Toyama, Destinasi Liburan Musim Panas Impianku



Assalammu'alaikum

Dari kecil, karena suka nonton kartun Sailor Moon, Doraemon, Ninja Hatori dan sebagainya sudah terbangun impian untuk bisa menjejakkan kaki di Jepang. Sampai saat ini sebenarnya aku masih sangat suka nonton film atau drama dari negeri sakura tersebut, terutama film atau drama berlatar sejarah dan makanan. Menurutku budaya Jepang unik, terutama soal disiplin, kerjasama dan penghormatan kepada alam. Juga berbagai festival budaya yang nampak menggemaskan dimata orang asing sepertiku. Pernah sih ke Jepang, tapi hanya transit beberapa jam di bandara Narita tahun 2012 lalu. Jadi, keinginan liburan ke Jepang belum luntur. 
 
Mungkin, agar impianku terkabul aku harus menentukan destinasi impianku saat ke Jepang nanti. Siapa tahu ada sponsor baik hati yang mau mengajakku kesana misalnya H.I.S Indonesia. Nah, berhubung musim panas sudah dekat, aku jadi berkeinginan ke Jepang. Dari banyak lokasi wisata berkelas internasional di Jepang yang memikatku, pertama-tama aku ingin liburan ke Toyama prefecture. Setelah melakukan desk research via internet, ternyata ada banyak tempat dan hal menakjubkan di Toyama. 

KUROBE GORGE & KUROBE DAM 
Berdasarkan rekomendasi beberapa artikel, hal pertama yang sebaiknya dilakukan wisatawan saat ke Toyama adalah melakukan perjalanan selama 80 menit dengan kereta yang melintasi Kurobe Railway [1]. Perjalanan membelah pegunungan Hida kabarnya memberikan pemandangan yang memanjakan mata dan menggetarkan hati, seperti aliran sungai yang alami dan liar, permadani alam yang indah, air terjun, juga Kurobe Dam yang terkenal [2]. Keindahan sepanjang perjalanan yang tak bisa dijelaskan kata-kata membuat tempat ini sangat cocok bagi pasangan kekasih untuk liburan penuh romantisme. Buat jomblo boleh juga sih, asal hatinya kuat menahan kesendirian, siapa tahu terinspirasi menulis puisi cinta. 

Pemandangan indah disepanjang perjalanan Kurobe Railway, seperti di negeri dongeng
Wisata ke tempat ini tidak lengkap jika tak menikmati keindahan Kurobe Dam sebagai bendungan tertinggi di Jepang [3]. Bendungan setinggi 186 m yang terletak di Taman Nasional Chubu Sangaku ini merupakan proyek ambisius pemerintah Jepang untuk memenuhi kebutuhan listrik hingga jutaan kilowatt (KW) per tahun. Meski selama proses pembangunannya sejak 1941 memakan cukup banyak korban jiwa dan masih adanya kekhawatiran akan dampak lingkungan, Kurobe Dam tetap menjadi lokasi liburan yang menarik. Selain karena pemandangan yang menggetarkan hati, juga terdapat beberapa atraksi uji nyali seperti trekking di jembatan sepanjang 3 km di sisi lain bendungan, berperahu ditengah bendungan, menjelajah fracture zone menggunakan trolley bus dan wisata sejarah di Kuroyon Memorial Room yang menjadi lokasi syuting film "Kuroyon Story" [4].

