Main ke Goa Kelelawar, Way Kanan



Bulan Mei yang panas memang dipenuhi dengan banyak kegiatan mulai dari sekedar sunset hunting, mengunjungi beberapa orang penting, blusukan ke calon destinasi wisata, ngopi, melakukan fasilitasi hingga bobo manja hehehe. Salah satu kegiatan blusukan plus rekreasi adalah saat diajak oleh pihak kecamatan Way Tuba, Way Kanan untuk meninjau calon lokasi destinasi wisata di kecamatan tersebut. Konvoilah kami menggunakan motir aneka jenis dan merk. Dan aku, demi menjaga keamanan dan keselamatan, membonceng motor pak Polisi dari Polsek Way Tuba dong. Meski diperjalanan merasa menyesal karena berkali-kali tanganku menyentuh knalpot yang panas. Euh! Untung aku nggak ikut melepuh...

Bersama Bapak Polisi, perjalananku aman (Photo oleh: Rinto Macho)
Perjalanan kami dimulai dari kantor kecamatan Way Tuba yang sederhana tapi memiliki halaman luas. Saking luasnya bisa digunakan untuk berbagai kegiatan seperti bermain bola, gobak sodor, tarik tambag, balap karung, bakiak dan sebagainya macam Agustusan gitu. Ada banyak komunitas yang bergabung dengan kami seperti Komunitas Wisata Way Kanan (K@wan), Karang Taruna Way Tuba dan komunitas lain. Perjalanan konvoi yang seru ini membuat perjalanan kami yang jauhnya gilaaaaaa jadi menyenangkan dan berasa petualangannya. Untuk mencapai satu lokasi yang disebut Sumur Tujuh saja kami harus melewati sebuah perkebunan sawit tua yang luas sekali dengan jalanan berbatu yang membuat motor kami melonjak-lonjak bagai anak kecil bermain lompat tali hahaha. Trus, pas tiba di lokasi kami kehabisan air minum. Alamat deh kami kehausan level dewa oh oh...

Jadi model di kebun jagung paska panen hahaha (Photo oleh: Rinto Macho)
Lokasi Sumur Tujuh yang dimaksud sendiri adalah lubang besar yang dahulunya katanya sumber air tapi kemudian diurug oleh warga karena sering keluar binatang bersisik yang menakutkan. Hm, mungkin sejenis landak? Seorang warga yang merupakan pemilik lahan menunjukkan kepadaku 1 batang  (atau satu sisik ya?) hewan yang diceritakan itu. Entah milik tubuh hewan jenis apa itu. Hm, mungkin bukan sumur sih, tapi lubang atau goa karena letaknya ada di ketinggian. Di lokasi paling tinggi untuk area sekitarnya yang seluruhnya dataran rendah. Nampaknya segala hal tentang lokasi ini merupakan teka-teki. 

Menuju Goa Kelelawar...
Jadi, setelah keluar dari area Sumur Tujuh dengan melewati jalanan yang aduhai sangat menantang dan bikin berat badan langsung menyusut 5 kg, sampailah kami di satu lokasi dengan urmah-rumah panggung sederhana dari papan. Kami sudah mulai mendekati area pegunungan yang menurut pak Polisi dahulunya merupakan hutan rimba yang penuh dengan hewan liar seperti Gajah dan Harimau. Kejutan lain adalah, perjalanan kami dari lokasi ini ke Goa Kelelawar cukup menyenangkan dan mudah karena jalanan jelek sedang perlahan-lahan diperbaiki oleh pihak Dinas Perhubungan. Wah, senangnya...

Koordinasi dulu dan nggak lupa photo-photo (Photo oleh: Rinto Macho)
Photo-photo dulua ah biar eksis hehehe (Photo oleh: Rinto Macho)
Perjalanan kembali dilanjutkan menuju wilayah yang tinggi, ke area perkebunan kopi yang udaranya sudah mulai sejuk. Semakin dekat ke lokasi, semakin kusaksikan kesajahaan hidup warga desa yang bermata pencaharian utama sebagai petani. Desa mereka tentram dan sederhana, jauh dari hiruk pikuk ibukota. Dan saat kami tiba di lokasi yang disebut sebagai Goal Kelelawar, kami disambut dengan banyak sekali kepala muda siap minum dan camilan yang menggoda jiwa. Juga kolam air yang sumbernya ada didalam goa, yang dingin sekali, yang sejuknya sampai ke jiwa.  Maka setelah saling berkenalan, menikmati kelapa muda, makan siang dan ngemil, kami bergantian masuk ke dalam goa. 

Dan benar saja mengapa goa ini disebut Goa Kelalawar, karena memang didalam atap goa banyak sekali kelelawar bersarang. Saat kami masuk, mereka sontak terbang ke luar. Sepertinya menyelamatkan diri dari kehadiran manusia yang mereka anggap berbahaya. Akibatnya goa menjadi bau oleh kotoran kelelawar. Untung saja goanya kecil sehingga aku bisa secepatnya membebaskan diri. Kalau enggak aku bisa pingsan didalam aku hehehe. di Luar, aku mengikuti Sekretaris Camat dan Kepala Desa melihat-lihat lokasi yang akan segera dibersihkan untuk segera didirikan saung kecil untuk tempat berteduh pengunjung. "Goa ini ya dibawah pohon ini mbak," ujar pak Sekcam sembari menunjukkan sebuah pohon yang tinggi, besar dan langsing yang menukik ke langit biru diatas kepala kami. "Rencananya kami akan membangun saung kecil disini, untuk pengunjung beristirahat," tambah beliau dengan penuh keyakinan.

 
Apa yang Terjadi Kemudian?
Seminggu setelah kunjungan kami ke Goa Kelelawar, aku mendapat kabar bahwa warga desa sedang bergotong royong membersihkan area Goa dan jalan desa. Katanya mereka akan membuat Goa Kelelawar sebagai tempat wisata baru berbasis lokal di Way Tuba dan akan pertama kali dibuka pada libur lebaran 2017. Wah, aku nggak bisa berkata-kata karena terpesona. Padahal, wilayah ini tidak masuk dalam prioritas pengembangan wisata di Way Kanan tapi gerak cepat secara bersama-sama. "Itu karena aparat pemerintah dan warga satu visi misi dalam memajukan kampung mereka makanya mereka mau bekerjasama," pujiku pada bang Rinto Macho yang menerima kabar tersebut dari Pak Sekcam Way Tuba. 

Gotong rorong warga desa sebagai modal sosial utama pembangunan desa (Photo oleh: Kecamatan Way Tuba)
Semua sudah siap menyambut pengunjung (Photo oleh: Kecamatan Way Tuba)

Yeayyy, desa kami jaid ramai dan terkenal (Photo oleh: Kecamatan Way Tuba)

Ke Way Kanan, ke Goa Kelelawar geh! (Photo oleh: Kecamatan Way Tuba)
Dengan diresmikannya Goa Kelelawar sebagai destinasi wisata di Way Tuba jelas  berdampak positif pada perekonomian warga desa. Misalnya, ada yang halaman rumahnya disewakan untuk parkir kendaraan bermotor, ada warga yang berjualan aneka makanan dan minuman dan mungkin ada fasilitas lain yang berbayar yang memberikan keuntungan sama besar bagi pengunjung dan warga desa. Wah, pokoknya pengunjung bahagia, warga desa sejahtera, Way Kanan makin Asyik...

Lampung, Oktober 2017

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram