Tiga Goal Ramadhan Tahun Ini


Assalammu'alaikum

Saat tulisan ini dibuat, aku tengah menikmati hujan deras. Dan secangkir kopi tentunya. Hari ini aku belum berpuasa karena haidku belum selesai. Mudah-mudahan besok sudah bisa berpuasa. Karena hujan turun dengan deras (dan bagiku terdengar syahdu mendayu-dayu) aku teringat serial #BendanJuwita yang mangkrak di laptop. Hm, harus kuapain ya serial itu? Dari semua jenis cerita yang kemungkinan besar kutulis, aku masih mempertimbangkan cerita terbaik untuk membawanya ke publik. Mungkin, hujan kali ini akan menjadi energi bagiku untuk membuat fondasi kisah mereka.
 
By the way, setiap Ramadhan biasanya kan ada goal yang ingin diraih. Dulu, kau biasanya bikin daftar panjang goal Ramadhan seperti khatam Al-Qur'an dua kali dll dll dll. Tahun ini aku ingin fokus pada tiga hal saja, diluar keinginan tertinggi menjadi lulusan terbaik Ramadhan, itu urusan Allah deh. Sebab, saat menikmati hujan dengan angin dingin yang menusuk kulit dan menggoda untuk terlelap begini, rasanya sayang jika tidak mengasah otak untuk berfikir dan berimajinasi.

Pertama, menyelesaikan satu naskah cerita. Nah, apa hubungannya ibadah Ramadhan dengan naskah? Ada puluhan naskah setengah jadi di laptopku dan aku selalu terpancing untuk menunda-nunda menyelesaikannya dengan alasan membuat draft naskah baru hingga semua naskah menjadi korban. Sebab ide-ide baru selalu bermunculan di kepalaku seperti putik dandelion yang berterbangan ditiup angin. Fokus. Ya, aku ingin fokus pada satu naskah dulu. 

Kedua, menyelesaikan beberapa lukisan. Nah, apa lagi hubungannya lukisan sama Ramadhan? Hm, ada dong karena aku membuat pameran lukisan online perdanaku tertunda. Alasannya sih klise, koleksi lukisan dalam tema yang akan kupamerkan belum selesai semua. Masih ada yang yang belum sempurna. Masa iya mau memamerkan lukisan setengah jadi. Lukisan-lukisan ini memang harus go public karena memiliki pesan kebaikan. 

Ketiga, fokus ibadah, no boros. Mungkin kita memaklumi bahwa pengeluaran saat Ramadhan jauh lebih besar dibanding hari biasa. Sebagian besar orang fokus pada makanan, dan segala hal untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri. Dan, sudah bertahun-tahun aku berusaha mengerem hal-hal demikian, terutama ketika menyadari bahwa lemariku tidak perlu mendapat penduduk baru. Soal menu sahur dan berbuka nggak berbeda dengan hari-hari biasa, cukup makanan sehat dan bergizi, males repot-repot. Lagipula aku sudah lama tidak bernafsu berburu makanan-minuman ini itu demi memuaskan lidah dan perut. Aku lebih suka memasak sendiri makanan rumahan sederhana.

Tahun ini adalah tahun menyepi, terutama karena aku ini sudah bau tanah. Aku ingin menjernihkan batin dan pikiranku dari hal-hal duniawi lebih khidmat dari tahun-tahun sebelumnya. Aku tidak ingin waktu, uang dan tenagaku tersita untuk hal remeh temeh. Semoga upaya pencapaian tiga goal sederhana Ramadhan tahun ini bisa membantuku menjadi pribadi yang lebih baik, yang namanya disebut-sebut oleh penduduk langit dan menjadi bagian dari kelompok manusia yang Allah cintai.

Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin.

Bandar Lampung, 6 Juni 2016
Sumber gambar: 
http://entertainmentmesh.com/ramadan-kareem-2014-facebook-cover-photos/


 

Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram