King of Krakatoa: Pesan Indah untuk Indonesia dan Dunia


Ada yang istimewa pada tahun 2016 lalu, yaitu diluncurkannya film dokumenter tentang seorang ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang merupakan satu-satunya peneliti biologi suksesi di gunung Krakatau. Film berjudul "King of Krakatoa" tersebut diproduksi atas kerjasama Indonesia Nature Film Society (INFIS), Mongabay, LIPI dan Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup (KLHK). Bercerita tentang Profesor Tukirin selaku satu-satunya ilmuwan di Indonesia yang melakukan penelitian di Krakatau selama lebih dari 30 tahun dalam suka dan suka. Pemutaran film banyak dilakukan di berbagai lokasi di seluruh Indonesia dan jelas bikin kepincut. Sayangnya, aku selalu nggak punya kesempatan untuk hadir dan bertemu langsung dengan bintang filmnya. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya beberapa hari silam INFIS mengunggah film tersebut di Youtube dan film keren ini kini dapat dinikmati dunia sebagai permata Indonesia.

Pasca meletus dan menimbulkan kegemparan global pada Agustus 1883, Krakatau menghadiahkan dunia sebuah pulau baru yang kemudian diberi nama "Gunung Anak Krakatau" yang lahir dari kedalaman Selat Sunda pada 1929. Dalam pembuka film, Prof. Tukirin yang menceritakan bahwa dulu dirinya ingin jadi petani cerdas yang kemudian 'nyasar' jadi peneliti bersyukur dipertemukan dengan Krakatau karena ternyata gunung ajaib ini merupakan sumber ilmu pengetahuan sangat penting bagi dunia. Bukan saja menjadi laboratorium penelitian tentang kehidupan masa lalu Krakatau melalui jejak karbon, juga sebagai satu-satunya tempat di dunia yang menjadi lokasi penelitian proses terjadinya suksesi (terjadinya hunian baru) di sebuah pulau. Segala macam flora dan fauna yang saat ini ada di krakatau adalah saksi kehidupan baru di Krakatau setelah mengalami masa steril, yang telah berlangsung selama ratusan tahun, murni buatan alam alias tanpa campur tangan manusia, yang tahapan-tahapannya memperlihatkan proses yang rumit dan kompleks.  

Kondisi terkini Gunung Anak Krakatau setelah mengalami suksesi selama ratusan tahun, indah sekali ya...
Pertama kali Prof. Tukirin berkenalan dengan Krakatau tahun 1981 saat masih menjadi peneliti muda. Setelah melihat keajaiban Krakatau dan membaca banyak literatur tentang Krakatau, ia menjadi punya obsesi bahwa Indonesia harus memiliki ilmuwan yang meneliti khsusus Krakatau dan ia memulai dengan dirinya sendiri. Cita-cita mulianya menjadi petani cerdas demi membangun kampung halamannya dijawab langit dengan menjadikan sosoknya penting bagi dunia, karena menjadi peneliti akan memberi dampak secara global atas penelitiannya. Dan selama meneliti Krakatau, ia menjadi tahu bahwa kondisi alam tidak bisa diprediksi dan hanya sang Pencipta lah yang tahu segala sesuatunya, terutama ketika ia dan tim peneliti yang lain hampir menjadi mangsa malaikat maut saat tiba-tiba Krakatau erupsi dan melontarkan batuan-batuan besar yang dapat membunuh mereka semua. 

Prof. Tukirin sang King of Krakatoa saat meneliti sebuah tumbuhan di Krakatau (sumber: Mongabay)
Bagiku, film ini sangat indah. Bukan karena sinematografinya yang keren dan pas, juga karena informasi yang disampaikan Prof. Tukirin sistematis, sederhana dan sangat mendebarkan, bahwa proses kehidupan dalam sebuah hutan tropis yang melibatkan banyak sekali pihak (kecuali manusia) begitu magis. Jujur, saat nonton film ini tuh bikin hatiku berdebar-debar karena memang sangat indah, membuat kita mendongak ke langit, kepada Tuhan yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan, film ini sangat cocok untuk menjadi bagian dari kurikulum di sekolah-sekolah agar anak-anak Indonesia makin mencintai tanah airnya yang sangat kaya dan sangat indah. 

Pesan dari Krakatau
Krakatau adalah proses kehidupan kedua atau kesekian kalinya setelah kiamat yang sangat menghancurkan, yang membuat lingkungan sekitarnya menjadi steril. Kelahirannya dan segala proses yang masih berlangsung bagai hendak menunjukkan bahwa hidup itu harus seimbang karena segala yang ada di alam ini memiliki peran dan fungsinya masing-masing. Sehingga, apa yang terjadi di banyak hutan di Indonesia yang rusak karena perluasan perkebunan-perkebunan membuat Prof. Tukirin menyayangkan sikap pemerintah yang terkesan tidak peduli, terutama dalam salah kebijakan dalam pemanfaatan pulau-pulau kecil. Karena secara biologi, jika alam kehilangan keseimbangan akibat punahnya hal-hal penting sebagai fondasi alam, maka akan menimbulkan kehancuran seperti yang terus melanda Indonesia saat ini, karena rusaknya keseimbangan alam. 

Prof. Dr. Tukirin Partomoharjo (sumber: Mongabay)
Beliau juga menyayangkan sikap abai pemerintah dalam melindungi alam yang butuh waktu ratusan tahun untuk tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan. Melalui penelitiannya di Krakatau, beliau hendak menyampaikan kepada Indonesia dan dunia bahwa kita, manusia, harus mempu menghormati apa yang sudah alam berikan dengan susah payah agar tak merusaknya dalam waktu singkat demi sesuatu yang murah dan tidak sesuai peruntukannya. Karena bagaimana pun juga, manusia bisa hidup dengan sokongan penuh dari alam dan segala isinya. Mudah-mudahn setelah menonton film ini kita semua sadar bahwa Krakatau ingin kita menjaga alam Indonesia dan duia agar tetap seimbang demi kelangsungan hidup umat manusia itu sendiri. 

Krakatau di kejauhan saat erupsi. Asyik kali ya kemping di tempat ini bareng orang-orang kesayangan
Fakta Si Anak Krakatau
Kita patut berbangga meski memang ngri-ngeri sedap sih memiliki Krakatau, karena dia adalah keajaiban dunia dan ilmu pengetahuan. Jadi, kalau kita menonton film berjudul "Krakatau: The Last Days" yang diproduksi tahun 2016 oleh BBC, akan mendapatkan informasi mengenai sebuah keajaiban sebuah gunung api dari zaman purba hingga zaman modern. Film yang mengisahkan hari-hari menjelang dan pas letusan dahsyat Krakatau pada 1883 berdasarkan saksi hidup seorang keluarga Belanda mengabarkan bahwa Krakatau yang meletus pada masa itu adalah warisan gunung purba yang juga pernah meletus sebelumnya, yang ditulis dalam sebuah kita bernama "Kitab Raja Purwa" atau kitabnya raja-raja Jawa. Disebutkan bahwa Krakatau purba pernah meletus tahun 416 yang memisahkan daratan Jawa dan Sumatera. Krakatau juga pernah meletus tahun 1200.

Dapur magma Kepulauan Krakatau yang mengerikan
Si anak Krakatau yang kita miliki sekarang merupakan sebuah gunung yang hidup dengan pertumbuhan 4 meter per tahun dengan kecepatan pertumbuhan 0,5km per tahun. Melihat riwayat pertumbuhan dan erupsi Krakatau dari zaman purba hingga sekarang, para ilmuwan khawatir bahwa bencana dahsyat di masa lampau dapat terulang kembali. Krakatau seperti sedang bermain-main, ia tumbuh semakin tinggi lalu erupsi dan menciptakan kerusakan maha besar untuk menghancurkan dirinya dan istirahat, untuk mengumpulkan energi baru sebelum pertunjukan selanjutnya dimulai. Para ilmuwan mencatat bahwa sejak Nopember 1991 sampai Juni 2011 Krakatau terus-terusan erupsi setiap 15 menit. Pada tahun 2012 Krakatau mengalami ribuan kali gempa hingga letusan yang menyemburkan lava pijar.

Erupsi Krakatau pada 2012 menghadirkan keindahan tersendiri


Krakatau itu unik sekaligus mengerikan. Jika ia telah berkali-kali tumbuh, hancur, semedi dan tumbuh lagi maka kemungkinan besar ia akan membuat kegegeran super dahsyat lagi di zaman modern ini.  Nah, apakah Krakatau akan meletus lagi? Kapan? Sebuah artikel mengatakan bahwa kemungkinan Krakatau akan meletus lagi sekitar 400 tahun kedepan, mungkin saat Indonesia sudah menjadi negara super modern. Tapi bagaimana bisa kita memperkirakan dia akan meletus sekian dan sekian tahun lagi sementara dia sangat misterius? Tak seorang pun tahu kapan kiranya Krakatau yang eksotik akan berulah lagi. Namun, jika saja bencana itu terjadi makan kerusakan yang akan menimpa peradban manusia di sekitar Lampung dan Banten akan sangat besar mengingat jumlah penduduk semakin padat dan kegiatan ekonomi yang sangat sibuk. Bahkan bisa jadi akan berpengaruh sangat buruk pada kondisi iklim dunia yang saat ini dalam kondisi genting. 

Monumen Krakatau di Teluk Betung, Bandar Lampung, Lampung sebagai penanda kisah letusan tahun 1883
Kalau main ke Lampung, jangan lupa untuk ke Teluk Betung karena di sana kita dapat menyaksikan warisan Krakatau yang dibangun pemerintah Hindia Belanda pada 1884-1885 sebagai pengingat bencana dahsyat akibat letusan Krakatau yang membuat banyak kampung di wilayah pesisir Teluk Betung berantakan tidak karuan. Lokasi monumen ini nggak jauh kok dari Markas Polda Lampung dan merupakan penanda 0 kilometer Teluk Betung, kota pantai super penting di masa lampau.

Lampung, 22 Maret 2018
Bahan bacaan:
http://geomagz.geologi.esdm.go.id/gunung-anak-krakatausang-anak-yang-tumbuh-pesat/
https://sains.kompas.com/read/2013/08/29/1704035/Anak.Krakatau.Setelah.130.Tahun.Letusan.Ibunya. 
https://www.researchgate.net/publication/280927331_Pertumbuhan_Gunung_Api_Anak_Krakatau_setelah_letusan_katastrofi_s_1883
http://regional.liputan6.com/read/2937423/sail-krakatau-2017-menengok-gunung-legendaris-yang-terus-bangkit 
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-2102456/letusan-dahsyat-anak-krakatau-400-tahun-lagi-jembatan-selat-sunda-aman- 
https://www.superadventure.co.id/news/7010/intip-keseruan-lampung-krakatau-festival-2017/ 
https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20151113114924-269-91430/menelusuri-jejak-sejarah-gunung-krakatau 

10 comments

  1. Penasaran sama karakatau belum pernah mampir ke sana soalnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir Anggar. Krakatau keren sekali...

      Delete
  2. jdi sumatra jawa kepisah karna letusan krakatau ...dahsyat.. mau nonton film dokumenternya ah di yt pke kuota malam

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir Rioz. Filmnya bagus dan menakjubkan. Selamat menonton

      Delete
  3. pastinya keren ya film ini, dan akhirnya kita akan dapat waawasan yang lebih luas tentang gunung ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir Mbak Tira. Ya, filmnya keren sekali...

      Delete
  4. Saya pernah berkunjung ke Krakatau ,gunung mungil (anak Krakatau) memang begitu memikat.

    Ga kebayang gunung anak Krakatau yang kecil ini bisa tumbuh tiap tahun nya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir Backpacker kusam. Iya ya nggak Krakatau kayak anak kecil yang terus tumbuh...

      Delete
  5. Aku slalu tertarik dengan gunung api. Pernah dtg ke museum gunung berapi ke ketep pass, melihat awal mula gunung api bergekolak, sampe akhirnya meletus, itu seram sih memang. Kalo nonton film ttg gunung apipun, aku suka merinding ngebayanhinnya. Ga pengen sih ngerasain sendiri saat gunung berapi meletus di daerahku :( . Trutama wedus gembelnya yg bikin takut

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makaish udah mampir Fanny. Iya, gunung api tuh misterius dan indah. Mudah-mudahan nggak kena pengalaman merasakan gunung api meletus, ngeri...

      Delete

follow me on instagram