The Tiger: Kisah Lelaki Penakluk Raja Harimau


Sang Pemburu dan anak lelakinya. Sumber: koreanfilm.or.kr

Man-Duk adalah pemburu paling ternama se-Korea era tahun 1920an, pada masa penjajahan Jepang yang sangat menyiksa dan kelam bagi negeri ginseng itu. Ia semacam expert dalam dunia berburu, bahkan untuk hewan langka dan paling ganas seperti harimau yang harganya sangat mahal kala itu. Meski demikian, Man-Duk memiliki aturan saat berburu, dimana ia hanya membunuh dan menangkap hewan buruan yang usianya dewasa. Ia sama sekali tidak memanfaatkan kesempatan membabi buta dengan membunuh anak-anak binatang yang induknya berhasil ia taklukkan. 

Sebagai pemburu paling kuat dan diakui kehebatannya bahkan oleh Kekaisaran Jepang, Man-Duk sebenarnya memiliki masa depan cerah seandainya pada suatu hari ia tidak salah tembak. Jadi, pada suatu hari Man-Duk sedang berburu dan mengincar hewan buruannya. Lelaki itu sama seklai tak tahu jika pada waktu yang sama istrinya juga ke hutan untuk mencari bahan makanan. Pada suatu waktu saat ia merasa akan berhasil menembak harimau yang menjadi incarannya, alih-alih menembak harimau incarannya, ia malah menembak istrinya sendiri yang tengah mencari umbi-umbian di hutan. Tentu saja Man-Duk kagte bukan kepalang melihat istrinya sendiri meregang nyawa akibat tembakannya, sementara si Harimau berhasil melarikan diri dari maut. Sejak saat itu ia berhenti berburu harimau dan tinggal di gubuknya di gunung untuk membesarkan putera semata wayangnya. Kematian istrinya terus membayanginya dan menghantui hidupnya. Ia merasa alam tengah menghukumnya sehingga ia menghukum dirinya sendiri.

Tapi, kelompok pemburu asuhannya tidak berhenti berburu. Mereka adalah pemburu yang beringas dan mengabaikan etika perburuan demi mendapatkan uang dan menyenangkan kekaisaran Jepang. Lagipula kondisi Korea yang sangat miskin kala itu membuat segala pekerjaan terasa begitu berkilau karena bisa mendatangkan uang untuk membeli makanan. Pada masa itu, tersisa seekor harimau yang dianggap masyarakat sebagai Raja Gunung karena memang ia yang paling tua, tangguh dan tinggal didalam gua di puncak gunung yang dekat dengan langit. Kaisar Jepang sangat menginginkan harimau itu (karena ia tipe manusia yang tergila-gila dengan kulitnya Harimau yang indah dan prestisius). Para pemburu berjanji akan membawa Harimau itu sebagai persembahan dan tentu saja untuk mendapatkan uang melimpah sebagai imbalan. 
Bulu Harimau Korea yang sangat disukai Kekaisaran Jepang. Sumber: koreanfilm.or.kr


Namun mereka berkali-kali gagal dan meminta Kaisar untuk menerjunkan pasukan invanteri membantu mereka memancing di Harimau keluar dari persembunyiannya. Sayangnya, dalam perburuan itu semua tentara mati karena si harimau yang marah mengamuk membabi buta menerkam manusia dan memuntahkan darah mereka, membasahi hutan yang memutaih saat musim salju. Si Kaisar sangat penasaran bagaimana caanya manklukkan si Raja Gunung dan berjanji akan menerjunkan pasukan yang lebih banyak lagi, dan kalau bisa meledakkan hutan untuk memancing si Raja Gunung.

Pada saat yang bersamaan, anak lelaki Man-Duk (Suk Yi) bosan mengikuti gaya hidup ayahnya yang monoton pun tak menantang. Ia ingin menjadi pemburu. Ia berkeyakinan bahwa anak seorang pemburu hebat akan menjadi pemburu hebat juga. Maka ia menemui tentara Jepang untuk meminta izin berburu. Ia berjanji akan menjadi pemburu hebat seperti ayahnya dan mendapat hadiah sebuah senapan. Tanpa sepengetahuan ayahnya, Ia memasuki hutan bersama para pemburu dan tentara Jepang yang jumlahnya sangat banyak. Sebagaimana sebelumnya, meski telah meledakkan hutan para tentara dan pemburu tidak berhasil mengalahkan si Raja Gunung. Mereka malah habis disergap hewan kuat itu sampai banjir darah dimana-mana. Si Raja Gunung sangat marah, terutama ketika dua anaknya mati karena ulah gerombolan pemburu rakus.
Para pemburu Harimau yang membabi buta menembaki si Raja Gunung. Sumber: koreanfilm.or.kr

Suk Yi yang tidak memiliki pengalaman menembak apalagi berburu tentu saja kaget melihat pertarungan seekor harimau tua dengan tentara Jepang yang sengit. Ia ngeri melihat manusia mengerang kesakitan saat menjemput ajal dan darah dimana-mana. Ia lalu berpura-pura mati untuk mengelabui si harimau. Sayangnya, ia pun menjadi korban gigitan harimau tua itu di jantungnya. Dan malangnya, pamannya yang sangat ambisius menyenangkan orang Jepang tidak menolongnya melainkan memburu harimau yang tengah mengamuk. Maka untuk sesaat Suk Yi diredam ketakutan karena menjadi incaran para serigala yang hendak berpesat ratusan daging segar manusia yang baru saja meregang nyawa. Untung saja para serigala berhasil diusir si harimau. Sungguh aneh, harimau tua, lapar, sekarat dan marah yang telah membunuh banyak orang itu ternyata malah melindungi Suk Yi sebelum membawa jasadnya pada ayahnya yang sedang menangis kebingungan.
Si Raja Gunung membawa jenazah anak Man-Duk menuju pondok mereka. Sumber: koreanfilm.or.kr

Man-Duk ingat bahwa harimau yang tengah sekarat itu adalah harimau yang pernah ditolongnya saat hewan itu masih kecil, ketika si pemburu membunuh induknya untuk dijual. Man-Duk menyadari bahwa kebaikannya yang secuil lah yang membuat si raja gunung membawa jenazah Suk Yi ke depan rumahnya. Maka ia pun meminta maaf pada si harimau karena telah merenggut nyawa induknya bertahun-tahun silam, dna berterima kaish telah mengantarkan mayat puteranya. 

Setelah si Harimau pergi, Man-Duk membakar rumahnya beserta jenazah anaknya dalam kesedihan yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Ia bertekad harus mengakhiri petualangan gila para pemburu dan orang Jepang. Maka ia naik ke puncak gunung Jiyi dimana si harimau tinggal dan bersarang, sembari memandangi dunia bawah. Sebelum para pemburu berhasil menemukan tempat itu, Man-Duk telah berhasil membawa si harimau dan dirinya sendiri kedalam kematian yang sunyi yang mungkin mengecewakan Kekaisaran Jepang. 

FILM YANG SANGAT KEREN
Tidak banyak intrik dalam film ini sehingga membuatnya sederhana. Namun, yang paling istimewa tentu saja teknik komputer yang mampu menghadirkan sosok harimau dengan bentuk yang sangat nyata, juga pertempuran yang heroik. Bayangkan, sosok harimau itu seakan nyata. Seakan-akan benar-benar ikutan syuting. Dan langkahnya yang anggun benar-benar menyakinkan bahwa ia diciptakan dengan hebat oleh para kru film. Kisah dalam film ini mengajarkan kepada kita bahwa sebagai manusia yang dianugerahi kemampuan untuk memelihara bumi janganlah semena-mena dalam memperlakukan makhluk lain, jangan pula rakus dan pongah terhadap alam.  Sebab, kehidupan makhluk lain, bahkan harimau, memiliki hubungan erat dengan kelangsungan hidup manusia itu sendiri terutama mengenai sumber pangan. Apalagi sampai mengorbankan manusia lain demi memenuhi hasrat tersebut.
Harimau sangat penting dalam masyarakat Korea. Sumber: thekrazemagazine.com

Harimau yang menjadi pusat perhatian dalam film ini merupakan jenis Harimau Siberia yang pada tahun 1900an termasuk jenis yang langka (disebut juga sebagai harimau amur). Mereka hidup di Semenanjung Korea, barat laut Mongolia, tenggara Russia dan barat laut China. Harimau ini sudah dinyatakan nyaris punah dan keturunan terakhir mereka kini hidup di Manchuria dan Korea Utara. Berdasarkan data yang diperoleh BBC dari para peneliti menyebutkan bahwa 17-19% dari populasi yang tersisa (sekitar 300an ekor) terancam punah akibat wildlife poaching and trafficking.

Depok, Maret 2016
Bahan Bacaan: 
http://www.koreatimes.co.kr/www/news/culture/2016/03/141_190681.html
http://www.koreansafari.com.au/content/tiger-old-hunters-tale
https://kaist455.wordpress.com/2015/12/17/the-tiger-an-old-hunters-tale-2015/
https://id.wikipedia.org/wiki/Harimau_siberia 
http://www.bbc.com/indonesia/vert_earth/2015/10/151009_vert_earth_amur
https://en.wikipedia.org/wiki/Siberian_tiger
http://binatang.net/informasi-tentang-harimau-siberia-1/
http://www.thekrazemagazine.com/latest-updates/2019/1/13/korean-folklore-the-tiger-and-the-persimmon

2 comments:

  1. Replies
    1. Hai Tammy, film ini bagus sih. Alur cerita dan sinematografinya juga oke.

      Delete