Merayakan Cinta untuk Indonesia


Assalammualaikum

Hari Minggu kemarin, beberapa hari setelah perayaan Kemerdekaan, aku jadi relawan di acara menari bersama yang diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Belantara Budaya Indonesia, Kementerian Koordinator PMK, Sari Husada dan FX Mall. Kegiatannya pas banget dengan acara "Hari Bebas kendaraan" atau kerennya Car Free Day. Nah, jadi kegiatannya seru-seruan nari bareng bersama para penari cilik dari YBBI. Aku sih nggak nari, cuma photo-photo dan menikmati keseruan para penari aja hehehe...

Jadi, sejumlah penari ada di garis terdepan dengan kostum khusus sesuai jenis tarian: ada tari dari Betawi, Sumatera Utara, Bali, Sumatera Barat dan Papua. Para penari diikuti oleh peserta mulai dari anak-anak yang imut, gadis remaja yang kece sampai ibu-ibu yang bijaksana. Semua tampak sumringah. Nah, pasukan ini dipimpin oleh seorang penari-pelatih cantik dari panggung kecil. Tapi, sebenarnya sih, lebih banyak orang yang nonton daripada nari karena lokasi nggak terlalu luas dan mungkin orang-orang agak sedikit sulit diatur. Dan aku, bergabung dengan para photographer, sok sibuk memotret (pake HP doang sih hehehe). 




Selagi menyaksikan anak-anak kecil menari dengan gembira, yang tergambar melalui wajah polos dan senyum yang terkembang, aku jadi ingat anak-anak kecil di kampung halamanku. Mereka lagi ngapain ya? Apa mereka masih suka bermain-main di alam bebas sebagaimana yang kulakukan saat kecil dulu, seperti memanjat pohon, mengejar-ngejjar serombongan itik di sawah, berenang di sungai, menangkap ikan-ikan kecil di siring, bikin rumah-rumahan dari dedaunan, bikin mahkota dari daun kopi, mendongeng menggunakan ranting singkong, atau mereka telah terbius gadget dan memasuki dunia baru yang asyik tapi sendiri? 

Semoga, ada pemuda-pemudi baik hati yang mau meluangkan waktu dan pikirannya untuk mendampingi mereka menikmati dunia anak-anak dengan gembira, bebas dan merdeka sebagaimana yang kunikmati dulu...

Menari bersama untuk Indonesia (sumber gambar)
Kakak cantik memimpin penari (sumber gambar)
Para relawan yang berbahagia (Sumber gambar)
Kita tidak mengangkat senjata, untuk bertempur di medan laga,
Kita tidak menang dengan membunuh atau kalah karena terbunuh,
Kita adalah generasi yang melawan dirinya sendiri, saudaranya sendiri,
Kita adalah yang wajib mengisi, memberi dan menggenapi,
Kemana pun kita pergi, ke sini, ke rumah ini kita selalu ingin kembali.

Depok, 23 Agustus 2016

Wijatnika Ika

8 comments:

  1. Pertualangannya makin seru, bersama dengan para penari geulis. Makin gemas saja aku sama mereka yang menyukai berbagai kesenian..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Laode,
      Kemarin diajak teman untuk menjadi relawan dan mudah-mudah kedepan perjalanan dengan para seniman makin mendewasakan saya sebagai manusia...

      Salam,

      Delete
    2. Wahh....mendewasakan. Ia kesenian sebagai seni yang mendewasakan. Kita bisa memahami sekelumit peradaban manusia lewat seni. Kita bangsa yang suka estetika Kak Ika. Bukankah begitu!

      Salam dari Sulawesi Tenggara..

      Delete
    3. Betul, mendewasakan. Bangsa yang kaya, yang indah, yang keren.
      Mudah-mudahan ada kesempatan saya ke Sultra buat jalan-jalan.

      Salam,

      Delete
  2. Acaranya seru banget mbaaaaa.. coba aku tahu ada acara ini, aku bisa ajak anak-anak lihat keramaian ini dan melihat takjubnya para penari..
    www.sistersdyne.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Dine,
      Mungkin untuk acara-acara selanjutnya mba bisa langsung menghubungi Yayasan Belantara Budaya Indonesia..

      Salam,

      Delete
  3. Ika..cenahmah kampung kelahiran kitateh amburadul moralna..kumaha atuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ih kata siapa itu teh? Gosip meren ah. Soal moral mah se dunia juga udah amburadul atuh Ani...

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram