Menari Bebas di Depan Cermin

Ayahku bilang, bahwa saat kecil tubuhku sangat lentur. Jika aku berlatih dengan benar aku bisa saja menjadi seorang penari atau atlet senam indah. Ya, aku masih ingat kok saat kecil aku suka sekali meliukkan tubuhku untuk membulat seperti sebuah bola. Terutama ketika aku malas beranjak dari tempat tidur untuk shalat Subuh, karena udara yang sangat dingin. Tapi ya, karena memang aku tak berminat menjadi penari atau atlet senam indah, tubuhku tidak selentur sewaktu kecil. Kini, untuk melakukan senam saja aku merasa malas. 

Beberapa tahun terakhir ini, sepertinya ingatanku memanggil 'mimpi' yang kubangun dimasa lalu, entah kapan. Seperti, mengapa tak menari bebas saja untuk menyenangkan diri sendiri? Dan ya, aku melakukannya, kadang-kadang, didepan cermin di kamarku. Sejak aku mengenai 'diriku yang lain' yang hidup dalam diriku, aku mulai membebaskan diriku untuk kembali membangun mimpiku, dan melakukan hal-hal yang tak kusukai. Diriku yang lain dalam diriku itu adalah sosok perempuan muda dengan rambut ikal sepunggung berwarna cokelat kemerahan yang cantik. Dia selalu memakai gaun selutut yang cantik, dan sesekali memakai topi, saat dia bepergian ke padang bunga. Ah ya, diriku yang lain dalam diriku tentu saja bukan jin atau hantu. Tapi dia adalah sukmaku. Dia hidup dalam imajinasiku untuk memberiku semangat dan mengingatkanku bahwa aku adalah perempuan dengan talenta tertentu yang mampu membuat hidupku lebih bermakna. 

Saat aku mulai menggerakkan anggota tubuhku dan melihat bagaimana aku bergerak dan melompat, di depan cermin di kamarku, rasanya mata batinku melihat diriku yang lain dalam diriku. Diriku yang muda, manis dan bahagia. Aku tidak melihat wajahnya tentu saja, karena hatiku yang kotor mungkin belum mampu menjangkaunya. Ah sungguh lucu ya, diriku yang cangkang ini belum mampu melihat sukmanya sendiri. Tetapi aku tahu, bahwa semakin hari aku semakin bertambah baik. Misalnya, aku bisa meredakan rasa kesal dan marah, dan lebih banyak bersyukur dan memaafkan. 

Hm, rasanya aku ingin menari di udara seperti para perempuan cantik di dongeng-dongeng Cina Klasik. Aku juga ingin menari di padang bunga di suatu tempat entah di mana. Aku ingin menari bebas bersama angin, matahari, awan, udara, dan bunga-bunga liar yang memiliki aroma khas. Aku ingin melompat dan berputar, meliukkan tubuhku dan membelah udara dengan tanganku. Aku ingin menari di sebuah pantai dengan debur ombak berbaur hembusan angin yang segar dan membius, juga kicau burung camar di udara. 

Mungkin aku harus mulai belajar menari sungguhan.

Depok, 7 Maret 2017

Sumber gambar:
https://www.artpeoplegallery.com/when-it-rains/

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram