Minggu Pagi di Kampus Universitas Indonesia


Assalammu'alaikum,

Tidak seperti Minggu-Minggu sebelumnya, pagi ini aku otakku berbaik hati menuntunku keluar kosan untuk jalan-jalan pagi di kampus UI. Setiap hari Minggu biasanya masyarakat sekitar berolahraga bersama di seputaran kampus. Sebagian lainnya bekerja (rajin banget Minggu pagi udah pada kerja di kampus, entah pada ngerjain apa). Karena isi perut sedang nggak nyaman dalam masa-masa menjelang haid, jadi aku hanya jalan saja. Nggak lari sama sekali. Lumayanlah sepertinya dapat lebih dari 10.000 langkah. 

Entah aku yang kurang gaul atau memang hari ini memang suasananya beda, banyak sekali orang yang berolahraga. Sebagaimana biasanya, tempat favorit ada di bundaran dekat gedung rektorat dan GSG. Orang-orang berlari bersama mengelilingi bundaran yang merupakan taman bunga. Mulai dari anak-anak, remaja, ibu hamil sampai pasangan berusia 50an. Sementara di sekitarnya ada yang bermain bulutangkis, senam, bersepeda dan lain-lain. 

Tak lupa, setelah puas berolahraga, sebagaimana dilakukan banyak orang, aku memotret hal-hal menarik di sekitarnya. Aku memotret suasana di sekitar bundaran rektorat, area danau Kenanga, bunga di Fakultas Hukum dan tempat lainnya. Tapi sayangnya hasil photoku tidak terlalu bagus. Entah karena pagi penuh kabut atau karena yang lain. Tapi lumayan lah buat kenang-kenangan hari ini. Berikut hasilnya.



Sebagian orang memilih untuk duduk-duduk di pinggir danau, baik di dekat GSG maupun perpustakaan. Mereka negobrol, memotret dengan ponsel atau sekedar memandang ke kejauhan, ke bagian terjauh di seberang danau. Tak ada pemandangan eksotis sebenarnya karena sepanjang tahun pemandangannya sama alias tidak berubah, apalagi kalau lama tak hujan air danau cukup bau karena lumpur yang mengendap dan tidak tercuci air hujan. Tak ada apa-apa di danau selain permukaannya yang beriak-riak gembira oleh ikan dan udang kecil yang melompat-lompat mencari udara. Danau yang tenang, menghanyutkan dan misterius. Sama misteriusnya dengan kasus pembunuhan yang pernah terjadi yang belum terungkap hingga saat ini, saat pada suatu hari seorang mahasiswa berwajah tampan ditemukan tewas karena sebuah pembunuhan berencana.




Aktivitas minggu pagi bukan hanya menyenangkan dan menyehatkan, juga memberi dampak ekonomis kepada sebagian orang. Ada beberapa penjual air mineral dan pecel yang ikut nongkrong di area bundaran. Mereka menjual 10-20 botol air mineral dan beberapa porsi pecel untuk menarik minat para olahrgawan menikmati sarapan pagi. 

Aku sempat ngobrol dengan seorang ibu yang membantu anak lelakinya menjual air mineral saat aku memilih membeli sebotol air darinya. Ia berasal dari Sumatera Utara. Suaminya sudah meninggal dan baru beberapa tahun ini ia tinggal di Depok bersama keluarga anaknya yang berprofesi sebagai tukang tambal ban. Ia tidak mau tinggal sendirian dihari tuanya dan memilih menyewakan sawah dan rumahnya kepada orang lain. Sehari-hari ia berprofesi sebagai pemulung botol bekas di sekitaran kampus UI. Meski anaknya memarahinya karena perbuatan itu dianggap memalukan, ia tak peduli. Ia bosan tinggal di rumah tanpa melakukan apa-apa. Aku tahu, gurat-gurat usia di wajahnya menunjukkan bahwa ia perempuan pekerja keras dimasa mudanya. Setelah menghabiskan minumanku, aku berterima kasih padanya karena telah bercerita tentang kisah hidupnya padaku. Akupun berpamitan untuk berkeliling kampus UI. Hm, sayang aku lupa berphoto dengan si ibu. 

Nah, setelah puas berolahraga dan menikmati suasana sekitar, aku berjalan pulang untuk sarapan dan mandi. Berkeliling di kampus ini seperti bernostalgia masa-masa kuliah beberapa tahun lalu. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan hidup sampai hari ini.

Depok, 1 Mei 2016
BACA JUGA: 



Wijatnika Ika

No comments:

Post a Comment

PART OF

# # # # #

Instagram