Haruskah Setiap Hari Posting Tulisan di Blog?

Ilustrasi Blogging. Sumber: webnode.com


Mungkin, pertanyaan ini pernah bergelayut di kepala sebagian kita sebagai Blogger. Terlebih bagi Blogger pemula yang sedang semangat belajar banyak hal tentang dunia blogging. Rasanya ingin setiap hari posting artikel agar blog semakin dikenal dan grafik jumlah pengunjung terus naik. Semakin terkenal blog, semakin asyik. 

Dulu aku pernah berfikir demikian. Tapi, seiring berjalannya waktu dan menjalani sendiri bagaimana membuat tulisan yang berbeda dan berdampak, aku memilih untuk tidak menjadikan kuantitas tulisan sebagai ukuran. Karena membahas tema-tema yang tidak populer di kalangan blogger, aku juga tidak bisa mengharapkan pengunjung blog membludak sebagaimana blog bertema traveling, beauty, food, gadget dan blog tutorial yang memang sering dicari orang sebagai referensi. Aku memilih membuat tulisan yang berdampak dan orang akan mengingat blogku dan namaku setiap kali berhadapan dengan isu yang kubahas di blog ini. Tema yang kutulis kujamin sangat jarang ditemukan dalam blog lain, dan bahkan masih sangat sedikit Blogger dan Penulis Indonesia membahasnya, karena tema ini memerlukan data dan analisa. 

Biasanya aku membutuhkan 2-3 hari untuk membuat satu artikel tentang tema kekerasan seksual, dunia perempuan dan hal-hal terkait kemanusiaan. Jika aku ngebut dan seharian fokus ngeblog ya bisa saja selesai, tapi kan aku bekerja, jadi nggak mungkin setiap hari mengurus blog. Tema-tema kemanusiaan ini memerlukan data yang harus kucari dari banyak sumber, termasuk menentukan gambar yang pas sebagai pemanis. Aku selalu serius dalam menulis karena ingin pembacaku menikmati tulisan bergizi, berdampak pada kehidupan mereka dan terlebih agar tulisanku masih relevan bagi pembacaku di  5-10 mendatang. Aku percaya kata-kata adalah senjata, dan senjataku harus tajam menikam. 

Terkait dampak, yang kupikir harus diperhatikan dari sebuah tulisan adalah seberapa banyak ia dibaca? Kita yang menentukan ukuran apakah tulisan kita berdampak jika dibaca oleh 1000 atau 10.000 pembaca. Dari 260 juta penduduk Indonesia, anggap saja 5 juta diantaranya pembaca blog atau media daring. Berarti kita harus menyasar mereka. Jujur, untuk tulisan-tulisanku sih agak sulit cari pembaca banyak, sehingga aku harus rajin menyebar tulisanku ke berbagai kanal media sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain itu, kita juga harus mampu melihat siapa pembaca setia dan siapa yang mampir doang. Bersyukurlah jika telah memiliki pembaca setia. 

Menarik pembaca ke tulisan kita nggak gampang, kecuali tulisan kita terkait tema yang menarik seluruh kalangan secara netral. Blog tentang travel bisa punya 10-20 juta kunjungan, pun dengan blog kecantikan dan makanan. Tapi blog tentang cerita kemanusiaan bisa jadi 1 juta kunjungan pun belum. Bagaimanapun juga membuat orang tertarik membaca secara menyeluruh nggak semudah membagi cuitan di Twitter atau ribut di timeline Facebook orang. Blog adalah media yang memiliki informasi lengkap dan sayangnya masih sedikit orang yang mau bersusah payah mencari informasi lengkap. 

Lalu, bagaimana agar konsisten menulis? Percayalah aktivitas menulis itu sama melelahkannya dengan memasak, karena harus meramu bahan mentah menjadi menu siap santap. Ada kalanya bosan, malas dan bingung mau memproduksi tulisan seperti apa. Untuk membuat konsisten menulis dan pikiran fokus ke tema yang ditetapkan, biasanya aku membuat daftar tema atau judul tulisan yang harus kubuat per bulan. Jika dalam sebulan aku akan posting 15 artikel, maka aku harus posting 1 artikel per 2 hari. Atau jika hari kerja sibuk, maka aku harus membayar utang dengan fokus menulis pada Sabtu-Minggu langsung posting 2-3 tulisan. Tema tulisan kupelajari dari isu-isu terkini sehingga aku tidak kehilangan momen. 

Dengan demikian, aku tidak membebani diri dengan sebuah keharusan menulis 1 artikel setiap hari. Sebagai Blogger, aku ingin tulisanku berdampak kuat di benak pembaca. Aku percaya, sebuah tulisan yang menembus jantung hati dan pikiran pembaca dapat menstimulasi proses berpikir kritis dan membawa perubahan dalam kehidupan. Mungkin, hal ini juga bisa dinamakan #slowblogging di mana blogging menjadi kegiatan serupa yoga dan meditasi, bukan serupa lomba lari agar menjadi juara untuk mengalahkan blogger lain. Jadilah unik dan berikan kesempatan pembaca mengapresiasi blog kita. 

Jakarta, 3 Oktober 2019




22 comments:

  1. Berat juga kalo harus posting blog rutin setiap hari, kalau aku sekarang lagi fokus ke tema tulisan yg aku buat di blog :') hehe nice post kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau bikin tulisan berkualitas memang berat lah tiap hari posting, kan harus riset juga. Tapi, posting minimal 10 tulisan berkualitas per bulan bisa lah.

      Delete
  2. Sebetulnya ada dua yang harus dipilih. Menekan kuantitas (posting setiap hari) atau kualitas (seperti yang mbak ika paparkan). Jawabannya ada di kemampuan bloger sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup benar sekali. Tapi, kemampuan blogger juga harus disesuaikan dengan kebutuhan audiens. Ngapain juga kita rajin nulis tapi pembaca tulisan kita sedikit, karena hal paling penting dari tulisan adalah dampaknya pada pembaca.

      Delete
  3. "Blog adalah media yang memiliki informasi lengkap dan sayangnya masih sedikit orang yang mau bersusah payah mencari informasi lengkap"

    Kenapa berasa kesindir ya? 🤔

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga belajar bertahun-tahun untuk bisa paham apa fungsinya tulisan saya bagi orang lain. Sehingga semakin tahun saya berusaha belajar menghadirkan tulisan dengan informasi lengkap, biar pembaca merasa puas dengan tulisan saya.

      Delete
  4. Saya juga nggak mampu Mbak setiap hari posting, bisa patah tulang ini kwkekwke,
    Butuh 2 sampai 3 hari untuk bikn artikel yg renyah, yang penting posting "Alon2 asal klakon".

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yup, betul banget. Bisa rusak juga mata terus-terusan di depan laptop kan?
      Nah, kalau saya sekarang ini memilih untuk memilih tema yang nggak ditulis banyak orang, sehingga saya punya energi lebih untuk menulisnya dan orang kembali ke blog saya jika hendak membaca tulisan tentang tema khusus, misalnya soal women issue.

      Delete
  5. Halo mba, thank you untuk sharingnya. Aku salut banget sama mba Ika karena konsisten nulis di blog. Kebetulan pekerjaanku (full time dan freelance) berkaitan sama tulisan dan kadang mau nulis di blog pribadi suka males karena terlalu sering lihat tulisan.
    Btw salam kenal ya mba Ika. Mampir ke blogku Pamperstory.com :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget, bahwa jadi Blogger tapi tetap bekerja itu jadi tantangan tersendiri. Tapi percayalah, kalau blogging sebagai cara bermeditasi, nggak akan lelah kok, karena semua bahan tulisan ada di kepala.

      Delete
  6. Replies
    1. Terima kasih atas persetjuannya atas tulisan ini.

      Delete
  7. Ide tulisan mbak ini banyak manfaatnya dan baik untuk para blogger. Bukan jumlah pengunjung yang ditunggu tetapi kesadaran kita dalam menulis di blog sesuai dengan diri kita sendiri. Dan sesuai dengan kemampuan blogger dalam mencari informasi untuk sebuah artikel. Semoga terus berkarya dan memberikan manfaat positif untuk pembaca dan para blogger. Silakan berkunjung ke blog saya amaliandcinnamon.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha iya, kalau blogging ngandelin jumlah kunjungan mah jelas kalah lah dengan blogger-blogger dengan konten teknis seperti yang banyak ditemukan di Google. Semoga setiap Blogger telah menemukan apa tujuan mereka menulis, sehingga nggak bosan dan mati gaya.

      Delete
  8. wah canggih juga nih tipsnya, hehehee siap di copy ya kak :) terima kasih..

    ReplyDelete
  9. Halo, Kak. Saya pengunjung baru di blog Kakak, dan beruntung banget di pertemuan pertama ini langsung kepincut dengan tulisan yang satu ini. Setuju banget sama ide yang diungkapkan soal "slow blogging", terlebih dari sudut pandang pembaca. Jujur aja, saya lebih seneng kalo blogger favorit saya cuma bisa update 2x sebulan dengan konten yang bener-bener valuable, menambah insight baru buat saya, dan sifatnya solutif; daripada blogger yang 2x seminggu update tapi tulisannya terkesan "dangkal" (karena mungkin sedikitnya waktu buat research). Anyway, I'll be a new fan of this blog from now on. Saya tunggu tulisan-tulisan kece lainnya tentang blogging, Kak. Tetap semangat menebar informasi bermanfaat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, terima kasih ya Ristra sudah berkunjung ke blog ini dan semoga betah, dan selalu balik lagi.

      Delete
  10. Setuju banget sih kak sama yang diomongin di atas. Mau kejar kualitas atau kuantitas?
    Tapi itu semua tergantung masing-masing orang ingin menjadikan blognya seperti apa. Ada kan yang menjadikannya sebagai jurnal hidupnya. Jadi mungkin yang ditulis juga bukan tema yang berat karena hanya berputar di hidup si blogger.
    Kalau aku sih lebih menyasar ke artikel ringan. Masih gak kuat kalo nulis sampai ribuan kata. Dan juga masih berproses juga sih menjadi blogger yang kece ke depannya. Hehehe..
    Btw, salam kenal ya kak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Liku Kata, terima kasih sudah berkunjung dan smeoga betah membaca tulisan-tulisan panjang dalam blog ini.

      Delete
  11. Aku memilih membuat tulisan yang berdampak dan orang akan mengingat blogku.

    Melihat kata kata di atas jadi ingat mantan he :)

    Aku membuat kue lezat dan enak untuk di rasakan agar semua orang tau bahwa ciri has kue buatan aku enak :)

    Saya juga sebagai blogger pemula
    Sedang fokus pada isi konten artikel bagaimana caranya mendatangkan trafik yang membludak 😂 dan mendongkrak pendapatan di adsense.

    Membuat 1 artike saja kadang membutuhkan waktu 3-5 hari sampai Samapi rasa malas, cape, jenuh, tiba melanda pada akhirnya saya lupa bahwa saya sedang membuat konten hee

    Ke esokan hari nya saya ingat, saya pun melanjutkan nya :)

    meskipun seperti itu Saantuy aja mungkin ini kali ya yang di maksud #slowblogging 😀

    ReplyDelete