Dear You, I Love You

Menunggu. Foto by: Puput Dyah


Sebagian hatiku adalah ruang kosong yang sama,
seperti ketika pertama kalinya aku bertemu denganmu.

Bersua lagi denganmu setelah waktu yang sangat lama begitu membahagiakan. Melihatmu sehat dan semangat menjalani hidup begitu melegakan. Bahkan, meski tiada jalan untuk memelukmu seperti dulu, yang sangat aku sukai, aku merasa bersyukur.

Dalam kecanggungan aku hanya bisa senyum-senyum sendiri. Meski rasa dan mimpi didalam diriku tetap sama terhadapmu, kali ini aku hanya mampu membisu bagai batu. Setelah terlampau melimpah kata-kata terucap dariku, kali ini aku hanya ingin menikmati suaramu.

Apapun yang kamu ucapkan untuk membelah kebisuanku atau menohok jantungku atau menyiksa batinku atau menghantam logikaku atau memancing air mataku, tak apa. Meski kamu tak mampu melihatnya, tetapi didalam hatiku, bertemu denganmu membuatku bahagia.

Dan dinding kaca yang memantulkan wajahmu tahu mengapa aku hanya diam membisu sembari memandangimu.

Terima kasih untuk secangkir cokelat hangat yang menenangkan, sebotol jus buah yang manis dan sepotong New York Cheesecake yang lezat lagi mengenyangkan. Serta semua kebaikan hatimu.

Lesson learn pertemuan ini: karena satu dan lain hal, manusia bisa saling menyakiti, berprasangka buruk dan mengecewakan. Tetapi, kebaikan hati dan kasih sayang selalu memungkinkan manusia saling mendukung ke arah kebaikan dan membahagiakan.

Cengkareng, 18 September 2018

No comments:

Post a Comment