branded, hingga melakukan operasi plastik di luar negeri padahal dia tidak memiliki usaha atau investasi, maka patut dipertanyakan asal muasal uangnya. Akun @digeeembok bahkan menyajikan informasi bahwa salah seorang pramugari misalnya mendapatkan transfer senilai Rp. 10 juta sebanyak 30 kali alias Rp. 300 juta dalam sebulan, serta transferan Rp. 200 juta di waktu yang lain, dan ia memiliki saldo rekening Miliaran Rupiah tanpa ada tagihan kartu kredit dan tagihan pembelian bawang mewah. Dengan gaji pramugari yang maksimal Rp. 20 juta per bulan, maka akun @digeeembok mengajak publik mempertanyakan asal muasal uang dengan jumlah WOW dalam rekening si pramugari. Bisa jadi, ia sedang mengajak kita untuk mengulik soal praktek pencucian uang atau gratifikasi seksual lintas BUMN jika memang benar ada. 

Jika praktek pencucian uang ini memang benar adanya, mengapa tak langsung menyasar dengan menyebutkan nama-nama para bos di lintas BUMN tersebut? Jawabannya adalah: karena dengan melibatkan perempuan, segala isu kontroversial menjadi lebih menarik. Terlepas dari benar atau tidaknya keterlibatan si perempuan dalam sebuah skandal, namun menggunakan perempuan membuat mata publik menjadi lebih melek dan penasaran. Dalam skandal semacam ini perempuan menjadi 'hidangan' empuk untuk ditelanjangi, dikuliti, dihina, dicaci, dimaki, dijadikan contoh buruk, disebut-sebut sebagai pelacur, dan sebutan buruk lainnya. Mainan ini bukan barang baru, sejak abad pertengahan yang gelap gulita dari ilmu pengetahuan, perempuan memang selalu dikorbankan terlepas dari posisi di perempuan sebagai pihak yang benar atau salah. Bahkan, jika perempuan merupakan korban prostistusi, ia akan tetap diberi label sebagai pelacur seakan-akan ia yang menyerahkan dirinya untuk melacur. Dalam skandal Garuda Indonesia yang melibatkan sejumlah pramugari yang disebut gundik atau pelacur oleh akun @digeeembok tersebut, kita tidak pernah tahu apakah mereka bertiga hasil prostitusi paksa oleh germo internal atau memang melacurkan diri tanpa paksaan dari siapapun. 

Sebagai publik, kita harus berpandangan objektif dan fair. Mengapa? Karena seluruh informasi dikendalikan oleh akun @digeeembok dan kita tidak mendapatkan informasi penyeimbang dari pihak-pihak yang misalnya memang dirugikan oleh sejumlah pramugari yang disebutkan sebagai gundik dan pelacur. Pandangan terkait pramugari yang sering diidentikkan dengan perempuan gampangan sebenarnya telah pula ditulis oleh Mbak Leya Cattleya dalam tulisan berjudul "Pramugari, Korban Seksis, Ketimpangan Relasi Kuasa, dan Eksploitasi Profesi." Bahwa, informasi terkait pramugari dan segala tindak tanduknya seringkali dibesar-besarkan media, melebihi kasus utama. Karena memang benar, sejumlah nama lelaki yang disebutkan dalam skandal Garuda Indonesia tidak sampai menyasar ke banyak ranah privat seperti soal baju, sepatu, merek kaos-kemeja-celana, tempat tinggal, hingga aksesori yang digunakan. Padahal kukira, lelaki pun menyukai barang-barang branded sebagaimana perempuan, dan bisa jadi menjalani operasi plastik. 

Skandal Garuda Indonesia adalah tentang blunder masalah menahun nan akut dalam internal perusahaan. Tetapi, dengan menggoreng skandal perselingkuhan apakah benar pihak yang berada dibalik akun @digeeembok akan membawa pihak berwenang benar-benar menelusuri masalah sebenarnya? Kemanakah kita akan dibawa? Apakah kita akan dibawa hingga ke kasus kematian Munir pada 2004 yang ganjil dan misterius? Ataukah hanya soal orang-orang tertentu dalam internal perusahaan yang hendak menyingkirkan orang-orang tertentu yang kebetulan terciduk terlibat skandal perselingkuhan? 

Tetapi tolong, jika kita peduli pada Garuda Indonesia yang selama ini banyak sekali memenangkan penghargaan bergengsi dan tentu karena merupakan aset negara; kita fokuskan isunya pada masalah yang seharusnya segera ditangani negara. Kita harus bersama-sama menghentikan pandangan busuk kita pada profesi pramugari, seakan-akan mereka semua merupakan perempuan gampangan. Bahkan, jika praktek prostitusi paksa dan pelecehan seksual pada pramugari benar adanya, seharusnya kita menyediakan akses bagi mereka untuk mencari perlindungan. Jika para pramugari mengalami berbagai tekanan terkait profesinya, kita bisa membantu mereka mendapatkan perlindungan hukum agar mereka tidak kehilangan pekerjaan hanya karena masalah 'tekanan' para bos. 

Subordinasi dalam dunia kerja harus dihentikan, entah para bos itu perempuan atau lelaki. Selayaknya setiap orang dipandang sesuai dengan jabatan dan tugasnya dalam sebuah pekerjaan, sehingga jika ada hal yang melenceng dari aturan yang telah ditetapkan perusahaan, yang bersangkutan berhak melaporkan kepada pihak berwenang guna mendapatkan perlindungan. Sebagai pekerja, pramugari dilindungi Konvensi Terbaru ILO tentang Penghapusan Kekerasan dan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja yang diperbarui pada 21 Juni 2019. 

Terakhir: hei orang-orang dibalik akun @digeeembok, tolong kurangi menggoreng perempuan dalam usahamu menguliti penjahat sesungguhnya dalam skandal Garuda Indonesia. Sajikan saja data dari musuh sebenarnya yang ingin kamu hancurkan, jika benar tujuanmu adalah menyelamatkan perusahaan milik negara. Permudah saja aparat berwenang melacak penjahat kelas kakap yang merugikan negara, jika skandal ini akan menjadi semacam mega skandal. Berhentilah mencecoki otak rakyat Indonesia dengan melulu menggoreng perempuan dan tubuhnya. Kami muak!

Jakarta, 29 Desember 2019

Bahan bacaan: 
https://kumparan.com/kumparanbisnis/fakta-fakta-soal-pemberhentian-5-direksi-garuda-indonesia-1sP3APk3aGg
https://www.cnbcindonesia.com/market/20191203123113-17-119891/skandal-harley-brompton-ilegal-di-garuda-siapa-terlibat
https://katadata.co.id/infografik/2019/07/08/polemik-laporan-keuangan-garuda-indonesia
https://grafis.tempo.co/read/1912/harley-davidson-dan-brompton-dalam-daftar-5-noda-garuda-indonesia?GrafisUtama%5Cx26campaign%5Cx3dGrafisUtama_Click_1
https://chirpstory.com/li/470382
https://chirpstory.com/li/470728
https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191212142902-20-456370/pakar-sebut--digeeembok-ada-yang-pelihara-dan-pasok-data
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4820237/diterpa-badai-isu-miring-karyawan-garuda-ingin-berdamai/2
https://buruh.co/pengesahan-konvensi-ilo-tentang-mengakhiri-kekerasan-dan-pelecehan-di-dunia-kerja-angin-segar-bagi-pekerja-di-indonesia/
https://www.antaranews.com/berita/1109272/mewujudkan-dunia-kerja-bermartabat-melalui-konvensi-ilo-no190
https://www.antaranews.com/berita/1106328/ilo-kekerasan-dan-pelecehan-di-dunia-kerja-bukan-perilaku-tunggal
https://tirto.id/pemerintah-didesak-ratifikasi-kilo-190-untuk-lingkungan-kerja-ramah-efe3
https://www.turc.or.id/setiap-orang-berhak-bekerja-dan-bebas-dari-kekerasan-pelecehan-dan-diskriminasi/


Jika mengalami kekerasan dan kekerasan seksual, telepon nomor darurat dalam gambar


8 comments:

  1. Aku baca dan mampir ke akun digeeembok itu... sadis juga ya..tapi yg kaya gini malah jadi konsumsi makan bangkai paling enak astagfirullah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Itulah. Kebayang nggak apa yang terjadi dengan keluarga besar dan lingkungan tempat tinggal orang-orang yang disebutkan namanya dengan terang-terangan? Habis mereka.

      Delete
  2. beberapa kali saya baca threadnya digeembok, memang yang diungkit banyak, tapi memang bener, saya sebagai orang awampun yang paling diingat soal wanita2 yang disebut sebagai pelacur. memang ulasan begini laku di netizen ya.

    benar, harusnya memang langsung saja diungkap saja siapa bos nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup. Tema yang dibahas memang beragam, dan sekarang sedang menyerang para mantan direksi dan Plt Dirut. Karena skandalnya adalah soal barang ilegal dan mungkin masalah keuangan dll, tapi yang digoreng adalah pramugari yang diduga bermain kotor dalam menjalankan profesinya. Seharusnya kan ini masuk ke pembahasan soal buruknya manajemen hingga soal HRD. Bahkan, jika memang si akun @digeeembok itu juga berniat membongkar praktek prostitusi atau kekerasan seksual di Garuda Indonesia (jika ada), ya tidak dengan menggasak sesadis itu, melainkan menuntun masuk ke persoalan bagaimana soal prostitusi bisa ada dan kekerasan seksual terjadi berbasis senior-junior dalam lingkup pekerjaan, sehingga lembaga negara yang mengurusi hal ini bisa turun tangan juga.

      Delete
  3. Kejadian yg di akun digembok itu sebenarnya bukan rahasia umum lho. Di BUMN dan perusahaan lain pasti ada. Soal penyuapan, korupsi, nepotisme, sampai pelacuran. Dan memang dari dulu kan harta, tahta, dan wanita yang dijadikan pancingan. Para bos2 diiming2i uang, naik jabatan, atau wanita. Dibongkar juga kok yang laki2 termasuk pilot, dan jajaran direksinya. Mungkin porsinya yang lebih banyak membongkar dari sisi pramugari yang perlu dipertanyakan. Tapi akun tsb juga menyatakan ga semua pramugari Garuda begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya, ada beberapa poin pembahasan akun @digeeembok yang menyoal masalah perekrutan dan manajemen pekerja lah. Kalau yang kacau disana, maka seharusnya dia mendapat porsi lebih banyak untuk dikuliti, alih-alih menguliti sejumlah pramugari yang bahkan bisa jadi merupakan 'alat' yang digunakan oleh direksi untuk melakukan korupsi, nepotisme hingga gratifikasi. Karena nggak mungkin kan, penjahat merekrut partner cerdas untuk bertindak bodoh? Makanya, kukira netizen punya hak juga untuk memaksa akun @digeeembok untuk fokus ke isu penting yang mau dihajar, bukan ke personal pramugarinya.

      Delete
  4. yang ditakutkan kalau pengungkapan berita semacam itu yang disajikan tidak mengungkap siapa penjahat sebenarnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget. Para kelas teri alias anak bawang dikuliti publik dengan kejam, tapi sang raja penjahat tidak terungkap karena dia sangat berkuasa. Itulah yang aku takutkan juga dari skandal ini. Kasihan yang kecil-kecil.

      Delete