Wijatnika Ika: Menjual Nama Sendiri untuk Branding Karya di Dunia Maya

Neng Ika jalan-jalan nyambi kerja sebentar di Tulang Bawang Barat ya. Foto: Lintang Astari

Tiada hal yang paling berhak aku jual dari diriku selain namaku sendiri. Sebab, aku ingin dunia mengingatku dan namaku. Misalnya nih waktu aku main ke SMU tempat aku sekolah dulu, ada seorang guru yang mengenal namaku sebagai blablala tapi katanya lupa orangnya gimana. Ehem, mungkin karena orangnya udah lebih cantik dan dewasa dari 10 tahun silam makanya si ibu guru lupa wajahku yang dulu, yang masih unyu-unyu, belum kenal make up dan hal lainnya. 

BACA DULU BPN DAY2: 5 Tema Blog Nan Inspiratif Kesukaanku yang Sebaiknya Kamu Sukai Juga

Awal-awal blogging, aku menggunakan nama "Menunggu Hujan Reda" sebagai judul blogku. Yah, biar terkesan puitis gitu. Tapi apa mau dikata, blog itu terkunci pada 2010 dan aku tidak bisa membukanya lagi sehingga aku membuat blog baru yang sekarang pembaca cintai dan kagumi ini hehehe. Hm, biar namaku dikenal dunia dan gampang dicari di mesin pencari Google, ya udah aku gunakan saja namaku, nama besar dan nama kecil. Jadi deh Wijatnika Ika dan nama ini kugunakan juga untuk seluruh akun media sosial aku.
Tampilan blog aku dengan template baru yang lebih sederhana

Ternyata, menggunakan nama sendiri sebagai branding hasilnya lumayan menggembirakan. Secara yang aku jual kan ceritaku sendiri, ideku sendiri dan hal-hal yang aku sukai. Jadinya, memang pas menggunakan namaku untuk judul blog dan nama akun media sosial. Maunya aku, dunia mengenalku sebagaimana mereka mengenal Harry Potter hahaha. 

Jadi, menggunakan nama sendiri untuk judul blog terasa lebih percaya diri dan menjual aja. Daripada menggunakan nama lain yang mungkin akan membuat pembaca langsung melupakan blogku dan namaku. 

Sebagai orang kecil dengan keterampilan biasa yang masih harus diasah, bagiku penting sekali menaikkan namaku sendiri sebagai branding bagi tulisan-tulisanku di dunia maya. Sebab, dunia maya yang kini dipenuhi oleh konten ribuan blogger bisa saja memusnahkan namaku jika aku menggunakan nama blog yang pasaran atau mirip dengan milik orang lain, terlebih jika si orang lain lebih terkenal dariku. Gimana, masuk akal kan?
Boleh follow akun media sosial  dan subscribe akun Youtube aku

Karena sebenarnya aku orangnya introvert dan nggak terlalu suka pesta pora, bahkan dalam dunia maya. Maka biarlah saja di dunia nyata aku hanya dikenal sedikit orang dan di dunia maya aku dikenal melalui tulisan-tulisanku saja. Ciri khas dari tulisan-tulisanku yang coba kupertahankan untuk menjaga branding misalnya:

Dengan kelima ciri khas itulah aku terus menulis dan mempertahankan semangat menulis di blog. Bukan hanya untuk membantu diriku sendiri dalam proses meditasi rasa. Juga untuk membantu pembacaku mendapatkan bahan bacaan bemutu yang tidak diperoleh di blog milik orang lain. Tujuannya jelas bukan menyombongkan diri, melainkan menunjukkan kekhasan yang membuat orang datang kepadaku dan kembali lagi karena menyukai tulisan-tulisanku.

Bogor, 22 November 2018 

Persembahan spesial untuk dunia blogging hehe. Click here!

0 comments:

Post a Comment

follow me on instagram