Pameran Lukisan Perayaan Warna



Hm, entah mengapa tahun lalu aku melewatkan begitu saja kesempatan menulis berbagai pengalamanku di blog ini. Salah satunya kegiatan pameran lukisan yang kuikuti di mana aku merupakan satu dari beberapa pelukis tamu. Kuakui kemudian bahwa aku menyesal karena kehilangan momen. Dan hari ini aku memutuskan untuk menceritakannya.Mudah-mudahan tidak terlambat dan masih renyah menyapa pikiran.

***
Pada Oktober 2016, aku menjadi salah satu perupa tamu di pameran lukisan Andreas Iswinarto dengan tema "Perayaan Warna" di galeri WALHI di Jakarta. Tema besar pemeran ini menampilkan berbagai lukisan dengan sub tema: Perayaan Kehidupan, Perayaan Solidaritas, Perayaan Keberagaman, Perayaan Tanah Air, Perayaan Ibu Bumi (kendeng). Selain aku, perupa tamu lainnya (dan baru kukenal) adalah Dolorosan Sinaga, Efi Sri Handayani, Michelle R Yudhita, Chairun Nisa, Toni Malakian, Galis Agus Sunardi dan Budi Santoso. Oh ya, dalam pameran ini tidak hanya lukisan yang ditampilkan. Juda ada topeng. 

Pameran ini adalah kedua kali aku menjadi perupa tamu di pameran Andreas Iswinarto, yang mendapat julukan "Master of the Dark Art" oleh the Jakarta Post. Ia sekaligus salah satu guru yang membuatku mempertimbangkan untuk menekuni kemampuanku di bidang ini selain demi menyalurkan hobi, juga sebagai sarana bersuara atas nama keindahan dan kemanusiaan. Aku memamerkan 9 lukisan yang bertema "Di Firdaus Rahasia" dan aku ingin mengajak orang-orang untuk terbang bersama imajinasi mereka saat melihat lukisanku. Dalam pameran ini, lukisan-lukisanku masuk salam sub-tema "Perayaan Kehidupan dan Perayaan Keberagaman."  Aku juga belajar bahwa artwork dapat menjadi senjata dalam melawan ketidakadilan sosial. 


Dalam pameran ini, aku tidak saja bertemu banyak orang untuk belajar banyak hal tentang hubungan antara seni dan kemanusiaan. Aku menikmati bagaimana cara menyatukan berbagai golongan orang. Aku merasa tersanjung saat harus memberikan kata sambutan dan menjelaskan lukisan-lukisanku yang menurut banyak orang cantik dan magis. Aku memamerkan sembilan lukisanku yang kubuat menggunakan teknik baru yang saat mengerjakannya membuatku merasa takjub pada kemampuanku sendiri. Juga saat salah satu puisiku yang berjudul "Kita Cinta" (puisi untuk lukisan berjudul "Bersama Perempuan") dibacakan oleh bang Mike dari grup band Marjinal. Ah, melambung rasanya hatiku, melambung jauh ke langit tinggi karena aku merasa sangat tersanjung dan bahagia.

Ini adalah puisi untuk keseluruhan lukisanku yang berjudul: Di Firdaus Rahasia. Puisi ini adalah inti dari setiap keindahan imajinasi dan perpaduan warna dalam lukisanku. Hm, aku membacakannya sambil malu-malu dan deg-degan. Aku sudah lama sekali tidak tampil di depan orang banyak.

Jika hujan membuat bunga-bunga di hatimu merekah, dan kau masih ingin mendefinisikan mawar sebagai merah, kuning atau seputih kapas
Datanglah padaku, sesaat setelah hujan reda. Kita akan bersaksi atas warna yang lahir dari pekat dan senyum yang terbit dari gelap.
Mungkin, walau sejenak saja, kau akan menghargai bahagia dan memeluknya dalam mimpimu selama-lamanya.

Bonus: Photo bersama mba Nur Hidayati, Direktur Eksekutif WALHI

Depok, 30 Maret 2017

BACA JUGA: 


Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram