LOVE, LIES: Selapis Dusta dalam Cinta dan Persahabatan

Han Hyo Joo sebagai So Yul. Sumber: hancinema.net


"Jangan pernah membuat seorang perempuan patah hati."


Minggu lalu aku menonton film asal Korea Selatan berjudul "LOVE, LIES" yang sangat menyentuh hati. Film ini bersetting tahun 1940an pada masa pendudukan Jepang atas Korea. Berkisah tentang dua gadis muda yang sejak kecil berlatih untuk menjadi Gisaeng atau artis di sebuah padepokan Gisaeng atau Gibang terakhir di Korea. Keduanya memiliki bakat yang sama bagusnya di bidang nyanyian tradisional Korea. Kedua gadis itu adalah Jung So Yul (Han Hyo Joo) dan Seo Yeon Hee (Chun Woo Hee) yang menjadi kebanggan Gibang terutama dalam situasi perang yang suram. Saat penjajahan Jepang, banyak restoran dibuka dan mereka membutuhkan seniman sebagai penghibur para tamu. Sebuah Gibang terakhir di Korea saat itu mendidik dan melatih remaja perempuan untuk ditempa sebagai seniman. Mereka berlatih menyanyikan lagu tradisional Korea, menari tarian tradisional Korea, dan memainkan alat musik tradisional Korea. So Yul merupakan anak seniman yang memang dilatih secara khusus untuk melestarikan lagu dan tarian tradisional Korea. Sementara Yeon Hee merupakan yatim piatu dari kalangan rendahan yang ternyata memiliki bakat terpendam dalam menyanyikan lagu tradisional Korea. Setiap gadis harus berlatih keras untuk mendapatkan posisi sebagai seniman, sebab mereka yang tak bisa sampai ke posisi tersebut terpaksa menjadi courtesan alias pelacur, dan itu posisi paling dihindari para gadis. 

Para gadis selalu mengingat pesan gurunya, bahwa mereka adalah seniman yang diibaratkan sebagai bunga terindah. Mereka bukan hanya mengerti kata-kata seperti puisi, melainkan juga literatur dan seni, sehingga posisi mereka tinggi, dan tidak seorangpun boleh menyamakan mereka sebagai pelacur. Meskipun secara sosial status mereka dipandang rendahan, namun dengan keterampilan mumpuni dalam literatur dan seni, mereka diharapkan dapat menjadi penyambung lidah para pejuang kepada para pejabat. Para gisaeng ini merupakan bunga indah yang tidak boleh disentuh, sebab mereka sejatinya merupakan alat perjuangan Korea mendapatkan kemerdekaan dari Jepang. 

Para gisaeng dari padepokan ini terbagi menjadi dua. Pertama, kelompok yang  lulus dengan nilai tertinggi dari padepokan, yang bertugas memenangkan hati lelaki melalui seni dan literatur. Kelompok ini merupaka seniman. Kedua, kelompok yang bodoh dan kalah dalam pendidikan dan harus memenangkan hati lelaki melalui seks. Kelompok ini adalah pelacur. Pada masa itu, para gadis sangat menghindari menjadi pelacur karena lelaki Jepang sangat ganas dan tidak manusiawi. Selama Perang Dunia II, tentara Jepang sangat terkenal begitu beringas soal seks dan suka merendahkan perempuan. 
Han Hyo Joo sebagai So Yul sang bintang di padepokan. Sumber: hancinema.net


Untunglah So Yil dan Yeon Hee lulus dengan nilai terbaik dari padepokan dan mereka berstatus sebagai seniman. Mereka harus siap dipanggil kapan saja untuk menghibur dengan tarian atau nyanyian tradiisonal Korea. Selain cantik dan bersuara indah, kedua gadis itu merupakan penggemar seorang penyanyi pop yang sedang sangat tenar saat itu. Saat itu, sangat sulit untuk kembali menghidupkan nyanyian tradisional Korea sebab musik pop sedang naik daun. Keduanya selalu kagum pada seorang penyanyi terkenal yang mampu membawakan lagu-lagu pop berbahasa Korea yang sangat digemari rakyat. Sebagai seniman yang bertugas melestarikan kesenian tradisonal Korea, So Yul tidak tahu bahagiama caranya ia bertahan dalam persaingan dengan penyanyi pop. Selain itu, So Yul juga tidak tahu bagaimana cara pimpinan agency tempat ia berlatih berusaha membuat namanya semakin dikenal dengan cara menyuap pejabat tinggi agar para pejabat itu menggunakan gadis-gadis dari agency-nya sebagai penghibur. 

Sungguh beruntung, kedua gadis itu dapat bertemu dan belajar musik pop setelah tahu bahwa pacar So Yul, pemuda ganteng bernama Kim Yoon Woo, mengenal penyanyi itu. Yoon Woo adalah seorang komposer dan pencipta lagu yang memiliki mimpi menghancurkan penjajahan Jepang atas Korea melalui musik. Yoon Woo dikenal luas hingga ke Jepang dengan nama panggung Choi Chi Rim. Ia sangat berambisi membuat sebuah lagu nasional untuk Korea yang kelak dinyaikan seluruh rakyat yang lelah dengan penderitaan dan penjajahan, untuk menggetarkan hati penjajah Jepang. Yoon Woo sangat ingin lagunya dinyanyikan So Yul, meski ia tahu kekasihnya itu bukan penyanyi pop dan terlampau mencintai lagu tradisional Korea untuk mempertahankan budaya mereka di masa peralihan ke dunia modern. Didalam lubuh hatinya yang terdalam, So Yul sangat ingin menyanyikan lagu yang ditulis Yoon Woo dan ia sangta ingin menjadi Joseon's Heart. 

Dengan senang hati, So Yul pun memberi kesempatan pada sahabatnya untuk mengenal dan belajar musik pop dan memberi tahu bahwa pacarnya yang tampan itu ternyata adalah seorang pencipta lagu. Gadis murah hati ini selalu mendukung sahabatnya dan memberikan apapun kepada sahabatnya agar mereka bahagia. So Yul bahkan mendukung Yeon Hee saat Yoon Woo menawarinya membuat album lagu pop. Saat itu So Yul dan Yeon Hee berpandangan bahwa menjadi seniman tradisional Korea merupakan cara terbaik untuk menjaga nama baik Korea. Namun, Yoon Woo punya pandangan lain di mana seniman tradisional Korea hanya melakukan pertunjukkan untuk orang-orang kaya dna pejabat yang menghamburkan uang untuk minum-minum. Sementara menurut Yon Woo, suara Yeon Hee bukan hanya milik lelaki kaya dan pejabat, melainkan milik rakyat banyak. Yoon Woo berpandangan bahwa suara indah seorang seniman bukan hanya milik telinga orang kaya dan pejabat, melainkan milik telinga semua orang. Itulah makna Joseon's Heart. 
So Yul dan Yoon Woo saat akan berkencan. Sumber: hancinema.net
So Yul dan Yoon Woo sedang berkencan. Sumber: hancinema.net

Kebaikan dan kemurahan hati So Yul ternyata memakan dirinya sendiri di kemudian hari. Yon Woo jatuh cinta pada suara Yeon Hee. Ia bukan saja membuatkan lagu khusus untuk gadis itu, juga menjanjikan masa depan cemerlang apabila ia menjadi penyanyi musik pop alih-alih lagu tradisional Korea. Dalam proses perekaman album, So Yul menyaksikan dan merasakan sendiri bahwa perhatian semua orang termasuk Yoon Woo terpusat pada Yeon Hee. Sebagai sahabat, So Yul selalu mendukung proses Yeon Hee dengan mengunjungi studio untuk melihatnya berlatih, sekalian membawakan makan siang buatannya sendiri. Konser pertama Yeon Hee menuai sukses dan seantero Korea suka dengan lagunya. Albumnya terjual sebanyak 500 kopi dan Yeon Hee dicintai publik Korea. Namun, dibalik kesuksesan Yeon Hee ada So Yul yang merana. Kekasihnya yang berjanji akan menjadikannya 'Joseon Heart' dengan lagu khusus yang dibuat untuk dan dinyanyikan olehnya kini diberikan kepada gadis lain. Bahkan belakangan ia memergoki Yoon Woo selingkuh dengan Yeon Hee. Ia merasa tidak percaya bahwa kekasihnya yang berjanji akan menikahinya dua tahun lagi dan sahabat terbaiknya berselingkuh dan menghancurkan dunianya.

So Yul merasa dikhianati oleh sang kekasih dan sahabat terbaiknya. Budi baiknya dimanfaatkan dua manusia yang paling dia kasihi di muka bumi. Maka ia memutuskan untuk berubah dan membalas dendam. Ia mendatangi Komisioner Jepang Hiraya Kiyoshi dan menjadi selirnya. Komisioner Jepang ini terkenal sangta kejam tapi memiliki selera tinggi soal seni. Maka siapa memenangkan hatinya, akan mendapatkan kekuasaan. Meski pernah menolak lamarannya sebelumnya, kini So Yul dengan sukarela menjadi selirnya demi mendapatkah dukungan politik darinya sebagai alat membalaskan dendamnya. Dengan kekuatan politik, ia akan menjadi Joseon Heart. Ia membuat album Yeon Hee dibredel dari pasaran dan studio musik Yoon Woo bangkrut. Meski album So Yul hanya laris 200 kopi, setidaknya ia kini memiliki kekuatan untuk memberi tahu Yean Hee dan Yoon Woo bahwa ia bukan lagi gadis polos yang dapat dibodohi. Kehancuran Yeon Hee dan Yon Woo membuat Yoon Woo frustasi. Ia ribut dengan tentara Jepang yang membuatnya dipenjara selama 7 tahun. Sedangkan Yeon Hee terlarang menyanyi di seantero Korea. Karir menyanyi Yeon Hee habis sudah. 
Han Hyo Jo berperan sebagai So Yul. Sumber: hancinema.net

Suatu hari, setelah Yeon Hee nyaris diperkosa oleh tentara Jepang, ia mengetahui kebenarannya bahwa semua kehancuran ini disebabkan oleh So Yul yang dendam dan telah dikhianati olehnya. Tapi Yeon Hee menyangkal bahwa ia telah mengambil cinta dan lagu So Yul. Malam itu, dalam sebuah pertengkaran hebat, Yeon Hee mati ditembak tentara Jepang. Tak lama setelah kematian Yeon Hee, Yoon Woo dibebaskan dari penjara. Tetapi karena menghadapi hidup yang berbeda dan tak sanggup melihat So Yul menjadi selir komisioner Jepang untuk membalas dendam padanya, ia pun bunuh diri [adegan bunuh dirinya khayalan level tinggi, yang nyaris nggak mungkin terjadi dalam kenyataan]. 

Saat Korea mendapatkan kemerdekaannya dari pendudukan Jepang, hidup So Yul berubah. Sebagai mantan selir komisioner Jepang dan seorang Gisaeng, ia diburu oleh masyaraat yang membenci Jepang. Tapi ia berhasil menyelamatkan diri hingga terjadi restorasi atas album "Joseon Heart" milik mendiang sahabatnya, Yeon Hee pada tahun 1991. 

KESAN MENDALAM ATAS FILM INI
Film ini sangat berkesan, sebab sangat indah meskipun begitu sedih menyayat hati. Setiap orang rasanya berperan dengan sangat baik. Tidak ada yang kurang maupun berlebihan. Terutama ketika bagian Yeon Hee dan So Yul satu panggung dan bersama menyanyikan lagu ceria berjudul "Spring Lady". Lagu itu seperti menggambarkan kisah persahabatan mereka yang manis dan ceria, sebelum Yoon Woo masuk kedalam hidup Yeon Hee dan jatuh cinta padanya.

Aku suka seluruh lagu di film ini. Bahkan aku mendengarkannya lebih dari 100 kali selama seminggu ini. Lagu yang berjudul "Love, Lies" misalnya sangat menyentuh dan dinyanyikan Han Hyo Jo dengan sangat baik, begitu emosianal dan menyentuh hati. Dalam cerita ini, lagu "Love, Lies" diciptakan khusus oleh Yoon Woo untuk So Yul sebagai pengakuan bahwa selama ini dia tidak mencintai So Yul, meski ia mengagumi So Yul sebagai gadis yang sangat cantik dan mengagumkan seperti bunga cheri yang sedang mekar. Lagu ini seakan memberi tahu bahwa cinta bukan sesuatu yang dapat bertahan lama jika tidak dibarengi dengan kesetiaan. Bahwa cinta dapat hilang dan datang kapan saja, tanpa permisi. 

Dari film ini aku belajar beberapa hal. Pertama, bahwa setiap orang harus berani mengenali potensinya dan berani mengambil langkah berbeda untuk sukses dalam bidang dikuasainya. Terlebih lagi jika ada seorang sahabat yang selalu mendukung proses pencapaian tersebut. Kedua, bahwa setiap orang berhak bahagia dengan potensi yang mereka miliki. Setiap orang sebaiknya melakukan hal-hal yang disukainya dan membuatnya bahagia.

Ketiga, pengkhianatan dapat merubah orang baik menjadi jahat, bahkan menimbulkan bencana yang besar. Perubahan seseorang yang disertai dengan kemampuannya mengendalikan seseorang dengan kekuatan politik tertentu dapat menjadi bumerang. Keempat, bahwa cinta dapat berubah. Hanya mereka yang setia dan memiliki kesabaran yang dapat menghargai cinta yang mereka miliki. Bagaimanapun juga, tanpa memegang teguh sifat setia dan merasa cukup, manusia tidak akan pernah puas atas apa yang dia miliki dan pencapaian hidup yang telah ada dalam genggaman tangannya. 

Menurutku, film ini sangat cocok disaksikan oleh mereka yang sedang gamang untuk mendapatkan pelajaran berharga tentang cinta, kesetiaan, janji, persahabatan, profesionalitas dalam bekerja, dan mengoptimalkan karya. Film ini juga menunjukkan bahwa jika seseorang tidak tegas dengan perasaannya pada seseorang atau sesuatu, maka sikap tidak tegas dan tidak jujur itu bisa menimbulkan bencana yang sangat besar. Intinya, jika seseorang mengambil keputusan keliru atas sesuatu, maka siap-siap saja bencana besar akan melanda, bahkan dampaknya pada seisi negeri. Idealisme seorang pencipta lagu dan komposer untuk mengusir penjajah Jepang melalui musik hancur lebur karena pengkhianatan yang dilakukannya pada kekasihnya sendiri, yang justru menjadikan kekuasaan Jepang sebagai alat membalas dendam sang kekasih kepadanya. Kepentingan nasional dan mimpi kemerdaan hancur sudah karena perkara perasaan yang tidak ditempatkan sebagaimana mestinya. Yeahhh, cinta memang terkesan sepele dan urusan sepasang manusia saja. Namun, menyakiti hati seorang perempuan baik hati memang bisa berbalik menjadi bencana mematikan. 

Meski sangat sedih, film ini memberi penghiburan terbaik berupa sinametografi yang sangat bagus, akting para aktris dan aktor yang keren, serta lagu-lagu soundtrack yang semuanya menyentuh kalbu. Nikmatilah saat musim hujan. Sebab, inti film ini adalah tentang musik, yaitu peralihan musik tradisional Korea ke musik pop. Sehingga, sepanjang film terasa sangat indah karena telinga kita dimanjakan oleh musik dan lagu yang indah, meski begitu sedih dan menusuk hati. 

Oh ya, di film ini juga sosok Yeon Hee menyanyikan lagu "Hymn of Death" yang merupakan salah satu lagu pop sangat terkenal di Korea Selatan, yang dinyanyikan oleh seorang penyanyi Yum Sin Deok pada 1920, saat Korea dalam penjajahan Jepang. Saat dinyanyikan oleh Chun Woo Hee, lagu yang penuh rasa putus asa ini begitu indah. 

Depok, 28 Februari 2017


10 comments:

  1. Serem film nya. Dua sahabat bisa pe kayak gitu karena cinta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Dian, terima kasih udah mampir. Iya, pas nonton filmya sedih banget

      Delete
  2. Bagus sekali dan menyentuh ulasannya Mbak. Sepertinya saya akan membaca ulasan film lainnya di blog ini :)

    ReplyDelete
  3. Horor bngt klo punya pcar di kenalin sma shbt baik sndri,jdi nikung sahabat sndri akhrnya...ahh bnci aq ma karakter yeon hee nikung pcar sahabatnya sndri,udh gtu nggak tau dri juga dia kyak orng nggk merasa bersalah...klo aq sih puas bngt dia mati di tembak sma tentara jepang,itu hukum karma menurutku...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sedih dan horror, sampe nangis pas nonton film ini. Kasihan So Yul, gadis polos jadi jahat gitu demi balas dendam.

      Delete
  4. Awal mo nonton krn ada Yo yoen seok, stlh baca rev sad ending jd males
    Terbukti nyata juga ya ternyata kalo punya kekasih ga perlu di kenal2in ke sahabat

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lha, nonton film itu jangan berharap selalu happy ending. Banyak proses perjalanan hidup para tokoh dalam film justru merupakan pembelajaran berharga buat kehidupan. Klo mau nonton yang happy ending, nonton film garapan Walt Disney aja.

      Delete
  5. Sebelum nonton filmnya baca alur ceritanya dari awal ampe akhir disini. Jadi penasaran downloadnya udah ditontonnya belom karna belom tau alur ceritanya, terimakasih kakak😊

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yuhu, film yang berkelas, anggun tapi menyedihkan ya.

      Delete