THE HISTORIC VILLAGE SHIRAKAWA-GO & GOKAYAMA
Sebuah desa kuno di Jepang menarik perhatianku, yaitu Shirakawa-go dan Gokayama villages yang terletak di dataran tinggi Hida [5]. Hm, boleh dibilang sebagai kampung cagar budaya. Rumah-rumah tradisional itu merupakan rumah para petani Jepang yang dibangun ratusan tahun lalu menggunakan gaya 'Gasho-style' dengan atap sangat tebal yang bertujuan melindungi pemilik rumah dari kedinginan saat musim dingin tiba. Rumah-rumah tersebut dibangun 3-5 lantai dengan fungsi-fungsi tertentu seperti tempat tinggal keluarga, tempat menyimpan cadangan makanan selama musim dingin dan tempat pengembangbiakan ulat sutera saat musim dingin. Maklum, di wilayah ini salju turun dengan lebat dan membungkus kampung layaknya sebuah selimut putih raksasa dan menyatu dengan langit. Karena keunikannya, wilayah tersebut ditetapkan sebagai UNESCO World Heritage Site pada 1995. Dan keindahan yang tiada tara di segala musim, kampung kuno tersebut bahkan dijuluki sebagai Fairy Tale Villages. Atau mungkin mungkin dulu itu negeri para peri?

Shirakawa-go dan Gokayama village yang juga dikenal sebagai Fairy Tale villages karena benar-benar memikat dengan keindahannya di segala musim seakan-akan merupakan negeri para peri.
Secara spesifik Shirakawa-go [6] merupakan kampung kuno seluas 35.655 ha yang dikelilingi pegunungan dengan hutan lebat, dimana 96% areanya merupakan hutan perawan dan hanya 4% saja yang dikelola sebagai perkampungan sekaligus lahan pertanian. Di desa ini hanya ada 114 rumah. Wisatawan bisa menikmati pemandangan desa secara keseluruhan dari Ogimachi Jyoshi (observatorium). Di kampung ini ada dua museum yaitu Outdoor Gassho Folk Museum dimana pengunjung bisa menjajal bagaimana sih hidup sebagai orang Jepang zaman dulu di kampung ini, juga belajar membuat Soba (mie khas Jepang). Juga Myozenji Temple Museum dimana pengunjung bisa melihat benda-benda unik dari zaman dahulu kala yang dilestarikan sebagai benda sejarah bangsa Jepang.  Serta beberapa tempat lain yang menurutku tak boleh dilewatkan, termasuk pusat oleh-oleh lokal.

Gokayama village yang cantik adalah bukti bagaimana orang Jepang menjaga warisan budaya mereka dengan baik sehingga bisa menjadi pelajaran penting bagi generasi Jepang modern dan masyarakat Internasional.
Dibanding Shirakawa-Go, sang kampung tetangga Gokayama village [7] jauh lebih luas dan bisa diakses dari banyak lokasi. Kampung yang dibangun akhir abad 19 dan awal abad 20 ini merupakan kampung penghasil nitrat, bahan utama peledak sehingga mendapat perlindungan khusus dari penguasa. Secara keseluruhan ada 37 rumah bergaya Gassho-style farmhouse. Rata-rata usia rumah disana antara 100-200 tahun, bahkan kabarnya ada satu rumah berusia 400 tahun. Hm, gimana rasanya ya menginap dalam rumah berusia 400 tahun, apakah seperti dilempar mesin waktu ke zaman kuno Jepang? 

TOYAMA BAY
Tempat lain yang ingin kukunjungi jika ke Jepang adalah wilayah Teluk Toyama, yaitu sebuah lokasi yang sangat terkenal di pesisir barat Jepang yang hanya berjarak sejauh 350 km dari Tokyo. Teluk Toyama terkenal bukan saja oleh keindahan alam karena landscape-nya yang unik, juga oleh atraksi misterius cumi-cumi yang menciptakan cahaya biru ajaib sepanjang 14 kilometer di garis Teluk pada malam hari antara Maret-Juni. Selain itu ada banyak hal menarik untuk dinikmati dan dipelajari di lokasi yang disebut-sebut sebagai "The Fish Tank"nya Jepang karena kualitas makanan lautnya yang tiada duanya [8]. Teluk Toyama juga menjadi anggota dari 'Klub Teluk Tercantik di Dunia' [9] oleh UNESCO pada Oktover 2014 [10], dimana terdapat 32 lokasi yang menjadi highlight untuk memanjakan wisatawan, baik berupa lokasi dengan pemandangan menakjubkan, pusat pembelajaran hingga untuk wisata kuliner. 

Toyama Bay sangat tersohor dengan cumi-cumi yang memancarkan cahaya biru pada malam hari. Selain ada banyak lokasi dengan pemandangan spektakuler, juga terkenal dengan menu makanan laut terlezat.
Karena sepertinya akan butuh waktu lumayan lama jika aku mengunjungi semua tempat di Teluk Toyama, jadi rencananya aku ingin mengunjungi beberapa tempat paling penting. Aku ingin mengunjungi Uozu Buried Forest Museum [11] yaitu sebuah museum yang merupakan lokasi terkuburnya hutan cedar alami sejak 1500-2000 tahun yang lalu akibat banjir bandang dan perubahan bentang alam; mengunjungi Uozu Aquarium [12] untuk mempelajari segala hal tentang laut Jepang dan menikmati pemandangan ikan-ikan dari Teluk Toyama dan dari Laut Jepang dalam akuarium yang sangat besar, termasuk penguin; melihat proses transaksi hasil laut seperti kepiting segar dalam Shinminato's mid-day fish auctions [13] yang baru dibawa nelayan dari laut di pasar ikan tak jauh dari stasiun Higashi Shinminato; lalu mengunjungi Amarahashi Coast Quasi-national Park yang merupakan demi menikmati pemandangan menakjubkan pegunungan Tatoyama dari yang sangat cantik, dan tentu saja bermain-main di pantai Amarashi yang termasuk kedalam 100 pantai tercantik di seantero Jepang

Uozu Buried Forest Museum berlatar pegunungan Tateyama yang indah.
KULINER
Tak lengkap liburan ke Jepang tanpa berpuas-puas diri dengan makanan khas negeri matahari terbit itu. Omong-omong aku sangat ingin menikmati kuliner tradisional Jepang seperti yang diremendasikan beberapa film Jepang tentang makanan. Dan saat mencari-cari informasi tentang Shirakawa-go and Gokayama villages, aku jadi makin penasaran dengan makanan tradisional mereka. Seru kali ya kalau punya pengalaman menikmati makanan tradisional Jepang di desa kuno, di sebuah rumah kuno sembari menikmati atmosfer sekitarnya. Hm, apa mungkin rasanya seperti orang Jepang kuno beneran? 

Kabarnya, kalau ke Shirakawa-go tidak lengkap jika tidak menikmati sajian berbahan dasar Hida Beef yang terkenal seantero Jepang bagian tengah; ikan iwana trout yang sudah diasinkan dan dipanggang; tahu dingin Hiya-yakko yang lezat dan tempura dari sayuran organik dan tumbuhan liar seperti daun Yama-udo dari pegunungan; Hoba-miso dengan topping jamur Enoki yang disajikan diatas daun Magnolia; dan berbagai camilan seperti Gohei mochi. Sedangkan di Goyakayama aku ingin sekali menikmati Miso soup dengan jamur nameko liar dan mi shirataki; Oh, aku membayangkan akan menikmati makanan khas Jepang seperti yang dibuat oleh aktris Ai Hashimoto dalam film Little Forest [14] yang menurutku sangat menggemaskan. 

Beberapa jenis makanan yang sangat ingin kunikmati jika ke Shirakawa-go dan Gokayama
Nah, saat mengunjungi Toyama Bay jelas aku ingin menikmati makanan khas wilayah itu yang paling terkenal yaitu makanan laut dari Selat Toyama. Toyama Bay dikenal sebagai "Sea Foods Paradise" karena letaknya yang ideal sebagai pertemuan arus laut dan air sungai dari pegunungan yang dingin dan segar, yang menghasilkan makanan laut terlezat karena kombinasi nutrisi yang baik. Kuliner yang paling terkenal adalah Toyama Sushi, Toyama yellowtail sashimi, Alaskan pink shrimp, Red snow crab, dan semua makanan khas wilayah ini. Toyama sushi terkenal sangat lezat karena dipengaruhi 3 rahasia yaitu Tasty Fish, Tasty Water dan Tasty Rice, dimana ketiganya didukung oleh kondisi laut, air dan padi yang sehat dan berkualitas.

Toyama Sushi sangat terkenal kelezatannya karena berbahan ikan segar dari Teluk Toyama
Mungkin, kalau liburan ke Toyama harus aji mumpung menikmati aneka makanan laut segar di Toyama Bay (kalau bisa sih semua jenis, biar puas) dan memastikan bahwa tidak ada makanan khas yang terlewatkan. Selain sehat dan bermanfaat bagi tubuh, pastinya bikin bahagia mata, lidah dan perut. Dan, harus bawa pulang oleh-oleh khas Toyama ke tanah air. 

ITINERARY
Karena aku belum pernah ke Jepang dan merasa akan kesulitan jika jalan-jalan sendirian, apalagi nggak ngerti bahasa Jepang, sepertinya aku akan mengkonsultasikan soal itinerary (rencana perjalanan) dengan H.I.S Indonesia. Sebagai perusahaan Tour and Travel terpercaya, HIS memiliki banyak kelebihan dan aku bisa mempercayakan perjalananku pada mereka, trutama saat ini ada HANavi yaitu program kolaborasi antara ANA (All Nippon Airways) dan HIS untuk memudahkan wisatawan asing liburan ke Jepang. Terlebih lagi HIS memiliki keunggulan lain dalam melayani individual tour dan perjalanan ke Jepang [15]. Jadi segala urusan mulai dari tiket pesawat, hotel, pilihan lokasi wisata, visa dan transportasi selama tour bisa dikonsultasikan. Dan pastinya harus menyesuaikan dengan budget yang disiapkan. Apalagi mereka memiliki paket khusus liburan ke Toyama [16] lengkap dengan informasi lokasi wisata terbaik dan kuliner yang dijamin akan memanjakan lidah yang memang menjadi tujuanku jika ke Jepang.


Untuk liburan dengan paket individual tour ini kupikir nggak akan terlalu mahal, apalagi lokasi-lokasi yang kupilih saling berdekatan satu sama lain dapat dengan mudah diakses transportasi umum seperti kereta api dan bus. Selain itu, keliling Toyama menggunakan rental car rekomendasi HIS akan menyenangkan, terutama jika melakukan perjalanan dengan sesama wisatawan asing dan dipandu orang Jepang asli yang paham lokasi-lokasi terbaik untuk makan dan membeli oleh-oleh. Sempurna, bukan?

SUMMER TRIP GRATIS KE JEPANG
Siapa sih yang nggak mau liburan gratis? Nyaris semua orang akan mengatakan bahwa saat ini mereka menginginkan liburan gratis, apalagi ke negeri dengan budaya seelok Jepang. Nah, kalau memang mau liburan gratis untuk menikmati Jepang saat musim panas tahun ini, bisa banget. Cukup dengan membuat tulisan mengenai beberapa tempat yang ingin dikunjungi di salah satu prefecture di Jepang, plus mau ngapain aja disana, misal mau melihat festival apa dan mau makan makanan khas apa saja. Pememang lomba ini akan berangkat ke Jepang dengan sponsor HIS Tour and Travel dan Kawai Beauty Japan. Silakan klik banner dibawah ini untuk informasi lebih lanjut dan menangkan kesempatan liburan gratis ke Jepang

Ikuti Present Campaign HIS Summer Trip Blogging Competition

Depok, 26 Mei 2016
Bahan Bacaan:
http://green-landscape.com/fairy-tale-villages-in-japan/ 
http://www.technocrazed.com/hd-japan-wallpapers-background-free-download
http://www.toyamawan-sushi.jp/english/ 
http://foreign.info-toyama.com/en/about/index.html
http://blog.cheapflightnow.com/travel/japans-31-most-beautiful-places-part-2.html
https://universotokyo.com/2015/12/04/my-day-in-shirakawago-gifutoyama-prefectures-%E3%80%8C%E7%99%BD%E5%B7%9D%E6%9D%91%E3%81%B8%E3%81%AE%E6%97%85-%E5%B2%90%E9%98%9C%E7%9C%8C%E5%AF%8C%E5%B1%B1%E7%9C%8C%E3%80%8D/comment-page-1/#comment-11743
https://trinitraveller.wordpress.com/2011/10/14/10-must-do-things-in-toyama-japan/

Wijatnika Ika

26 comments:

  1. Maaak, pengen kesana juga. Pengen ketemu Totoro :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Arinta.

      Hayuk kesana bareng kalau jadi pemenang lomba menulis ini.

      Salam.

      Delete
    2. Totoro masaih ada kah acaranya?

      Delete
    3. Wah saya nggak tahu kalau itu mba Farida.

      Ayo membangun mimpi ke negerinya Totoro aja

      Salam.

      Delete
  2. aku bahas okinawa hehhehe good luck mbak ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Maya dan good luck juga buat mba Maya.

      Salam

      Delete
  3. Keren ,waktu masih kerja saya sempat ikut test training ke Jepang sayangnya belum takdir bisa ke sana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ria. Iya nih saya juga penasaran kapan bisa ke Jepang gratis hehehe

      Salam.

      Delete
  4. salah baca ini pagi2. salah soalnya belum sarapan.
    trus lihat sushi.


    trus pengen sushi.

    yang asli jepang.
    aku kudu piye >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Nengkiber. Iya nggak berani makan sushi disini. Ayo cari cara ke Jepang gratisan

      Salam

      Delete
  5. waaaa... aq jg mau ksanaaaa aaahhh , good luck ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Desi,

      Yuk kesana, tapi cari sponsor dulu hehehe

      Salam,

      Delete
  6. Duuh mau banget ke jepang...hanya dengan nulis. Good luck. Aku pingin ikutan jg tp blom mulai nulis sama sekali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ophi,

      Iya nih semoga Rezeki hehehe

      Salam.

      Delete
  7. Huaaa aku jugak mau k jepun, katanya biaya idup disana mahal ya?
    goodluck ya mak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Mustika. Kabarnya sih iya makanya ke Jepang cari yang gratisan hehehe..

      Salam.

      Delete
  8. Kayaknya banyak yg penegn kesana, ayo kita berangkat bersama,, hehee,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudha mampir dan punya mimpi ke jepang bareng-bareng mba Bayinah

      Salam.

      Delete
  9. wah semoga menang ya mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir dana tas doanya Mba Ninda.

      Salam,

      Delete
  10. Mau mau mau .... :'( tp percuma aja sy ngetrip, bukan adventurer.. Senengnya diam di kamar aja.. Tp klo lihat tmpatnya indah2 ky gitu, jd ingin ke sana walopun cuma utk tiduran di atas salju :'( *bbrrrr*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rahma,

      Saya juga orang rumahan sebenarnya, tapi sesekali bolehlah jalan-jalan apalagi gratis hehehe

      Salam,

      Delete
  11. Huwaaaa.... aku juga jadi pengen. Btw, dulu pas akhir kuliah, pengen bgt lanjut S2 di Jepang, dan udah ambil kelas bahasa jepang. Hi..hi... tapi gagal karena ga tega ninggalin ibuk. Sukses ngontesnya Mak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Widya

      Kalau saya memang selalu punya impian ke Jepang, tapi bukan untuk sekolah. Pengennya jalan-jalan demi memuaskan rasa penasaran saya akibat suka nonton film kolosla tentang Jepang dan film tentang makanan khas Jepang. Jadi ke Jepang cuma buat wisata kuliner hehehe

      Salam,

      Delete
  12. Meski sudah pernah ke Osaka. Masih menyimpan asa pengen ke sana, lagi.
    Jatuh cinta sama gaya hidup, disiplin dan kultur apalagi tempat-tempat wisatanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rosanna,

      Wah jadi pengen ke Osaka juga kalau begitu, tapi pinginnya gratisan

      Salam

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram