Merawat Rupiah, Bela Negara Kekinian

Rupiah kesayangan (sumber: okezone.com)


"Hey pesawatttttt kirim hujan uang dong!!!" begitulah aku dan teman-teman masa kecilku berteriak-teriak gembira jika mendapati sebuah pesawat atau helikopter melintas di atas desa kami. Seakan-akan dengan hujan uang segala masalah hidup akan selesai dan semua mimpi akan tercapai. Ah, masa kecil yang menggemaskan. Saat dewasa dan harus hidup mandiri, pandangan tentang uang berubah. "Ayo, belajar bijak menggunakan uang," petuah otak, pakar keuangan dan para orangtua. Karena jika tidak bijak menggunakan uang, maka kehidupan akan semakin sulit untuk dijalani.

Secara umum uang berfungsi sebagai alat tukar, karena di zaman modern manusia tidak mungkin lagi melakukan pertukaran barang dengan barang seperti yang pernah dilakukan pada zaman primitif. Seiring perkembangan zaman dan kebutuhan manusia, fungsi uang menjadi bertambah. Fungsi utama uang adalah sebagai alat tukar umum, satuan hitung dan penyimpan nilai. Sedangkan fungsi sekunder uang adalah sebagai alat pembayaran, penimbun kekayaan, alat pemindah kekayaan, standar pembayaran utang, alat pembentukan dan pemindahan modal, alat pendorong kegiatan ekonomi dan petunjuk harga. 

Bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, uang ternyata merupakan bentuk kedaulatan dan simbol negara. Yang dapat juga menjadi alat promosi stabilitas ekonomi, kekayaan sumber daya alam dan budaya sebuah negara. Oleh karena itu, setiap negara di dunia memiliki mata uangnya masing-masing. Selain memiliki 10 fungsi sebagaimana telah disebutkan, uang juga menjadi alat promosi potensi setia negara. Melalui Rupiah sebagai mata uang yang sah, Indonesia makin menguatkan posisinya di antara negara-negara di dunia. Dan, sudah selayaknya kita mengenali Rupiah dari A-Z agar makin cinta Rupiah...

Informasi lengkap tentang Rupiah dapat dipelajari di situs Bank Indonesia (klik: bi.go.id)

Kalau mau tahu perjalanan Rupiah, subcribe aja channel Youtube Bank Indonesia 

Yuk Merawat Rupiah
Dalam dokumen berjudul "Cintai Rupiah Bela Negara Tanpa Senjata" Bank Indonesia, terdapat tiga (3) kunci utama dalam merawat rupiah. Pertama, kita sebaiknya menjaga kualitas fisik uang Rupiah agar memudahkan mengenali keasliannnya. Kita juga sebaiknya tidak membuat bentuk fisik Rupiah jadi jelek dan kusut karena iseng. Kedua, berhati-hati dalam bertransaksi agar tidak tertipu oleh para pengedar uang palsu. Ketiga, mendukung penggunaan Rupiah di wilayah Indonesia. Cara melakukan dua kunci utama merawa Rupiah sudah kita kenal dengan baik melalui berbagai bentuk sosialisasi yaitu teknik 3D (dilihat, diraba dan diterawang). Sedangkan untuk kunci yang ketiga memang lumayan rumit karena memerlukan upaya tersendiri. Namun demikian, dalam Laporan Tahunan Bank Indonesia tahun 2016 disebutkan bahwa layanan distribusi uang (Rupiah) mencapai 82% menjangkau hampir seluruh wilayah Indonesia dengan standar kualitas uang layak edar sangat tinggi. Membaca laporan ini membuatku tersenyum senang, karena lazim terdengar kabar yang menyayat hati dan nasionalisme bahwa sebagian besar warga negara Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan dengan Malaysia menggunakan Ringgit Malaysia untuk bertransaksi daripada Rupiah. Nah, jika peredaran Rupiah sudah merata di seluruh wilayah Indonesia, maka warga negara di perbatasan dapat dengan bangga bertransaksi menggunakan mata uang Rupiah. 

Pesan Bank Indonesia dalam merawat Rupiah (sumber: bi.go.id)
Penggunaan Rupiah di wilayah Indonesia berkaitan erat kedaulatan bangsa. Rupiah juga merupakan simbol negara. Karena itu, Rupiah harus menjadi alat pembayaran utama di seluruh wilayah Indonesia baik bentuknya uang kertas atau koin. Demi tersebarnya Rupiah ke wilayah terluar dan perbatasan, BI bahkan pernah bekerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menyebarkan Rupiah di pulau-pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga. Kabar baik dari Bank Indonesia adalah hingga Nopember 2017 berbagai upaya yang dilakukan dalam penyebaran Rupiah tersebut telah membuahkan hasil, seperti menurunnya peredaran uang asing di wilayah perbatasan hingga Rp. 8.5 triliun. Jika peredaran uang asing senilai USD 1.3 miliar dapat dihilangkan, maka Rupiah akan semakin berkibar.

