RUMAH IMPIAN

Bolehkah aku bercerita tentang sebuah mimpi? Tentang rumah. Ingatanku tentang rumah keluargaku di masa lampau hanya berupa serpihan-serpihan. Tidak pernah utuh dan aku tak pernah berhasil memanggil ingatan utuh tentangnya. Seingatku, rumah itu berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu dan papan yang sudah tua berwarna cokelat tua nyaris hitam. Rumah panggung khas suku Lampung dengan tangga di bagian depan dan belakang. Rumah itu punya beranda kecil di bagian depan tempat kami menerima tamu. Saat aku kecil dan masih anak tunggal didalamnya, rasanya rumah itu sangat besar. Setelah kedua orangtuaku bercerai, rumah itu entah bagaimana nasibnya sebab aku tinggal di rumah lain di kota lain bersama keluarga pamanku, di rumah khas orang-orang di pulau Jawa. Aku tak pernah lagi ke rumah itu sampai sekarang. Mungkin rumah itu sudah sangat tua dan kini entah ditempati oleh siapa. Aku kangen rumah itu.

Ada banyak hal-hal khusus yang menjadi mimpiku tentang rumah. Salah satunya adalah bagian atap. Nanti saat aku menikah dan membangun sebuah rumah, aku ingin rumah dengan atap yang bisa kugunakan untuk tiduran sambil memandang bintang. Atap itu berumput, dan ya, akan ada jenis bunga-bunga liar yang kutanam disana.  Karena aku sangat suka menanam bunga, akan kubuat tempat itu menjadi taman bunga. Aku akan menanam bunga mawar aneka warna. Mungkin aku juga akan menanam rumput putri malu. Saat malam tiba, aku akan mengajak keluargaku ke sana untuk memandangi langit malam yang penuh bintang, terutama saat purnama. Kami akan menyanyi, menikmati minuman hangat, membaca puisi atau sekedar mengobrol tentang hidup kami yang manis.

Sesekali kami akan mendirikan tenda dan tidur didalamnya seakan-akan sedang berkemah di sebuah bukit yang dikelilingi bunga-bunga. Dan akan lebih menyenangkan jika sekumpulan kunang-kunang ikut serta. Dengan demikian, aku dapat dengan mudah memanggil anggota keluargaku pulang alih-alih mereka menghabiskan banyak waktu di luar. Ah, menyenangkan sekali, bukan? 

Depok, 14 Maret 2017

Sumber gambar: 
http://jonsmithart.com/available-work/
 

Wijatnika Ika

4 comments:

  1. Bagi saya, rumah adalah tempat dimana saya kembali dari seluruh persoalan hidup, untuk kembali berteduh dari hujan masalah dan problema. Rumah adalah tempat saya untuk kembali tertawa bersama keluarga setelah susah payah dirundung penat di dunia luar.

    Salam kenal sis, ditunggu kunjungan baliknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Nona, terima kasih sudah mampir. Yup, rumah adalah kehangatan dan kenyamanan seperti pelukan ibu. Semoga mba selalu bahagia setiap kali di rumah.

      Delete
  2. Rumah adalah sebuah tempat dimana sebuah keluarga berada. Tanpa sebuah keluarga didalamnya, maka sebuah bangunan belum bisa disebut rumah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Little Boy, terima kasih sudah mampir. Yup, rumah dan keluarga adalah hal yang sangat berharga di dunia ini. Sayangi dan jaga mereka selagi ada.

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram