Outfit Simple Merayakan Lebaran Tahun 2019

Menikmati liburan lebaran di Bintaro bersama dua orang teman. Foto oleh: Ibu B

Tahun ini aku nggak pulang kampus alias mudik untuk merayakan lebaran. Beberapa orang temanku juga tidak pulang ke kampung halaman dengan satu dan lain alasan, yang sama-sama patut dihargai dengan alasan yang kupilih. Nah, kami janji untuk bertemu dan menikmati liburan dengan bernostalgia dan melakukan hal-hal menyenangkan. Selepas menunaikan shalat Idul Fitri di masjid dekat kosan, aku dan temanku Fifi menuju Bintaro menggunakan commuter line

Sudah 7 tahun lamanya aku tidak pernah lagi mengkhususkan diri membeli baju untuk merayakan Idul Fitri alias lebaran. Selain karena koleksi pakaianku sangat banyak, dan yeah buah apa juga repot-repot membeli baju khusus lebaran kalau lebaran aja nggak pulang kampung. Garing gitu hehe. Jadinya, untuk shalat Id aku mengenakan dress yang ada id lemari, dan untuk main aku gunakan outfit sehari-hari. Hanya perlu sedikit upaya kreatif saja dalam melakukan padu-padan biar kece dan Instagramable

Santai kayak di pantai, eh di stasiun. Foto oleh: Fifi
Oh ya, aku, Fifi dan Julia kenal tahun 2010, tepatnya bulan September. Kami adalah tiga dari 50 orang penerima beasiswa International Fellowship Program (IFP) dari the Ford Foundation. Nah, Julia ini menikah dengan Omear, salah seorang teman kami juga yang berasal dari Papua. Dari pernikahan tersebut mereka dikarunia dua orang gadis kecil bernama Sabai dan Hana. 

Karena Oemar akan melanjutkan studi S3 ke Inggris dan masih mengurus perizinan dari kampus tempatnya mengajar di Jayapura, jadinya Julia dan Oemar harus menjalani Long Distance Marriage dong selama beberapa bulan hingga waktu keberangkatan mereka akhir tahun ini ke negerinya Ratu Elizabenth II. Dan pada lebaran ini mereka tidak bisa bersama karena harga tiket Jakarta-Papua sungguh bikin pening kepala mahalnya. 

Ya sudah, daripada kami bertiga kesepian di kosan masing-masing, maka kami bertemu saja. Setidaknya aku bisa bermain-main dengan dua anak kecil yang sangat aktif itu sebagai penghibur hatiku yang juga kangen dengan dua keponakanku. 

Pertama-tama, aku dan Fifi janji bertemu di stasiun Tanjung Barat. Kami berdua akan berkunjung ke kontrakan Julia di Bintaro untuk menikmati rendang sapi dan opor ayam, dan makanan lain sembari bernostalgia tentang masa lalu yang sudah berpaut 8 tahun lamanya ini. Jauh banget kan lebaran ke Bintaro? Nah, perjalanan yang jauh di cuaca panas ini sangat menguras tenaga karena kami kepanasan. Aneh juga sih kok bisa kepanasan karena toh kami menggunakan kereta yang nyaman dan dingin. Hm, mungkin karena kami berdua jomblo dan agak-agak senewen melihat berpasang-pasang makhluk saling bergandengan tangan di depan hidung kami. 

Karena lama tak jumpa, aku dan Fifi yang kepanasan karena cuaca memang sangat panas transit dulu di stasiun Manggarai. Alasannya sederhana sekali sih: minum kopi dan foto-foto ala anak Instagram. Dan yeah, karena penumpang kereta membludak sebagaimana hari-hari biasa di jam berangkat pun pulang kerja, aku dan Fifi memilih berlama-lama mendinginkan tubuh kami yang kepanasan di salah satu kedai kopi di stasiun Manggarai. Ngopi, ngobrol, dan foto-foto sampai puas. Hatiku jadi gembira. 
Diantara mereka yang berlalu lalang. Foto oleh: Fifi

Untuk menghibur diri kami yang nggak bisa pulang kampung, dan terjebak cuaca panas dan padatnya antrian di stasiun, maka kami menghibur diri dengan foto-foto, meski mungkin penumpang lain tidak suka melihat tingkah kami hehe. Bodo amat ah! Yang penting kami bahagia. 

Sesampainya di Bintaro, hatiku langsung senang disambut dua bocah yang sudah lama tidak kami kunjungi. Senyum gadis kecil bernama Sabai dan Hana membuat rasa lelah menjadi sirna, meski datang lagi sekejap kemudian. Karena bagaimanapun juga mengasuh dua bocah jelas menguras tenaga. Pembaca pasti mengerti lah, kehidupan orang dewasa dan anak-anak tidak pernah menemukan benang merah. Aku dan Fifi lumayan kewalahan dengan tingkah polah dua bocah yang maunya berlarian kesana-kemari bagai memiliki cadangan energi luar biasa. Maka, aku sangat mengerti kelelahan Julia membesarkan kedua puterinya sendirian sementara suaminya terpisah jarak sangat jauh, demi masa depan mereka. 
Outfit hari kedua. Foto oleh: Fifi

Karena tidak ada rencana menginap, aku tidak membawa baju ganti. Akhirnya di hari kedua aku meminjam baju Julia. Dan Pembaca, outfit hari kedua ini ternyata membawa berkah karena hasil fotonya bagus. Bahkan salah satu fotoku menggunakan outfit ini, membuatku menggantu profile picture di seluruh akun media sosialku baik itu Instagram, Facebook, Twitter, Youtube, hingga profil di platform menulis yang kuikuti seperti Kompasiana dan Storial.co dan yeah, tentua saja Whatsapp hehehe. Semua serba pink deh. Hasil editan pula, biar cetar membahana dan meluluhkan hatinya. 
Aku dan Sabai. Foto oleh: Fifi

Nah, Sabai ini anak sulung Julia. Usianya 4 tahun. Sangat suka makan ikan. Ketika masih tinggal di Papua, Sabai terbiasa dibuatkan berbagai menu berbasis ikan segar dari perairan Papua. Anak ini sangat cerdas dan curious terhadap segala sesuatu. Ia selalu bertanya ini-itu, dan cepat tanggal atas segala sesuatu, termasuk kata-kata dan perilaku orang dewasa. Salah ucap sedikit bisa menyinggung perasaannya. Dan sebagai orang yang ceplas-ceplos, aku beberapa kali dianggap menyakiti gadis kecil ini dan dia marah padaku. Maka untuk menghiburnya, aku harus meminta maaf padanya dan mengatakan bahwa aku tidak mengajak melakukan kesalahan. Setelah itu baru deh dia mau main lagi denganku. 
Santai di taman Bintaro Exchange. Foto oleh: Fifi

Pembacaku yang baik, aku mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019 M. Semoga berkah Ramadan selalu menyertai hingga kita dipertemukan dengan Ramadan tahun-tahun mendatang. Dan silaturahmi antara kita semakin mempererat tali persaudaraan kita sebagai spesies manusia. Semoga di masa depan kita sama-sama menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat. 

Depok, 7 Juni 2019

No comments:

Post a Comment