Blogger dan Penyebaran Rupiah
Nah, seorang Blogger khususnya Travel Blogger bisa juga membantu upaya menyebarkan Rupiah hingga wilayah perbatasan dan pulau terluar dengan melakukan travelling ke tempat-tempat tersebut. Rupiah yang digunakan dapat dilakukan untuk membayar biaya transportasi dan penginapan, serta makanan dan minuman, hingga membeli cinderamata khas wilayah perbatasan. Semakin banyak kita melakukan transaksi, maka semakin tersebar luas Rupiah di wilayah-wilayah tersebut. Setiap transaksi yang kita lakukan menggunakan Rupiah, maka kita turut berkontribusi stabilitas nilai tukar Rupiah terhadap uang asing serta membangun kepercayaan negara lain terhadap Rupiah.
Berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, Rupiah merupakan alat pembayaran yang sah sehingga wajib digunakan dalam kegiatan perekonomian di wilayah Indonesia. Hal ini diperkuat oleh Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor17/3/PBI/2015 dan Surat Edaran (SE) Nomor 17/SE/11/DKSP tentang Kewajiban Penggunaan Rupiah di Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan demikian, Rupiah akan berdaulat dan berkibar gagah di tanahnya sendiri dan di hati warga negara Indonesia. Karena ternyata, upaya menyebarkan Rupiah ke seluruh wilayah Indonesia merupakan aksi bela negara yang kece dan kekinian. Bagi seorang Travel Blogger upaya tersebut bahkan dapat menjadi sebuah pengalaman unik dan mengesankan, dan jadi sumber cerita yang inspiratif bagi publik.  

Gerakan Cinta Rupiah
Karena sekarang adalah zaman Internet of Things, jadi kita memiliki banyak cara untuk merawat Rupiah bahkan melalui kegiatan yang menyenangkan dan kekinian seperti menulis di blog atau membuat video. Karya kita dapat tersebar dengan cepat sebagai alat bantu sosialisasi penggunaan dan penyebaran Rupiah ke seluruh wilayah Indonesia. Kita juga dapat mendukung "Gerakan Cinta Rupiah" yang digalakkan oleh Bank Indonesia sebagai salah satu bentuk bela negara tanpa senjata. Kegiatan ini seru dan kekinian, karena BI bekerja sama dengan Net TV melakukan talkshow "Cinta Rupiah" di 6 kampus di seluruh Indonesia. Kalau menang, uangnya bisa kita gunakan untuk jalan-jalan ke wilayah perbatasan dan pulau terluar Indonesia sekalian membantu penyebaran Rupiah...

Yuk, ikut Kompetisi Vlog dan Blog dari Bank Indonesia tentang Cinta Rupiah (klik: cintarupiah.id)
Jadi, ternyata uang bukan hanya alat transaksi saja melainkan alat bela negara! Kalau sudah bicara bela negara, rasanya begitu menggebu-gebu sekali mengingat perjuangan para pendiri bangsa dan pahlawan dalam merebut kedaulatan tanah ini dari cengkeraman bangsa asing. Hm, jadi nggak sabar nih untuk melakukan perjalanan ke wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar Indonesia. Soal uang katanya sih tidak jadi masalah lagi, karena kantor-kantor di wilayah perbatasan sudah dilengkapi dengan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Money Changer. 

Lampung, 1 Desember 2017

Bahan bacaan: 
Laporan Tahunan Bank Indonesia 2016 
Cintai Rupiah, Bela Negara Tanpa Senjata (dokumen Bank Indonesia)
www.markijar.com/2017/03/10-fungsi-asli-dan-fungsi-turunan-uang.html
https://uangindonesia.com/unsur-pengaman-uang-kertas-rupiah/
https://economy.okezone.com/read/2017/07/05/20/1729312/bi-minta-bantuan-tni-sebarkan-rupiah-hingga-ke-pulau-terluar
https://bisnis.tempo.co/read/865666/distribusi-rupiah-di-daerah-terluar-dan-terpencil-begini-caranya 
http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/RkjjlBRk-penggunaan-mata-uang-asing-di-wilayah-perbatasan-ri-turun-hingga-rp5-8-triliun

Wijatnika Ika

10 comments:

  1. Penting juga merubah pola pikir saudara-saudara kita yang tinggal di daerah perbatasan, bahwa menggunakan rupiah sebagai alat bayar itu keren. Betewe..artikelnya keceh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir Mba Marda. Iya, dan kita harus membantu mereka...

      Delete
  2. wah...kita se-jaman kayanya. suka minta uang sama pesawat hoho... iya, paling malas dpt uang kusut klihatan orgnya klo mnurut sy ga bs menghargai rupiah... g'luck yah^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir mba Rina. Iya, suka banget kalau uangnya rapi...

      Delete
  3. Krn kerja di bank, aku seperti terobsesi hrs megang uang rp yg kondisi mint alias baru :D. Jd di dompet haram hukumnya ada rp yg ga mulus :D. Enaknya sih, krn aku yg megang duit di kantor, jd gampang mau nukerin uangnya.. Berasa rada gimana kalo megang uang jelek mba.. -_-

    Nah, kalo pergi ke tempat2 terpencil lalu banyak belanja utk membantu perekonomian wrga setempat plus menyebarkan rp, aku setuju banget :D. Asal pak suami ga ikutan ngomel krn dianggab boros hihihihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir mba Fanny. Iya nih saya juga jadi kepingin jalan-jalan ke wilayah perbatasan...

      Delete
  4. Dulu sempet nabung dollars tp skrg udah gak. Kalo buka warganya sendiri lalu siapa lg yang merawat rupiah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir mba Daruma. Ia, hayuk lah semakin sayang sama Rupiah...

      Delete
  5. Kata orgtua dlu, menjaga kemulusn uang, mksdnya gk dilipet sembarangan, slh satu bentuk syukur dikasik rejeki. 😁

    Suka sm tulisannya. Lengkap bin kumplit.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mampir mbak Inda. Haha iya kan kalau duitnya cakep asyik aja lihatnya.... Terima kasih untuk apresiasinya...

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram