Profesionalitas Penyelenggaraan Asian Games 2018 Satu Jalan Terang Menuju Indonesia Maju

Kita adalah "Energy of Asia" (sumber: ocasia.org & asiangames2018.id)

Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ajang olahraga bergengsi level Asia, yaitu Asian Games ke 18 merupakan sebuah prestasi. Yang dimaksud prestasi di sini bukan hanya tentang fakta bahwa Indonesia dipercaya kembali oleh Olympic Council of Asia sebagai penyelenggara Asian Games ke 18, setelah sebelumnya menjadi tuan rumah untuk pertama kalinya pada era Presiden Soekarno tahun 1962. Juga tentang kesempatan emas menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia antara tahun 1962 dan 2018 telah mengalami perkembangan pesat, termasuk kualitas sumber daya manusia yang menjamin kualitas dan mutu penyelenggaraan pesta olahraga ini dapat berjalan aman dan tanpa hambatan berarti. Karena kita tidak bisa memungkiri bahwa beberapa tahun belakangan stabilitas nasional Indonesia diuji oleh berbagai masalah mulai dari isu SARA, politik, hingga soal terorisme. Kesuksesan penyelenggaraan Asian Games ke 18 ini dapat menunjukkan bahwa Indonesia adalah tempat yang aman bagi masyarakat internasional yang berkunjung. 

FAKTA MENGGEMASKAN ASIAN GAMES 2018 
Asian Games 2018 adalah sebuah pesta. Bukan hanya pesta bangsa Indonesia, melainkan rakyat benua Asia! Selayaknya pesta maka perhelatan akbar ini harus meriah, ramai, menggembirakan, dan mengundang partisipasi seisi negeri. Sebagai tuan rumah, bangsa kita melakukan berbagai persiapan di banyak sektor mulai dari sumber daya manusia, kebijakan, insfrastruktur, anggaran, parstisipasi publik hingga membuat proyeksi kunjungan wisatawan dengan harapan mendatangkan devisa hingga Rp. 3 triliun dari aktivitas ekonomi di Jakarta dan Palembang. Tamu senang saat berkunjung, tuan rumah untung menggunung! 

Fakta Asian Games 2018 yang menggemaskan (sumber: bisnis.com)
Nah, fakta ini setidaknya dapat menjelaskan bahwa kita patut berbangga diri karena  mampu mengelola sebuah kepercayaan tingkat tinggi masyarakat internasional. Sekaligus sebagai upaya menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia sedang melaju ke satu jalan terang menuju negara maju, dan akan segera mengaum sebacai Macan Asia!

OPENING CEREMONY: HADIAH INDONESIA UNTUK ASIA
Ajang ini rupanya tidak disia-siakan oleh Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) atau Panitia Nasional Penyelenggara Asian Games ke 2018 untuk menunjukkan keagungan Indonesia dan kualitas anak bangsa. Salah satu bukti yang kukira akan melekat kuat dalam ingatan dunia adalah kemegahan Opening Ceremony Asian Games 2018 yang mengundang decak kagum. Panggung yang megah dan artistik, penampilan insan seni yang membius, pertunjukan kembang api yang mempercantik langit malam Jakarta, pelayanan panitia kepada tamu internasional dan atlet yang profesional, hingga antusiasme warga yang mengesankan bahwa Indonesia adalah sebuah bangsa yang penuh kegembiraan, persatuan dan aman.

Tampilan panggung pembukaan Asian Games 2018 dan maknanya sebagai "Energy of Asia"

Kemegahan kegiatan upacara pembukaan Asian Games misalnya membuat para tamu internasional berdecak kagum dengan kekayaan alam dan manusia Indonesia, juga keterampilan anak bangsa dalam mengelola sebuah kegiatan berlevel internasional dengan apik dan membekas kuat di lubuk hati. Panggung berukuran panjang 120 meter, lebar 30 meter dan tinggi 26 meter tersebut mampu merangkum keindahan Indonesia mulai dari pegunungan di dataran tinggi hingga lautan biru yang kaya lagi indah. Terlebih lagi, ketika sebanyak 4.000 penari arahan seniman Denny Malik dan Eko Supriyanto menghibur dunia dengan sangat indahnya. Dan, siapa sih yang akan mengelak mengakui bahwa jantungnya berdebar-debar saat menyaksikan 1.600 penari perempuan membawakan tarian asal Nanggroe Aceh Darussalam, yaitu tari Ratoh Jaroe yang sangat indah dan lincah? Yang mengagumkan lagi adalah bahwa para penari tersebut merupakan siswa dari 18 SMA di Jakarta lho

Kesusksesan acara "Opening Ceremony Asian Games 2018" merupakan karya kolaborasi ribuan insan seni dibawah arahan Wishnutama sebagai Creative Director, dengan 6 profesional lain di bidangnya masing-masing. Kerja keras para pria tampan dan berdedikasi tinggi dalam pembukaan Asian Games yang telah kita saksikan bersama ini seakan hendak menunjukkan kepada dunia bahwa ternyata Indonesia memiliki 'stok' profesional kelas dunia! Mereka seperti mewakili kaum muda produktif dan profesional di bidangnya masing-masing yang siap menghantarkan bangsa ini sebagai negara maju yang memimpin dunia. Kalau Presiden Soekarno pernah mengatakan bahwa dengan sepuluh pemuda ia mampu menggunncang dunia, maka kita sudah menyaksikan bagaimana 7 pria muda ini mengguncang Asia. Padahal ini dari kalangan seniman lho! Bagaimana jika jumlahnya kita lipat gandakan berdasarkan keahlian di berbagai sektor? Indonesia pasti maju! 

Inilah para pria tampan dan profesional dibalik pembukaan Asian Games 2018 (sumber: asiangames2018.id)

"Teman saya orang Korea bilang kalau Indonesia itu tinggal 'diklik' aja dan jadilah negara maju yang memimpin dunia! Dengan apa? Tentu dengan teknologi maju dan sumber daya manusia yang melek teknologi, ditambah persatuan dan kesatuan bangsa," begitu ucapan Ibu Dr. Sri Setiawati, MA pada 26 Agustus silam dalam temu antara pejabat Puspiptek dan peserta Writingthon Puspiptek 2018. Soal teknologi dan sumber daya manusia, kita sudah melihat sendiri contohnya dalam pembukaan Asian Games 2018 pada 18 Agustus silam, bukan?

MAN BEHIND THE PARTY
Penyelenggaraan Asian Games 2018 sejak awal terlihat begitu mengagumkan, sehingga ingin dong mengulik siapa sih para professional bertangan dingin yang mengerjakan semua ini. Karena memang tidak mudah mengelola sebuah kegiatan kelas dunia, terlebih kita sedang terjebak dalam beberapa masalah kebangsaan seperti kejahatan terorisme, peredaran narkoba, korupsi, bencana alam, isu SARA, hingga soal penyelenggaraan pembangunan yang masih menyisakan banyak PR. Rasanya, akan malu sekali jika bangsa kita tidak siap menjadi tuan rumah yang baik bagi pesta olahraga ini. 

Oleh karena itu, wajar jika Erick Thohir selaku Ketua INASGOC sempat stres saat mempersiapkan kegiatan ini yang panitianya saja baru dibentuk pada Nopember 2015, dengan dana hanya Rp. 52 miliar dari kebutuhan sebenarnya yaitu sebesar Rp. 4.5 triliun (baca disini). Aduh duh kok aku jadi bisa merasakan betapa cenut-cenut ngilu kepala Erick Thohir! Untung saja, kebutuhan dana kemudian dicukupi dengan dukungan sejumlah perusahaan yang menjadi sponsor dan partner resmi Asian Games 2018 (baca disini).

Man behind the party Asian Games 2018 yang kece badai (sumber: asiangames2018.id)
Bukan gentleman atau wonder woman namanya jika para panitia tercinta dan berhati mulia ini tidak berjuang keras untuk menaklukkan segala rintangan menjelang, persiapan, pelaksanaan hingga penutupan pesta warga Asia ini. Nama-nama yang dipilih menjadi panitia tentulah bukan sosok sembarangan, melainkan yang sanggup menanggung beban kerja super berat. Apalagi Presiden Jokowi sangat tidak suka jika warga negaranya mengeluh saat bekerja. "Kerja! Kerja! Kerja!" merupakan mandat keramat sekaligus pemicu semangat agar apa pun bentuk pekerjaan kita, selagi bertujuan memajukan kesejahteraan bangsa maka harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. 

Lalu, bagaimana soal kritik publik terkait sejumlah nama dalam INASGOC yang ternyata memiliki kasus hukum hingga soal transparansi dan akuntabilitas lelang pengadaan barang dan jasa dalam proyek infrastruktur Asian Games 2018? Dalam rangka mewujudkan pemerintahan bersih (terutama dari praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme yang menghancurkan), mata dan telinga rakyat nggak bisa dong dibohongi oleh jalan 'licin' sejumlah orang yang merusakn sifat 'sportif' yang sangat diunggulkan dalam dunia olahraga. Hm, untuk tahu cerita dan analisanya yuk mampir disini aja ya. Karena, kita tahu sama tahu bahwa praktek KKN dalam bentuk apa pun dan dilakukan oleh siapa pun akan merusak jalan terang #MenujuIndonesiaMaju. Bangsa Indonesia ingin maju kan? 

VENUE DAN WISMA ATLET BERSTANDAR INTERNASIONAL
Karena ini pesta olahraga kelas internasional dengan jumlah atlet yang mencapai ribuan orang untuk 40 cabang olahraga, maka infrastruktur penunjang seperti venue harus sesuai standar. Meski kota utama yang menjadi tuan rumah perhelatan ini adalah Jakarta dan Palembang, ternyata beberapa venue ada juga di Jawa Barat dan Banten. Hasrat menjadi tuan rumah yang baik dan profesional membuat pemerintah 'ngebut' bagai pembalap F1 mengerjakan berbagai proyek infrastruktur penunjang kegiatan. Yah, namanya juga tuan rumah memang selayaknya 'beberes' saat hendak kedatangan tamu istimewa, sebab Asian Games 2018 ini merupakan salah satu mementum yang tepat untuk investasi gila-gilaan di bidang infrastruktur. Renovasi kompleks Gelora Bung Karno (GBK) saja menghabiskan anggaran senilai Rp. 2.6 triliun (baca disini) dan pembangunan Wisma Atlet Kemayoran selama 2014-2018 seluas 10 hektar mencapai Rp. 3.4 triliun (baca disini) yang terdiri dari 10 menara dengan jumlah 7.300 unit hunian dan dapat menampung sebanyak 22.278 orang (baca disini). Belum ditambah lagi dengan pembangunan MRT & LRT, serta fasilitas lain untuk menunjukkan citra baik Indonesia di mata dunia, yang diwakili Jakarta dan Palembang.


Sedangkan Wisma Atlet Jakabaring, Palembang yang digadang-gadang sebagai "Kota Olahraga Dunia" yang dibangun tahun 2015-2016 menelan dana Rp. 118,5 miliar, yang terdiri dari 5 menara dengan jumlah 1.226 unit hunian dan dapat menampung sebanyak 1.320 atlet. Kalau melihat berbagai dokumentasi tentang "World Class Sport City" ini sudah langsung paham kalau fasilitas ini dibangun dengan standar internasional (baca disini). 

Pembangunan kedua Wisma Atlet yang dilakukan Kementerian BUMN tersebut tentu saja memenuhi standar internasional. Setiap unit misalnya terdiri atas sejumlah fasilitas seperti tempat tidur nyaman dan empuk, lemari pakaian, meja dan kurdi, pendingin ruangan, dapur, serta kamar mandi lengkap dengan shower, pemanas air, wc duduk dan wastafel. Sementara fasilitas penunjangnya terdiri dari ruang makan, balai serbaguna, klinik, tempat ibadah, laundry center, mini market dan fasilitas parkir. Khusus untuk fasilitas parkir di Wisma Atlet Kemayoran misalnya dapat menampung 219 bus, 33 minibus, 298 mobil, dan ribuan sepeda motor (baca disini). Hm, kalau fasilitasnya terstandar begini para atlet yang tinggal selama pertandingan berlangsung bakalan betah dan nggak akan mengalami homesick dong ya. Apalagi kabarnya makanan yang disediakan oleh panitia untuk para atlet juga terstandar internasional. 

Harga makanan per orangnya adalah Rp. 210.000 untuk makan siang dan Rp. 240.000 untuk makan malam alias setara dengan makanan Hotel Bintang 5! Jika atlet yang dilayani ada 10.000 orang maka biaya yang harus dikeluarkan untuk makan pagi, siang dan malam mencapai Rp. 6.9 miliar per hari (baca disini). Nah, makanan yang disajikan pun beragam mulai dari masakan Indonesia, Asia Tengah, Timur Tengah hingga Western yang jumlahnya mencapai 127 menu untuk sarapan, plus 142 menu untuk makan siang dan makan malam. Dari keseluruhan menu, ternyata yang paling digemari para atlet adalah Nasi Goreng (Indonesia), Roti Canai (Timur Tengah), aneka daging panggang, pasta, sup dan salad segar (baca disini). 

Tumis Okra, salah satu untuk pada atlet yang disediakan panitia


Makanan untuk para atlet ini dibuat khusus dan tidak boleh sembarangan, yang menjadi tanggung jawab PT. Gobel Dharma Sarana Karya. Seluruh menu yang dihidangkan bukan hanya harus enak dan memenuhi hitungan gizi yang lengkap dan sehat. Juga harus mendapat persetujuan dari Olympic Council of Asia. Menu yang disediakan harus mengandung protein tinggi untuk pemulihan otot, juga kandungan kalori, lemak, lemak jenuh, serat, dan sodium (baca disini). Peraturan makanan untuk para atlet memang sibuat ketat, sampai-sampai mereka dilarang jajan meski itu di kafe untuk panitia membeli makanan. Meski sejumlah atlet merasa bosan dengan hidangan yang disediakan dan marah-marah ketika dilarang jajan, panitia bersikeras untuk mematuhi peraturan, bahwa para atlet hanya boleh mengongsumsi makanan yang disediakan demi kesehatan dan keamanan diri mereka sendiri (baca disini). Pantas saja para atlet begitu energik ya saat bertanding, ternyata fasilitas yang diberikan kepada mereka sangat berkualitas. 
 
PERAN RELAWAN BERHATI MULIA
Yup! Jangan lupakan kerja keras para relawan dong karena mereka adalah jenis warga negara muda yang patut diacungi jempol untuk niat mulia, waktu yang tersita, kerja keras yang melelahkan hingga isi dompet yang terkuras demi terselenggaranya pesta olahraga ini dengan baik, agar mengharumkan nama Indonesia. Jumlah relawan ini nggak main-main lho, ada 13.000 orang dengan pembagian 11.000 orang untuk venua Jakarta dan 2.000 orang untuk venue Palembang!

Tanpa peran mulia para relawan entah bagaimana nasib penyelenggaraan Asian Games 2018
Para relawan yang dibekali dengan seragam dan identitas khusus ini bertugas untuk membantu para petugas resmi dan ditempatkan di 19 departemen seperti venue, medical, ceremonial, ticketing, catering, transportasi, protokol, dan games operational. Nah, pembagian tugas para relawan ini ditentukan berdasarkan hasil psikotes (baca disini). Oh ya, karena para relawan ini tidak mendapat gaji atau honor, maka mereka mendapatkan berbagai fasilitas seperti digratiskan niak bus Transjakarta (baca disini); mendapat uang makan dan transportasi, perlengkapan kerja, relawan asing bebas Visa selama satu bulan untuk jalan-jalan di Indonesia (baca disini); dan sertifikat penghargaan (baca disini). Dan tentu saja para relawan ini dengan sendirinya akan mendapatkan bonus tak terkira seperti menambah jaringan pertemanan, peningkatan kemampuan bahasa asing, pengetahuan baru, keterampilan mengelola sebuah kegiatan bergengsi, bertemu atlet idola hingga pejabat negara bahkan Presiden Jokowi, dan mungkin jodoh eaaaaa.

Semangat kerja relawan Asian Games 2018 sebagai "Energy of Asia" (sumber: idntimes.com)
Jika pembacaku yang budiman mengenal salah seorang atau sejumlah orang yang menjadi relawan Asian Games 2018, ucapkanlah terima kasih karena tanpa mereka mungkin petugas utama perhelatan akbar ini akan menghadapi sejumlah masalah teknis. Khusu dariku: Terima kasih ya para relawan berhati seluas samudera yang tampan dan cantik, semoga dharma bakti kalian untuk Indonesia akan mengantarkan bangsa ini ke jalan terang #MenujuIndonesiaMaju. 

KAMPUNG ASIAN GAMES DAN PARTISIPASI WARGA 
Keajaiban lain dari pesta olahraga level Asia ini adalah "Kampung Asian Games" yang tidak hanya ada di Jakarta dan Palembang. Melainkan juga eksis di sejumlah wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. Kampung-kampung ini merupakan cara warga berpartisipasi dalam kemeriahan hajatan nasional yang kembali membangkitkan semangat gotong royong, persatuan dan kesatuan, kedermawanan, hingga semangat menjaga kebersihan serta keindagan lingkungan. 


Alhasil, kampung-kampung tematik tersebut membuat dunia maya kebajiran foto dan video bertema Asian Games 2018 dari kacamata warga. Kehadiran Kampung Asian Games juga sepertinya memiliki kesaktian khusus untuk kembali mempererat tali persaudaraan dan kekeluargaan yang beberapa tahun belakangan sempat terberai karena isu politik dan SARA. Semangat Bhineka Tunggal Ika yang  menjadi inspirasi pembuatan maskot Asian Games 2018 ini menguat.

Warga asyik bermain Tenis Meja di acara Peresmian Kampung Asian Games di Pucang Sawit, Solo, Jawa Tengah (sumber: idntimes.com)
Apakah ada dari pembacaku yang kampung menjadi salah satu Kampung Asian Games 2018? Kalau ada, selamat ya karena kampung kalian menjadi salah satu saksi sejarah mengagumkan bangsa kita di momen 73 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia! 

ASIAN GAMES 2018 DAN INDONESIA DI MATA JACK MA
Ternyata oh ternyata Asian Games 2018 bukan hanya pesta rakyat Indonesia dan Asia. Melainkan juga sebuah mega bisnis yang mampu menarik perhatian Jack Ma sang Chairman Excecutive Alibaba Group, manusia terkaya nomor dua di dunia yang dikenal juga sebagai "Manusia Rp. 570 triliun." Dalam kunjungannya ke Indonesia, lelaki yang dulu sangat miskin ini bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor. 

Ternyata, kunjungan Jack Ma ke Indonesia dan bertepatan dengan Asian Games 2018 bukan untuk jalan-jalan lho, apalagi sekadar penasaran dengan penampilan atlet dari negeri Tiongkok. Melainkan memiliki misi yang tidak boleh dipandang sebelah mata, yaitu misi bangsa Tiongkok! menurut katadata.id nih ya kedatangan Jack Ma ke Indonesia membawa dua agenda besar. Yaitu untuk memberi apresiasi perhelatan Asian Games 2018 dan memuluskan upaya mendapat dukungan level tinggi untuk pelaksanaan Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok. 

Tujuan lainnya tentu saja  untuk menonton acara penutupan Asian Games 2018 (baca disini), dan menangani urusan bisnis dong, karena Jack Ma merupakan Bapak Penasehat E-Commerce di Indonesia (baca disini). Bisnis Jack Ma adalah raksasa yang menggurita di bidang marketplace, pengelolaan data (cloud computing), online to offline, pembayaran, logistik, mesin pencarian, media digital dan identifikasi produk. Sungguh sangat tidak masuk akan kan jika para pebisnis tanah air tidak memiliki urusan dengan Jack Ma dalam kunjungannya ke Jakarta. Jack Ma melalui perusahaannya, Alibaba telah berinvestasi di dua E-Commerce terbesar di Indonesia yaitu Lazada  ($ 2 miliar) dan Tokopedia ($ 1,1 miliar atau Rp. 16,2 triliun pada 2017). 

Kabarnya, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi berterima kasih kepada  Jack Ma dan Alibaba karena telah membantu pertumbuhan sektor e-commerce di Indonesia (baca disini). Termasuk pembicaraan soal pendirian Jack Ma Institute untuk pengembangan sumber daya manusia, terutama talent muda yang mau belajar untuk mampu bersaing di bidang digital economy (baca disini). Semoga kunjungan Jack Ma dan agenda kunjungannya menjadi salah satu jalan terang #Menuju IndonesiaMaju khususnya sektor e-commerce

Jack Ma dan Presiden Jokowi di Istana Bogor (sumber: setkab.go.id)



ASIAN GAMES 2018 PROGRAM PRIORITAS JOKOWI-JK
Dibalik kemegahan dan profesionalitas penyelenggaraan Asian Games 2018 ini ternyata tak lepas dari perhatian besar kabinet kerja Jokowi-JK. Diantara "Sepuluh Program Prioritas Nasional 2018" yang menyedot anggaran negara sebesar Rp269,1 triliun, sebanyak Rp. 2.7 triliun merupakan anggaran khusus untuk pelaksanaan Asian Games 2018 (baca disini). 

Hasil memang tidak akan mengkhianati proses. Persiapan optimal yang dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, panitia Asian Games 2018, atlet, dunia usaha dan masyarakat terbukti membuahkan hasil manis. Salah satunya adalah pujian dari Ketua International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach dan Ketua The Olympic Council of Asia (OCA) Syekh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah untuk penyelenggaraan Asian Games 2018 dari sisi partisipasi masyarakat dan relawan. Kemampuan Indonesia dalam pengelolaan "Pesta Asia" dengan profesional dan elegan ini membuat kedua pemimpin organisasi tersebut menyampaikan kepada Presiden Jokowi agar secepatnya mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 (baca disini).  

PERSIAPAN CLOSING CEREMONY
Akhirnya, tulisan ini sampai di bagian akhir. Terima kasih ya sudah mau membaca tulisan panjang ini, karena memang aku terpapar "Energy of Asia" seperti bumi yang terpapar matahari pagi, menggeliat bangkit penuh kegembiraan, semangat dan harapan. Asian Games 2018 memberi makna berbeda bagi setiap orang. Ada yang memandangnya hanya sebagai pesta olahraga yang penuh kemegahan, ajang anak muda mencari pengalaman internasional  sebagai relawan, sumber pendapatan baru bagi pelaku bisnis, bahan liputan dan menulis yang hebat untuk pewarta, Mega Bisnis para pengusaha kaya, ajang unjuk profesionalitas insan seni, hingga jembatan hubungan diplomatik antar negara di Asia.

Apa pun tujuan dan peran setiap pihak, marilah kita berharap bahwa energi positif ini memberi kita inspirasi untuk menjadi bangsa yang maju dan berdaya saing. Bahwa sekecil apapun peran setiap orang, ia adalah bukti profesionalitas sebuah hajatan besar yang tujuan akhirnya mengharumkan nama Indonesia. Terakhir, yuk kita berkontribusi dan berpartisipasi semampunya untuk menyukseskan Asian Games 2018 hingga upacara penutupan yang sepertinya akan sangat menakjubkan!

Karena Asian Games 2018 merupakan "Pesta Asia" maka kemeriahan yang mengagumkan ini haruslah menampilkan citarasa berbagai kebudayaan dan identitas masyarakat Asia. Upacara penutupan perhelatan akbar yang akan dilaksanakan pada 2 September ini kembali ditangani oleh 7 orang pria tampan dan profesional dibawah arahan Wishnutama sang Direktur Kreatif. Sejumlah insan seni dari berbagai negara akan tampil untuk menghibur warga Asia baik yang menyaksikan langsung di stadion GBK, Jakarta maupun melalui siaran langsung atau live streaming di video.com atau di berbagai stasiun televisi yang memiliki hak siar penyelenggaraan Asian Games 2018. 

Sederet penyanyi papan atas Indonesia yang akan menghibur warga Asia diantaranya adalah Bunga Citra Lestari, Siti Badriah, Denada, Kevin Julian hingga Isyana Sarasvati. Oh ya, kabarnya Isyana menulis sendiri lagu yang akan dia persembahkan untuk Asia, yang berjudul "Asia's Who We Are" dan terbayang sudah bagaimana penyanyi multi talenta ini akan memukau kita semua. Sementara penyanyi dari negara lain yang akan turut serta dalam acara Closing Ceremony Asian Games 2018 adalah Siddharth Slathia dari India, serta dua grup Boyband dari Korea Selatan yaitu Super Junior dan iKON. 

Dan, yang teristimewa adalah bahwa Jack Ma si "Manusia Rp. 570 triliun" akan tampil bersama insan seni dari negeri Tiongkok, khususnya untuk memperkenalkan Hangzhou yang akan menjadi tuan rumah Asian Games 2022. Oh ya, ternyata Jack Ma telah dipilih sebagai ketua panitia Asian Games 2022 di Hangzhou dan salah satu tujuan kedatangannya ke Jakarta adalah untuk bertemu Erick Thahir. Ya, mungkin Jack Ma mau belajar dari Erick Thahir tentang bagaimana menjalankan tupoksi sebagai ketua panitia sebuah pesta olahraga level Asia yang hanya berjalan 4 tahun sekali ini. Semoga kelak Jack Ma menjadi ketua yang hebat dalam memimpin kepanitiaan Asian Games 2022 di Hangzhou, Tiongkok. 

Semoga "Energy of Asia" yang terpancar indah melalui Asian Games 2018 menjadi inspirasi bangsa-bangsa di Asia untuk bergandengan tangan menjadi sebuah komunitas dunia yang berkarakter, maju, berdaya saing dan selalu terdepan dalam menjaga perdamaian dunia. 

BONUS PESTA ASIA: MENGUATNYA PERSATUAN INDONESIA
Jika kita termasuk pengguna media sosial dengan intensitas tinggi alias setiap hari, maka perhelatan akbar ini menjadi berkah tersendiri. Bangsa kita sempat saling cekcok gara-gara pilihan politik hingga urusan berbau SARA pun demo berjilid-jilid mengatasnamakan agama. Lelah sekali menyaksikan timeline di Twitter, Instagram, dan Facebook yang isinya adalah gambar atau video atau foto bertema kebencian dan saling hujat antar warga negara, termasuk berita palsu yang menyesatkan. Oleh karena itu, sangat patut disyukuri ketika pesta olahraga ini berlangsung linimasa media sosial dipenuhi oleh berita dan cerita positif, tentang para pahlawan baru di dunia olahraga yang mengharumkan nama Indonesia. Termasuk profesionalitas panitia dan kekompakan relawan Asian Games 2018 yang bekerja keras untuk menyukseskan kegiatan ini. 


Momen ketika Jokowi dan Prabowo berpelukan, membuat seisi negeri berbahagia
Dan, puncaknya adalah ketika Jokowi dan Prabowo berpelukan atas tindakan refleks Hanifan Yudani Kusumah yang memenangkan medali emas setelah mengalahkan pesilat asal Vietnam, Nguyen Thai Linh. Kegembiraan Hanifan yang berkeliling sembari membawa bendera berujung pelukan Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Ya udah, seisi GBK dan Indonesia dibuat geger sekaligus gembira dengan momen manis kedua pemimpin bangsa ini. Karena kita semua tahu bahwa secara politik Jokowi dan Prabowo adalah rival, dan keduanya akan bertarung memperebutkan kursi Presiden di Pilpres 2019. Kalau pemimpinnya sudah akur begini, masa iya sih kita rakyat jelata mau tetap ribut dan saling mengadu domba. 

Terima kasih Asian Games 2018, karena telah memperkuat kembali persatuan dan kesatuan bangsa, dan inilah hadiah terbesarmu untuk Indonesia. Dengan semangat persatuan dan profesionalitas kerja, kita punya modal kuat #MenujuIndonesiaMaju

Depok, 1 September 2018


Wijatnikaika Official

4 comments:

  1. memang keren habis ya, bangga jadi orang Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iy dong Mbak Tira, bangga karena kerja kolaborasi anak bangsa bisa membuat semua bahagia selama Asian Games berlangsung

      Delete
  2. kece banget itu opening asian games 2018, dan satu momen yang menurutku terbaik adalah saat pak Jokowi dan Prabowo saling berpelukan. itu ademmmm

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, pembukaan dan penutupan kece, dan fokus kekecean itu adalah Pak Jokowi

      Delete

PART OF

# # # # #