Buku, Koleksi Terbaikku Sepanjang Masa

Koleksi aku mah ya buku-buku yang aku suka

Pagi diguyur hujan. Cuaca dingin menusuk tulang. Rasanya malas sekali untuk bangkit dari tempat tidur dan menyingkapkan selimut hangat. Tapi, ini hari ke 11 tantangan menulis blog dari komunitas Blogger Perempuan Network dan aku berjanji kepada diriku sendiri untuk konsisten menulis. Temanya tentang sesuatu yang dikoleksi di rumah.

Hm, koleksi apa ya? 

BACA DULU BPN DAY10: 5 Buku yang Kurekomendasikan untuk Kamu Baca tentang Agama, Cinta, Hingga Penelusuran Jejak Nenek Moyang Manusia ke 1 Juta Tahun Silam

Aku orangnya simpel. Malas mengisi kamar kosku yang mungil dengan aneka benda yang membuat penampakan ruangan menyempit dan membuatku pusing. Meski kadangkala aku malas beres-beres selayaknya seorang penulis yang suka menaruh buku-buku yang belum selesai di baca dimana-mana, tetapi akhir-akhir ini aku sedang hobi merapikan kamarku sehingga semua benda harus tertata rapi. Dan sebagai anak kos, benda apa sih yang aku punya selain hal-hal berkaitan dengan sandang, pangan, buku-buku dan printilan yang diperlukan manusia yang hidup sendirian? 

Omong-omong soal buku, mungkin bisalah aku kategorikan sebagai koleksi. Karena nih, aku suka banget membaca novel. Kadang-kadang aku membaca novel yang kusukai sampai beberapa kali, sehingga sangat tidak mungkin aku tidak memberi perhatian lebih kepadanya. Salah satunya novel karya Orhan Pamuk yang bahkan kubaca sampai 6 kali dan mungkin suatu hari nanti akan kubaca lagi. Pokoknya, buku-buku kesukaanku tidak boleh keluar dari kamarku, terlebih sampai di tangan teman tukang pinjam buku tapi tidak pernah mengembalikan buku yang dipinjamnya. 

Aku suka membaca buku dari kecil dan mulai mengoleksinya sejak kuliah. Aku sangat rajin membeli buku, lebih rajin dari membeli pakaian apalagi skincare. Membeli buka itu nggak bisa borongan macam beli pakaian, sebab membaca nggak bisa borongan. Kebutuhan membaca membuatku harus membeli buku. Saat kuliah, biasanya aku manargetkan membeli minimal 1 buku dalam sebulan. Kalau dapat uang lebih, baru deh beli beberapa buku atau membeli buku tertentu yang harganya lumayan mahal. 

Hm, buku mahal?

Itu sih kata mereka yang nggak menganggap penting ilmu pengetahuan, atau memang tidak sedang melakukan pembelajaran tentang cara menulis. Kalau aku memang membaca sebuah novel misalnya, juga sembari belajar teknis menulis dan bagaimana merangkai data menjadi sbeuah cerita yang renyah, lengkap dan membius. 

Hingga saat ini aku sudah memiliki 1 lemari buku 3 pintu yang kusimpan di kampung halaman, 1 lemari penuh buku-buku yang kupinjamkan kepada seorang teman sebagai modal dia membangun taman baca dan sejumlah buku di kosan. Kedepan, aku berencana membeli buku-buku bekas untuk menambah koleksiku biar aku punya perpustakaan pribadi.

Soal buku ini, aku tuh memiliki impian terkait keluarga kecil yang akan kubangun di masa depan. Aku ingin menjadi calon istri dan ibu yang cerdas, yang kelak mampu menjadi guru pertama bagi anak-anak yang kulahirkan. Karennya, mengoleksi buku pun akan berhubungan erat dengan rencana masa depanku saat mendidik dan mengasuh anak-anak yang akan kulahirkan (hm, mulia sekali kan niatku hehehe)

Jadi nih, kalau ada diantara pembaca dan sayang padaku, sini kasih aku buku aja hehe.

Depok, 30 November 2018
Persembahan spesial untuk dunia blogging. Klik disini ya

0 comments:

Post a Comment

follow me on instagram