Memanjakan Mata di Taman Malini, Way Kanan


Alkisah ada sepasang suami istri yang tidak memiliki keturunan kandung tapi punya banyak uang karena keduanya bekerja, membangun sebuah taman untuk anak adopsinya. Taman 'Malini' namanya. Terletak disamping rumah sang pemilik dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki dari kompleks Perkantoran Pemda Way Kanan di Blambangan Umpu. Rencananya taman keluarga tersebut akan dibuka untuk umum agar warga Way Kanan dapat cuci mata dengan menikmati pemandangan indah si surga kecil hasil kreasi manusia tersebut.

Pada suatu sore setelah gagal mengejar matahari tenggelam sepulang dari mengunjungi seorang seniman di Blambangan Umpu, aku dan bang Rinto Macho mencoba-coba memotret di Taman Malini. Aku jadi modelnya dong hehe. Meski taman ini belum final pengerjaannya tapi sudah terlihat kecantikannya. Desain taman sederhana saja, tapi jika dipotret dari 'angle' yang baik, maka akan menimbulkan kesan menakjubkan. Terlebih lagi jika photo diedit dengan cara yang baik. Duh, hasilnya akan sangat indah. 

Cakep kan hasil photonya? Photo diambil pukul 17.50 WIB (Phoot oleh: Rinto Macho)
Pada saat aku masuk ke Taman Malini ada dua orang laki-laki dan perempuan yang sedang mengerjakan sesuatu. Mungkin mereka sepasang suami istri yang menjaga taman. "Silakan main-main, Bebas dan gratis kok mbak. Asal menjaga kebersihan dan tidak memetik bunga dna tanaman," ujarnya. Eh, aku sudah memetik sekuntum bunga. Entah bunga apa namanya tapi wanginya aduhai membius kalbuku. Lalu, pak Photografer memotretku di area dimana aku memetik bunga yang tak lain adalah kolam ikan lele yang dipenuhi tanaman air eceng gondok. Di kejauhan, beberapa kelompok kecil remaja juga sedang asyik memotret melalui ponsel pintar mereka. Sebagai photografer yang baik hati bang Rinto Macho mendekati anak-anak itu dan sedikit mengajari mereka tentang cara mengambil 'angle' yang baik dalam memotret. Peristiwa kecil ini membuatku berpikir bahwa sebaiknya sahabatku ini membuka kelas photografi dengan lokasi sekitar Way Kanan seperti Taman Malini.


Indah kan pemandangannya? (Photo oleh: Rinto Macho)
Bagiku, Taman Malini kesannya indah dan filosofis. Tata letak batu, tanaman keras atau bunga-bunga sepertinya diperhitungkan dengan baik. Jika hari cerah tentunya asyik menghabiskan sore di Taman Ini sembari berdikusi ringan tentang apa saja, membaca novel, membuat sketsa bahkan melukis, berlatih photografi, meditasi, yoga, senam, ngaji, hingga syuting film pendek. Di beberapa spot bahkan sepertinya pas untuk dijadikan tempat pengambilan photo pre-wedding pasangan yang hendak menikah atau keluarga yang hendak mengabadikan momen indah berlatar pemandangan indah. 

Rumah panggung di Taman Malini (Photo oleh: Dian Radiata @adventourose
Rasanya belum puas memanjakan mata di Taman Malini, namun langit mulai gelap sebagai sebagai pertanda waktunya pulang. Dengan berat hati kulangkahkan kaki pulang dan dalam hati berjanji akan kembali, tentu dengan senyum yang lebih manis dan kostum yang pas buat pemotretan. Meski bukan model, aku mau lho merasakan dipotret dengan professional dengan segala persiapan yang professional walaupun level lokal.  

Lampung, Oktober 2017

Wijatnika Ika

4 comments:

  1. Taman Malini makin cakep. Lihatnya saja hati jadi berbunga, apalagi kalau menikmati suasana dan keindahannya langsung ya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Katerina. Iya, hayuk lah kapan-kapan take a special photo session di taman Malini

      Delete
  2. Cakeeep tamannya.. Coba yaaa di semua kota di indo banyak taman2 begini. Betah aku mba, santai2 sambil ngerjain tugas, ato sekedar baca buku dan ngajakin anak main :D. Sayang, taman deket rumah aja ga keurus :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih sudah mmapir Fanny. Iya, semoga warga dunia semakin tergerak ya, menciptakan keindahan bukan hanya untuk dijual sebagai objek wisata. Juga sebagai sarana membahagiakan mata sendiri hehehe

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram