Nikita Mirzani dan Kisah Pertobatan Selebriti Tanah Air

Siapakah di Indonesia yang tidak kenal Nikita Mirzani? Artis jebolan program "Take Me Out Indonesia" ini dikenal dengan penampilannya yang seksi. Ia tidak saja berhasil membuat lelaki klepek-klepek karena visualnya tersebut. Juga membuat kaum perempuan iri dengan bentuk tubuhnya yang aduhai. Hidup ibu dua anak yang kerap disapa Niki ini memang penuh kontroversi. Bukan saja karena penampilannya yang berani dan kisah pernikahannya yang selalu bermasalah. Juga karena ia kerap terlibat keributan dengan orang lain sehingga berkali-kali berurusan dengan pihak berwenang. Bahkan, pernah juga dia diamankan pihak kepolisian karena diduga menjadi korban prostitusi online di sebuah hotel di Jakarta. Ah, bagaimana bisa Niki menanggung beban hidup yang sedemikian berat tetapi selalu mampu tersenyum bahkan tertawa-tawa seakan-akan hidupnya tanpa masalah? Ia bahkan tak sungkan-sungkan membagikan kisah hidupnya yang penuh lika-liku dalam sebuah buku berjudul "The Naked Nikita"

Hanya berselang beberapa hari setelah ia memposting sebuah foto sangat seksi di akun Instagramnya, ia muncul dengan penampilan berbeda. Nikita Mirzani Berhijab! Ya, pada 11 Juli ia memposting sebuah fotonya yang mengenakan pakaian dan hijab serba hitam bersama dengan seorang desainer ternama Vivi Zubeidi. Pada hari yang sama Niki juga memposting sebuah foto menggunakan jilbab berwarna biru laut dengan caption, "Terima kasih telah memberi luka. Kujadikan ini sebagai pintu hijrahku," yang entah tulisan itu ditujukan kepada siapa. 

Menanggapi hal tersebut, netizen memuji keputusan Nikita untuk hijrah dan memperbaiki hidupnya menjadi lebih baik lagi. Dan kini, netizen dapat menyaksikan Nikita yang baru. Bukan hanya penampilannya yang baru, melainkan juga caranya bicara dan berkata-kata. Misalnya seperti caption untuk sebuah foto saat ia mengenkan setelan kemeja merah berpadi jilbab hitam, "Bila hijrahmu karena Allah, kamu akan terus melangkah walaupun sudah lelah." Wah, selamat ya Nikita Mirzani, semoga perjalanan hidupmu selanjutnya senantiasa dimudahkan dan penuh berkah.

Nikita Mirzani di tangan fotografer professional tampak begitu berkelas ya (sumber: instagram/riomotret)
Pertobatan Selebriti Tanah Air
Sebelum Nikita Mirzani, telah banyak selebriti tanah air yang hijrah. Perubahan penampilan biasanya yang paling kentara dari hijrah seorang selebriti, yaitu hijab untuk perempuan dan kalau laki-laki sih kebanyakan mulai suka berjenggot hehe. Bila perubahan penampilan sejumlah selebriti terbilang biasa-biasa saja, berbeda dengan pertobatan Nikit Mirzani. Keputusannya seperti mengulang sejarah hijrah Ineke Koesherawati dimana Ineke dan Nikita dikenal luas sebagai simbol bomb sex di dunia hiburan tanah air pada masanya masing-masing. Oleh karena itu, keputusan hijrah Ineke dan Nikita merupakan sebuah kejutan besar bagi publik. Bagaimanapun juga, melakukan perubahan drastis merupakan tantangan yang tak mudah. Misalnya, Nikita harus kuat hati menghadapi cibiran sebagian orang bahwa sekeras apapun ia berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, toh tetap saja dia seseorang dengan masa lalu kelam. Bahkan, jejak digital di mana foto-foto seksi Nikita terpampang nyata mungkin akan sangat sulit dihapus untuk selamanya. 

Sebuah pertanyaan penting mengemuka: siapakah pihak dibalik hijrah para selebriti tanah air? Pertanyaan ini menjadi penting mengingat simbol hijrah yang melekat pada sejumlah selebriti tersebut nyaris seragam. Bagaimana pun juga, kita tidak dapat menafikan fakta bahwa organisasi keagamaan atau dakwah sering lekat dengan simbol tertentu. Misal kaum sarungan yang lekat dengan orang NU, yang berjanggut dan bercelana cingkrang identik dengan Jaamah Tabligh, atau yang para perempuannya bercadar dengan pakaian serba hitam identik dengan Salafi. Tentu saja, nama-nama itu bukan sekte melainkan organisasi keagamaan yang corak berpakaian mereka dipengaruhi oleh guru-guru pertama yang menjadi pendiri organisasi tersebut. Karena akan lain lagi dengan kelompok yang hijrah berbekal pengaruh influence seperti komunitas Hijabers Community yang penampilan mereka layak disandingkan dengan para model saking ceria dan modisnya. Dalam pantauan Tirto.id, fenomena hijrah selebriti memang tidak lepas dari teknik dakwah kelompok Jamaah Tabligh dan Salafi dan hal tersebut memang tergambar dari perubahan penampilan sejumlah artis yang telah hijrah yang identik dengan penampilan mereka yang ngaji dengan dua kelompok tersebut.

Teori masuknya Islam di Nusantara dan memberi corak dakwah Islam hingga hari ini (sumber: validnesw.com)

Seluruh warga negara Indonesia tahu sama tahu lah bahwa Islam masuk ke Nusantara tanpa jalan pedang, sehingga penduduknya dapat menerima Islam secara terbuka dan massal hanya dalam kurun waktu 40 tahun. Kita tentu masih ingat para penyebar agama Islam yang dikenal dengan Wali Songo atau Sembilan Wali, yang tak lain merupakan pendakwah yang berhasil memasyarakatkan Islam dengan teknik yang sangat unik, seperti melalui pertunjukan wayang atau nyanyian. Jika kita membaca sejarah Islam dan sejumlah penaklukan yang dilakukan sejak masa Khalifah hingga Raja-Raja dari berbagai dinasti, maka Islam masuk ke berbagai belahan dunia dengan jalan pedang alias penaklukkan. Maka rasa terima kasih tak tertingga kita haturkan kepada para pendakwah Islam di tanah air bukan suatu hal berlebihan, sebab kita dikenalkan dengan Islam benar-benar dengan cara yang penuh rahmah dan kedamaian. Bahkan kita tak dapat menafikan peran Laksamana Cheng Ho, dari Dinasti Ming yang turut membantu penyebaran Islam di Nusantara dalam kegiatan pelayaran dan kerjasama perdagangannya dengan sejumlah kerajaan kecil di Nusantara sejak Juli 1405 (baca disini, disini). Sehingga tidak heran jika Pak BJ. Habibie bahkan menyebutkan bahwa hadiah terbesar bangsa China untuk Indonesia adalah agama Islam (baca disini)

Tak Sekedar Mengubah Penampilan 
Hijrah pada awalnya bermakna berpindah dari kondisi buruk ke kondisi baik, mengacu pada hijrah Nabi Muhammad SAW dari kota Mekkah ke Madinah, dalam rangka mendapatkan perlindungan dan kehidupan yang lebih baik bagi kaum Muslim yang terusir dari tanah kelahiran mereka. Dewasa ini, kata 'hijrah' lebih dimaknai perubahan penampilan seseorang. Misalnya dari berpakaian seksi jadi berhijab, atau yang malas shalat jadi rajin ke Masjid, yang pelit jadi rajin sedekah, dan hobi bergosip jadi motivator bisnis atau yang pemalas jadi sangat rajin. Di kalangan pesohor tanah air, mereka yang berhijrah gampang sekali terlihat karena pertama-tama diawali dengan perubahan penampilan. Sebuat saja kakak beradik Zaskia dan Shireen Sungkar bersama suami masing-masing. Lalu ada juga Kartika Putri, Nycta Gina, Anisa jebolan JKT 48, Alyssa Soebandono, Dewi Sandra, Dhini Aminarti, Jihan Fahira, Laudya Chintya Bella, Fenita Arie, Tomy Kurniawan, Virgoun dan masih banyak lagi.

Mengubah penampilan fisik dari pakaian seksi ke pakaian serba tertutup memang bukan perkara gampang. Rasanya, seperti memasuki dunia baru dan dunia baru itu seringkali terasa asing sebab kita pernah mengecap dunia lama yang bebas dan gampang. Cobaan lainnya adalah mengubah sikap dan perilaku. Bagaimanapun juga mereka yang telah hijrah, khususnya perempuan akan selalu menjadi sasaran publik jika tidak berperilaku sesuai dengan simbol alias penampilan luarnya. Orang tidak mau tahu seberapa lambat atau seberapa berat kita berproses menjadi manusia yang lebih baik, sebab yang mereka inginkah hanya satu: jika kamu telah berhijab maka kamu harus menunjukkan dirimu sebagai sosok ideal. Misalnya, kita dintuntut meninggalkan dunia glamor dan harus hidup sederhana, atau dituntut berpenampilan dengan make-up apa adanya sementara mungkin kita masih suka menggunakan lipstik merah menyala dan bulu mata palsu, atau kita dituntut memakai abaya padahal kita masih suka memakai jeans dan high heals, atau kita dituntut untuk berkata lemah lembut padahal bisa jadi kita sangat suka tertawa terbahak-bahak, dan sebagainya.

Tantangan lain dari hijrah adalah pekerjaan. Misal harus memutuskan kontrak kerja di tengah jalan karena tidak mungkin lagi berpakaian seksi, atau karena perubahan kita dianggap membahayakan bagi orang tertentu dan sebagainya. Bahkan, terdapat sejumlah kritik kepada selebriti yang 'hijrah' yang masih berdandan menor alias tabarruj, lenggak-lenggok di catwalk, bergosip hingga memandu acara televisi yang sama sekali tidak ada manfaatnya. Banyak sekali anggapan bahwa hijrah sejumlah selebriti merupakan setting agar pamornya yang mulai redup di dunia hiburan mendapat panggung baru, yang berarti mendatangkan sumber keuangan baru. 

Misal, adanya kontes kecantikan ala Muslimah yang justru menunjukkan tabarruj atau seorang perempuan berhijab menjadi penyanyi dangdut yang harus melenggak-lenggok di panggung sehingga jadi pusat perhatian. Atau misalnya karena merasa telah hijrah lantas merasa berhak memaksa orang lain untuk mengikuti jejaknya, padahal pemahaman agamanya masih jauh dari karakter seorang pendakwah. Panggung lain yang juga diisi selebriti yang telah hijrah adalah menjadi penceramah, dan ini lumayan menyesakkan dada, karena menjadi pendakwah merupakan profesi tak sembarangan. Masa iya hanya karena telah berhijab tiba-tiba menjadi pendakwah, sementara pendakwah itu perlu ilmu, bukan sekedar berkata-kata atau berbagi pengalaman dari masa-masa kelam ke hidup baru.  


Bahkan tak jarang, mereka juga menjadi bagian dari orang-orang yang secara politis menganggap salah pihak lain. Hal ini tampak dari sejumlah selebriti yang sudah hijrah, yang bergabung dengan gerakan politik dalam aksi 212 yang menggemparkan itu. Padahal sudah jelas, aksi massa tersebut sama sekali tidak menggambarkan keinginan umat Islam seluruh Indonesia, melainkan umat Islam yang 'ngaji' ke kelompok tertentu. Perilaku ini disebut sebagai lompatan ektrim yang dalam konteks keimanan justru berbahaya.

Lompatan ekstrem selebriti yang hijrah dalam konteks pekerjaan juga juga mendapat perhatian Professor Nadirsyah Hosen yang menganggap bahwa para selebiriti tersebut hijrah tapi mengaji pada Ustadz yang salah. Seakan-akan dengan hijrah, seorang manusia telah melompat dari alam dunia ke alam akhirat secepat kilat. Padahal menurutnya kita harus santai dalam beragama, karena semangat hijrah harus juga dibarengi dengan ilmu. Menurut beliau juga, hijrah Nabi dari Mekkah ke Madinah memiliki tujuan yaitu membentuk masyarakat Islami, sementara hijrah saat ini dimaknai sangat individual sehingga tidak terlihat apa tujuan akhirnya. Sebab, dengan hijrah atau tidak, seorang Muslim tetaplah Muslim dengan segala hak dan kewajibannya dalam beragama. Mungkin, pendapat ini berdasarkan fakta bahwa banyak mereka yang mengaku telah 'hijrah' kemudian menjadi seorang fanatik yang menganggap apa yag diyakininya lebih baik dari orang lain, sehingga hakikat dan pesan damai Islam menjadi kabur. 
 
Hikmah dari Mereka yang Hijrah
Oke, terlepas dari siapapun pihak yang berada dibalik kisah pertobatan para selebriti tanah air, kita dapat belajar tentang beberapa hal. Pertama, bahwa kehidupan manusia itu dinamis dan manusia dapat berubah menjadi lebih baik atau justru sebaliknya. Kedua, bahwa seburuk apapun kehidupan orang lain di mata kita yang seolah-olah calon penghuni surga ini, terpampang bukti nyata bahwa tidak ada manusia yang selamanya sudi berkubang dalam kehidupannya yang buruk serta penuh kesedihan. Sebab sudah fitrah manusia untuk selalu berusaha menemukan jalan kepada cahaya Tuhan, dan setiap orang yang bergelimang dosa berhak atas ampunan Tuhan. Ketiga, mungkin memang sudah saatnya industri hiburan tanah air memiliki warnanya sendiri yaitu dengan program-program yang lebih bermanfaat yang dipandu oleh mereka yang telah hijrah. Sehingga industri ini tak lagi lekat dengan segala sesuatu yang glamor, mewah, hura-hura, dan buruk. 

Setiap kita adalah pendosa dengan dosa yang berbeda antara satu dengan lainnya. Karena itu, setiap kita berhak mendapatkan kesempatan kedua, menggapai jalan terang dan menjalani hidup yang lebih baik. Kisah hijrah artis Nikita Mirzani memberi kita pelajaran penting, bahwa hati manusia dapat berubah kapan saja, tanpa perlu menunggu restu dari satu pun makhluk Tuhan di bumi. Selamat untuk Nikita Mirzani, semua pesohor tanah air yang hijrah dan tentunya kita semua yang selalu berusaha menemukan cahayaNya guna menyinari langkah kaki dalam kehidupan.

Depok, 2 Agustus 2018

BACA JUGA: 


Wijatnikaika Official

2 comments:

  1. Replies
    1. Hai Boris, terima kasih sudah mampir. Ah, lagi belajar menganalisa kondisi sosial nih....

      Delete

PART OF

# # # # #