LOVE, LIES

Assalammualaikum
Semoga kasih sayang Tuhan menyertai kita semua. 

Minggu lalu aku menonton film asal Korea Selatan berjudul "LOVE, LIES" yang sangat menyentuh hatiku. Film ini bersetting tahun 1940an pada masa pendudukan Jepang atas Korea. Berkisah tentang dua gadis muda yang sejak kecil berlatih untuk menjadi Gisaeng atau artis di sebuah padepokan Gisaeng terakhir di Korea (gibang). Keduanya memiliki bakat yang sama bagusnya di bidang nyanyian tradisional Korea. Kedua gadis itu adalah Jung So Yul (Han Hyo Jo) dan Seo Yeon Hee (Chun Woo Hee) yang menjadi kebanggan Gibang mereka terutama dalam situasi perang yang suram. 

Selain cantik dan bersuara indah, kedua gadis itu merupakan penggemar seorang penyanyi pop yang sedang sangat tenar saat itu. Sungguh beruntung, kedua gadis itu dapat bertemu dan belajar musik pop setelah tahu bahwa pacar So Yul, pemuda ganteng bernama Kim Yoon Woo, mengenal penyanyi itu. Yoon Woo adalah seorang komposer dan pencipta lagu. Dengan senang hati, So Yul pun memberi kesempatan pada sahabatnya untuk mengenal dan belajar musik pop dan memberi tahu bahwa pacarnya yang tampan itu ternyata adalah seorang pencipta lagu. Gadis yang murah hati ini selalu mendukung sahabatnya dan memberikan apapun kepada sahabatnya agar mereka berdua sama-sama bahagia. 

Kebaikan dan kemurahan hati So Yul ternyata memakan dirinya sendiri di kemudian hari. Yon Woo jatuh cinta pada suara Yeon Hee. Ia bukan saja membuatkan lagu khusus untuk gadis itu, juga menjanjikan masa depan cemerlang apabila ia menjadi penyanyi musik pop alih-alih lagu tradisional Korea. Konser pertama Yeon Hee menuai sukses dan seantero Korea suka dengan lagunya. Albumnya terjual sebanyak 500 kopi. 

Namun, dibalik kesuksesan Yeon Hee ada So Yul yang merana. Kekasihnya yang berjanji akan menjadikannya 'Joseon Heart' dengan lagu khusus yang dibuat untuk dan dinyanyikan olehnya kini diberikan kepada gadis lain. Bahkan belakangan ia memergoki Yoon Woo selingkuh dengan Yeon Hee. Ia merasa tidak percaya bahwa kekasihnya yang berjanji akan menikahinya dua tahun lagi dan sahabat terbaiknya berselingkuh dan menghancurkan dunianya. 

So Yul merasa dikhianati. Budi baiknya dimanfaatkan dua manusia yang paling dia kasihi di muka bumi. Maka ia memutuskan untuk berubah. Ia mendatangi Komisioner Jepang dan menjadi selirnya. Dengan kekuatan politik, ia akan menjadi Joseon Heart. Ia membuat album Yeon Hee dibredel dari pasaran dan studio musik Yoon Woo bangkrut. Meski album So Yul hanya laris 200 kopi, setidaknya ia kini memiliki kekuatan untuk memberi tahu Yean Hee dan Yoon Woo bahwa ia bukan lagi gadis polos yang dapat dibodohi. Kehancuran Yeon Hee dan Yon Woo membuat Yoon Woo frustasi. Ia ribut dengan tentara Jepang yang membuatnya dipenjara selama 7 tahun. Sedangkan Yeon Hee terlarang menyanyi di seantero Korea. 

Suatu hari, setelah Yeon Hee nyaris diperkosa oleh tentara Jepang, ia mengetahui kebenarannya bahwa semua kehancuran ini disebabkan oleh So Yul yang cemburu dan telah dikhianati olehnya. Tapi Yeon Hee menyangkal bahwa ia telah mengambil cinta dan lagu So Yul. Malam itu, dalam sebuah pertengkaran hebat, Yean Hee mati ditembak tentara Jepang. Tak lama setelah kematian Yeon Hee, Yoon Woo dibebaskan dari penjara. Tetapi karena menghadapi hidup yang berbeda dan tak sanggup melihat So Yul menjadi selir komisioner Jepang untuk membalas dendam padanya, ia pun bunuh diri. 

Saat Korea mendapatkan kemerdekaanya dari pendudukan Jepang, hidup So Yul berubah. Sebagai mantan selir komisioner Jepang dan seorang Gisaeng, ia diburu oleh masyaraat yang membenci Jepang. Tapi ia berhasil menyelamatkan diri hingga terjadi restorasi atas album "Joseon Heart" milik mendiang sahabatnya, Yeon Hee pada tahun 1991. 

KESAN ATAS FILM INI
Bagiku, film ini sangat berkesan. Setiap orang rasanya berperan dengan sangat baik. Tidak ada yang kurang maupun berlebihan. Terutama ketika bagian Yeon Hee dan So Yul satu panggung dan bersama menyanyikan lagu ceria berjudul "Spring Lady". Lagu itu seperti menggambarkan kisah persahabatan mereka yang ceria dan manis, sebelum Yoon Woo masuk kedalam hidup Yeon Hee dan jatuh cinta pada gadis itu.

Aku suka seluruh lagu di film ini. Bahkan aku mendengarkannya lebih dari 100 kali selama seminggu ini. Lagu yang berjudul "Love, Lies" misalnya sangat menyentuh dan dinyanyikan Han Hyo Jo dengan sangat baik, begitu emosianal dan menyentuh hati. Dalam cerita ini, lagu "Love, Lies" diciptakan khusus oleh Yoon Woo untuk So Yul sebagai pengakuan bahwa selama ini dia tidak mencintai So Yul, meski ia mengagumi So Yul sebagai gadis yang sangat cantik dan mengagumkan seperti bunga cheri yang sedang mekar. Lagu ini seakan memberi tahu bahwa cinta bukan sesuatu yang dapat bertahan lama jika tidak dibarengi dengan kesetiaan. Bahwa cinta dapat hilang dan datang kapan saja, tanpa permisi.
 

Dari film ini aku belajar beberapa hal. Pertama, bahwa setiap orang harus berani mengenali potensinya dan berani mengambil langkah berbeda untuk sukses dalam bidang dikuasainya. Terlebih lagi jika ada seorang sahabat yang selalu mendukung proses pencapaian tersebut. Kedua, bahwa setiap orang berhak bahagia dengan potensi yang mereka miliki. Setiap orang sebaiknya melakukan hal-hal yang disukainya dan membuatnya bahagia. Ketiga, pengkhianatan dapat merubah seseorang menjadi jahat, bahkan menimbulkan bencana yang besar. Perubahan seseorang yang disertai dengan kemampuannya mengendalikan seseorang dengan kekuatan politik tertentu dapat menjadi bumerang. Keempat, bahwa cinta dapat berubah. Hanya mereka yang setia dan memiliki kesabaran yang dapat menghargai cinta yang mereka miliki. Bagaimanapun juga, tanpa memegang teguh sifat setia dan merasa cukup, manusia tidak akan pernah puas atas apa yang dia miliki dan pencapaian hidup yang telah ada dalam genggaman tangannya. 


Depok, 28 Februari 2017
Sumber gambar dan bahan bacaan:
http://www.filmku.net/love-lies-korean-movie-2016/
https://www.okedisini.com/forum/teman-korea/chit-chat-chingu/49271-review-film-han-hyo-joo-love-lies-haeuhhwa

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram