Inilah 15 Buku Keren yang Kubaca Sepanjang Tahun 2019

"Reading Time" by Annya Marttinnen. Sumber: ebookfriendly.com


"Doubt is the key to knowledge."
-Peribahasa Iran-


Tahun 2019 bagiku semacam roller coaster. I have to deal a lot against something inside me dan mencoba menjauh dari sebuah perbuatan hajat yang sangat ingin kulakukan, yaitu membalas dendam kepada seseorang atas perbuatan sangat jahat yang dia lakukan padaku. Aku punya resource dan kekuatan untuk melakukan itu. Tapi setiap kali aku ingin melangkah maju, aku mundur dan berlari. Aku memilih menangis untuk membuang semua rasa sakit, dendam dan merasa diperlakukan sangat jahat dalam diriku. Aku memilih tenggelam dalam pekerjaan, menulis di blog, membaca buku, bermain game atau menonton drama Korea. Aku selalu ingat sebuah pesan: untuk menghancurkan seorang monster, jangan lah menjadi monster. Sebab, jika aku menghabisi seorang monster dengan menjadi monster, maka aku selamanya seorang monster. 

Membaca dan menulis adalah jalan sunyi yang kulakukan untuk membuatku tumbuh dan berkembang. Dengan membaca aku punya bahan untuk menulis, dan dengan menulis aku memaksa diriku membaca banyak bahan bacaan karena menulis tanpa membaca agak sulit dilakukan untuk orang sepertiku. Maka, sepanjang 2019 ini aku berusaha membaca sejumlah buku keren dan salah satunya adalah buku favoritku yang selalu kubaca setiap tahun. 

NOVEL SADIS PALING MENGURAS AIR MATA DAN MELEDAKNYA TAWA
Setiap tahun aku selalu membaca ulang novel lawas berjudul "The Museum of Innocence" karya penulis Turki, Orhan Pamuk. Sejak membelinya (dan aku lupa kapan) aku telah membacanya sebanyak 7 kali. Novel yang ditulis dalam sudut pandang 'Aku' sebagai orang pertama ini berkisah tentang cara pandang berbeda dalam melihat, merasakan dan memperjuangkan cinta. Ini tentang lelaki berusia 30 tahun dari keluarga 1% di Turki yang hendak menikahi kekasihnya, Sibel dari kelasnya dan lulusan Universitas Sorbone, Paris. Seisi Turki memuja hubungan mereka dan menganggapnya sebagai kisah cinta ideal. Namun, pada suatu hari yang biasa Kemal jatuh cinta pada sepupu jauhnya yang masih kelas 3 SMA bernama Fusun dan mereka pun melakukan hubungan terlarang, yaitu berhubungan seksual di luar pernikahan di apartemen pribadi keluarga Kemal. Cinta Kemal kepada Fusun sangat kuat hingga ia membatalkan pertunangan dengan Sibel. Delapan tahun lamanya Kemal berkeliling kota Ankara untuk mencari Fusun yang menghilang dan membuatnya frustasi, hingga ia menemukan rumah keluarga Fusun dan mendapati kekasihnya telah menikah dengan lelaki lain. 

Tak rela kekasihnya menikahi lelaki lain, Kemal membuat segala muslihat agar mereka bercerai dan Fusun kembali ke pelukannya. Bertahun-tahun lamanya ia dan Feridun, suami Fusun bersekongkol agar Fusun gagal menjadi artis sehingga perempuan itu frustasu dan kembali ke pangkuan Kemal. Semua usahanya berhasil dan mereka akan menikah, bahkan berencana liburan ke Paris. Sayangnya, pada suatu pagi mereka bertengkar di jalan raya sembari mengendarai mobil dan kecelakaan. Fusun meninggal di tempat. Kesedihan atas kematian Fusun membuat Kemal membangun sebuah museum yang menceritakan Fusun dan mempelajari museum-museum di seluruh dunia selama 15 tahun. Dan, "Museum of Innocence" memang betulan ada di Cukurkuma, Beyoglu, Istanbul, Turki. Keberadaan museum ini lah yang menarik, karena Orhan Pamuk piawai menerjemahkan kisah dalam novelnya menjadi sebuah museum. 

Membaca novel nggak perlu waktu lama. Satu buku selesai satu minggu, dibaca rutin menjelang tidur atau kalau lagi mager, biar magernya berfaedah. Yang membutuhkan waktu lumayan lama membaca "Cantik Itu Luka" karena menurutku menyebalkan dan "The Museum of Innocence" karena tebal dan berbahasa Inggris. Buku ini kubaca konstan sepanjang tahun, sehingga setiap bulannya aku nggak tertinggal dari membaca buku ini. 
Empat novel keren yang sangat menguasai emosiku sebagai pembaca

Sementara "Love in the Time of Cholera" merupakan kisah penantian cinta sepanjang 53 tahun di Karibia, Amerika. Bercerita tentang pemuda bernama Florentino Ariza yang setia mencintai Fermina Daza selama dan menanti selama 53 tahun untuk menikahi perempuan pujaan hatinya. Cerita ini dikemas apik dalam menyampaikan derita dunia semasa wabah kolera yang mengerikan. Kalau "Cantik itu Luka" karya Eka Kurniawan merupakan kisah yang membuatku sangat kesal dengan fenomena pelacuran, di mana seorang pelacur itu dipuja sekaligus dinista. Dan tentu saja novel ini merupakan kritik atas sikap masyarakat yang selalu memuja kecantikan hasil pembuahan beda ras, sehingga Dewi di tokoh utama pernah mengutuk bayi terakhirnya agar terlahir jelek. Namun sayangnya, sejelek-jeleknya perempuan, selagi ia memiliki vagina lelaki akan tetap datang padanya untuk bersetubuh dengannya, meski tanpa mencintai dan menyayanginya.  

BUKU TENTANG KISAH DAN KARYA PEREMPUAN HEBAT DI DUNIA
Bagaimana menjadi perempuan hebat yang kehebatannya bisa melampaui kaum lelaki? Kisah Michelle Obama dan Melinda Gates mungkin bisa menjadi referensi karena keduanya merupakan perempuan keren dari lelaki yang memimpin dunia di bidang yang berbeda. Dalam "The Moment of Lift" Melinda Gates berkisah tentang bagaimana privilege yang dimiliknya sebagai perempuan kaya raya dan terpelajar memberinya kesadaran bahwa jutaan perempuan di seluruh dunia justru memiliki kehidupan yang berbeda dengan dirinya. Misalnya, Melinda memiliki hak mengatur jarak kehamilan karena memiliki akses dan pengetahuan memadai tentang kontrasepsi, sementara para perempuan miskin dan tidak terpelajar di Afrika tidak memiliki akses itu. Kesadaran itulah yang membuatnya bisa berbicara dengan Bill Gates untuk mendirikan sebuah yayasan atas nama dirinya dan suaminya yang bergerak di bidang kesehatan, khususnya dalam membantu perempuan-perempuan miskin di dunia punya akses pada pendidikan, kesehatan, sanitasi dan air bersih. 
Buku karya Michelle Obama dan Melinda Gates

Michelle Robinson Obama menulis "Becoming" untuk menceritakan kisah hidupnya yang sangat keren. Sebagai perempuan yang terlahir dari keluarga kulit hitam dan miskin, Michelle kecil hidup berdesakan di apartemen kecil dengan saudara-saudaranya di Chicago. Kesempatan mulai datang kepada Michelle saat dia menjadi satu-satunya perempuan kulit hitam yang kuliah di Universitas Princeston, hingga bekerja di sebuah firma hukum kecil dan bertemu dengan Barrack Obama. Pertemuan keduanya membuat hidup Michelle berubah dari apa yang direncanakan sebelumnya. Seluruh dunia tahu bahwa Michelle Obama adalah Ibu Negara Amerika Serikat selama dua periode (2009-2017), ketika Barrack Obama menjadi presiden negeri Adikuasa itu. Perjalanan hidupnya dalam buku ini sangat layak menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa ras dan warna kulit tidak bisa menghentikan takdir seseorang untuk menjadi besar dalam peradaban manusia. 

DUA BUKU MENGGEMPARKAN TENTANG MANUSIA DAN PERADABAN MANUSIA
Yuval Noah Harari, seorang profesor sejarah di Universitas Ibrani Yerussalem menulis dua buah buku menggemparkan tentang manusia. Meski menuai kontroversi, kedua buku tersebut tetap saja menarik untuk kita berpikir kritis tentang asal muasal manusia dan menjadi apa peradaban manusia di masa depan. Buku "Sapiens" benar-benar menguliti pengetahuan dan pemahaman kita tentang asal muasal manusia, seakan-akan menghadapkan firman Tuhan dan sains hasil pencarian manusia. Adam dan Hawa yang dipercaya sebagai  sepasang manusia pertama dalam kisah-kisah di kitab Suci, oleh buku ini diceritakan sebagai nenek moyang Homo Sapiens yang berhasil mengalahkan Homo yang lain. Homo Sapiens adalah jenis manusia paling unggul yang mengalahkan spesiesnya dan kini memimpin dunia. 

Buku yang ditulis dalam perspektif sejarah, biologi dan psikologi ini membuat kepalaku cenat cenut, dan semakin penasaran tentang sejarah nenek moyang manusia dan tentu saja bumi ini. Jadi, apakah informasi dari Tuhan tentang manusia adalah bohong atau justru pemikiran manusia yang tidak sampai pada maksud Tuhan sebenarnya mengenai penciptaan manusia? Membaca kedua buku ini sumpah butuh waktu lama dan kepala dingin. Kalau lagi pusing, bad mood apalagi ngantuk, akan sia-sia karena semakin bikin kepala cenat-cenut. Tetapi biasanya aku membacanya sebelum tidur dengan tujuan agar aku mengantuk hahaha. 
Dua buku keren tentang manusia yang menggemparkan dunia

Sementara "Homo Deus" menceritakan tentang dunia manusia yang mengalami banyak sekali perkembangan, sehingga kelak akan sampai pada kondisi immortal alias abadi dengan bantuan teknologi. Dengan sains, termasuk di bidang kedokteran, manusia berusaha menemukan resep yang membantunya tetap tampil muda, perkasa dan tidak mati. Bahkan, manusia mulai menciptakan cyborg untuk menunjukan bahwa kelak ada manusia super yang kualitasnya melebihi manusia-manusia yang pernah hidup di bumi. Ini bukan isapan jempol karena cyborg sedang dalam pengembangan. Jika kita yang hidup di abad ini merasakan betul dampak positif teknologi yang mengubah kehidupan, lantas bisa kah kita membayangkan apa yang akan terjadi pada dunia manusia 10-20 tahun mendatang. Buku ini juga menjelaskan bahwa dampak positif sains akan menjauhkan manusia dari mempercayai mitos-mitos dan agama, sehingga satu-satunya agama yang akan mengikat manusia adalah kemanusiaan. Buku ini menelanjangi arus pikir manusia beragam yang percaya hidup setelah kematian.

BUKU SEJARAH YANG MENCERDASKAN DAN MENERTAWAKAN KEBODOHAN
Hm, berapa lama sih seseorang memiliki fungsi dan pengaruh dalam sejarah peradaban manusia? Buku "History of the Arabs" memberiku banyak sekali pemahaman dan pengetahuan baru tentang Jazirah Arab, sebuah lokasi lahirnya agama-agama besar dunia dan para Nabi dan Rasul pembawa risalah Sang Pencipta. Buku setebal nyaris 1000 halaman ini ditulis dengan apik dengan riset selama lebih dari 10 tahun. Isinya detail, penuh informasi, dan tidak berasal dari informasi kalangan elit semata. Sebab dunia Arab juga dimiliki orang-orang biasa, termasuk bagaimana kalangan bawah memiliki kontribusi dalam perkembangan Islam. Memahami Islam tanpa memahami the Arabs memang sulit, terutama bagi manusia yang tidak lahir dan tumbuh dalam budaya Arab sepertiku. Buku ini belum selesai kubaca dan akan kuselesaikan 2020. 
Dua buku sejarah yang sangat mengagumkan

Nah, Jack Turner menulis buku pertamanya yang berjudul "Sejarah Rempah: Dari Erotisme sampai Imperialisme" dan sumpah, teknik storytelling dalam buku ini membuatku seringkali tertawa terbahak-bahak. Sebagai orang yang hidup di abad 21 Masehi, tentu saja aku turut menertawakan kepercayaan orang-orang Eropa pada ratusan tahun silam terkait rempah dan bagaimana posisi rempah dalam masyarakat manusia yang dibedakan berdasarkan kelas. Bayangkan, orang Eropa itu beranggapan bahwa rempah-rempah seperti lada, jahe, kapulaga, cengkih dan sebagainya tumbuh di surga, alih-alih di kepulauan tropis yang panas dan indah. Nggak heran kalau rempah hanya bisa dibeli kalangan aristokrat dengan harga melambung tinggi. Rempah digunakan bukan saja untuk masak-memasak, namun juga untuk pengobatan bahkan pengawetan mayat. Perang dagang rempah-rempah juga turut membuat cerita dari berbagai negara di Eropa terkesan lucu. Buku ini sangat keren dalam menceritakan satu babak dalam sejarah manusia tentang rempah-rempah dengan bahasa yang jenaka. Tertawa terpingkal-pingkal menjadi bonus yang menyenangkan dalam membaca buku ini. 

BUKU MOTIVASI UNTUK MENIKMATI HIDUP DAN MERDEKA FINANSIAL
"Sebuah Buku untuk Bersikap Bodo Amat" karya Mark Manson merupakan buku motivasi yang kubaca tahun ini karena bahasanya yang ringan. Selain itu, nasehat-nasehat didalamnya sangat 'out of the box' agar kita terhindar dari ambisi untuk selalu menginginkan lebih atas apapun, seperti: lebih kaya, lebih cerdas, lebih bahagia, lebih terkenal dan lebih-lebih lainnya yang justru menjauhkan kita dari kebahagiaan sejati. Lalu, bersikap bodo amat yang dimaksud dalam buku ini bukan tentang 'bodo amat' alias menjadi pecundang. Melainkan agar kita fokus pada hal-hal yang membuat tumbuh dan berkembang, dan nggak mengurusi hal-hal yang membuat kita stress, kehilangan kesempatan berbahagia dan membebani diri sendiri untuk menjadi pahlawan bagi dunia. Intinya, jalani hidup dengan santai kayak di pantai dalam keadaan apapun. 
Dua buku motivasi yang kubaca tahun 2019

Sementara "Make it Happen" karya motivator keuangan Prita Ghozie secara sederhana mengajakku sebagai pembacanya untuk tertib dalam keuangan. Karena uang bukan sesuatu yang bisa digunakan sembarangan, karena itu akan merusak diriku. Prita mengajak pembacanya untuk memiliki mimpi dan mengatur keuangan sedemikian rupa agar kita sampai pada mimpi tersebut. Terlebih, di kehidupan modern yang serba mahal ini, kita harus bekerja bukan hanya untuk hari ini, melainkan memberikan kesiapan finansial untuk membesarkan anak-anak yang dilahirkan. 

BUKU ANAK SERI PETUALANGAN MATARA DI NUSANTARA

Matara ini tokoh dalam buku anak tulisan Okky Madasari. Serial ini kabarnya akan merupakan empat buku, di mana buku keempat masih dalam proses penulisan atau penerbitan. Tapi aku belum bisa menebak wilayah Indonesia bagian mana yang akan dijadikan setting cerita, karena ketiga buku yang telah kubaca berlokasi di wilayah Timur Indonesia, yaitu Atambua, Tidore dan Wakatobi. Ketiganya menceritakan kisah Matara, anak 12 tahun asal Jakarta yang menjumpai teman-teman baru yang unik dan mengunjungi tempat-tempat luar biasa, yang pasti nggak akan dipercaya orang dewasa. Teknik storytelling Okky Madasari cukup ampuh membawa imajinasi pembaca pada keingintahuan mencari lokasi sebenarnya dari lokasi-lokasi dalam cerita. Sebagai orang dewasa berusia 34 tahun yang membaca buku untuk anak SD dan SMP tentu saja aku membangun pertanyaan-pertanyaan ala orang dewasa di kepalaku. Sehingga aku jadi penasaran, pertanyaan macam apa yang diajukan para pembaca usia belasan tahun. Dan apakah mereka jadi termotivasi keliling Indonesia? 

Membaca satu buku dari trilogi ini bisa diselesaikan dua hari, sehingga butuh 6 hari untuk menyelesaikan ketiganya. Maklum, ini buku untuk anak-anak dan tipis sehingga nggak berat untuk membacanya. Yang berat adalah momen ketika aku melakukan review dan melakukan desk studi di internet tentang lokasi sesungguhnya yang diceritakan dalam buku. 
Tiga buku petualangan Matara keliling Indonesia sudah kulahap tahun 2019

Pembacaku yang baik, demikianlah tulisanku mengenai 15 buku keren yang kubaca sepanjang tahun 2019 ini. Yah, walaupun aku bukan pembaca segudang buku, tetapi setidaknya lumayan lah 1 bulan aku membaca banyak buku. Sebab sisanya, aku membaca buku atau jurnal digital, sesuai dengan kebutuhan informasi dalam menulis. Tahun 2020 haruslah lebih baik dari tahun sebelumnya dan aku berharap pembaca bisa menuliskan judul-judul buku apa saja yang sebaiknya kubaca pada tahun 2020 di kolom komentar. Terima kasih telah membaca tulisan ini dan semoga bermanfaat. 

Jakarta, 18 Desember 2019



4 comments:

  1. Wah, keren juga 15 buku setahun. Artinya kurang dari sebulan bisa ngabisin 1 buku. Salut salut~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau baca novel memang cepat selesai, tapi kalau buku berat mah bertahun-tahun nggak selesai hehehe.

      Delete
  2. Wah menarik banget Mbak, buku-bukunya. Saya jadi tertarik baca History of Arabs sama buku-bukunya Okky Madasari. Makasih atas rekomendasinya ya Mbak~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, buku "History of the Arabs" ini kan hampir 1000 halaman dan isinya detail, dan sebagai buku sejarah jelas berat lah, makanya nggak kelar-kelar aku baca. Meski demikian aku selalu membacanya sepanjang tahun, entah tahun berapa akan selesai kubaca dan kubaca ulang hehehe.

      Delete