Sihir si Hujan Bulan Juni



Pada hujan bulan Juni kesekian, sore ini
Aku melihatmu menemuiku di jendela
Bersama embun yang mengapung, menari
Menepis sepi yang menggigit-gigit
Sebab engkau dan sepi hanya kenangan
Yang tak terwakili kata maupun cerita
Dan demi hujan bulan Juni sore ini
Aku menutup mata demi menyaksikan puisi
Yang paling puitis dari semua yang puitis
Yang berbaris-baris antara langit dan bumi
Yang hanya engkau dan aku yang tahu

Pada hujan bulan Juni kesekian, sore ini
Aku menunggu dibalik jendela
Sampai Juni usai
Dan hujan reda dengan sendirinya 
Dan sihirnya yang dingin meliputi jantungku 

Depok, Juni 2016

Wijatnika Ika

6 comments:

  1. Puisinya keren Kak Ika, inspiratif.....

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sudah mampir Halaidin,

    Ahh, ini cuma kata-kata yang terlintas sewaktu memandang hujan lewat jendela

    Terima kasih sudah merasa terinspirasi

    Salam,

    ReplyDelete
  3. semoga juni tak kembali menyepi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir qhacan, dan memang Juni tak lagi sepi sebab ia telah pergi

      Salam

      Delete
  4. Bagus, Mbak, Puisinya..
    Hingga Juni berakhir dan hujan reda
    Kini pun kau tak hadir
    Membuat pilu menunggumu

    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Eri. Sayangnya Juni sudah berlalu dan saatnya bahagia menyambut lebaran ;)

      Salam,

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram