Semalam di Greenhost Boutique Hotel, Yogyakarta


Aku happy! Foto: Nona Melinda
Sepanjang pengalamanku menulis sebagai blogger, inilah pertama kalinya terbersit keinginan menulis tentang hotel tempatku menginap. Tentu saja bukan karena pihak hotel memintaku menulis sebagai sponsored post. Melainkan memang aku sangat ingin menulisnya, sebab kesan mendalam di hatiku berpengalaman memanjakan mata, hati dan diri didalamnya walau semalam saja. Bisa juga menyontek konsep green business-nya yang merupakan bagian dari cita-cita pembangunan berkelanjutan alias ramah lingkungan. Indah sekali, bukan?

Dalam kegiatan fieldtrip Danone Blogger Academy 2018 ke Yogyakarta-Jawa Tengah pada 12-14 Oktober ini, aku berkesempatan menginap di Greenhost Boutique Hotel. Itu lho, hotel ramah lingkungan yang jadi salah satu scene dalam film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) waktu tokoh Cinta bertemu kembali dengan Rangga. Hotel yang konsepnya merupakan perpaduan antara hunian, bisnis, galeri seni, tempat bercocok tanam dan tentu saja resto yang menyediakan makanan yang memanjakan lidah. 

Bagiku, hotel ini puitis dan indah karena bersahabat dengan alam.

Jadi, ketika turun dari bis dalam keadaan kucel, lelah dan ngantuk berat setelah beraktivitas seharian penuh, trus masuk ke lobby, aku baru ngeh kalau hotel ini ada di salah satu adegan film AADC2. Karena menurutku konsepnya unik, aku bermimpi dong punya kesempatan menginap. Dan, akhirnya kesampaian juga pada 12 Oktober 2018! I am so happy!

KAMAR: BEDA KONSEP, BEDA SENIMAN
Aku dan temanku, Melinda mendapatkan jatah menginap di kamar bernomor 326. Saat membuka kamar kami berdua spontan berteriak histeris dengan sepasang mata melotot. Bukan karena mendapat kejutan semacam bouquet bunga mawar atau kado dalam kardus super besar. Melainkan takjub dengan interior design kamar yang kami tempati. 

"Wah, keren banget ya konsepnya!" kataku dengan sumringah. 
"Lantainya bukan keramik, ya," ujar Melinda, melainkan lantai dari semen layaknya rumah-rumah di pedesaan. Hm, rasanya hotel ini nyentrik dan unik sekali. 
"Kayaknya ini dari bahan daur ulang, deh!" kataku lagi saat memperhatikan furniture, langit-langit kamar hingga ranjang. 
"Kotak sampahnya juga bagus," puji Melinda. Ya, kotak sampah berbahan rotan. 
"Sendalnya lucu!" teriakku lagi sembari mengambil sandal tipis berwarna putih khas sandal yang disediakan hotel, bedanya ada bagian berlapis goni, jadinya imut. 
"Hm, kamar mandinya juga oke," kata Melinda lagi, setelah puas melihat-lihat. 
"Eh, lihat deh ini. Pengharum ruangan," aku mengambil sebuah botol kaca dengan tiga buah dupa sebagai pewangi ruangan. Sayang, kami nggak punya pemantik api.
"Wah, ini tempat cucian juga berupa kantong, dan bukan plastik ya," kata Melinda saat ia menaruh pakaian kotor di lantai lemari yang bentuknya lemari terbuka, alias lemari tanpa dinding yang sangat ekonomis dan membuat ruangan terlihat lebih luas. Lemari ini hanya terdiri dari lantai dari kayu dan tiang untuk gantungan baju dari besi.  

Ketika aku kepo alias browsing tentang A-Z hotel ini, kamar yang kami tempati bertema Studio Kita 3, yang didesais oleh seninam Ivan Cristianto menggunakan bahan-bahan daur ulang. Yang paling kentara adalah bahan kayu yang sepertinya berasal dari limbah pabrik Aqua dan dua buah gelas di kamar mandi yang berasal dari botol bekas. 
Dinding, ranjang dan meja yang ekonomis tapi eksotis. Di bagian bawah meja ada lubang untuk menaruh pot bunga dari kaca sehingga tidak akan tersenggol tangan kita ketika tidur. Sumber: greenhosthotel.com
Konsep jendela yang unik dan ramah lingkungan. Di bagian bawahnya ada batu-batu kerikil yang menghubungkannya dengan tempat menanam tanaman rambat yang menjuntai ke bawah, ke bagian depan hotel dengan indahnya. Sumber: greenhosthotel.com
Meja dan berbagai furniture di kamar yang terbuat dari bahan daur ulang. Konsep yang indah dan sangat membumi. Konsep dan perjuanan yang baik ini patut ditiru. Sumber: greenhosthotel.com

ECO-FRIENDY HOTEL
Hotel yang dibangun di daerah Prawirotaman ini mengedepankan konsep ramah lingkungan sejak dari pembuatan fondasi, penggunaan bahan daur ulang untuk furniture, daur ulang air grey water untuk menyiram tanaman, penghilangan fungsi lemari es dan air conditioner di setiap kamar, hingga penggunaan bagian atap untuk kegiatan city farming
Bangunan Greenhost Hotel pada malam hari. Indah ya? Sumber: majalahasri.com
Artistik sejak menginjakkan kaki di lobby hotel. Sumber: majalahasri.com

Selain itu, hotel ini juga mengusung konsep ramah bagi seniman. Dinding yang tidak dicat misalnya merupakan salah satu bukti penerimaan kepada para seniman yang dapat menciptakan karyanya, seperti susunan balok-balok kayu bekas di bagian lobby yang memperindah suasana. Termasuk juga ada ruangan khusus yang digunakan untuk para seniman melakukan berbagai kegiatan seni. Misalnya, pameran seni Eko Nugroho yang menjadi salah satu scene film AADC2 ketika tokoh Cinta dan Rangga bertemu kembali.
Tanaman di paralon-paralon yang memanjang di depan kamar-kamar. Misalnya ada daun mint.

SARAPAN MENU PUITIS
Mengusung konsep 'Art Kitchen' yang terbuka, penuh dengan aneka hiasan, dan tentu saja makanan lezat, bagian dapur dan ruang makan hotel ini betul-betul puitis. Karena bangunan hotel ini memang kecil, jadi bagian ruang makan pun kecil, terletak di bagian kanan, hanya beberapa langkah dari lobby. Ruang makan terbuka menghadap bagian tengah hotel dengan kolam renang berwarna biru, ruang duduk yang nyaman disela-sela tanaman hijau, juga aneka pernak-pernik sebagai hiasan. Seperti bibit padi dalam pot kecil yang diletakan di setiap meja, atau pot kecil berselimutkan goni yang digantung di dinding. Rasanya nyaman dan memanjakan mata seperti di rumah. 

Karena lapar dan kepincut dengan aneka menu yang telah terhidang, aku mengisi piring putih berukuran sedang dengan sebuah omelet dan salad sayuran. Sementara piring lainnya kuisi dengan nasi goreng, urab sayuran, tumis daging dan asinan timun. Kulengkapi menu sarapanku dengan segelas kecil air sereh dingin yang wanginya menenangkan. Dan karena berlomba dengan waktu, kunikmati sarapanku dalam keadaan tergesa. Meski demikian, lidahku dapat mengirimkan kenangan terbaiknya kedalam kotak kenangan di kepalaku bahwa makanan ini enak dan suatu hari aku harus datang lagi ke hotel ini. I am fall in love with the foods.
Kumulai pagi dengan sarapan menu di dua piring ini. Rasanya lezat dan sangat direkomendasikan.

TEMPORARY GOODBYE...
Pagi hari, disela-sela sarapan pagi, aku dan teman-temanku bergembira ria dengan saling mengabadikan momen indah kami di hotel ini. Pasalnya kami diburu waktu dan tidak bisa mengkhususkan diri mengeskplorasi seluruh bagian hotel. Pokoknya secepat mungkin cekrek-cekrek-cekrek sambil tersenyum manis atau tertawa gembira.  

"Fotoin aku disini ya," Melinda menyerahkan ponselnya, lalu berdiri dengan penuh gaya membelakangi kolam renang. Perempuan itu tampak sumringah bagai model papan atas saat beraksi di depan kamera. 
"Aku juga fotoin disini," ujarku pada Melinda, lantas kami bergantian posisi. 
"Said, tolong fotoin kami dong!" kataku sembari menyerahkan ponsel Melinda pada Said yang baru selesai memotret Charles si Jangkung yang baru saja berulang tahun.  Aku, Melinda, Okta dan Yusnaeni pun berpose ria layaknya anak remaja baru lulus ujian sekolah. Kegembiraan pasti tergambar jelas di wajah kami.
"Tolong fotoin aku juga dong, full body ya!" ujar Mbak Inayah sembari menyerahkan ponselnya padaku, kemudian berpose dengan memegang koper berwarna perak entah milik siapa. Lalu cekrek, foto pun jadi dan Mbak Inayah puas.
"Kakak-kakak! Hayuk buruan sarapannya dan foro-fotonya! Kita mau berangkat!" itu suara tinggi Chika yang selalu setia mengingatkan agar dalam kegembiraan yang meluap-luap ini kami tidak lupa waktu untuk mematuhi jadwal kami yang sangat padat. Ahahai! Blogger mah emang gitu, hobinya motret dan dipotret ulala.
Senyum bahagia. Foto: Nursaid & Melinda

Belum puas rasanya menikmati dan mengeksplorasi hotel ini. Tapi, sebagai peserta sebuah kegiatan aku harus patuh pada jadwal yang ketat. Dengan terburu-buru, aku memanggul ranselku dan meninggalkan hotel ini dengan satu harapan: kelak aku akan kembali dan tinggal lebih lama lagi bersama orang terkasih dalam hidupku.



Bagi pembacaku yang belum pernah ke Yogyakarta atau sering tapi belum pernah menginap di hotel yang mengusung konsep eco-friendly ini, silakan klik lokasi di peta ya untuk melihat lokasi. Atau klik greenhosthotel.com untuk pesan kamar. Mudah-mudahan proyek ramah lingkungan ini akan menular dan kelak konsep pembangunan hotel di seluruh Indonesia dan dunia akan ramah lingkungan, demi merawat bumi kita yang semakin lemah karena pembangunan yang merusak. Lingkungan yang baik untuk kehidupan yang baik. 

Depok, 18 Oktober 2018


4 comments

  1. kesan modern ya , dan ada hidroponiknya juga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Tira, terima kasih sudah mampir. Iya nih, hotelnya artistik banget

      Delete
  2. Ahh, suka, aku suka...!
    Hijau selalu sukses buatku terpukau.

    Jadi, jika siapa saja yang mengusung konsep sayang bumi, well, I am yours!



    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Mbak Rosanna, terima kasih sudah mampir. Iya, kehijauan yang melenakan mata untuk bersantai didalamnya bagai bidadari surga eaaaa

      Delete

follow me on instagram