Mengenang Habibie Bersama Serial Kartun Adit & Sopo Jarwo

Pak Habibie nongkrong dengan Adit dkk membicarakan pesawat

"Bahwa bangsa Indonesia, manusia Indonesia sama seperti bangsa-bangsa yang lain.  
Bisa menguasai teknologi secanggih apapun untuk kebutuhannya sendiri 
seperti pesawat terbang penumpang." 

(Ujaran Pak Habibie kepada Adit dan teman-temannya)


Pada suatu siang yang panas di Kampung Karet Berkah, lapak bakso Kang Ujang ramai oleh pembeli. Ada yang sedang menikmati bakso, ada yang memesan dengan sambal dipisah. Sejumlah pembeli terburu-buru karena cuaca panas sehingga Kang Ujang kewalahan. Untung aja ada Adit dan Dennis yang membantu Kang Ujang sehingga pekerjaannya menjadi sedikit ringan. Nah, saat semua sibuk dengan urusan masing-masing, tiba-tiba sebuah mobil berwarna putih bergerak menuju lapak bakso Kang Ujang. Semua orang yang ada di lapak tersebut seketika menoleh ke arah mobil putih tersebut. Tak lama kemudian pintu mobil dibuka dan seseorang turun. Ternyata, seseorang itu adalah Eyang Habibie, panggilan orang-orang pada Pak Habibie. Sontak dong seluruh orang yang ada di lapak menyambut kedatangan Pak Habibie dengan wajah kaget sekaligus hati gembira. Mereka seakan tak percaya siapa sosok yang datang ke lapak Kang Ujang. 

Pak Habibie yang digambarkan menggunakan setelan yang terdiri dari batik lengan panjang dengan corak bunga perpaduan warna hitam, cokelat, dan putih; serta bercelana warna hitam panjang, berkacamata, berpeci hitam, dan bertongkat mendekati anak-anak yang menyambutnya dengan gembira sekaligus kaget. Pak Habibie mengucapkan salam, kemudian memeluk Dennis yang ternyata kangen juga dengan Pak Habibie. Tak lama kemudian, Adit dan teman-temannya memperkenalkan dirinya masing-masing. 

"Saya Ucup, Eyang! Eyang Habibie yang bikin pesawat itu, kan? Yang dulu sekolah di Jerman, Kan? Yang Presiden ke tiga, kan? Wahhh Ucup ngefans banget!" ujar bocah bernama Ucup dengan riang gembira. Lalu semua orang tertawa. 

Lalu, Pak Habibie duduk di meja, berseberangan dengan anak-anak. Kang Ujang membuatkan semangkuk bakso khusus untuk Pak Habibie. 

"Punten, punten! Nah ini semangkuk bakso hangat buat sang pencipta pesawat," kata Kang Ujang dengan logat Sunda yang khas, sembari meletakkan semangkuk bakso di hadapan Pak Habibie. 
"Terima kasih Kang Ujang," ujar Pak Habibie. 
"Iya sama-sama Pak Habibie. Saya juga serasa mimpi bakso saya dinikmati orang hebat di negeri ini," dan anak-anak pun tersenyum mendengar penyataan Kang Ujang. 

Tak lama Pak Habibie mulai menyuapkan sesendok bakso buatan Kang Ujang, mengunyahnya pelan dengan penuh kenikmatan. Sepasang mata Pak Habibie bergerak-gerak lincah, tulang pipinya naik turun, dan kemudian berkata, "enak banget ini baksonya."

Nah, disela-sela menikmati bakso inilah kemudian Pak Habibie mengatakan bahwa bisa berkesempatan makan bakso adalah hal yang disyukurinya, terutama ketika mengenang masa-masa kuliahnya di Jerman. Pak Habibie menceritakan bahwa saat kuliah di Jerman, ia sering hanya makan sebuah roti kering ditemani segelas susu hangat saja. Kemudian Pak Habibie mengandaikan kalau makan roti kering tersebut dengan semangkuk bakso hangat pasti sedap sekali, yang membuat semua orang tertawa. Lalu mengalirlah cerita tentang pengalaman hidup Pak Habibie saat di Jerman. 

Video 1: Eyang Datang Semua Senang

Video 2: Eyang Bikin Pesawat Semua Sepakat

Setelah mengobrol asyik tentang pesawat di lapak bakso Kang Ujang, mereka kemudian nongkrong di halaman kosong yang mirip dengan lokasi nongkrong di serial Doaremon. Adit dan teman-temannya begitu antusias mendengarkan penjelasan Pak Habibie tentang pesawat terbang dan alasan bahwa bangsa Indonesia juga bisa membuatnya dalam upaya menghubungkan pulau-pulau di tanah air Indonesia sebagai bangsa maritim. 

"Agar supaya pesawat terbang ini bisa menghubungi tiap titik, tiap pulau di dalam benua maritim Indonesia. Jadi, kita bersama ini telah membuktikan kepada diri kita sendiri dan pada umumnya kepada dunia. Oleh karena ini tanggal 10 Agustus 1995 dikenang oleh seluruh bangsa Indonesia kebangkitan teknologi nasional. 50 tahun Indonesia merdeka, putra-putri Indonesia secara mandiri bisa merekayasa," 
Pesawat Habibie untuk Indonesia

"Wahhh kerena banget! Yeaaaaa!!" terika Adit dan teman-temannya bangga. 
"Eyang Habibie emang Hebat!" Puji Ucup dengan riang gembira. 
"Yang untuk kelasnya yang paling canggih yang ada di dunia yang dikenal pada waktu itu adalah N250, Gatotkaca!" lanjut Pak Habibie sembari memandangi pesawat mainan milik Ucup yang sebelumnya sembat mengudara. 

Kemudian, Pak Habibie menanyakan cita-cita masing-masing anak. Setelah mendengar cita-cita mereka masing-masing, Pak Habibie memberikan motivasi bahwa ia meyakini anak-anak itu akan berhasil mencapai cita-citanya karena memang telah memiliki modal dalam mencapainya. Termasuk kondisi bebas dan merdeka sebagai manusia. 

"Eyang yakin kalian semua bisa mencapai cita-citanya. Karena sudah memiliki cikal bakal. Kalian manusia yang merdeka! Yang bebas! Dan memiliki tolak ukur! Sama dengan bangsa-bangsa yang lain. Berani bersaing! Sehingga prestasi nyata kalian semua menjadi kebanggaan bagi keluarga dan bangsa Indonesia." pungkasnya.  

Karakter Pak Habibie saat menjelaskan tentang pesawat terbang sembari memandangi pesawat terbang mainan

Kisah pertemuan Pak Habibie dengan Adit dan teman-temannya di Kampung Karet Berkah tersebut bisa disaksikan dalam serial Adit & Sopo Jarwo di episode 76-77. Setiap Episode memiliki tema berbeda, namun dalam kesatuan cerita sejak kedatangan Pak Habibie ke lapak bakso Kang Ujang hingga keterpesonaan mereka semua selepas mendengarkan motivasi dari Pak Habibie. Episode ini tayang pada 28 Agustus 2019 dan ditayangkan ulang pada 13 September 2019, dua hari setelah Pak Habibie meninggal dunia. 

Jujur saja, aku sangat terharu atas kemunculan seri Pak Habibie ini dan berterima kasih kepada tim MD Animation yang telah bekerja keras membuat kenang-kenangan tentang Pak Habibie bagi anak-anak Indonesia. Sebagai prang dewasa, aku saja menyukai episode ini, terutama ketika tim MD Animation berhasil menampilkan sosok Pak Habibie yang sangat mirip dengan aslinya, termasuk suaranya dan caranya berbicara. Kupikir suara Pak Habibie hasil olahan dari rekaman, eh ternyata, Pak Habibie memang betulan menjadi pengisi suara episode ini lho. Wah, semoga anak-anak Indonesia semakin giat belajar dan berkarya demi mencapai cita-citanya masing-masing ya. 

Baca juga: Indonesia Sepeninggal Habibie

Episode ini menurutku akan sangat membekas di kenangan kita semua, khususnya anak-anak Indonesia mengingat Pak Habibie adalah sosok penting yang selalu menginspirasi. Semoga hasil kerja keras tim MD Animation ini menjadi hadiah yang manis bagi bangsa Indonesia sepeninggal Pak Habibie. Semoga Sang Pencipta merestui mimpi Indonesia. 

Jakarta, 13 September 2019

3 comments:

  1. wah belum pernah lihat film kartun ini

    ReplyDelete
  2. Aku suka banget nonton film kartun eyang Habibie ini. Aku pikir suaranya pakai pengeisi suara yang mirip gitu. Eh ternyata suara aslinya eyang, ya. Sungguh film seperti ini memiliki nilai edukasi, memotivasi anak-anak untuk meraih cita-cita mulianya.

    ReplyDelete
  3. menjadi kenangan tersendiri menghadirkan Eyang di serial Adit Jarwo,

    ReplyDelete