Aku Adalah Gadis Keras Kepala

Aku lahir pada bulan Mei. Orang-orang yang lahir pada bulan ini adalah mereka yang mendapat anugerah Tuhan berupa karakter manis, baik hati, penyayang, loyal dan tentu saja keras kepala. Semua orang yang mengenalku tahu itu. Aku adalah orang paling keras kepala di keluargaku. Kedua orangtuaku -yang bercerai itu- bahkan tak sanggup menanganiku. Tak seorang pun dapat menghalangiku melakukan apa yang menjadi impianku, karena aku percaya aku bisa. Aku juga yakin bahwa setiap orang harus berusaha sebaik-baiknya untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik. Aku sangat tidak suka sikap pasrah dan menerima takdir Tuhan apa adanya.

"Tidak usah berjilbab. Cukup jadi anak baik saja. Bapak nggak suka sama perempuan yang bongkar pasang jilbab," kata ayahku saat aku memutuskan untuk berhijab saat masuk SMU. Dan aku membuktikan bahwa niatku tidak dapat dipengaruhi oleh kebiasaan buruk di lingkunganku. Aku saat aku ingin melakukan sesuatu, aku akan melakukannya dengan senang hati. Karena aku tak akan melakukan apa yang tak ingin kulakukan. Yah, ini salah satu contoh betapa aku keras kepala dengan keinginanku dan aku berkomitmen. 

Saat aku lulus SMU, lalu kuliah, kondisi ekonomi keluargaku sedang tidak bagus. Ayahku bilang aku bisa menunda kuliah tahun depan agar kami bisa menabung. Tapi aku menolak, sebab aku sudah lulus masuk PMKA dan tidak akan melepaskan tiket yang sudah ada di tangan. Dan ya, aku mendapat beasiswa. Lalu semuanya baik-baik saja sampai aku lulus. Tidak ada kondisi apapun yang dapat membuatku menyerah, kecuali dua hal: aku malas atau aku sedang kehilangan semangat hidup. Aku selalu percaya, aku bisa menjadi 'seseorang' yang aku inginkan. Dan aku setia dengan mimpiku, meski sampai hari ini aku masih harus merangkak untuk sampai ke sana. Dan tak seorangpun perlu tahu apa mimpiku, karena aku ingin memberi kejutan pada semua orang. Pada dunia. 

Karena aku keras kepala, aku tidak punya banyak sahabat. Dalam beberapa hal aku idealis, sehingga aku menjauhkan diriku dari pergaulan atau orang-orang yang akan merusak idealismeku. Kupikir, aku tak perlu banyak teman jika mereka hanya seperti buih di lautan. Aku suka teman yang dapat membantuku tumbuh, yang menerimaku apa adanya, dan tidak meninggalkanku saat aku terjatuh atau melakukan kesalahan. Kepada teman seperti itu, aku pun loyal. Aku mendukung mimpinya, menerima dia apa adanya, tak selangkahpun meninggalkannya saat dia terjatuh atau melakukan kesalahan; dan tentu saja dan aku akan menjaga rahasianya. Oh ya, aku juga orang yang sangat mampu menjaga rahasia. 

Bahkan dalam cinta, aku juga keras kepala. Aku tidak sembarangan memberikan cintaku. Hanya lelaki terpercaya yang kuberikan cinta dan kepercayaanku. Karena aku keras kepala, aku ingin dia yang kucintai menjadi lebih baik tanpa aku perlu mengubahnya. Seseorang hanya perlu berubah menjadi lebih baik karena keinginannya sendiri, karena ia butuh berubah, bukan untuk menyenangkan orang lain. Aku percaya, perubahan alami yang dilandasi niat baik akan langgeng. Meski aku keras kepala dan memiliki ekspektasi tinggi terhadap perubahan sikap seseorang, aku tak akan memaksa siapapun berubah. Anais Nin bilang, kita tidak bisa menyelamatkan manusia, tapi kita bisa mencintai mereka. Aku ingin membantu seseorang berubah dengan mencintainya, dengan membawa namanya dalam doaku kepada Tuhan. Dan aku mencintai secara jujur. Aku tidak pernah berkhianat pada hatiku sendiri. Karena bagiku berkhianat pada hati sendiri adalah bunuh diri

Dan karena aku keras kepala, aku tak bisa dipaksa untuk melakukan apa yang tidak kuinginkan, atau tunduk pada keinginan seseorang yang merugikanku. Aku juga akan membela diri dan martabatku jika seseorang berusaha merusaknya. Aku membela pendapatku jika kupikir aku benar, dan ya aku juga terbuka mengakui kesalahanku jika aku salah. Dan ya, aku juga seorang pemaaf. Meski aku keras kepala, aku tidak pernah mendendam, bahkan kepada beberapa orang yang pernah menghancurkanku sekalipun.

Karena aku keras kepala, aku memberi kesempatan lebih banyak daripada meninggalkan aku bersabar lebih banyak daripada menyerah; dan berusaha lebih keras sebelum menyesal. Tapi, saat aku telah merentangkan sayap dan memutuskan terbang, aku tak akan pernah kembali.  

Depok, 9 Maret 2017
-pagi cerah dan aku berharap hari ini sepenuhnya menyenangkan-

Wijatnika Ika

4 comments:

  1. Dasar gadis keras kepala..

    tapi itu bagus jika idealisme bertemu dengan realitas maka jadilah optimisme

    Salam mbakk
    Dari Nufusss Snya 3 :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai Nufusss, makasih udah mampir. Hahaha iya nih keras kepala sekali. Tapi mudah-mudahan nggak jadi keras hati ya

      Delete
  2. Narasi yang bagus.
    Kalo boleh nebak, hasil tes MBTI nya enfp bukan mbak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih udah mampir mba Loki. Btw, tes MBTI itu tes apa ya?

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram