Nissa Sabyan, Shalawat dan Pesan Perdamaian Universal


Seluruh bumi ini akan terasa sempit
Jika hidup tanpa toleransi

Namun jika hidup dengan perasaan cinta
Meski bumi sempit kita kan bahagia

Melalui perilaku mulia dan damai
sebarkanlah ucapan yang manis, hiasilah dunia dengan sikap yang hormat

dengan cinta dan senyuman
sebarkanlah diantara insan, inilah islam Agama Perdamaian


Begitulah arti dari lagu berjudul "Deen Assalam" yang dibawakan oleh Nissa Sabyan dan grupnya Sabyan Gambus dengan sangat manis dan menyentuh hati. Lagu yang pertama kali dipopulerkan oleh Sulaiman Al-Mughni ini kini dapat didengar di mana saja mulai dari toko retail, kafe hingga pusat perbelanjaan. Tak urung, suara indah dan menggetarkan Nissa Sabyan semakin terngiang-ngiang di telinga publik. Bukan hanya umat Islam yang menyukainya, mereka yang non-Muslim juga banyak yang menyukainya.

Wajah imut dan menggemaskan, suara yang indah menggetarkan plus penampilan yang trendi membuat Nisa Sabyan menjadi idola baru remaja tanah air. Siapa sangka bahwa pemilik nama asli Khoirunnisa yang masih berusia 19 tahun dan merupakan siswa SMKN 56 Jakarta ini mampu menggetarkan jutaan orang di seluruh dunia. Video-videonya ditonton puluhan juta orang sebab lagu-lagu yang dibawakannya menghipnotis kalbu bagai cahaya purnama bagi hati yang merindu. 

Bahkan videonya yang mengcover lagu berjudul "Ya Habibal Qolbi" tembus 144 juta penonton. Karena lagu ini pula, jumlah subscriber akun resmi Sabyan Gambus merangkak naik dengan cepat dari ratusan ribu ke 2,3 juta. Perkembangan yang melesat bagai komet ini nampaknya akan segera melampaui jumlah subscriber dari Youtuber terkaya tanah air, Ria Ricis dengan angka 3.8 juta. 

Pesan moral dari tenarnya Nissa Sabyan dan grupnya adalah: pertama, jangan sepelekan potensi anak muda, terlebih kaum millenial yang kesehariannya lengket dengan gadget. Dengan perkembangan teknologi yang melintasi ruang dan waktu, generasi millenial mampu memberi dampak kepada dunia tanpa berkoar-koar mengaku pahlawan layaknya generasi tua. 

Di tangan kaum millenial, racikan antara kreatifitas di dunia nyata dan dunia digital menjadi semacam jembatan untuk menunjukkan jati diri dan karya mereka. Bahwa, tidak perlu menunggu usia sekian-sekian dengan gelar pendidikan ini-itu atau jabatan politik anu dan anu untuk sukses besar serta memberi dampak positif kepada masyarakat dunia. 

Kedua, Islam dan pesan-pesan universalnya seperti tentang perdamaian akan sangat mudah menyentuh hati manusia jika disampaikan dengan lembut, penuh hikmah dan ringan. Meledaknya lagu-lagu yang dibawakan grup ini saya kira pas dengan suasana pasca ledakan bom di Surabaya, Sidoarjo dan beberapa wilayah lain di Indonesia yang mencoreng nilai-nilai mulia dalam Islam.

Ketiga, shalawat yang selama ini identik dengan Masjid dan kegiatan majelis taklim semata, mampu dibawa ke panggung hiburan tanah air dengan format yang trendi dan muda. Shalawat menjadi lebih populer dan diterima publik secara luas baik Muslim maupun non-Muslim. Kita tidak pernah tahu kan jika misalnya lagu-lagu yang dibawakan Nissa Sabyan dan grupnya mampu membuat publik mau belajar tentang Islam karena melihat Islam sebagai agama yang indah dan damai?     

dengan cinta dan senyuman
sebarkanlah diantara insan, inilah islam Agama Perdamaian


Akhir kata, selamat menyambut lebaran dengan hati senang dan gembira. 

Depok, Juni 2018

Baca Juga: 

 

Wijatnikaika Official

2 comments:

  1. Mau konser di Jogja lho Agustus ini. Generasi Milenial memang oye lah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mbak Dian, terima kasih sudah mampir. Iya, semoga Nissa memberi pengaruh positif pada kita semua, amin

      Delete

PART OF

# # # # #