Pendamping Hidup yang Keren



Ah, aku nggak bisa tidur. Aku terlalu gugup karena besok pagi akan menghadapi sebuah kegiatan yang begitu menarik minatku. Dan aku akan bertemu banyak perempuan hebat yang hati dan jiwanya cantik. Karena aku tak bisa tidur, aku melakukan banyak hal agar lelah dan mengantuk. Salah satunya adalah kepoin akun media sosial teman-temanku hahaha. Dan ada kabar baik, ada sepasang manusia yang dimabuk cinta dan akan segera merayakan cinta mereka.Tentu aja aku merasa senang dengan berita itu. 

Mereka adalah salah satu pasangan favoritku. Pasangan yang selalu saling merindukan satu sama lain, yang saling mengikat diri mereka dengan rindu dan selalu menyatakan bahwa mereka saling mencintai dengan cara yang sederhana. Dari sang perempuan aku belajar bahwa cinta harus mampu membuat manusia menikmati kehidupan yang bahagia, dimana kekasihnya adalah semesta, di mana setiap persentuhan tubuh adalah sakral dan membahagiakan. Cinta juga harus saling menghormati, mendukung dan mengembangkan minat satu sama lain, karena cinta harusnya bertumbuh, bukan hanya sekedar kulit. Cinta seharusnya menyentuh jiwa yang telanjang, bukan semata raga. Dari sang lelaki aku belajar bahwa saat kita telah memiliki seseorang yang menjadi belahan jiwa, bersetialah, meski setiap orang sangat mampu untuk melakukan pengkhianatan dan penyimpangan. Dan aku tahu, mereka adalah pendamping hidup yang keren bagi satu sama lain.  

***

Hm, dulu, beberapa tahun lalu, aku pernah mencintai seseorang yang mengatakan bahwa dia jatuh cinta padaku sejak pertama kali melihatku (geer hahaha). Dia baik, ramah dan memiliki hampir semua karakter suami idaman yang kudambakan, yang karakter itu tidak dapat dimiliki oleh sebagian besar lelaki. Bahkan secara fisik, ketampanannya bernilai 8 dari 10. Kedekatan kami sangat sopan, dan dia lumayan religius. Dia menghormatiku dan tidak pernah bersikap macam-macam. Dia juga sangat suka masakanku. Dia bahkan pernah melahap habis sepiring pancake telur yang kubuat agak pedas, padahal dia tidak suka masakan pedas. Saat itu aku merasa menemukan seseorang yang kutunggu dan aku merasa bahagia. Aku merasa duniaku berbunga dan kupikir hidupku selanjutnya akan sangat keren dan penuh keceriaan. 

Kami sempat membicarakan kemungkinan menikah. Dia memang sedang mencari calon istri, bukan sekedar pacaran untuk main-main. Dia ada pada usia lebih dari cukup untuk menikah. Pun denganku. Aku tidak pernah bermain-main dalam setiap hubungan. Aku setia. Sampai kemudian aku menemukan sebuah fakta yang sangat mengganggu. Di suatu tempat, ada seorang perempuan yang menunggunya. Mereka mungkin sudah bertunangan. Perempuan itu manis meski aku tidak mungkin bersedia mengenalnya. Aku kesal dan sedih karena dia berbohong padaku. Dia menyimpan informasi dasar yang seharusnya aku tahu, sampai aku harus melakukan berbagai penelusuran untuk mempelajari apa sebenarnya yang sedang terjadi. Kemudian kami bertengkar dan dia menjelaskan segala sesuatunya, lalu minta maaf padaku. Dan aku melepaskan dia. Sejak saat itu, selama beberapa tahun lamanya, aku berhenti percaya pada lelaki. Aku merasa bahwa mereka semua sama saja. Mereka pembohong, pembual dan penipu. Bahwa mereka bajingan. 

Bukan tentang aku marah karena menjadi opsi-semacam pilihan kesekian, meski mungkin sebenarnya aku lah yang akan memenangkan kesempatan besar bersamanya. Tapi bagiku, memulai hubungan harus jujur dan bersih. Sebuah relasi bukan medan tempur untuk merebut kekasih melalui kompetisi dengan perempuan lain. Dan, aku sangat tidak suka diperlakukan dengan mengacu pada pola pikir 'feodal' dimana seorang lelaki menolak menjadi opsi tapi mereka menjadikan beberapa perempuan sebagai opsi. Seakan-akan setiap lelaki adalah Raja yang berhak dikelilingi bahkan sejuta perempuan sebagai pilihan, sementara perempuan sebaliknya dituntut bersikap manis dan sopan secara tradisional. 

Beberapa tahun lalu aku mendapat kabar dia menikah, dengan perempuan berbeda dari perempuan yang pernah kutelusuri. Lalu dia memiliki seorang anak laki-laki yang sangat tampan. Hm, mungkin itu gambaran dia saat kecil. Aku bersyukur dia kini memiliki kehidupan yang lebih baik meski rasanya tak mungkin bagiku untuk melanjutkan komunikasi meski sebagai teman. Seorang psikologis mengatakan bahwa berteman dengan seseorang di masa lalu-yang menghancurkan harapan kita-dan menyia-nyiakan cinta kita adalah sikap seorang narsis dan psikopat. Dua tahun belakangan dia masih berusaha bicara padaku dan menanyakan kabarku. Tapi aku tak peduli lagi. Aku ingin mengubur semua kenangan bersamanya kedalam sumur yang dalam. Dia sangat sulit dilupakan. 

Kini, aku mencintai seseorang yang sosok dan karakternya tak mampu kujelaskan dengan kata-kata. Aku bukan saja tak mampu membaca dirinya dengan benar, juga tak tahu apa yang sebenarnya dia inginkan. Mungkin, dia lelaki paling rumit yang pernah aku temui. Aku tidak tahu mengapa aku tiba-tiba saja jatuh cinta padanya, merasa nyaman bersamanya, percaya padanya dan punya harapan besar bersamanya. Aku teramat mencintainya sampai-sampai hatiku tak lagi menyisakan ruang untuk sosok lain yang mungkin ingin masuk kedalamnya, menjadi bagian dari hidupku, pikiranku dan rencana masa depanku. 

Aku tahu, tak seorang pun dalam hidupku hadir secara kebetulan. Tuhan sengaja mengirimkannya padaku entah sebagai berkah atau sebagai pelajaran. Aku tahu, Tuhan sengaja mengirim dia padaku saat aku ada di lembah paling dasar keputusasaan karena aku tak mampu mencintai. Seperti seorang penyelamat yang menemukan pelarian yang bersembunyi di dalam gua di tengah hutan, begitulah dia menemukanku. Aku ingin dia menjadi berkah bagi hidupku dan dia menjadi berkah bagi hidupku. 

Aku selalu memelihara mimpi bahwa aku akan menghabiskan sisa hidupku dengan lelaki baik hati yang menjadi alasan terbesarku untuk menjadi pribadi yang lebih baik, yang bahagia, yang bermanfaat. Keinginanku tidak muluk-muluk karena aku menyukai kesederhanaan. Aku ingin jatuh cinta setiap hari, dan semakin hari semakin besar rasa cinta itu. Saking besarnya, sampai-sampai hatiku penuh dan tak ada ruang bagi penyimpangan, perselingkuhan dan pengkhianatan. Dan aku ingin dicintai setiap hari seakan-akan hanya denganku, si lelaki impianku itu dapat menjalani hidup. Aku ingin memanggil setiap kemungkinan baik dan indah untuk sampai pada mimpi itu. Karenanya aku berusaha menjadi baik, sebab aku percaya perempuan yang baik untuk lelaki yang baik dan sebaliknya. 

Ah, semoga semesta mendengar mimpiku dan menyampaikannya pada Tuhanku dan mimbar langit yang dipenuhi malaikat yang selalu berzikir memujaNya. 

Depok, 11 Maret 2017

Sumber gambar: 
http://www.newhdwallpapers.in/cartoons/romance-couple-love-cartoons-background/

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram