ROYAL TAILOR: Kisah Tentang Seorang Ratu dan Penjahit Kerajaan

Park Shin Hye sebagai Ratu nan cantik

Di Jumat barokah ini, aku hendak menulis tentang kisah seorang penjahit kerajaan di era Joseon alias dinasti kerajaan terakhir Korea. Ini tentang seorang lelaki yang bertugas membuat baju Raja dan Ratu. Satu profesi yang sangat penting dan membanggakan. Sangat berkelas dan agung. Adalah Jo Dol-Seok, lelaki dari kasta rendah yang telah melayani kerajaan selama 30 tahun sebagai penjahit pakaian Raja dan Ratu menganggap dirinya desainer terbaik Joseon, sehingga ia merasa tak ada yang menandingi keterampilannya. Ia berasal dari kalangan kasta terbawah dan dibawa ke istana untuk di latih di divisi pembuatan pakaian sebagai budak belian. Ia belajar keras menjadi penjahit terbaik seantero Joseon, dalah satunya agar suatu saat Raja berkenan memberi gelar bangsawan kepadanya sehingga ia berhak menggunakan pakaian berbahan sutra yang indah. Maklum lah, pada masa itu, kehidupan masyarakat terbagi berdasarkan kelas-kelas, di mana sistem kelas tersebut turut mempengaruhi hak seseorang atas pakaian yang dikenakannya. Hanya mereka yang terlahir dari kalangan bangsawan yang berhak menggunakan pakaian indah, mahal dan terbuat dari sutra. 

Suatu kali salah satu baju Raja yang digunakan khusus untuk acara keagamaan rusak sehingga Ratu bermaksud melakukan restorasi. Ratu dibantu para pelayan dari istana Ratu sebagai wujud baktinya kepada Raja. Sayangnya, baju kebesaran Raja itu terbakar saat dibenahi para pelayan dan membuatnya rusak. Karena cemas, Ratu memanggil Dol-Seok sang penjahit kerajaan dan memintanya membenahinya. Namun Dol-Seok mengatakan tak mungkin membenahinya, karena bajunya benar-benar rusak parah. Karena cemas, Ratu meminta petugas kerajaan mencari penjahit lain yang mampu memperbaiki pakaian Raja hanya dalam waktu 24 jam. Ratu sangat mencintai Raja dan tak ingin Raja kecewa. 

Maka, dibawalah Le Gong-Jin, seorang penjahit urakan yang terkenal di kalangan para gisaeng (perempuan pekerja seni plus penghibur) dan suka sekali membuat baju-baju cantik nan seksi untuk mereka. Gong-Jin ini sangat dikenal di kalangan gisaeng sebagai penjait berbakat sekaligus genit. Beberapa pejabat istana juga pernah memercayakan baju mereka kepada Gong-Jin dan mereka puas sampai lelaki muda itu kewalahan memenuhi orderan yang menumpuk. Maklum, waktu itu di istana seluruh baju pejabat hingga pelayan dibuat dalam satu ukuran sehingga seringkali membuat pemakainya tidak nyaman. Ada yang kedodoran, ada pula yang kesempitan. Sungguh, sangat tidak fashionable
Kepala Gibang yang sedang dilayani anak buahnya. 
Gong-Jin dan para gisaeng dengan pakaian buatannya

Waktu datang ke istana dan melihat Ratu untuk pertama kalinya, Gong-Jin jatuh cinta pada pandangan pertama. Sebelumnya, Gong-Jin mendapat informasi dari kepala Gibang yang bijak bahwa Sang Ratu baru berusia 20an tahun, lembut, bersuara halus, memiliki kecantikan tradisional tapi disia-siakan Raja. Sebagai ibu negara yang mulia dan berkedudukan paling tinggi di Joseon, Ratu dibiarkan perawan sejak pernikahannya dan ditertawakan seisi negeri, sementara Raja bebas tidur dengan perempuan manapun yang ia inginkan di istana. Meski demikian, Ratu memilih bersabar sebagai caranya berperang dalam benteng megah istana. Ia melawan rasa sepinya yang menyakitkan dengan menyulam dan banyak membaca buku. Salah satu buku yang dibaca olehnya adalah "The Art of War" karya Sun Tzu.

Gong-Jin adalah seorang desainer yang sangat berbakat dan ia menyanggupi permintaan Ratu untuk memperbaiki pakaian Raja sehingga bisa digunakan untuk upacara keagamaan. Setelah berhasil memperbaiki pakaian Raja dan membuat Ratu terkesan, Gong-Jin mulai dipekerjakan di istana, untuk membantu Dol-Seok membuatkan pakaian berburu Raja dan pakaian-pakaian lain. Gong-Jin belajar banyak pada Dol-Seok dan memujinya sebagai penjahit berpengalaman dan bordiran Dol-Seok adalah yang terbaik di Joseon. Gong-Jin bahkan berjanji akan membuat Dol-Seok baju khusus untuk merayakan pengangkatannya sebagai bangsawan pada suatu saat nanti. Dengan imajinasinya yang luar biasa, Dong-Jin bahkan bisa membawa Dol-Seok pada dunia khayalan saat betapa gagah dan kerennya Dol-Seok menggunakan baju rancangannya di hari pertamanya sebagai bangsawan. Dol-Seok yang merasa lebih hebat nggak percaya bahwa Gong-Jin akan membuatkan baju yang sangat indah untuknya di hari yang paling dinantikannya selama 30 tahun. 

Disela-sela tugasnya membuat pakaian-pakaian Raja yang indah dan rumit, Gong-Jin membuat sejumlah gaun indah untuk Ratu. Seisi istana menjadi heboh saat tahu bahwa Ratu mengenakan gaun indah buatan Gong-Jin dan para dayang istana berbondong-bondong meminta dibikinkan pakaian berpotongan indah pada Gong Jin. Kepopuleran Gong-Jin membuat Dol-Seok cemburu dan merasa terancam. Dengan pakaian indah dan seksi para pelayan istana memikat Raja dan tidur dengan mereka. Dalam tradisi Joseon (hampir di semua kerajaan dimasa lampau di seluruh dunia), siapa yang bermalam dengan Raja akan mendapat status baru sebagai selir dengan berbagai keistimewaan. 
Saat Raja fitting pakaian khusus untuk acara keagamaan

Tapi, meski Ratu punya begitu banyak pakaian baru dan indah buatan Gong-Jin yang membuatnya mendapat pujian, ia tak bahagia. Semakin banyak dayang istana yang berhasil tidur dengan Raja dan mendapatkan gelar sebagai selir, Ratu semakin nelangsa dan kesepian. Bahkan, seorang selir dari kalangan menteri paling berkuasa masuk ke istana dan digadang-gadang akan merebut posisinya sebagai ibu negara. Ratu merasa percuma saja berdandan cantik dan berbalut pakaian indah jika Raja tetap tak peduli padanya. Ratu yang kesepian bahkan menangis di hadapan Gong-Jin bahwa ia bisa menggunakan pakaian paling indah, tapi ia tak tahu harus pergi ke mana di istana yang luas dan indah yang mengurungnya. Ia bahkan selalu menjadi bahan olok-olok para istri menteri sebagai perempuan yang tidak sempurna dan 'sisa' karena meski menjadi Ratu, sesungguhnya ia bukan kekasih hati Raja. Mendengar itu Gong-Jin merasa kasihan pada Ratu dan berjanji akan membuatkannya gaun paling indah sehingga perhatian Raja bisa beralih kepada Ratu, istrinya yang utama. 

Gong-Jin berhasil membuatkan Ratu satu gaun yang sangat indah dan berkelas. Ratu menggunakan gaun itu untuk memimpin pertemuan dengan para istri menteri yang suka menggunjingnya. Saat Ratu memasuki ruang pertemuan, seluruh hadirin terpesona oleh gaun Ratu yang sangat indah, modern dan berkelas. Saat itu Dol-Seok hadir dalam pertemuan dan mendapat pujian dari para istri menteri, meski sesungguhnya mereka nggak tahu bukan Dol-Seok sang penjahit kerajaan yang membuat gaun indah untuk Ratu. Dol-Seok tak bisa menutupi kekagumannya pada gaun buatan Gong-Jin dan mulai berpikir bahwa posisinya sebagai penjahit kerajaan dan penjahit nomor satu di Joseon terancam oleh keberadaan Gong-Jin di sisi Ratu. Sebenarnya, Dol-Seok juga bingung kok Gong-Jin si penjahit berandal bisa bikin gaun sekeran itu. 
Ratu merasa gembira dengan gaun berpotongan modern yang berkelas

Gaun Ratu yang indah dalam pertemuan dengan para istri menteri menciptakan kehebohan tersendiri. Kehebohan ini sampai juga ke luar istana, di mana para perempuan menjadikan fashion terbaru ala Ratu sebagai tren dan mereka berusaha meminta Dol-Seok menjahitkan pakaian indah sebagaimana yang digunakan Ratu. Dol-Seok kewalahan karena bukan dia yang menciptakan tren fashion yang sedang berkembang itu. Masalah fashion yang out of the box ini memicu kemarahan para menteri juga karena menganggap Ratu membawa pengaruh buruk pada fashion dinasti Joseon yang memiliki nilai tersendiri. Kemudian Dol-Seok mengadukan perihal ini kepada Raja dan Raja nggak suka jika para menteri menjadikan Ratu sebagai sumber skandal. Dulu, ketika masih remaja, Raja dan Ratu saling mencintai. Tapi satu tragedi membuat Raja justru membenci Ratunya sendiri. Lalu Raja bilang memangnya kenapa kalau para perempuan memakai baju indah yang mereka suka? Raja heran kok menteri rese amat sama selera berpakaian perempuan.  

Tapi setelah dipikir-pikir ada baiknya mengembalikan masyarakat pada aturan berpakaian tradisional yang sopan dan bermartabat. Raja menitahkan Dol-Seok melakukan apapun untuk menyelamatkan wajahnya sebagai kepala rumah tangga keluarga kerajaan. Dol-Seok melakukan inspeksi ke seluruh penjuru istana dan membakar semua pakaian karya Gong-Jin. Segunung baju-baju indah dilalap api. Gong-Jin heran dan  mempertanyakan mengapa seseorang dilarang menggunakan baju indah dan nyaman? Karena peristiwa ini hubungan antara Gong-Jin dan Dol-Seok jadi hancur. Gong-Jin kembali ke rumah tempat ia mendesain pakaian untuk para gisaeng. Ratu sangat sedih, namun karena ia lemah maka ia tak bisa melakukan apa-apa untuk membela Gong-Jin. Malahan, peristiwa ini semakin membuat Raja menjauh dari Ratu dan sibuk bersenang-senang dengan Selir So-Yi. 
Scene ketika Gong-Jin mengukur ukuran pakaian Ratu

Tak lama kemudian, sebuah jamuan akan dilakukan untuk menyambut utusan Kaisar China (pada masa itu Josen ada dibawah kekuasaan China), dan para pejabat Istana merekomendasikan seorang selir anak Hakim Tentara untuk menemani Raja. Merasa kasihan pada Ratu yang dianggap tidak ada, Gong-Jin menjanjikan Ratu gaun terindah yang akan membuat setiap mata terpesona dan menjadikan Ratu wanita tercantik. Gong-Jin ingin agar Ratu berhenti mengalah dan mulai membangun posisinya sebagai ibu negara, terutama dihadapan utusan negara lain. Sementara itu, Selir So-Yi yang tahu dirinya ada diatas angin meminta dibuatkan gaun terindah oleh Dol-Seok untuk merebut kursi Permaisuri. Karena mengetahui posisi Ratu yang lemah, bahkan dihadapan Rajanya sendiri, Ia sangat berambisi menendang Ratu dari tahtanya. Untuk tujuan itu Gong-Jin mengukur sendiri ukuran pakaian Ratu sembari menahan diri dari keinginan memeluk perempuan malang yang dicintainya. Ia hanya ingin Ratu kembali tersenyum.

Dalam proses pencarian ide untuk membuat Selir So-Yi, Dol-Seok menyempatkan diri datang ke rumah Gong-Jin. Alangkah terkejutnya ia ketika mendapati bahwa Gong-Jin membuat sketsa untuk seluruh gaun yang dibuatnya, sehingga dari gambar-gambar itu ia bisa dipadu padankan sebuah gaun cantik sesuai kepribadian calon pemakainya. Desainer yang cerdas dengan imajinasi yang indah. Gong-Jin marah atas kelakuan Dol-Seok yang tidak sopan dan memilih pergi ke tempat yang tak seorangpun bisa menemukannya untuk fokus membuat gaun Ratu. Sementara Dol-Seok mencuri semua sketsa Gong-Jin agar ia bisa membuat gaun terbaik untuk Selir So-Yi. Dol-Seok gila. Ia sudah dimabuk impiannya akan kekuasaan sebagai satu-satunya desainer terhebat Joseon.
Ratu berbalut gaun nan indah yang membuat semua orang terpana padanya

Pada hari jamuan tiba, Selir So-Yi dengan percaya diri masuk ke pelataran Istana dan berharap menjadi pusat perhatian dengan gaun indahnya (dandanannya lebih mirip gisaeng sih hehehe). Tapi, belum sampai ia pada Raja, seseorang mengumumkan bahwa Ratu akan memasuki pelataran. Benar saja, ketika Ratu berjalan gemulai menuju Raja semua mata tertuju padanya dan terpesona. Dengan gaun berwarna putih, bersulam benang emas dan mutiara-mutiara putih menempel jelas membuat gaun itu sangat indah dan ratu tampil umpama seorang Dewi turun dari langit. Utusan dari China pun berdiri memberikan penghormatan, dan tentu saja terpesona. Bahkan Raja yang selama ini mengabaikannya menyambutnya dan begitu kagum atas kecantikan serta keberanian Ratu. Sampai titik ini Ratu memenangkan posisinya dan Gong-Jin merasa sangat bahagia, sebab pakaian rancangannya membuat Ratu bisa mempertahankan tahtanya sebagai ibu negara.

Kemenangan Ratu dan Gong-Jin dalam jamuan itu membuat Selir So-Yi murka dan ia menghasut Raja untuk menyelidiki skandal antara Ratu dan Gong-Jin. Selir So-Yi bahkan memanas-manasi Raja bahwa Ratu sering terlihat berduaan dengan Gong-Jin sehingga jika dibiarkan maka akan mencoreng nama baik kerajaan. Selir So-Yi yang punya sejumlah mata-mata dari kalangan dayang bahkan mengatakan kepada Raja bahwa Ratu menginzinkan Dong-Jin mengukur sendiri ukuran pakaiannya tanpa bantuan para pelayan istana, dan itu sangat mempermalukan Raja sebagai suami Ratu dan satu-satunya lelaki yang boleh menyentuh Ratu. Karena marah dan cemburu hebat, Raja meminta Dol-Seok menjebak Gong-Jin dengan membuatkan pakaian kebesaran Raja yang sangat mirip dengan buatan Gong-Jin, dengan maksud untuk menuduh penjahit muda itu diam-diam berniat membunuh Raja. Dol-Seok merasa bersemangat dengan titah tersebut karena jika Gong-Jin berhasil diusir dari istana, maka posisi sebagai penjahit terbaik Joseon akan kembali dimilikinya. Setelah jubah naga Raja selesai, Gong-Jin ditangkap dan dibawa ke istana, diadili di depan Raja dan Ratu. Gong-Jin dituduh bersekongkol dengan sejumlah menteri untuk membunuhnya dengan menyisipkan jarum beracun dibalik pakaiannya, dan pembunuhan berencana terhadap Raja merupakan makar tertinggi. 

Gong-Jin membantah bahwa ia berencana membunuh Raja. Untuk membuktikan bahwa dia nggak bersalah, maka Raja memberinya kesempatan membuktikan bahwa benar lelaki itu nggak berniat membunuhnya. Lalu Gong-Jin bilang bahwa seluruh pakaian rancangannya memiliki label dan Dol-Seok memeriksa bahwa tidak ada jubah Raja yang dipajang dan memiliki jarum beracun itu memiliki label. Maka Raja memerintahkan Ratu mengecek gaun-gaunnya dan betapa terkejutnya Ratu menemukan bahwa seluruh pakaian buatan Gong-Jin yang selama ini ia kenakan memiliki label. Raja kemudian membentak Ratu bahwa perbuatan Gong-Jin membuatkan Ratu gaun indah secara diam-diam merupakan perbuatan berbahaya bagi kerajaan, sehingga Gong-Jin harus dihukum mati. Maka, matilah Gong-Jin. 
Sang penjahit urakan nan terampil

Kematian Gong-Jin membuat Ratu patah hati karena kehilangan satu-satunya orang yang memahaminya yang bisa berdiskusi secara terbuka dengannya tentang banyak hal umpama seorang teman. Sementara Dol-Seok kini tidak memiliki pesaing dan ia mendapatkan impiannya dimana statusnya dinaikkan menjadi pajabat kerajaan. Tetapi kemudian ia merasa merana dan bersalah, ketika membakar semua benda yang berhubungan dengan Gong-Jin ia menemukan pakaian yang pernah mereka berdua ceritakan akan ia pakai apabila ia telah meraih gelar dari kerajaan. Ia tak tahu bahwa pesaingnya yang urakan dan tidak punya ambisi itu diam-diam membuatkan pakaian indah untuknya apabila statusnya naik menjadi pejabat kerajaan. Ia telah membunuh seorang dengan hati yang baik dan keterampilan yang indah. 

Ah, film yang sedih. Ya, kisah ini adalah film "The Royal Tailor" dari Korea Selatan Dari film ini aku belajar mengenai penghormatan atas kelebihan dan kemampuan orang lain. Tak seorangpun boleh mematikan kehidupan dan kesempatan orang lain hanya karena kemampuan dan kreatifitas mereka sangat indah. Kesuksesan yang dicapai dengan menjatuhkan orang lain adalah palsu dan menipu. Bukankah dunia akan semakin indah jika manusia saling memberi apresiasi satu sama lain dan mendorong satu dengan yang lainnya untuk sama-sama sukses dan mencapai kebahagiaan?

Depok, 4 September 2015



48 comments:

  1. Duuu sedih aah gak happy ending ya hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Naqiyyah,

      Iya, pas nonton filmnya emang sedih. Kasihan si Ratu dan si Penjahit.

      Salam,

      Delete
  2. Sukaaa ceritanya. Saya suka drama2 kolosal gini. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Arinta,

      Iya, kisah di film ini sederhana tapi menyentuh.

      Salam,

      Delete
  3. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ika,

      Iya, penjahitnya ganteng, urakan dan sungguh terampil.

      Salam,

      Delete
  4. Sedihnya :( film tahun berapa mbak? Mau nonton juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Yanti,

      Iya sedih banget. Saya lupa ini film tahun berapa. Bisa dicari d website film Korea kok.

      Salam,

      Delete
  5. saya baca ini sekitar satu jam lalu, merasa berat dan ragu di pertengahan cerita. Dan ahirnya tetap meneruskan cerita. Sampai sekarang rasanya tetap nyesek. Mau mengaitkan dengan dunia nyata malah nggak mampu, benar-benar terbius sama pesona ceritanya.
    Mungkin kalau nonton lebih parah lagi ini. Sakit banget.

    www.bulirjeruk.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Lidha,

      Apalagi kalau nonton filmnya, dijamin banjir air mata.

      Salam,

      Delete
  6. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Widhie,

      Harus nonton mba, filmnya bagus dan sarat pembelajaran.

      Salam,

      Delete
  7. Bagus sekali...jd pengen liat film nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ririn,

      Iya mba ceritanya bagus sekali. Ayo buruan nonton mba filmnya.

      Salam,

      Delete
  8. Wahhh salut dengan cara mba menceritakan kembali isi filmnya, gak bosan bikin betah bacanya.
    Dan why tailor ganteng nya mateeekkk.

    Buleipotan.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rifka,

      Wah terima kasih lho kalau suka tulisan saya, semoga tertarik juga nonton filmnya. Bagus loh...

      Iya, penjahitnya ganteng hehehe

      Salam.

      Delete
  9. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Tira,

      Iya, ceritanya menyesakkan dada

      Salam,

      Delete
  10. Loh, kok habis, Mbak? Saya menikmati sekali.bacaan ini. Hehehehhe... jadi pengen nonton film nya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Eri,

      Yah, kalau nulisnya kepanjangan nanti nggak jadi nonton filmnya, hehehe

      Salam,

      Delete
  11. Baca sinopsisnya sdh nyesek, apalagi lihat filmnya. Tapi kok penasaran ya?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Ummi Nadliroh,

      Iya, ceritanya sedih banget. Harus nonton supaya nggak penasaran hehehe

      Salam,

      Delete
  12. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rusydina,

      Iya ba jangan sampe nggak nonton. Bagus loh filmnya

      Salam,

      Delete
  13. Wah, harus sedia tisu banyak-banyak nih.
    Saya kalau nonton film sedih begini gampang banget nangis.
    Kata orang mata yuyu Mba, qeqeqe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ety,

      Pasti bakalan nangis terlebih if you were the Queen.

      Salam,

      Delete
  14. Dari cerita review-nya aku jadi penasaran mau nonton. Terkadang suka bosan dengan film dan drama yang menceritakan kisah seorang pria kaya yang jatuh cinta dgn perempuan biasa-biasa. atau drama-drama cinta klise lainnya deh. Tapi sepertinya film the royal tailor, beda dan seru ya? Cari ah link downloadnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Oka,

      Banyak kok Film Korea, Jepang, China yang bagus dan sangat direkomendasikan untuk ditonton keran pesan-pesan kehidupan yang pas.

      Salam,

      Delete
  15. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Swastika,

      Iya buruan nonton mba, filmnya bagus dan dijamin nggak nyesel nontonnya.

      Salam,

      Delete
  16. Tragis ya kisahnya.. endingnya sedih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Haya,

      Iya sedih banget.

      Salam,

      Delete
  17. Sedih nangis... bacanya di kantor pula... terharu... ih kasian si ratu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Mirna,

      Iya, sedih banget. Saya dua kali nonton film ini tetep aja nangisnya sama sedih

      Salam.

      Delete
  18. sepertinya bisa bikin sulit move on ni ceritanya. Masuk daftar untuk ditonton ah, penasaran dengan baju-bajunya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rahayu,

      Iya film ini sangat bagus ditonton mba karena banyak hikmahnya, dan karya yang indah-indah khas film Korea tentunya

      Salam,

      Delete
  19. Kisah yang menyayat hati,meski penjahit ganteng dihukum mati, semoga Raja insyaf dan hidup bahagia bersama Ratu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Nurul,

      Iya betul, sayang bakatnya yang indah harus ikut terkubur.

      Salam,

      Delete
  20. Jadi meweek deh :'(
    Buru-buru pengen liat filmnya. Baru baca tulisannya udah, hiks..
    Thanks mbak infonyaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Qory,

      Iya, filmnya memang sedih. Tapi tenang, banyak hal indah disana...

      Salam,

      Delete
  21. Wuah sad ending ya mbak, hiks jadi penasaran nih ama film nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Wida,

      Iya, akhiry kisahnya sedih...

      Salam,

      Delete
  22. Sedih banget siih endingnya. Hiks....
    Tapi kayaknya jadi pengen nonton juga nih filmnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Levina,

      Iya sedih banget. Silakan nonton mba biar nggap penasaran. Link ada di postingan tinggal klik saja.

      Salam,

      Delete
  23. Habis BW dari Lady Dynasty aku langsung browsing film dan nonton di YouTube. Aku nangis sesunggukan, terutama adegan terakhir yang dia kesakitan akibat minum racun.
    Lalu mampir di sini.
    Duh endingnya tragis, lagi.
    Aku tak berani mau nonton filmnya.
    Tak kuat menyaksikan endingnya.
    Ini saja nulis BWnya masih beringusan, hiiksss

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenarnya fokus film ini adalah kisah dua orang penjahit dalam membuat pakaian bagi Raja dan Ratu hehe

      Delete
  24. Terus hubungan ratu dan rajanya gmn ya? Membaik kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm, sepertinya enggak deh. Ending dalam film mengindikasikan kalau Ratu dan Raja bakal selamanya bermusuhan.

      Delete