Berkunjung Ke Fayetteville High School


Suasana di salah satu kelas Fayetteville High School

Hari ini guru di kelas Speaking & Listening mengajak kami berkunjung ke Fayetteville High School. Tujuannya adalah kami sebagai pelajar internasional dapat meningkatkan skill berbahasa Inggris dengan cara belajar langsung kepada native speaker. Tentu saja aku sangat senang dengan rencana ini, karena selain dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris, aku juga bisa mempelajari banyak hal mengenai kehidupan di sekolah Amerika yang biasanya hanya kulihat di film Hollywood. 

Sureprise! ternyata sebagaimana kulihat di film-film Amerika yang berkisah tentang siswa-siswi High School, paras siswa terlihat lebih dewasa jika dibandingkan dengan usia mereka. Para siswa pria tumbuh dengan tubuh bongsor dan tinggi menjulang, dan para siswi tumbuh sebagai gadis modis dan lebih mirip anak kuliahan. Banyak diantara mereka yang datang ke sekolah dengan make up nan menor layaknya mau ke pesta, dan hanya sedikit dari mereka yang berwajah imut dan polos.

Sebagai satu-satunya sekolah tingkat SMA di kota Fayetteville, secara administratif sekolah ini ada dalam manajemen Fayetteville Public Schools. Organisasi ini mewadahi seluruh sekolah di kota Fayetteville mulai dari jenjang SD-SMA, serta sekolah khusus. 

Selama masa perkenalan antara kelompok kami dan beberapa siswa yang menjadi guide kami, aku cuma bisa melongo dan membayangkan anak-anak SMA di Indonesia yang sebagian besar mereka itu imut, lucu, polos dan kekanakan.

Aku dan grupku dibimbing Kennedie, seorang gadis modis berwajah cantik dan bersih, berkulit putih kekuningan, tinggi menjulang dan tanda-tanda tubuhnya lebih mirip dengan anak kuliahan di level Magister dan seorang gadis lain yang aku lupa namanya, yang mirip anak kuliahan dan kalau dia nggak diet pasti di tahun pertama kuliah dia menderita obesitas. Kami berkeliling gedung FHS. Lagi-lagi sureprise! Benar-benar sama dengan yang sering ada dalam drama musikal anak-anak high schooyang beberapa kali kutonton di TV. WOW! 

FHS punya dua gedung utama, plus satu gedung baru yang dalam proses awal pembangunan. Gedung pertama merupakan gedung tua yang mungkin beberapa tahun lagi bakal dirubuhkan terus dibikin gedung baru yang lebih keren. Gedung ini terdiri dari tiga lantai. Lantai 2 dan 3 untuk kegiatan belajar mengajar dan lantai 1 untuk kegiatan olahraga. Agak mumet juga sih mengingatnya karena banyak ruangan dan hall. Kennedie bilang bahwa gedung ini adalah gedung serius tempat para siswa belajar, guru-guru berkantor hingga meeting. Ruangan olahraganya itu loh, gila, modern banget, seperti indoor stadium tempat para atlet NBA bertanding basket ball
Ruang olahraga

Wow, lagi-lago WOW! di setiap dinding, terpampang lukisan-lukisan mengagumkan karya para siswa, majalah dinding, pesan-pesan moral, dan hal-hal lucu. Para siswa belajar sesuai dengan minat mereka, so mereka harus masuk ke kelas sesuai dengan yang mereka pilih seperti halnya anak-anak kuliahan. Jadi, setiap anak nggak ambil pelajaran secara seragam sebagaimana di Indonesia. Uniknya, di dalam kelas banyak pot-pot bunga, gambar-gambar sesuai dengan bidang di kelas tersebut, hingga alat-alat praktek. 

Setiap ruang kelas memiliki keterangan mata pelajaran dan nama guru, jadi bukan guru yang masuk ke kelas berbeda sebagaimana di Indonesia, tapi murid-muridlah yang bergerak mencari guru dan kelas sesuai dengan yang telah mereka pilih di awal semester. Di gedung ini, ruangan guru gelap dan tanpa ventilasi, jadi mereka harus menyalakan lampu sepanjang hari. Tapi asiknya, guru-guru nggak harus pake seragam dan mereka benar-benar modis habis.
Music and Performing Art hall alias ruang pertunjukan seni

Gedung yang kedua, adalah gedung baru yang besar, bertingkat dua, dan berwarna gelap dari luar layaknya kotak makan siang ala Hoka-Hoka Bento. Di gedung ini ada sebuah ruangan yang khas dan luas tempat para siswa berkumpul untuk mengerjakan PR, yang sesekali digunakan untuk acara-acara besar sekolah. Kulihat para siswa serius di bangku mereka bersama teman-teman mereka dengan wajah menghadap buku dan tangan memegang pensil. Juga ada kantin tempat anak-anak junior mendapatkan jatah makan siang. Yang senior, bisa cari makan diluar atau disekitar sekolah, begitu kata Kennedie. 

Di gedung ini ada ruang olahraga, ruang latihan drama, dance dan karya seni lainnya. Ups, di pojokan ada anak-anak yang pacaran dan Kennedie bilang mereka sedang bolos. Hihihi, pasti mereka bosan di kelas atau merasa mumet. Aku tahu, bolos adalah hal paling menyenangkan daripada duduk di kelas dengan perasaan bosan dan ngantuk.

Oh ya, FHS punya lambang yang lucu, yaitu anjing Bulldog berwarna ungu. Aku masih bingung kenapa anjing berwarna ungu. Lambang binatang ini tentu menambah keunikan Negara Bagian Arkansas yang berlambang Razorback alias babi hutan berwarna merah. Sebelum kembali ke tempat kami belajar di Spring International, kami sempat berphoto dengan Kennedie, tapi karena yang photo adalah kawanku menggunakan HPnya, jadi, aku harus bersabar untuk menunggu ia memberikan photo itu padaku. 

Mrs. Gavin Edwards, Guru kelas Speaking & Listening-ku bilang bahwa FHS adalah satu-satunya SMA di kota Fayetteville. Di kota-kota lain di Amerika, mereka punya setidaknya 2 atau 3 SMA. Kupikir logis jika FHS adalah satu-satunya SMA di Fayetteville, toh Fayetteville adalah kota kecil yang penduduknya sedikit. Mungkin 1/4 dari penduduk Fayetteville adalah orang-orang dari berbagai negara yang sedang studi di Universitas Arkansas atau belajar bahasa Inggris di Spring International Language Center.
Red Bus yang tempat transitnya di University of Arkansas. 

Oh ya, lokasi FHS sangat dekat dengan kampus Universitas Akansas yang luas banget. Untuk sampai ke kampus kami harus menggunakan Green Bus. Btw, meski namanya Green Bus bukan berarti bisnya berwarna hijau loh, sebab semua bis disini warnanya putih dengan garis merah di beberapa bagian. Hanya saja, setiap bis memiliki layar yang memperlihatkan tulisan seperti Red, Green, Blue, Brown, Gray atau Tan untuk membedakan rute perjalanan dan tentu saja untuk memudahkan pengguna supaya nggak nyasar. Bis ini juga gratis loh karena pembiayaan operasionalnya diperoleh dari pajak yang dibayar warga dalam setiap kegiatan, termasuk belanja di pusat perbelanjaan jenis apapun.

Kami mengakhiri tur di sekolah ini dengan menunggu bis menuju Bus Station di kampus universitas Arkansas. Dari kampus UA, kami menggunakan Red Bus menuju Spring International Language Center. 

Fayetteville, 12 November 2012

No comments:

Post a Comment