Keberanian dalam Menulis

Salah satu karyaku yang mendapat apresiasi.

Saat masih tinggal di Bandar Lampung dan lumayan begitu sibuk karena terkadang aku harus masuk-keluar hutan demi pekerjaan, aku begitu semangat menulis. Kesibukan membuatku termotivasi untuk terus menulis. Aku berambisi untuk membuat namaku dikenal orang-orang se-Provinsi Lampung. Aku menulis untuk beberapa harian lokal, aku menulis di blog dan ya menulis juga di Facebook. Dalam beberapa kesempatan aku juga diwawancarai koran lokal dan menjadi semacam narasumber untuk acara TV lokal mewakili tempatku bekerja. Aku punya nama. Aku punya nilai. Saat itu aku begitu semangat. 

Tapi, selama kurang lebih 5 tahun belakangan ini, sejak aku merantau ke Jawa aku merasa bahwa ambisiku mati total! Saat aku mengumpulkan remah-remah pengalaman sebagai isi portofolioku aku menyadari bahwa aku tidak memiliki karya berarti. Aku melihat gap yang lumayan menganga dalam melahirkan karya. Aku tidak lagi disiplin dalam membuat karya baik tulisan maupun lukisan. Aku berhenti bersabar dan menikmati proses dalam berkarya. Aku merasa tertinggal jauh dari semua orang. Kemana saja aku selama ini? Terlalu banyak nonton Drama Korea kah? Terlalu banyak leha-leha kah? Atau karena aku membabat habis ambisi itu sehingga aku tak lagi memiliki motivasi untuk menjadi sosok yang unggul, terdepan dan populer?

Saat aku mengumpulkan remah-remah itu dan membaca ulang tulisan-tulisanku, aku merasa melihat diriku yang muda, ambisus tapi masih 'raw' alias memerlukan begitu banyak pembinaan. Sialnya, aku paling malas ikut kelas menulis. Aku mudah bosan. Aku sudah lelah belajar didalam kelas. Aku lebih suka belajar dengan cara membaca dan menelusuri sebuah karya secara langsung. Tetapi mungkin cara ini merupakan jenis kesombongan anak muda yang sok tahu. Hm, seharusnya aku mengikuti pakem dan belajar pada mereka yang berpengalaman, karyanya diakui dan memiliki jam terbang tinggi di dunia tulis menulis.

Ah, atau yang kubutuhkan hanya sedikit keberanian untuk memunculkan karyaku ke publik?

Depok, 19 April 2017

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram