AFTER YOU: Cinta Didepan Mata


Tulisan ini adalah sekuel "ME BEFORE YOU" yang berisi kelanjutan cerita Louisa Clark setelah mendampingi Will bunuh diri secara medis, dan legal di klinik Dignitas, Swiss. Karena merasa sangat tertekan bukan saja karena ia sangat patah hati ditinggalkan lelaki yang mulai dicintainya, juga karena gosip yang beredar sangat cepat di kota Storfold. Bahkan, mantan pacarnya dengan sengaja menjadi narasumber bagi sebuah koran yang penasaran tentang peran Lou bagi kematian Will. Seisi kota jadi tahu bahwa ia menjadi pendamping seorang lelaki melakukan bunuh diri. Lou sangat membencinya!

Setelah peristiwa menyedihkan dan menggemparkan itu, Lou merasa tak lagi punya tempat di kotanya. Ia merasa seluruh mata memandang benci kepadanya sekana-akan ia menjadi begitu pendosa karena mendampingi pasiennya sendiri bunuh diri. Kota itu dan seluruh isinya menjadi begitu menyeramkan bagi Lou. Hal itu semakin membuat beban di dada dan sakit di hatinya kian bertambah. Sesuai surat wasiat Will, si nyentrik Lou pergi ke Perancis, mengunjungi tempat-tempat yang pernah diceritakan Will dan menikmati kehidupan kota Paris yang damai. Tentu saja ia menggunakan uang warisan Will yang jumlahnya sangat besar untuk ukuran gadis dari keluarga sederhana yang sedang kesulitan keuangan. Tapi, Lou tetap saja merasa stress dan hidupnya menjadi tidak karuan, kacau balau. Paris yang indah dan romantis menjadi suram di matanya dan selama beberapa bulan terakhir sebelum meninggalkan kota itu, Lou menjadi zombie yang sangat tidak karuan hidupnya. 

Lou lalu memutuskan untuk pindah ke London dan membeli sebuah flat dari uang warisan Will. Sebenarnya, gadis itu hanya perlu tempat melarikan diri karena tetap saja ia belum benar-benar sembuh dari stress akibat berbagai tekanan setelah kematian Will. Dia merasa kematian lelaki itu menjadi kutukan tersendiri. Untuk menghibur diri, ia bekerja di sebuah bar di bandara. Yah, bar biasa dengan seorang Manajer sangat galak yang mengatur ini-itu bahkan menyuruhnya menggunakan seragam kerja yang sangat ketat, minim dan jelek. Seragam kerja itu membuat Lou sering ditertawakan karena sangat jelek. Tapi, karena Lou butuh uang untuk hidup, dia menjalani saja pekerjaan itu sembari menghibur diri dengan mengobrol bersama para konsumennya yang biasanya sedang menunggu pesawat. Kadang-kadang Lou juga harus menghibur calon penumpang yang memiliki ketakutan khusus melakukan perjalanan dengan pesawat.

Cinta dan Harapan Baru
Suatu malam saat Lou pulang kerja dan tak bisa memejamkan mata ia memutuskan mencari udara segar di atap. Sejak kematian Will, gadis ini mengidap insomnia. Ia mencoba menikmati udara malam kota London dan berbagai jenis suara yang riuh rendah di kota. Karena Lou sedang sibuk dengan pikiran dan perasaannya sendiri sembari berjalan-jalan di pinggiran atap, ia tak menyadari kehadiran seseorang yang membuatnya terkejut dan  limbung lalu terjun bebas. Lou kecelakaan!

Tubuh Lou remuk di mana-mana sehingga ia harus menjalani operasi dan tinggal di rumah sakit untuk beberapa waktu lamanya. Keluarganya kemudian menjemput Lou pulang ke rumah mereka di Storfold. Meski enggan dan rikuh dengan kemungkinan sikap para tetangga padanya, Lou tetap mengikuti orangtuanya dan tinggal di rumah sampai ia pulih. Dan selama tinggal di rumah, Lou semakin tersiksa karena kepalanya memanggil kenangan saat dia masih bekerja sebagai perawat Will. Dan meski ia sedang dalam tahap penyembuhan, adiknya Treena yang cerdas dan super cerewet terus menerus memaksa Lou untuk mengubah hidupnya agar menjadi lebih baik seperti keluar dari pekerjaan di bar bandara dan mencari pekerjaan baru yang lebih menjanjikan. Treena terus saja menasehati Lou dengan keras bahwa pilihan Lou untuk terus tenggelam dalam trauma dan menjalani kehidupan sangat biasa merupakan masalah bagi ekonomi keluarga mereka. 

Saat kembali ke London, gadis itu mengikuti kelompok Moving On di mana anggotanya saling bercerita masalah mereka masing-masing dan kalau bisa saling memberi solusi bagi masalah anggota lainnya. Karena mengikuti klub ini, Lou bertemu dengan Sam Fielding, perawat yang mengurusnya saat ia mengalami kecelakaan dan sekaligus paman Jake, salah seorang anggota termuda di klub Moving On. Sam sering menjemput Jake sehingga dapat bertemu dengan Lou dan mereka sesekali mengobrol sampai kemudian Sam mengaku bahwa sejak menangani Lou saat kecelakaan itu ia mulai menyukai Lou. Menurutnya, baru pertama kalinya sebagai perawat ia menyukai pasiennya sendiri. Di matanya, Lou begitu istimewa.

Lou yang masih dihantui oleh Will mencoba membuka hati pada Sam dan berharap bahwa kedepan hubungan mereka bisa membuatnya melupakan Will dan tentu saja agar ia memiliki hidup yang lebih baik dengan kisah cinta yang menyenangkan. Sam bahkan membawa Lou ke pinggiran kota di mana ia sedang mengerjakan sendiri proyek rumah pribadi yang kelak akan menjadi tempat istirahatnya dengn perempuan yang dinikahinya. Lou semakin tertarik pada Sam dan merasa bahwa ketertarikannya sangat kuat sampai ia merasa bersalah karena menyukai lelaki yang belum lama ia kenal. 

Lily, Gadis dari Masa Lalu
Suatu malam, seseorang mengetuk pintu flat Lou. Seorang gadis cantik dan berandal berusia 16 tahun bernama Lily mengaku bahwa ia adalah anak kandung mendiang Will Traynor. Tentu saja Lou merasa tak percaya karena setahunya Will belum menikah dan pacarnya menikah dengan orang lain setelah Will mengalami kecelakaan. Tapi, gadis berandal itu berhasil meyakinkan Lou bahwa benar ia anak mendiang Will dengan menceritakan segala sesuatu tentang Ibunya yang merupakan mantan pacar Will saat kuliah. Lily bahkan membawa Lou ke rumah keluarganya yang disambut sangta dingin oleh ibunya yang sudah tidak tahan dengan sikap berandal Lily yang keterlaluan dan merepotkan. Dari mulut sang ibu akhirnya Lou mendapatkan kebenaran bahwa Lily memang anak Will yang sengaja disembunyikan karena perempuan itu sangat kesal saat Will meninggalkannya demi gadis lain sebelum ia mengabarkan tentang kehamilannya.

Meski masih bingung dengan segala sesuatunya, dengan kehadiran Sam yang mungkin akan menjadi masa depannya dan Lily sebagai warisan dari Will sebagai masa lalunya, Lou tetap berusaha tenang. Ia kemudian mengantar Lily menemui Tuan Traynor yang memiliki istri baru dan sedang menantikan kelahiran bayi mereka. Sementara Nyonya Traynor pindah ke kota lain setelah kematian Will dan berpisah dari Tuan Traynor yang memang sebelumnya sudah berselingkuh dengan Della, yang kini jadi istrinya. Sayangnya, kehadiran Lily tidak disambut baik karena Tuan Traynor masih terkejut dan Della yang sedang menghadapi masa-masa kelahiran bayinya sangat merawa kepayahan bahkan membawa tubuhnya sendiri. Saat datang ke rumah Nyonya Traynor pun Lily tak disambut dengan baik karena perempuan itu teramat stress dengan keadaan sehinga menerima kabar bahwa mendiang putranya yang bunuh diri memiliki seorang anak berusia 16 tahun merupakan kabar yang sangat mengejutkan dan sulit dipercaya.

Lily kabur dari rumahnya dan tinggal di flat Lou. Gadis berandal itu selain menjadi teman baru bagi kehidupan Lou yang sebelumnya suram, sekaligus jadi masalah karena gadis itu seringkali melakukan perbuatan yang sangat tidak menyenangkan seperti merokok di dalam flat, memesan makanan mahal dimana Lou yang harus membayarnya, membongkar kardus-kardus Lou dan menjajal nyaris seluruh pakain Lou. Bahkan pada suatu hari, Lily membawa beberapa temannya dan mereka melakukan pesta narkoba dan minuman keras. Lily juga mencuri perhiasan Lou yang merupakan warisan dari mendiang neneknya. Lou sangat kesal sekali sehingga ia mengusir Luli dari Flatnya. Dan peristiwa itu berdampak sangat buruk karena kemudian Lily terlibat masalah dengan teman sebayanya dan seseorang yang mengancamnya menyebarkan photo tak senonohnya apabila ia tak mau melakukan hubungan seksual dengan lelaki itu. Padahal lelaki itu merupakan kenalan ayah tirinya.

Dalam kondisi morat-marit dan hubungannya dengan Sam yang ia nikmati namun entah akan dia bawa ke mana, Lou menerima tawaran pekerjaan menggiurkan dari klien Nathan di New York. Pekerjaan itu akan membantu Lou menata keuangannya dan mungkin memberikan gairah baru bagi Lou. Treena sangat mendukung ide Nathan agar Lou pindah ke New York karena ia yakin bahwa Lou harus berubah dan memang layak mendapatkan pekerjaan yang lebih baik demi masa depannya sendiri. Tapi di lain pihak, kedua orangtuanya sedang mengalami krisis karena ibu mereka mulai melakukan sedikit pembangkangan sebagai istri tradisional setelah mengikuti berbagai kegiatan kelompok feminis yang sangat merugikan ayahnya. Menurut sang ayah, seorang istri bertugas melayani suaminya karena suami telah lelah mencari uang dan menuntut bahwa seorang isri harus selalu memasak makanan bagi keluarganya karena itulah yang selama 30 tahun berlangsung dalam pernikahan mereka. Dan ibu Lou menolak gagasan untuk kembali menjadi ibu tradisional karena ia merasa sudah melakukannya sepanjang pernikahan dan ia ingin mengecap sedikit kebebasan sebagai perempuan dan manusia. 

Ditengah segala kebingungan saling sengkarut itu, Sam mengalami kecelakaan saat segerombolan orang yang merupakan geng narkoba menembaknya sehingga lelaki itu harus dirawat karena lua yang menyebabkan pendarahan hebat. Lou sangat panik karena khawatir kehilangan orang yang dia cintai untuk kedua kalinya. Lou melihat sendiri Sam hampir mati karena kehilangan banyak darah selama perjalanan ke rumah sakit. Ia kemudian membatalkan rencannya ke New York demi merawat Sam dan mengikuti perkembangan Lily yang sudah tinggal dengan nyonya Traynor, melanjutkan sekolahnya dan bekerja sebagai tukang kebun. Lou bahkan mulai memasak agar Sam dapat menikmati masakanya saat ia menjenguknya di rumah sakit. Ia merasa bahwa ia sangat menginginkan dan membutuhkan Sam, dan tidak ingin kehilangan lelaki itu. Di rumah Sakit, saat mereka bersama setelah lelaki itu makan makanan buatan Lou, gadis itu merasa bahwa ia telah menemukan masa depannya. 

Pembelajaran Berharga
Kisah dalam novel "Me Before You" dan sekuelnya "After You" karya Jojo Moyes sangat memikat dan lekat dengan keseharian yang sederhana ini memiliki beberapa pembelajaran berharga yang mungkin berguna  bagi kehidupan. Pertama, keluarga. Siapapun kita dan bagaimana pun keadaan kita, keluarga adalah tempat pulang dan orang-orang di dalamnya merupakan manusia paling peduli dengan hidup kita, se-cerewet dan se-aneh apapun mereka. Hal ini tergambar dalam kehidupan keluarga Lou dimana hubungan antar seluruh anggota sangat dekat dan intim, meski kadang-kadang mereka juga bertengkar.  

Kedua, bahwa segala sesuatu dalam hidup itu dinamis, datang dan pergi. Kesuksesan, cinta, kekayaan, masa muda, pekerjaan dan segala sesuatu tak pernah statis. Hidup selalu bergerak dan manusia harus selalu beradaptasi dan melakukan kompromi agar tetap mampu menjalankan peranya dalam hidup dengan naik. Hal ini menimpa Lou saat tiba-tiba harus kehilangan pekerjaan yang dicintainya karena kafe tempatnya bekerja bangkrut dan pemiliknya mau pulang kampung setelah menjual kafe itu. Juga apa yang dialami Will dimana segala kesuksesan dan kejayaan, bahkan cinta bisa lenyap begitu saja hanya karena sebuah kecelakaan. Will bahkan ditinggal pacarnya menikah dengan orang lain karena perempuan cantik itu tak mau menikah dengan lelaki cacat yang selama 24 jam selama sisa hidupnya harus bergnatung pada alat-alat medis, obat-obatan dan pertolongan orang lain. 

Ketiga, bahwa apapun yang terjadi, hidup selalu memiliki cara untuk membuat kita bangkit, tersenyum dan membangun harapan baru. Hal ini terlihat ketika Lou bertemu Lily dan Sam sebagai dua manusia yang membawa peran berbeda dalam hidupnya. Kematian bisa jadi hendak menghadirkan kehidupan baru dan hilangnya cinta di masa lampau bisa jadi demi menghadirkan cinta yang lebih baik.    

Keempat, tidak ada kisah Cinderella dan pangeran Charming disini. Sebagai penulis, Jojo Moyes berhasil menghadirkan kisah cinta yang manis tanpa perlu mengekor kisah klasik percintaan dalam dongeng Disney. Jojo Moyes justru membunuh karakter Will sebagai 'Prince Charming' di novel "Me Before You" dan menghadirkan Sam sebagai laki-laki biasa di sekuelnya seakan hendak menunjukkan bahwa hidup itu nggak harus happily ever after seperti dongeng Disney, tapi mengikuti realita yang sederhana. Bahwa penyelamat hidup Lou yang kacau balau ternyata hanya laki-laki dengan pekerjaan menyelamatkan nyawa orang lain dan yang kekeuh membangun rumah dengan tangannya sendiri. Laki-laki biasa yang punya mimpi sederhana. Bahwa cinta tidak perlu embel-embel kaya raya, sukses, cantik, tampan, sempurna dan sebagainya. Cinta bisa begitu sederhana. 

Depok, 7 April 2017

BACA JUGA: 


Wijatnika Ika

6 comments:

  1. ini masig waiting list aku krn harga novelnya yg agak mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Ade, makasih udah mampir. Ikutan Giveaway aku aja, ada novel ini loh sebagai salah satu hadiahnya. Silakan cek di posting bulan Februari 2017 ya.

      Delete
  2. Rumit juga ya hidup si Lou ini hehe... *baper*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mba Yas, makasih udah mampir. Haha iya, tapi jadinya mirip realitas.

      Delete
  3. jujur novel ini sma yg me beforw you pgng bgt aku beli mba cmn itu y mahaaaal hahaa aku jd brinntn doank filmnya.
    penasarn afyeryou difilminajg kah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai mb Herva, makasih udah mampir. Ikutan Giveaway aku aja kalau mau buku "After You", cek di postingan bulan Februari 2017 ya.

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram