Ani Yudhoyono: Perempuan Hebat Dibalik Nama Besar dan Karir Cemerlang Susilo Bambang Yudhoyono

Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono. Sumber: pojoksatu.id

Perempuan ini mungkin tidak pernah menyangka bahwa takdir akan membawanya menuju puncak tertinggi di sebuah bangsa besar bernama Indonesia. Bahwa selama 10 tahun lamanya ia menjadi perempuan nomor satu di negeri ini sebagai First Lady, menemani suaminya, Susilo Bambang Yudhoyono dalam menjalankan tugas sangat berat sebagai Presiden ke 6 Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu antara 20 Oktober 2004-20 Oktober 2014, melalui pemilihan langsung. 

Ia adalah puteri ketiga dari tujuh bersaudara pasangan Letnan Jenderal (purnawirawan) Sarwo Edhie Wibowo dengan Hj. Sunarti Sri Hidayah. Ia lahir pada 6 Juli 1952 atau tepatnya 7 tahun setelah proklamasi kemerdekaan RI. Sebagai anak dari seorang prajurit di masa-masa transisi dari penjajahan asing menuju rebutan kekuasaan, terutama paska peristiwa berdarah Gerakan 30 September 1965, tentulah hidup Ani tidak mudah. Terutama ketika ayahnya di pindah tugaskan ke berbagai wilayah. Bahkan, Ani harus drop out sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia karena harus mengikuti ayahnya yang ditugaskan menjadi Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan. 

BACA JUGA: Perempuan-Perempuan di Hati Habibie

Sekembalinya dari Korea Selatan, Ani menikah dengan pemuda bernama Susilo Bambang Yudhoyono. Mereka berjumpa pertama kali pada tahun 1973, sama-sama saling jatuh cinta pada pandangan pertama, menjalani LDR Jakarta-Magelang dengan saling berkirim surat cinta, hingga kemudian menikah pada tahun 1976. Saat itu, SBY merupakan prajurit muda dengan pangkat Sersan Mayor Satu, lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Ia merupakan lulusan terbaik dengan penghargaan Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama sebagai prestasi tertinggi gabungan mental, fisik dan kecerdasan intelektual. Ani Yudhoyono, kemudian ia dikenal, patut berbangga karena lelaki yang ia pilih menjadi suaminya merupakan salah satu prajurit kebanggaan Indonesia dengan segudang prestasi.
Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono. Sumber: theshonet.com

Pasangan muda Ani dan SBY melahirkan dua anak lelaki. Anak sulung mereka, Agus Harimurti Yudhoyono merupakan prajurit yang tak kalah berprestasi dibanding ayahnya. Ia tak kalah tampan dan gagah dibandingkan SBY ketika muda, dan menjadi idola para gadis, hingga cintanya dimenangkan oleh artis Annisa Larasati Pohan. Sayangnya, karir cemerlangnya sebagai seorang prajurit dibabat habis karena ambisi SBY untuk menjadikannya politisi. Yah, bukan lagi rahasia jika keluarga Yudhoyono merupakan pentolan Partai Demokrat, seakan-akan PD merupakan sebuah kerajaan dan tampuk kepemimpinan harus jatuh ke tangan putera SBY. Percobaan pertamanya sebagai politisi kacangan adalah bertarung di pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta pada 2017 dan ia kalah telak. 

Oke, back to kisah Ibu Ani Yudhoyono. 

Terlahir dari keluarga prajurit dan kemudian menjadi istri seorang prajurit tentulah hidup Ani berbeda dari perempuan biasa di tanah ini. Sejak dilahirkan ia sudah dihadapkan dengan suasana politik bangsa yang tidak stabil. Namun, kita tidak pernah mendengar betapa besar kiprahnya dalam menentukan jalan politik bangsa ini. Bahkan, ketika ia menyandang gelar Ibu Negara selama 10 tahun, ia tidak terlihat memiliki ambisi dalam dunia politik meski pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Demokrat. Ia justru lebih gencar dalam berbagai kegiatan sosialnya, menjalani hobi fotografi, dan menanam bunga. Ia juga tak kalah gaul dengan anak muda dengan aktif di media sosial Instagram.
Ani Yudhoyono muda dalam seragam TNI. Sumber: Instagram Ani Yudhoyono Fans

Akun Instagram Ani Yudhoyono cukup populer. Ia telah mengunggah sebanyak 3.661 foto dan memiliki sebanyak 6.6 juta pengikut. Akun tersebut seakan bercerita mengenai kehidupan keluarga Yudhoyono dan harmonis, yang membuat siapa saja yang melihatnya berdecak kagum. Terlebih, Ani Yudhoyono banyak mengunggah foto hasil jepretannya sendiri. Tentulah itu hobi yang mampu menangkan pikiran bagi elit politik bangsa dengan peperangannya sendiri. Uniknya, setiap postingan di akun tersebut ditulis dalam dwi bahasa yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Tentulah Ibu Ani menghendaki agar pengikutnya dari berbagai negara memahami pesan yang hendak disampaikan melalui setiap foto yang ia unggah. 
Pasangan Ani dan SBY saat merayakan Hari Tani Nasional 2018. Sumber: instagram Ani Yudhoyono

Namun, jangan pernah underestimate pada seorang perempuan. Sebab perempuan bisa berkuasa tanpa duduk di singgasana dan dapat mengendalikan politik bangsanya melalui bisikan-bisikan penuh mesra di telinga pasangannya. Terlebih dalam kultur Jawa, perempuan berkuasa justru sering tampil biasa karena ia mengendalikan segalanya dibalik layar. Ia hanya perlu orang-orang yang tunduk pada pesonanya, mendengarkan kata-katanya dan melaksanakan titahnya. Begitulah cara perempuan berkuasa. 

BACA JUGA: Menikah Adalah Tugas Peradaban

Sebuah tulisan dari blogger Yusran Darmawan menyebutkan bahwa Ani Yudhoyono merupakan cahaya yang berada dibalik cemerlangnya karir SBY, khususnya sebagai politisi. Hal ini disebut sebagai Wahyu Keprabon, yang juga pernah disematkan kepada Ibu Tien Soeharto yang disebut-sebut sebagai pelindung sesungguhnya dari Soeharto yang bisa berkuasa selama 32 tahun sebagai Presiden RI sekaligus penguasa rezim Orde Baru. Pernikahan SBY dan Ani yang merupakan puteri Jenderal Sarwo Edhie Wibowo, sosok paling kuat di masa-masa awal kekuasaan Soeharto setelah menumbangkan Soekarno dari tampuk Presiden RI, dan menghabisi makar berdarah bernama Gerakan 30 September. 

CINTA SETIA HINGGA AKHIR HAYAT
Ani Yudhoyono dikenal sebagai sosok yang aktif, produktif, menjalani hobi fotografi dengan senang hati, merawat taman dengan gembira, sering traveling bersama SBY dan selalu ada untuk keluarganya. Ia cantik, fashionable, cerdas dan setia. Ia merupakan gambaran seorang istri, ibu sekaligus nenek ideal dari sebuah keluarga. Ia dielu-elukan banyak sekali pengagumnya, meski beberapa hal menyebalkan tentangnya membuat tak sedikit orang muak kepadanya.  

Pada suatu hari kabar tentangnya begitu mengejutkan. Dokter mendiagnosis perempuan ini menderita kanker darah alias leukemia sehingga harus mendapatkan perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Singapura. Leukemia merupakan satu dari tiga jenis kanker darah. Leukemia merupakan satu jenis kanker yang ditemukan pada darah dan sumsum tulang, yang disebabkan oleh produksi sel-sel darah putih abnormal yang berkembang sangat pesat. Tingginya perkembangan sel-sel darah abnormal ini yang merusak sistem sumsum tulang untuk menghasilkan sel darah merah dan trombosit.
SBY yang selalu setia menemani Ibu Ani dalam menjalani perawatan. Sumber: Instagram Ani Yudhoyono

Sebagaimana seisi bangsa, Aku syok lah ketika membaca berita bahwa Ibu Ani Yudhoyono menderita kanker darah leukemia. Ini sakit tiba-tiba aja atau memang sudah ada gejalanya sejak lama, atau bagaimana? Karena sejak 2 Februari 2019, Ibu Ani menjalani perawatan intensif di National University Hospital Singapura. Melalui berbagai foto yang dibagikan keluarga, tampak kondisi perempuan ini berubah total. Ia yang kerap tampil cantik, modis dan energik, kini tampak layu dan lemah. Otot-otot wajahnya mengendur, mungkin karena betapa keras usahanya melawan sakit yang diderita. 

Ani Yudhoyono menjalani detik-detik terakhir kehidupannya di dunia di rumah sakit. Padahal saat itu Indonesia tengah digempur perang gila-gilaan terkait urusan politik. Ditengah hiruk-pikuk dunia politik yang sudah diluar batas, SBY menarik diri dari riuh rendah suasana menjelang Pemilu 2019 dan memilih menemani istrinya menjalani pengobatan. Meski anak dan menantunya bergantian menjaga sang Ibu Ani, sebagai suami SBY tetap menjaganya selama 24 jam penuh. Pasangan yang setia dalam suka dan duka. 
Dalam keadaan sakit parah sekalipun, Ani Yudhoyono tetap berusaha memberikan hak suaranya, ditemani SBY dan petugas pemilu. Sumber: Instagram Ani Yudhoyono
Setelah Ibu Ani Yudhoyono memberikan hak suaranya. Sumber: Instagram Ani Yudhoyono

Kecintaan Ani Yudhoyono pada bangsa Indonesia pastilah besar. Hal itu diperlihatkan oleh semangatnya ketika dalam keadaan sakit, ia masih sempat memberikan hal pilihnya dalam Pemilu 2019. Demi menenuhi haknya sebagai warga negara, petugas Pemilu mendatangi rumah sakit tempat Ia dirawat dan membawakan kotak suara, bilik suara serta surat suara untuk perempuan itu melakukan pencoblosan dari atas ranjangnya. Dengan setia, Pak SBY mendampinginya hingga pencoblosan selesai dan surat suara yang sudah tercoblos itu dimasukkan ke kotak suara. Siapa yang Ibu Ani pilih, hanya Ia yang tahu. 
Sejarah Hidup Ani Yudhoyono

Matahari 1 Juni sedang merangkak naik ke ketinggian. Kabar duka datang dari negeri seberang. Perempuan bernama Kristiani Herawati alias Ani Yudhoyono menghembuskan napas terakhirnya setelah berbulan-bulan lamanya berjuang melawan leukemia. Ia tutup usia pada 66 tahun masa hidupnya di dunia, ditengah dukungan dan cinta kasih keluarganya, dan doa bangsa Indonesia. Ia adalah salah satu perempuan hebat di tanah ini, baik perannya sebagai rakyat biasa maupun ketika menjadi Ibu Negara. 

Semoga Allah SWT memberi tempat terbaik di sisiNya dan ia berpulang sebagai syuhada. Dan semoga kita semua dapat memetik hikmah dari kehidupan Ani Yudhoyono baik sebagai perempuan sebagai pribadi, sebagai istri, sebagai ibu, dan sebagai nenek. Sebab, kita semua paham bahwa kepergiannya menuju Tuhan menyisakan luka mendalam di hati keluarganya, juga kekasih sejatinya, lelaki bernama Susilo Bambang Yudhoyono yang menemaninya hingga akhir hayatnya.

WARISAN ANI YUDHOYONO UNTUK INDONESIA
Sebagai perempuan yang lahir dari keluarga prajurit dan kemudian menjadi istri prajurit, kehidupan Ani Yudhoyono pastilah sarat dengan aturan harus dijalankan dengan sikap disiplin. Meski demikian, tingkat disiplin saat menjadi istri seorang tentara sangatlah berbeda dengan ketika menjadi Ibu Negara. Dan menjadi Ibu Negara selama 10 tahun lamanya merupakan masa-masa paling berat dalam hidup Ani Yudhoyono. Selama 1 dekade tersebut, ia harus menjalani jadwal sangat padat dengan segudang formalitas, yang seringkali membuatnya kelelahan hingga mengalami sakit parah dan di opname. 
Ani Yudhoyono, 10 Tahun Perjalanan Hati

Dalam sejumlah keterangan pada media, perempuan yang suka memakai batik ini mengatakan bahwa ketika menjalankan tugas sebagai Ibu Negara, Ia tidak tahu harus bagaimana karena tidak ada semacam buku atau SOP yang diwariskan para Ibu Negara pendahulunya. Karena itulah, setelah ia menyelesaikan tugasnya sebagai Ibu Negara, Ia menulis sebuah buku berjudul: "Ani Yudhoyono, 10 Tahun Perjalanan Hati" yang ditulis bersama dengan sahabatnya, Alberthiene Endah. Buku ini sengaja Ia tulis sebagai panduan kepada calon Ibu Negara berikutnya mengenai A-Z menjadi Ibu Negara, agar tidak kaget apalagi tersesat dalam menjalankan tugas berat sebagai Ibu Bangsa.
Dua buku karya Ani Yudhoyono. Sumber: Instagram Ani Yudhoyono

Sebelumnya, Ibu Ani juga menulis buku berjudul: "Puteri Prajurit" dan "Tanaman Herbalia di Istana Cipanas" yang menunjukkan kepada kita mengenai kepeduliannya kepada dunia literasi hingga tanaman herbal. Sungguh perempuan luar biasa produktif! Tentulah karya-karya beliau menjadi warisan bagi anak bangsa untuk mengenal peran besar seorang Ibu Negara selama kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Semoga karya beliau jadi saksi atas kerja kerasnya di hadapan Allah SWT. 

Depok, 3 Juni 2019

No comments:

Post a Comment