Seruit, Sambal Khas Lampung Lezat Memikat

Menu Seruit sederhana di Tiyuh Karta, Tulang Bawang Barat


"Aku mendapatkan kebahagiaan terlalu banyak dari makanan enak" 

-Elizabeth Olsen-

Minggu lalu, untuk pertama kalinya dalam hidupku berkesempatan menginjakkan kaki di Tulang Bawang Barat, sebuah kabupaten di wilayah utara provinsi Lampung. Inginnya sih berwisata agar dapat menyajikan cerita keren layaknya para travel blogger. Tapi, aku punya kisah lain sebab kedatanganku ke sana untuk sebuah pekerjaan super singkat. 

Sebenarnya ada banyak cerita. Tetapi, dalam tulisan ini aku hanya hendak membagi kisah tentang makanan enak khas suku Lampung. Seruit sebutannya. Nyeruit nama prosesnya. Seruit merupakan sambal khas Lampung yang dibuat dari berbagai campuran, seperti: sambal terasi, tempoyak/daging durian fermentasi atau mangga kweni, daging ikan bakar atau goreng, terong bakar atau rebus dan kuah pindang yang dicampur-aduk menggunakan jari-jemari tangan, hingga tercampur rata dan siap santap. Makan dengan menu seruit ini lebih nikmat saat makan bersama dalam berbagai acar keluarga hingga komunitas. Tentu saja dengan makanan utama nasi hangat, lauk pauk berupa ikan bakar atau goreng, pindang ikan dan aneka jenis lalapan matang ataupun mentah.


Jadi, selama aku bekerja di Tulang Bawang Barat, aku tinggal di rumah penduduk alias live in. Karena di kampung biasanya susah menemukan warung makan, maka mau tak mau aku dan timku meminta tuan rumah memasak untuk kami. Terlebih karena aku menyukai masakan rumahan dan ingin saja akrab dengan pemilik rumah, dengan menikmati sajian ala keluarga mereka. Tak apa sederhana, yang penting sehat, bergizi dan membuat bahagia.
Pindang ikan aneka jenis ikan sungai hasil tangkapan tuan rumah di sungai terdekat

Pada pagi hari pertama, kudapati Bapak Tuan Rumah baru saja memanen ikan beraneka jenis dari sungai terdekat. Lalu, untuk menyenangkan lidah dan perut kami si anak kota, Ibu Tuan Rumah membuatkan kami pindang yang segar dan lezat untuk memulai pagi. Soalnya, kami harus makan bergizi agar kuat berkeliling kampung demi menuntaskan pekerjaan. Tuan Rumah menyediakan apa saja yang ada di meja makan mereka, termasuk sambal terasi yang terasinya berasal dari Tulang Bawang, yang sangat khas. Warna dan baunya sangat khas, masuk ke cuping hidung bagai pelari tercepat sedunia. Rasanya jagan ditanya, lezat sekali terutama dimasak dengan terong yang dari sananya enak.
Bahan untuk membuat seruit sederhana ala tuan rumah

Alhasil, makanku lahap sekali. Terutama karena ikan goreng dan ikan pindang yang disediakan membuatku tak ingin berhenti menguyah. Dalam keadaan idel demikian, aku memang aji mumpung, makan banyak agar berat berat badanku bertambah 2-3 kg. Pokoknya, perpaduan nasi hangat, sambal terasi, ikan goreng, dan aneka lalapan membuatku makan dengan lahapnya. Kalau kata Elizabeth Olsen mah gini: "Aku mendapatkan kebahagiaan terlalu banyak dari makanan enak" karena makanan enak memang membahagiakan.
Makan malamku yang lezat sekali

Menikmati sajian enak memang melenakan. Pun bagiku. Jadi, aku kan punya alergi pada makanan tertentu. Dan aku lupa mengerem lidahku dalam menikmati sambal terasi. Alhasil alergiku kambuh dan timbul bruntusan di mana-mana seperti di wajah dan lengan. Ya udah, sekarang puasa jenis makanan tertentu supaya reda dulu alerginya hehe.

Tanah Lada, November 2018

0 comments:

Post a Comment

follow me on instagram