Merindukan Oki Setiana Dewi yang Dulu


Assalammu'alaikum,

Oki Setiana Dewi (OSD) dikenal publik setelah dengan sempurna memerankan tokoh Anna Althafunnisa dalam film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) tahun 2009. Film itu tidak saja membuat para muslimah yang selama ini anti bioskop berbondong-bondong menjadi penonton. Geliat film Islami tanah air pun bangkit. Penggemarnya bahkan tak mampu membedakan Anna yang fiksi dengan OSD yang nyata. Anna adalah OSD, muslimah muda, berprestasi, santun dan energik yang menjadi panutan dan idaman muslimah tanah air. Kehadiran OSD dengan gaya busananya yang Islami, anggun dan sederhana menjadi oase ditengah dunia hiburan tanah air yang gemerlap, hedon dan seksi. Kaum muslimah tanah air memiliki harapan tinggi dengan kehadiran OSD di industri hiburan. OSD ibarat bidadari surga yang datang untuk menjadi cahaya ditengah kegelapan. 

Karir OSD makin melejit. Pasca kesuksesan KCB, Ia menjadi pemeran utama sinetron Ketika Cinta Bertasbih dengan episode yang panjang, juga beberapa sinetron lain yang mengusung tema Islami. OSD juga menjadi bintang iklan, duta sebuah produk hijab, dan pengisi acara di beberapa talk show. Selain itu OSD juga sering mengisi berbagai kegiatan baik sebagai pembicara maupun penceramah dalam kegiatan off line. Publik pun mendapuknya sebagai Ustadzah. 

Kesuksesan karir OSD di dunia hiburan berdampak sangat baik pada karirnya yang lain, yaitu sebagai desainer dan pengusaha busana muslimah. Gaya berpakaiannya yang dinilai menjadi standar 'sholeha' bagi para muslimah tanah air, menjadikan label OSD Online laris manis. Pada awal 2016, talenta OSD di bidang desain membuat publik berdecak kagum saat ia menampilkan beberapa karya pertamanya untuk OSD Bridal. Aku dan seorang teman bahkan sempat mendatangi booth OSD Bridal di Indonesia Fashion Week pada awal Maret silam, dan juga merasa kagum dengan talentanya. 

OSD bukan muslimah berhijab lebar pertama yang menjajal catwalk tanah air dengan karya-karyanya yang dilabeli 'syar'i', sebelumnya sudah ada desainer Irna Mutiara dan Fitri Aulia. Tetapi, sosok OSD yang berangkat dari dunia keartisan dipandang berbeda. Ia adalah sosok multitalenta yang menjadi panutan banyak orang, khususnya kaum muslimah. Mungkin, semacam dewi  sempurna yang selama ini hilang dari masyarakat Islam tanah air. Secara pribadi, aku yakin bahwa OSD memiliki peran penting dalam perubahan beberapa sosok artis perempuan tanah air yang memutuskan untuk berhijab.  

OSD YANG DULU DAN SEKARANG
Tetapi, OSD yang dulu beda dengan yang sekarang. Dulu, kehadiran OSD disambut dengan gembira karena dianggap mewakili sosok ideal muslimah yang mampu menjadi agen dakwah di dunia hiburan. Mulai dari gaya busana, cara bicara, pilihan pergaulan, prinsip hidup, hingga impian-impiannya. Namun, OSD berubah.

Publik pertama kali melihat perubahan OSD saat menyaksikan pesta pernikahannya yang digelar cukup megah. Terutama ketika itu OSD dan Ory, suaminya mengenakan gaun pengantin mahal karya perancang Irna Mutiara dengan label Irna La Perle dan Asri Welas. Ditambah lagi dengan penampilan OSD dengan busana dari label miliknya yang oleh sebagian orang dianggap berlebihan dan cenderung mewah ketika ia mengisi berbagai talk show di televisi. Khususnya ketika OSD sudah dilabeli gelar ustadzah (apakah OSD merasa senang digelari ustadzah?). Pun ketika ia meramaikan akun media sosialnya dengan mulai memamerkan kecantikannya, memamerkan barang dari label tertentu (endorse) dan kebiasaannya membawa kedua adiknya dalam sebuah acara talk show (publik tidak menyukai penyertaan keluarga dalam acara-acara di televisi sebagaimana telah dilakukan banyak artis. Publik akan 'ngehek' untuk hal ini). OSD juga tidak membangun interaksi yang baik di dunia maya, terutama instagram. Ia berkomunikasi satu arah, tidak merespon direct messege dan membiarkan kolom komentarnya sebagai ladang perdebatan. 

Kemunculan OSD Bridal juga memicu perbedaan pendapat. Sebagian berpandangan positif karena talenta OSD di kancah fesyen tanah air. Sementara sebagian yang lain menganggap bahwa OSD ambisius dan sebagai ustadzah tidak pas sebab mendidik umat untuk hidup mewah dan berlebihan. OSD Bridal adalah produk yang mahal, yang hanya bisa dijangkau kelas menengah ke atas, yang berkebalikan dengan pesan-pesan dalam ceramah OSD untuk hidup sederhana. Selain itu, gaya "soleha" ala OSD nggak mungkin ditiru sebagian muslimah Indonesia yang merupakan kelas menengah ke bawah, yang penghasilannya jauh dibawah OSD, yang untuk makan sehari-hari saja sudah sangat hemat. Publik menilai bahwa OSD berubah terlalu banyak.

Entah benci atau memiliki tujuan lain, seorang netizen kemudian membuat petisi di situs www.change.org yang intinya meminta acara yang dipandu OSD dihentikan. Ia menganggap OSD tak pantas menyandang gelar Ustadzah dan menuntutnya untuk memberikan bukti bahwa benar ia telah menyelesaikan pendidikan sebagai calon ustadzah di sebuah universitas di Mekkah. Juga beberapa hal lain yang dianggap tidak berkenan bagi sebagian orang. Beberapa hari yang lalu petisinya sudah ditandatangani 3000 orang (masalah serius ini), tapi sekarang petisinya sudah dicabut. Lagipula pembuat petisi itu enggak jelas identitasnya dan publik menilai isinya sarat kebencian. Sementara publik menunggu respon OSD, kehebohan berlanjut ke akun instagram OSD, dimana perdebatan haters dan lovers berlangsung sengit layaknya medan perang. 

SEBUAH KRITIK SOSIAL
Masyarakat Indonesia tumbuh dalam gap sosial yang semakin tahun semakin mencemaskan. Pada 2030 diperkirakan jumlah kelas menengah Indonesia naik menjadi 241 juta jiwa dari jumlah sebelumnya yaitu 130 juta jiwa pada 2011. Menurut Asian Development Bank (ADB) kelas menengah atau consumer class adalah mereka yang mampu membelanjakan uangnya lebih dari USD2-4 per hari atau sekitar Rp. 26.000-52.000 (Kurs 1 USD=Rp. 13.000). Mereka mampu membelanjakan uangnya untuk barang-barang bermerek dan menjalani gaya hidup berbeda dari masyarakat kebanyakan. Pertumbuhan kelas menengah berpengaruh pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga yang berarti menaikkan Gross Domestik Bruto (GDP), dan mereka menjadi incaran pemasaran produk-produk bank, investasi modal dan properti. Beberapa pandangan menarik tentang pertumbuhan kelas menengah di Indonesia bisa dibaca DISINI, DISINI, DISINI, DISINI dan DISINI.

Proyeksi kenaikan kelas menengah Indonesia dari 2012-2020 menurut Boston Counseling Group, dengan keterangan sebagai berikut: 

  • Elite pengeluaran bulanan lebih besar dari Rp 7.500.000
  • Affluent pengeluaran bulanan antara Rp 5.000.000 sampai dengan Rp 7.500.000
  • Upper middle pengeluaran bulanan antara Rp 3.000.000 sampai dengan Rp 5.000.000
  • Middle pengeluaran bulanan antara Rp 2.000.000 sampai dengan Rp 3.000.000
  • Emerging Middlepengeluaran bulanan antara Rp 1.500.000 sampai dengan Rp 2.000.000
  • Aspirant middle pengeluaran bulanan antara Rp 1.000.000 sampai dengan Rp 1.500.000
  • Poor middle pengeluaran bulanan lebih kecil dari Rp 1.000.000


Dan berapa jumlah penduduk miskin? Berdasarkan data BPS hingga Maret 2015 jumlah penduduk miskin se-Indonesia adalah 28,59 juta jiwa (11,22%). Jumlah kelas menengah memang lebih besar dibanding kelas bawah alias miskin, tapi kesenjangan pendapatan sangat tinggi sehingga berpengaruh pada daya beli yang rendah (cek datanya DISINI). Bahkan pak Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa kesenjangan kaya-miskin di Indonesia sudah lampu kuning alias bahaya (menuju kolaps). Sederhananya gini, di Indonesia ini 10% orang terkaya (Elite atau konglomerat) menguasa 77% sumber kekayaan, dan 1 orang terkaya se-Indonesia menguasai 50,3% sumber kekayaan. Jadi kita-kita yang nggak kaya, yang 247,5 juta jiwa berebut sisanya. Ketimpangan diperparah dengan jumlah kelas menengah yang jika dihitung-hitung mereka masuk kedalam kelompok 18% orang terkaya di tanah ini (datanya DISINI).  

Apa hubungannya kisruh OSD dan kelas menengah atau kelas miskin Indonesia? Diakui atau tidak OSD adalah bagian dari kelompok kelas menengah Indonesia. Kelas menengah Indonesia, khususnya kaum muslim bukan saja semakin memperhatikan masalah pemerintahan yang bersih, perbaikan infrastruktur serta layanan kesehatan dan pendidikan yang merata. Tapi juga menyukai praktek kesalehan-kesalehan individual yang tanpa ragu dipamerkan di akun media sosial. Satu tindakan yang cenderung saleh, tapi konsumtif dan narsis. 


Tindakan konsumtif dan narsis bertebaran, sangat mudah ditemui dan banyak dilakukan oleh selebriti muslim tanah air termasuk OSD. Sejujurnya, aku mulai nggak sreg ketika OSD membintangi produk kecantikan Fair & Lovely bersama artis Shireen Sungkar dimana produk ini diketahui mengkampanyekan "kulit putih" sebagai standar cantik. Padahal di beberapa negara seperti India produk ini mendapat tentangan karena dianggap rasis. Lebih jauh lagi, bertambahnya jumlah jilbaber di kalangan artis menambah pula iklan "Islami" berbagai produk yang sebelumnya hanya memiliki iklan standar untuk publik mulai dari produk shampo (Sariayu Hijab dari Marta Thilaar dan Sunsilk dari Unilever), susu (Hilo), lotion (Citra dari Unilever, DISINI dan DISINI). Muslimah berhijab adalah pasar empuk bagi berbagai produk, khususnya produk kecantikan. Ternyata 'halal' aja nggak cukup. Umat Islam butuh dipikat hatinya dengan produk-produk yang dikampanyekan para hijaber. Seakan-akan kalau model iklan suatu produk itu berhijab, maka produknya dijamin halal, aman dan sehat.

Masalah ini mungkin sepele bagi sebagian orang, atau lebih tepatnya bisa disebut 'itu kan hidupnya dia, urusan dia lah mau ngapain juga' tapi tidak bagiku. Soal kesenjangan kelas menengah dan kelas bawah adalah urusan serius. Urusan kebangsaan dan juga agama. Ketika kaum Muslim sedang merayakan euforia kebangkitan mereka sebagai kelas menengah dan memenuhi media sosial dengan potret gaya hidup mereka, sebagian besar saudara mereka hidup merana. Saat sebagian kita mungkin mampu menggunakan selembar hijab senilai Rp. 200.000, ada jutaan orang yang harus banting tulang terbakar sinar matahari untuk mendapatkan uang Rp. 20.000-50.000 agar dapat menikmati sesuap nasi. 

Menjadi muslimah bergaun elegan dan syar'i seperti yang ditampilkan hijaber panutan yang sering wara-wiri di layar kaca itu butuh modal besar. Bisa di cek kok harga produk dari brand-brand hijab yang sekarang menjamur. Sebagian besar produk mereka hanya bisa dibeli kalangan menengah ke atas (maklum aku kan rajin survey harga). Termasuk brand OSD Online dan OSD Bridal milik Oki Setiana Dewi yang seakan-akan OSD mengkampanyekan hidup mewah dan konsumtif. Meskipun sebenarnya masalah ini bukan penyebab utama kisruh soal OSD, karena toh banyak kok muslimah lain yang jauh lebih glamor dari OSD. Mungkin, kali ini OSD sedang kena batu sandungan aja karena statusnya sebagai motivator berlabel ustadzah, jadi dianggap nggak pas jualan karya yang mewah dan mahal, sementara yang lain murni selebriti dan desainer. 

PETISI
Aku baru ngeh bahwa ada petisi mengenai OSD kemarin saat berselancar di internet, dan petisinya sudah hilang. Sore tadi, dari sumber terpercaya aku mendapat informasi bahwa ada petisi baru untuk OSD. Pas kubaca, ya ampun, isinya sangat tendensius dan penuh kebencian. Malangnya petisi itu sudah ditandatangani oleh lebih adri 1.500 orang, dan jumlah penandatangan terus bertambah. Petisi yang dibuat oleh akun Komunitas Peduli Muslimah dan berkedudukan di Inggris itu Meminta MUI, Kementerian Agama dan Universitas Ummul Quro, Mekah untuk bertindak atas OSD. Satu tanda tanyaku atas petisi ini. Pertama:  mengapa si pembuat petisi tidak meminta MUI untuk secara resmi mengundang OSD, dengan menghadirkan Kementerian Agama dan pihak dari Universitas Ummul Quro untuk melakukan klarifikasi secara tertutup di kantor MUI atau dimana gitu sehingga hasilnya bisa dipublikasikan melalui konferensi pers? Kedua: siapa Komunitas Peduli Muslimah yang membuat petisi tersebut dan mengapa berkedudukan di Inggris, bukan di Indonesia? Seharusnya identitas pembuat petisi jelas, karena jika petisi mencapai target harus ada subjek (seseorang atau lembaga) yang menyerahkan petisi tersebut kepada lembaga penerima petisi. Ketiga: mengapa pihak change.org menerbitkan petisi berisi kebencian dan SARA? 

 
SARAN UNTUK OSD? 
Da aku mah apa atuh kasih saran buat OSD, secara ngaji aja masih belang betong hehehe. Tapi sebagai salah satu penggemar OSD apa boleh buat aku mau kasih sedikit masukan. Pertama, begini, sejujurnya aku suka OSD yang dulu, sosok yang sederhana, anggun dan mengagumkan. Penampilan OSD akhir-akhir ini memang cenderung berlebihan dan nggak cocok dengan perannya sebagai motivator. Kedua, soal OSD Bridal keren, tapi please bikin versi kelas menengah ke bawah ya secara pasarnya banyak loh (dengarkanlah curahan dan keluhan para penggemar yang berperang di IGmu). Buat blog khusus juga untuk OSD bridal supaya nggak ada perang di IG.  

Ketiga, agar publik mendapatkan informasi dari tangan pertama terkait kehidupan, karya dan opini pribadi sebaiknya OSD menulis lagi untuk blognya (blog www.okisetianadewi.co.id udah lama nggak bisa diakses karena domainnya sudah kadaluarsa). Keempat, sebaiknya OSD bangun komunikasi yang baik dengan para penggemar, jangan komunikasi sepihak. Bagaimanapun penggemar yang dianggurin bisa berubah jadi pasukan haters. Kasus ini jadi bukti kalau dunia maya itu kejam, lebih kejam dari ibu tiri dan ibu kota. Kelima, OSD jangan endorse produk karena akan semakin memperparah sentimen publik. Dalam beberapa hal endorse produk sama dengan pembohongan publik. Keenam, berprasangka baik aja dengan saran dan masukan dari publik, kami sayang OSD kok. OSD itu ibarat mutiara di tengah industri hiburan tanah air. 


Sekian tulisanku tentang OSD yang berangkat dari kisruh petisi yang udah hilang itu. Tulisan ini murni dibuat setelah mataku merasa lelah melihat perang di IG OSD dan berbagai pemberitaan yang rata-rata isinya hasil copy paste. Tulisan ini adalah opini pribadiku sebagai salah satu penggemar OSD sejak kemunculannya tahun 2009 lalu. Harapanku, semoga kasus ini menjadi pembelajaran buat kita semua agar tidak mudah saling menyalahkan dan menfitnah seseorang di muka publik. Juga agar publik figur seperti OSD bisa membangun komunikasi dengan para penggemarnya dengan baik agar mereka tak berprasangka buruk dan merasa dianggurin. Bagaimanapun, kesuksesan seorang publik figur nggak bisa dilepaskan dari peran publik khususnya para penggemar. Percaya deh, everyone loves your smile...

Depok, 7 Mei 2016

Bahan bacaan:
http://media.zoya.co.id/inspirasi/ketika-oki-setiana-dewi-jatuh-cinta
http://www.biografiku.com/2015/07/biografi-oki-setiana-dewi-artis.html
http://www.kebudayaanindonesia.com/2016/03/osd-bridal-karya-ustadzah-cantik-oki.html 
http://www.suara.com/entertainment/2016/04/27/081505/petisi-setop-tayangankan-oki-setiana-dewi-raih-1000-dukungan
http://www.kompasiana.com/www.munir.blog/ada-apa-dengan-petisi-menolak-ceramah-oki-setiana-dewi_572551c6b27e611a05031e3e
http://bps.go.id/brs/view/1158/ 
http://www.tnp2k.go.id/id/kebijakan-percepatan/perkembangan-tingkat-kemiskinan/
https://bisnis.tempo.co/read/news/2016/02/13/087744637/wapres-kesenjangan-sosial-di-indonesia-sudah-lampu-kuning
http://print.kompas.com/baca/2015/12/16/Sumber-dan-Solusi-Ketimpangan-Sosial
http://www.tarbiyah.net/2016/05/4-kejanggalan-petisi-menolak-ceramah.html
http://www.jpnn.com/read/2015/04/24/300027/Jumlah-Kelas-Menengah-di-Indonesia-Melesat,-Ini-Datanya
http://www.bppk.kemenkeu.go.id/publikasi/artikel/167-artikel-pajak/21014-penghasilan-kelas-menengah-naik-potensi-pajak
https://m.tempo.co/read/news/2016/03/10/078752298/kelas-menengah-indonesia-semakin-berpengaruh
http://m.tempo.co/read/news/2014/01/03/219541816/Asri-Welas-Rancang-Baju-Pengantin-Oki-Setiana-Dewi
http://lifestyle.okezone.com/read/2013/12/26/29/917758/irna-mutiara-rancang-tiga-baju-pernikahan-oki-setiana-dewi 
http://www.marketing.co.id/demand-hijab-care-naik-400-perang-iklan-tv/
http://timesofindia.indiatimes.com/nri/citizen-journalists/citizen-journalists-reports/aditi-jain/Racism-in-the-21st-century-India-The-obsession-with-fair-skin/articleshow/28508975.cms 
http://www.weddingku.com/blog/gaun-pengantin-muslim-pastel-osd-bridal

BACA JUGA



Wijatnika Ika

221 comments:

  1. Replies
    1. Makasih Puj P.
      Habisnya saya sakit mata baca berita di media, plus OSD yang diam seriu bahasa. Ya sudah nulis aja, semoga OSD senang, pembaca senang, semua senang hehehe...

      Salam.

      Delete
  2. Replies
    1. Makasih Tia Putri.
      Tapi Btw, itu yang bikin petisi bener-bener benci OSD kali ya? Bahasanya kejam gitu. Mereka bikin petisi baru. Ngeri.

      Salam,

      Delete
    2. Yes setuju kalau yg bikin petisi isinya sepertinya lebih banyak hatersnya. Ditulis dg mengandalkan emosi dan takutnya kalau dibaca oleh org yg gak berkepala dingin jd ikutan membully. Pdhl ada banyak cara mengkritik secara santun, seperti tulisan mba ika ini. Bahasanya jg bukan yg nyinyir2 gimana gtu, benar2 spt tulisan ilmiah. Salut mba, keep posting!

      Delete
    3. Eh ketinggalan, mau bilang sy jg lbh suka osd yg dlu meski gak ngefans (sy hampir gak pernah ngefans artis tertentu). Cerita osd ini bs jd reminder buat qta bahwa mjd org baik pun ada yg gak suka, tapi bukan berarti bikin qt bosan mjd org baik. Gitu kali ya..

      Delete
  3. Saya pernah liat IG osd hatersnya dibales mba bhkn mu dikirimn buku sama osd hehehe tp mmg saya lbh suka osd yg dlu :) sepakat dg yg mba sampaikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Btw mba Herva itu dibalesnya pake akun yang mana coz haters bikin akun mengatasnamakan OSD loh, Mereka menggunakan email dan no ponsel suaminya OSD.

      Ngeri ya. Kenapa mereka nggak minta MUI ngundang OSD langsung jadi diomongin sama MUI. Bikin petisi gila begitu kan kelihatan sebegaia bentuk kebencian pribadi.

      Salam.

      Delete
  4. Wah, tulisannya padat berisi Mba'... :)
    Mungkin ini ujian buat OSD, semoga bisa dilalui dengan baik dan bisa diambil hikmahnya.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Julia sudah mampir.

      Ujian bagi OSD, juga bagi kita semua umat Islam Indonesia.
      Sekiranya kita benci sama seseorang kan bisa diselesaikan dengan cara yang baik. Terutama soal kasus OSD, mengapa pembuat petisi nggak minta MUI panggil OSD dan dibicarakan baik-baik semuanya. Klo gini caranya kan sama dengan menjatuhkan agama sendiri. Lagipula itu pembuat petisi nggak jelas identitasnya. Baca petisinya aja ngeri.

      Salam.

      Delete
  5. Subhanallaah... daleem banget isinya. Terimakasih ya Ika :) tulisannya mencerahkan...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Tanti sudah mampir dan membaca tulisan sederhana ini.

      Salam.

      Delete
  6. Halo Ika, risetnya Ika tentang OSD cukup teliti dan dedikatif. Penggemar yang cukup kritis. OSD beruntung punya fan seperti Ika. Meskipun saya nggak mufakat dengan apa yang Ika harapkan tentang OSD, tapi saya rasa Ika mesti banyak-banyak menulis tulisan yang full riset analitik seperti ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Vicky sudah membaca tulisan sederhana ini.
      Saya kalau nulis selalu mencoba melakukan desk riset vai internet. Kan kalau salah saya bisa dipolisikan.

      Kita bisa punya pandangan berbeda tentang OSD dan itu sah. Saya membuat tulisan hanya tanpa mengetahui kehidupan OSD yang sesungguhnya. Saya juga nggak banyak nonton acara OSD di TV dna belum pernah hadir di acara Off Line.

      Saya menulis ini sekedar untuk memberikan gambaran tentang opini saya tentang OSD. Meski kita nggak sepakat dengan OSD, tapi nggak harus sekejam yang dilakukan para pembuat petisi.

      Salam,

      Delete
  7. Menarik sudut pandangnya. Caranya juga baik, mengkritik tanpa mencela.
    Saya juga lebih suka OSD yang dulu mba, lebih adem liatnya.
    Tapi yaah, godaan dunia selebritis ya gaya hidup hedonis yang sulit dihindarkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Ety sudah mampir.

      Memang banyak yang kangen OSD yang dulu, meski kita nggak bisa memaksa OSD menjadi seperti yang publik mau. Karena itu tulisan ini dibuat berdasarkan sudut pandang saya terhadap kehidupan OSD yang hanya saya tahu via layar kaca dan media sosial.

      Hanya Allah yang tahu kebenarannya

      Salam,

      Delete
  8. Mantap. Baru tau aku seluk beluk kisruh OSD. Xixixi kudet

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Windi.

      Salam.

      Delete
  9. Disini disini disini, aku suka bahasanya.detailnya menyadarkan. popularitas eksistensi memang menggiurkan yah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih Mba Mira sudah berkunjung.

      Ini menyadarkan saya juga untuk nggak ikut-ikutan bully OSD.

      Salam.

      Delete
  10. Keren tulisannya. Setuju sih sama apa yang ditulis. Sebagai salah satu 'kenalan' yang sefakultas dan pernah kegiatan bareng--ya kalau dibilang teman belum tentu OSD masih ingat juga sama aku, hihi-- OSD emang beda banget dari dulu. Semoga aja karakternya bisa kembali seperti dulu, atau ya semoga bisa menjadi lebih baik lagi. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih mba Ratna udah mampir.

      Nggak masalah mba soal masih diingat atau nggak sama teman, apalagi klo udah sukses, yang penting masih masuk jd bagian yadg didoakan buat masuk surga.

      Semoga ini menjadi titik balik bagi OSD dan kita semua muslimah Indonesia. Jangan suka bergossip, menggunjiing apalagi menghina satu sama lain.

      Salam.

      Delete
  11. Cakep tulisannya, mbak. Semoga Oki bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari apa yang menimpanya kini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ika (eh namanya kembaran hehehe)

      Iya, semoga kita semua bisa mengambil hikmahnya

      Salam.

      Delete
  12. nice post mbak. terlepas dari isinya, suka dgn runutnya tulisan walo ada bbrp yang mengganggu krn salah ketik (maaf saya ini OCD jd gak bisa lihat salah ketik, hehehe)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Yunika sudah mampir. Iya, harus sellau cek berkali-kali, suka typo hehehe.

      Salam.

      Delete
  13. Sesekali liat di TV. Kurang suka dng aktor/artis mendadak Ustadz/Ustadzah. Tulisannya keren dan lengkap, plus dengan sumber2nya. Saya baru belajar ngeblog lagi nih. Trims ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya malah sudah bertahun-tahun nggak nonton TV.

      Iya betul saya juga nggak suka. Tapi apa mau dikata, itu yang terjadi.
      Mungkin kasus ini bisa jd pelajaran buat kita semua.

      Salam.

      Delete
  14. Suka dgn tambahan datanya. Tulisannya padat Dan informatif, tanpa memihak berlebihan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ririn.
      Saya kalau nulis memang gitu, gambar aja harus disertakan sumbernya, takut dipolisikan, hehehe.

      Salam.

      Delete
  15. Aku suka tulisan ini, mbak. Detail dan mengena. Bukan sekadar komentar miring di akun IG atopun bikin status mencak-mencak di fb.
    Ini adalah cara paling baik dalam mengkritisi. Lewat tulisan. Dengan bahasa santun dan tidak mnyakiti banyak pihak.

    Yah, semoga saja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Sri Luhur. Semoga tulisan ini membantu kita semua untuk tidak ikut-ikutan membully OSD. Kalau memang nggak suka kita bisa pakai cara yang santun.

      Salam.

      Delete
  16. suka tulisannya, full data tapi mengalir dan adem. Melihat dunia selebritis "syar'iyah" halagh istilah opo iki saya aga gemes juga akhir2 ini. mereka bnyk menjadi endorse produk2 yg menjadi dunia muslimah itu identik dg cantik, anggun, putih dan kaya. duuh kemana sosok muslimah yg sederhana yg tdk ribut dg warna kulit dan merk?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan sederhana ini Mba Salma.

      Betul, ada hal-hal yang kita merasa tidak berkenan dengan dunia keartisan, terutama para hijabers. Tapi bukan berarti kita oleh dengan lancang melakukan penghinaan secara membabi buta. Semoga kita semua terhindar dari sifat yang demikian.

      Salam

      Delete
  17. Wah. Mantap ni ulasannya. Dalam, faktual, dan mengena. Aku jadi ngerti yang heboh2 tempo hari itu rupanya masalah ini.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Ardiba sudah mampir.

      Yang dipermasalahkan bisa dibaca di petisi di change.org
      Tapi menurutku nggak penting nanggepin petisi itu toh pembuatanya aja nggak jelas siapa.

      Salam.

      Delete
  18. Tulisannya lengkap dan jadi tahu heboh OSD ini, semoga mba oki tambah kuat dan bisa menjadi bahan intropeksi utk lebih baik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan sederhana saya Mba Primastuti.

      Semoga jadi pelajaran buat kita semua.

      Salam.

      Delete
  19. semoga banyak tokoh publik yg sesuai dgn "ekspektasi" walaupun sebenrnya gak akan pernah ada. Sekaliber dai terkenal pun pasti ada aja kurangnya.

    Mudah2an kita selalu objektif dalam mememtik pelajaran dan hikmah dari org lain y mbak, siapapun itu :)


    nice post..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Tety.

      Sebetulnya sih demikian, tapi kan namanya juga manusia. Semoga saja kasus memberi hikmah bagi kita semua.

      Salam,

      Delete
  20. Saya sempat kepo sama akun abal2nya (sebelum akhirnya tu akun digembok). Terus terang si ga suka caranya, ada foto2 yang ga seharusnya diupload ke publik. Bagi saya tu nyebarin aib sih dan berpotensi menimbulkan fitnah bahkan percik2 api di rumah tangga orang lain.
    Tapi memang pernah baca juga status (bukan ttg OSD) yang menyentil para Muslimah. Mau ngaji aja ribet, mesti pake dress code, baju syari tapi harga mahal, make up n barang2 branded, kelar ngaji sibuk selfie2. Yah saya pribadi si mau juga punya barang2 bagus n tampil kinclong hehehe, tapi berita tentang Mbak OSD ni sedikit banyak mengingatkan juga ke diri sendiri kalau pengen ini itu, Rasulullah sendiri pun hidupnya sederhana, jadi mampu beli sesuatu bukan berarti harus bener2 dibeli & syar'i is more than just a look tapi bagaimana akhlaknya juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Heni.

      Betul kata maba Heni soal fenomena itu. Saya juga kadang-kadang mengkerut melihatnya. Tapi soal OSD, dia itu kan berkarya. Meski dia pakai baju apa itu hasil karyanya. Publik ampe nyaris nggak percaya kan pas OSD bikin baju wedding yang cakep banget. Kita mungkin nggak suka dengan perubahannya, tapi bukan berarti mengecilkan karyanya plus menjatuhkannya dengan cara yang hina. Kita hanya perlu bijak menempatkan sesuatu pada tempatnya, termasuk kritik.

      Salam.

      Delete
    2. Iya lagipula saya yang cuma liat postingan2 di IG abal2 itu aja capek. Bagi saya ya itu semacam akun anti-fan ya bs dibilang hater jg kali ya. Benci itu bagi saya si menghabiskan energi hehe.

      Delete
    3. Betul Mba Heni. Pas saya baca kok bahasanya kayak bahasa banci ya? Males ah bahas haters ntar kesenangan lagi.

      Salam.

      Delete
  21. Aku baru tau ada petisi segala ttg OSD. Jujur aku bukan fans dia, tp jg bukan haters.. biasa2 aja sih sm dia.. cuma klo boleh berpendapat aku jg lbh senang OSD yg dulu, yg skrg.. hmm.. gmn yaa? Aku ngerasa isi ceramahnya dia itu ga mengigit.. terlalu datar, isinya udh terlalu umum, hmm.. maaf klo aku salah.. tp rasanya ya gitu deh.. isi ceramahnya.. ibarat buku.. tp isi bukunya pelajaran anak sd hehehhe... maaf yaaa.. bukan maksud mengecilkan, ini hanya ungkapan pendapat aja, abaikan aja klo pendapat aku salah. Salam ^ ^

    Http:lovelyristin.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir dan menyatakan pendapat. Semoga OSD dan kita semua menjaid lebih baik lagi kedepannya.

      Salam.

      Delete
  22. Berat ternyata ya buat jadi artis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mba Ila, jadi jangan mau jadi artis lah. Lelah

      Btw terima kasih sudah mampir. Salam.

      Delete
  23. Saya juga suka OSD yang dulu hehe. Tapi, kita kan gak tahu kesehariannya kyk apa, krn OSD yg kita tahu ya OSD yg di media :D

    keluargahamsa.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Aprillia.

      Iya, kita semua suka OSD yang dulu. Semoga OSD dna kita semua jadi lebih baik lagi.

      Salam.

      Delete
  24. Subhanallah, buah pikiran yang sangat dalam disertai fakta yang sahih. Aku sendiri merasa terganggu dengan kehidupan muslimah yang makin hari makin glamor dan menor. Bibir merah yang diumbar merekah, baju2 mahal ootd, yg membuat jilbaber atau hijaber secara perlombaan fashion, baik yang pantes memakainya atau maksa. Kurasa OSD adalah cerminan betapa kerinduan akan kesederhanaan muslimah itu sudah di ubun2 sehingga menuntut figur yg mrk anggap paling bisa memberi contoh utk memahaminya. Ketika ia tidak bisa memahaminya maka publikpun patah hati lalu sebagian marah. Semoga kita semua diberi pengendalian diri yg baik. Aamiin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Lusi.

      Betul, kerinduan kita sudah di ubun-ubun sampai-sampai mau meledak hehehe.
      Mungkin dengan peristiwa ini kita semua bisa introspeksi diri masing-masing dan nggak gengsi untuk saling mengingatkan.

      Salam.

      Delete
  25. Gak terlalu ngikutin kasus petisi yg kmrn cm tulisan mbak e ini ngena banget, iya juga sih. Bisa banget ngebahas sampe detil lengkap dgn fakta akurat, jadi mbak OSD masih diam seribu bahasa nih? Mudah2an doi baca tulisan ini ☺

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Helda. Insya Allah mba OSD sekeluarga udah baca tulisan ini. Semoga tulisan ini diterima beliau dengan baik dan nggak termasuk kategori bully.

      Salam.

      Delete
  26. Salam kenal mbak... Saya pengagum OSD m b, tp mmng lbh suka yang dulu. Suka dengan tulisan2 mb.. Kaya data n fakta

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih Mba Sulis. Iya saya kalau nulis memang begitu, kecuali tulisan uneg2. Terima kasih sudah mampir.

      Salam,

      Delete
  27. Tulisan yang serius dan halus, semoga berkah ya mbak. Emang berat jadi seleb ya, untuk konsisten jadi orang baik itu lebih berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Lidha.
      Iya jadi seleb berat coz dipantengin berjuta-juta pasang mata selama 24 jam.
      jadi, berbahagialah sebagai rakyat jelata hehehe

      Salam.

      Delete
  28. Wah dapat pencerahan nih mba ttg OSD, sy br tau kasusnya kemarin pas di TV ramai ramai diberitain . pertamanya bingung ada apa kok orang pada ramai meributkan ada ga boleh jadi ustadzah padahal si OSD sendiri memang ga mendeklarasikan toh, tp Masyarakat lah yg mendapuknya menjadi ustadzah. Saya malah sempet berfikir jangan jangan ada orang yang iri ttg kesuksesan OSD sementara dia sendiri ga mendapat tempat di hati masyarakat padahal punya latar belakang titel, sekolah agama dll. Memang sih untuk bisa dipercaya masyarakat tidak cukup hanya dg titel saja ini kan bicara hati kl ada yg senang sama ceramahnya OSD emang harus di bendung? Tp dg tulisan mba jadi ngeh..iya ya.. Kalau persoalannya ttg kesenjangan sosial ekonomi sy pikir memang sebaiknya OSD berbenah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Yurmawita sudah mampir.

      Penyebab sebenarnya sih nggak tahu apa ya, tapi beberapa hal dalam tulisan saya adalah bahan pembahasan kencang para haters di IG OSD. Lagipula petisi yang dibuat itu lebih banyak berisi kebencian daripada menyuguhkan fakta mengapa OSD belum pantas bergelar ustadzah. Bisa jadi, akun IG haters dibuat sengaja untuk memancing follower lalu kelak ganti nama. Who know?

      Kalau melulu soal kesenjangan ekonomi, beberapa ustadz yang dulu smepat kena kritik juga kaya raya kok. Tapi nggak sampe sebegitunya para haters.

      Ngga tahu lah saya apa yang sebenarnya terjadi.
      Namun, kelihatannya akun haters itu akun yang dikelola tim.

      Salam.

      Delete
  29. Akhirnya ada yang nulis segambreng2 gini..salam kenal mbak..
    Tulisannya ciamik..ga bikin org yg baru tau kasus ini langsung ikutan benci...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Mutia.

      Saya nggak tahu apa yang melandasi kasus ini, jd sejak pagi saya cari-cari beritanya dan semuanya sumir, nggak jelas sampai saya cek IG haters (sekarang udah digembok). Sumpah, kejam banget itu isi IG.

      Saya menulis bukan untuk menjelaskan duduk perkara. Tapi hanya memberikan pandangan saya selaku netizen dan penggemar OSD yang sedikit kecewa atas perubahannya, sebagaimana dikeluhkan banyak orang. Insya Allah, keluarga OSD sudah baca tulisan ini.

      Salam.

      Delete
  30. Aku nggak follow akun OSD di IG tp kepo juga paa kmrn ada petisi itu. Habis baca tulisan ini, baru ngeh kalau petisinya dah dihapus

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ria.

      Petisi yang lama memang dihapus, tapi ada petisi baru. Sampai hari ini jumlah penadatangan sudah 1.800an. Ngeri

      Salam.

      Delete
  31. Tulisannya keren mba. Mewakili sebagian besar publik. Salam kenal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Voe. Ya, smeoga kejadian ini jadi titik balik buat para muslimah se tanah air ya.

      Salam

      Delete
  32. Masyaa Allah keren banget tulisannya mbak..
    objektif lengkap dan valid (y)
    Salam kenal..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Novri.
      Iya, saya mencoba menulis secara objektif. Pembaca juga bisa menelusuri sumber yang saya gunakan.

      Salam.

      Delete
  33. Wah, aku blas ga ngikutin ini. Tapi tulisanmu bagus mbak. Jadi bisa buat bahan "catch up" buat yang buta sama sekali kayak aku ini.

    Makasih yo :D salam kenal jugaaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir ba Sica.

      Iya, semoga tulisan ini mewakili ya. Jangan smapai kebencian pribadi terhadap OSD membuat kita dengan mudah menjatuhkan hidupnya. SEmoga peristiwa itu jadi pelajaran buat kita semua.

      Salam.

      Delete
  34. Halo Mba Ika,, salam kenal y,,
    Uasannya keren Mbaa,,aq setuju banget,,rasanya emang lebih adem liat OSD yg lama,,aq ga tau tuh kalo ada petisi semacam itu,,tp dlm hati suka berkata sendiri wktu nonton acaranya,,nih OSD berdakwah apa bener2 udah menguasai belum ya ? Khawatir aja klo2 ilmunya blm 'cukup' utk bidang itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Merida.
      Saya sih jarang melihat OSD ceramah, coz saya udah bertahun-tahun nggak nonton tv. Mudah-mudahan peristiwa ini jadi pengingat untuk kita semua untuk saling meningkatkan kualiitas diri.

      Salam

      Delete
  35. sampai menangis saya bacanya mbak.. terima kasih sudah mengingatkan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Yesi.
      Iya, sama-sama, Saya juga sedang mengingatkan diri sendiri.

      Salam.

      Delete
  36. Resiko jadi publik figur.. gerak-gerik selalu dipantau, siapa lagi yang paling rajin mengamati kalau bukan haters? Tapi bukan berarti setiap kritik itu datang dari haters dan berniat menjatuhkan, ini mungkin masanya OSD introspeksi diri, juga kita yang diberi kesempatan belajar dari kisah OSD.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Irly.
      Betul, publik figur itu dipantau manusia 24 jam, malaikat aja kalah hehehe
      Iya betul saling mengingatkan, tapi nggak harus dengan cara yang kejam.
      Kebencian pribadi nggak harus ditunjukkan dengan sikap nggak adil apalagi dengan cara yang kejam kan?

      Salam.

      Delete
  37. Teman saya di Facebook share tulisan ini. Meskipun bukan fans OSD, tapi pengantar yang dia tulis tentang OSD membuat saya nge-klik untuk masuk ke halaman. Ternyata memang artikel yang menarik. Ulasan yang dilengkapi data-data memang 'wow'.

    Thanks untuk artikel yang membuka mata pembaca soal banyak. Termasuk analisis berimbang yang luar biasa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ulfa.
      Iya, saya membuat tulisan ini hanya sebagai bentuk opini pribadi saja. Dan sebagai blogger yang selalu tertaik dengan isu human interest saya menulis ini dengan terlebih dahulu melakukan desk research via internet. Nggak nyangka jadi viral dan dianggap mewakili opini banyak orang.

      Terima kasih atas apresiasinya. Semoga OSD terbantu juga.

      Salam.

      Delete
  38. Wahh panjang dan menarik ya si OSD ini. Mau tidak mau, pertumbuhan kelas menengah atas disertai juga dengan lifestyle mereka. Apalagi dengan kesadaran muslim memakai hijab, karena terbiasa memakai branded, maka mereka berubah menjadi hijaber syariah tajir *halagh bahasanya

    Entah apa yang ingin dipamerkan, tapi kampanye yang diusung, berhijab juga bisa cantik *errr sampe sini saya gagal paham ��

    Dan OSD pada akhirnya memilih lifestyle para muslimah hijaber kelas atas itu, makanya ngga heran dia berubah secepat itu. Yang soal ustazah sih, saya ikut mempertanyakan sebetulnya. Iyes bertolak belakang dengan anjuran hidup sederhana tapi ya gitu deh hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Shinta.
      Betul banyak yang sedih dia berubah karena berdampak luas pada cara pandang muslimah soal hijab. Karena itu tulisan ini saya buat.

      Tapi soal bahasa dalam petisi dan pembuatan akun IG khusus haters OSD, saya kita itu cara mengkritik yang sangat kejam. Terutama jika pengkritik adalah muslimah.

      Salam.

      Delete
  39. Mba,seriously tulisanmu ini fair, valid, accurate, dan share-able ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Titi.

      Silakan dibagikan jika bermanfaat.

      Salam.

      Delete
  40. Makasih tulisannya... saya jadi update.. oh begitu toh ceritanya... karena selama ini saya tdk begitu ngeh dengan berita OSD. Sempat baca sekilas2 saja di postingan orang2 di timeline fb. Semoga masukannya didengar oleh OSD. Insya Allah kita semua cinta kebaikan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Zakia.
      Semoga jadi ajang perbaikan bagi kita semua. Insya Allah OSD dan keluarga sudah baca tulisan ini.

      Salam

      Delete
  41. Aku jadi paham kisruhnya OSD. Penuturannya sangat detail dan aku dukunhlg OSD yg dulu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Astin.
      Iya, semoga OSD yang dulu kembali dan ingat jalan pulang eaaa

      Salam.

      Delete
  42. Tulisannya keren, Mbak. Mengalir dan penuh data dan fakta.
    Btw saya bukan penggemar OSD,suka OSD cuma waktu main di film KCB, pas udah main sinetron dan merambah dunia artis, jadi kurang suka.
    Tapi emang tiap orang bahkan ustadz/ustadzah pun tak luput dari salah dan dosa. Semoga kasus ini bisa menjadikan OSD lebih baik lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Diah.

      Iya, banyak yang merasakan hal demikian tentang OSD.
      Semoga ini jadi momentum perbaikan bagi OSD dan kita semua.

      Salam.

      Delete
  43. Replies
    1. Iya mba Innnayah...
      Btw makasih sudah mampir.

      Salam.

      Delete
  44. Terimakasih mbak untuk tulisannya. Bukan semata tentang mbak Oki, namun lebih ke kritik sosial produk islami kelas menengah keatas, konsumerism, dan gaya hidup public figure hijabers yang terlihat bertentangan dengan kesederhanaan islam. Tulisannya cukup kritis namun tetap santun dan inspiratif. Terimakasih sekali lagi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mas Khoirul
      Iya, kesenjangan ekonomi makin mengkhawatirkan dan kita semua harus peduli, minimal jangan sampai menjadi pihak yang membuat kesenjangan itu makin melebar, khususnya umat Islam.

      Salam.

      Delete
  45. Juga tdk ada satu manusia pun yg berhak melabeli manusia lainnya..apalagi sesama muslim..yg tau niat dan hati seseorang hanya Allah termasuk OSD..yg hny bs kita lakukan adalah hal baik dr OSD sepatutnya kita contoh dan kita akui..kalaupun ada hal buruk dr OSD adalah bukan hak kita utk bully, mengingatkan dg cara tepat lebih mhlia,karena blm tentu kita lebih baik dr OSD atau siapapun..yg jelas seorang munculnya figur yg kuat dimasyarakar utk memberikan contoh yg baik itu patut didukung..jika ada yg kurang dari diri beliau itu bs sbg introspeksi ke diri kita jg apakah kita bs jg bs menjadi muslim yg baik seperti harapan kita pd OSD..pandangan saya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih mba Rany sudah mampir.

      Betul tak ada manusia yang sempurna. Menurut saya kita nggak harus ambil pusing dengan mereka yang mengingatkan dengan cara kejam, termasuk yang membuat petisi dan akun haters OSD karena identitas mereka juga nggak jelas jadi kemungkinan diajak bicara baik-baik jadi sulit.

      Salam.

      Delete
  46. intinya mana ada manusia yg sempurna ya mba..kita semua tdk sempurna.termasuk OSD dan para pembuat petisi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba.

      Betul nggak ada yang sempurna, termasuk saya yang sangat jauh dari sempurna. Karena itu dalam tulisan ini saya sengaja tidak menyinggung perihal kegiatan dakwah OSD yang dipertanyakan pembuat petisi.

      Salam

      Delete
  47. Kereeeen ulasannya, Ka. Lanjutkeun! ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Izzah,

      Iya, karena momennya pas aja kali. Btw, makasih buat apresianya ya

      Salam.

      Delete
  48. ngak pernah mantau berita selebriti saya tahunya petisi itu jadi baca baca aja. Tapi saya sih rada kurang suka dengan ceramahnya saya lebih suka mama dedeh mengena di hati ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Turis Cantik.

      Iya, banyak orang bilang begitu, Makanya mungkin OSD lebih tepat disebut motivator.

      Salam.

      Delete
  49. as always, mbak Ika. tulisannya mantap dan panjang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Damarojat.

      Kalau nulis hal serius memang perlu komprehensif, disertai data hehehe...
      Tapi kalau tulisan galau bisa sederhana kok...

      Salam.

      Delete
  50. Iya bener sy jg mulai kurang ngefans lg sejak OSD mau nikah. Masa hrga gaun pengantinnya yg mahal itu diexpose dgn hrga ratusan juta di infotainment. Jd gimana gitu.. Ketauan pamernya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Mariska.

      Iya, mungkin sejak itulah OSD dinilai berubah. Dunia entertainment memang menjebak.

      Salam.

      Delete
  51. Bahasan ini mungkin mirip dengan bahasan, buat apa berhijab syar'i kalo kitanya memaksakan diri dengan konsumtif membeli baju syar'i yang harganya kebanyakan up to 300rb.
    Balik lagi ke kaidah agama, Allah nggak suka sesuatu yang berlebih.
    Salam kenal mba, tulisannya #selfriminder banget :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Dwi.

      Untuk berhijab memang kita butuh biaya yang sedikit lebih mahal dibanding dengan pakaian sederhana untuk yg tidak berhijab. Tapi soal tidak masuk akalnya harga-harga produk muslimah dewasa ini memang bikin ngeri. Meski dalam beberapa hal ada pengecualian karena kualitas bahan.

      Untuk pakaian syar'i dan mahal saya kira kelas atas dimana-mana akan pilih yang mahal, termaasuk di Arab Saudi. Saya sempat punya teman perempuan Saudi yang kaya raya dan selalu memakai produk brand luar negeri. Jadi, soal pilihan hidup mewah dan mahal ada dimana-mana dan bisa menjangkiti siapa saja.

      Tapi untuk OSD kasusnya lain. Beliau itu kan motivator dan ini yang jadi biang keladi kekesalan publik dan para haters, terutama setelah launcing OSD Bridal yang katanya mahal banget.

      Tulisan ini self reminder juga buat saya.

      Salam.

      Delete
  52. Tulisannya penuh isi. Bagus Mba....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Desy.

      Salam.

      Delete
  53. Saya penggemar osd juga. Saya bahkan osd wanna be hihihi.... ikut2an baca petisinya jg... katanya desain baju yg dibuat oleh osd adalah desain yg sdh ada di sebuah toko. Lalu ditiru oleh osd dan di akui sebagai karya osd... entahlah. Semoga itu tdk benar. Btw saya juga... lebih suka osd yg dulu...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rita.

      Soal desain, saya kira zaman sekarang mana ada desain yang murni lagi. Karya yang dibuat seakan-akan baru kan hasil ingatan kita saat mengagumi karya orang lain. Itulah mengapa semua jilbab segi empat atau segi panjang, atau mukena dll dll semuanya sama. Yang membedakan hanya bahan, warna, ukuran, motif dan hiasan.

      Kalau memang mereka benar-benar mau menuntut seharusnya mengumpulkan bukti secukupnya dan dilaporkan ke pihak berwenang bahwa ada pelanggaran hak cipta. Bukan dengan melakukan penghinaan di depan publik.

      Salam.

      Delete
  54. Sepakat Mbak. Suka banget OSD yang dulu.
    OSD bagiku simbol artis membumi. Krn lama tak punya TV, tak tahu perkembangannya dan duarrr.... kaget dgn pemberitaan tentangnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Susi.

      Saya sudah lama nggak nonton TV karena muak dengan iklan, gossip dan acara2 sampah. Jadi saya kepo via sosmed aja

      Betul, banyak yang bilang begitu. Jadi semoga OSD kembali.

      Salam.

      Delete
  55. Yg dulu lebih kalem, kalo skrg....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Jiah.

      Saya kira siapapun yang masuk dunia hiburan bisa terjebak. Bahkan banyak yang gila dan bunuh diri. Doakan saja OSD kembali seperti dulu.

      Salam.

      Delete
    2. Beberapa pertanyaan yang sering muncul instan ttg OSD semua terjawab sudah.

      Terima kasih atas tulisan dg fakta dan data link yang disertakan semoga barokah unt semua. Salam

      Delete
    3. Terima kasih sudah mampir Mba Intan.

      Sebenarnya tulisan ini dibuat bukan untuk menjawab kisruh OSD. Saya hanya mencoba berpendapat tentang beberapa hal terkait perubahan OSD sebagai bagian dari kelompok menengah Indonesia, yang membuat saya bertanya-tanya. Jadi tulisan ini sama sekali tidak menjawab pertanyaan seperti yang diajukan pembuat Petisi, khususnya mengenai pendidikan OSD di Ummul Quro.

      Salam

      Delete
  56. Satu lagi yang aku kurang suka, OSD sering muncul di infotainment dan pernah memamerkan isi rumahnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fitria.

      Kalau untuk hal ini saya nggak tahu karena saya sudah bertahun-tahun berhenti nonton televisi.

      Salam.

      Delete
  57. Semenjak muncul jd ustadzah, suami selalu ngelarang lihat acara OSD. Gak pantas, katanya. Pantesan jadi Anna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ika (en namanya sama hehehe)

      Kalau saya memang nggak nonton TV mba, jadi nggak terlalu mengikuti bagaimana penampilan OSD di TV, hanya beberapa kali saja.

      Salam.

      Delete
  58. keren tulisannya mbak ;).. Aku sih bukan penggemar OSD ya.. tapi aku suka ngeliat mukanya yg teduh bgt, dan fashionable gayanya :).. makanya ga abis pikir ama org yg bikin petisi yg isinya subjektif juga, cendrung membenci krn personal, curiga ini cuma saingan yg ga pgn OSD usahanya laku :D .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fanny.

      Iya, rumor gara-gara petisi dan kaun IG haters itulah yang mendorong saya membuat tulisan ini. Saya nggak mau juga jadi bagian yang berperang di IGnya OSD. Lahirlah tulisan ini. Semoga jadi pembelajaran bagi kita semua dan tentu saja saya.

      Salam.

      Delete
  59. Petisinya ampunnnn...aq sebagai penggemarnya ga kuat liatnya.hanya kepada Allah semua berserah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Vitra.

      Iya, petisinya sungguh terlaluuuuu

      Salam.

      Delete
  60. Isinya daleeem, mengena dan bikin sy menengok kebelakang unt mengingat perkataan dan perbuatan sy selama ini. Andai ada yg salah , unt segera meminta maaf dan memperbaiki diri . Ya allah ya rabb.... Semoga sy dan keluarga tetep bs istiqomah dan hidup sederhana. Amiin
    (Maaf sy baca tulisan mbak sangat membuka pikiran sy selama ini. Roda itu berputar. Begitupun kehidupan di dunia ini. Dan unt kasus OSD ini, Mungkin OSD lg di uji agar kembali ke jln yg benar. Pengeeeeen banget lihat OSD kayak dl lg)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Raisya.

      Betul. Saya juga tak luput dari kesalahan. Karena itulah kita harus saling mengingatkan. Dan kemampuan saya hanya melalui tulisan sederhana seperti ini. Mohon dimaafkan apabila dalam tulisan saya ada yang membuat tidak berkenan.

      Kita doakan agar OSD menjadi teladan yang baik bagi kita semua.

      Salam.

      Delete
  61. link lamanya masih bisa diakses disini https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:MJHBSGRh90MJ:https://www.change.org/p/instagram-com-okisetianadewi-stop-tayangan-ustadzah-abal-abal-oki-setiana-dewi+&cd=10&hl=en&ct=clnk&gl=id

    Gimana ya, kalo emang gak bener kenapa sampai hack2-an. hapus2-an gambar. banyak tuh artikel yang bahas itu. Semoga cepet deh ditampakkan mana yang bener mana yang enggak. Dan semoga semoga semua bisa saling intropeksi diri, menahan diri dan saling menjaga dan mengigatkan untuk selalu menjadi manusia yang baik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mas Suparman.

      Bagi saya yang menjadi inti masalah saat ini adalah bukan perkara OSD salah, nipu, bohong, nge-hack dll dll.

      Sebagai bagian dari masyarakat Muslim yang dewasa ini sedang bingung, saya pikir ini inti masalahnya:

      1. Jika seseorang memiliki kebencian terhadap OSD terkait kegiatannya sebagai motivator, artis, desainer, pengusaha dll dll, kenapa nggak dibicarakan baik-baik ke yang bersangkutan? Bertamu aja ke rumahnya.

      2. Jika berkaitan dengan pembohongan publik, seperti plagiasi hak cipta dll dll yang dilakukan OSD sebagaimana yang disebutkan dalam petisi, mengapa harus melakukan pengadilan publik (hukum rimba?). Mengapa yang bersangkutan tidak membuat laporan resmi, disertai bukti-bukti dan memberikannya kepada pihak berwenang agar mereka melakukan penyidikan dan melakukan proses hukum?

      3. Kalau sekiranya ada kaitannya dengan Kementerian Agama, MUI atau Universitas Ummul Quro, Mekah, kenapa yang bersangkutan nggak bikin surat resmi kepada ketiga lembaga itu untuk memanggil OSD dengan tujuan meminta keterangan. Sehingga hasilnya bisa dipublikasikan secara resmi dan ada konferensi pers.

      4. Apa hubungannya beberapa perubahan OSD dengan masa lalunya sebelum berhijab sehingga haters merasa perlu membuat IG yang memposting photo2 masa lalu OSD sebelum berhijab? Emangnya penting dunia tahu dulunya OSD itu gimana?

      5. Petisi biasanya dibuat untuk melakukan tekanan khusus kepada pemerintah dan pihak-pihak tertentu atas kejadian-kejadian yang melanggar HAM, bukan atas asas kebencian pribadi.

      6. Siapa yang mengajukan petisi? Saya sudah mengecek ke petisi yang terbaru, dibuat oleh sebuah komunitas yang berkedudukan di Inggris. Perlu diketahui, di zaman globalisasi identitas sebuah komunitas itu penting dipublikasikan via media sosial. Komunitas resmi biasanya memiliki website agar publik bisa mengakses informasi tentang mereka, kecuali kalau komunitas itu rahasia.

      7. Jikapun OSD bersalah dengan semua yang dituduhkan, pantaskah kaum Muslim yang memiliki kebencian pribadi terhadap OSD melakukan penghinaan didepan publik dengan bahasa yang sinis dan kejam? Berarti, selama ini ummat Islam nggak percaya yang namanya tabayyun (konfirmasi yang bisa difasilitasi atau dimediasi ulama). OSD kan nggak melakukan tindakan kriminal.

      8. Melalui kasus petisi ini kita sudah bisa melihat bahwa ada yang salah. Bahwa menjatuhkan nama seseorang di depan publik adalah salah, terlepas OSD salah atau benar. Bahkan untuk menindak seorang kriminal seperti koruptor, teroris dan pelaku pemerkosaan pun diperlukan penyidikan oleh petugas untuk sampai pada kesimpulan ia bersalah dan harus divonis. Lha petisi ini apa?

      Mahatma Gandhi bilang kalau mata dibayar mata maka dunia bisa buta. Kenapa? karena cuma bayi yang nggak berdosa.

      Salam.

      Delete
  62. Mba,baca dulu petisinya.si pembuat petisi marah karena okisetianadewi alias setajah Oki ngatain cacing kepanasan,masa setajah ngomongnya kaya gt?selain Itu pernah ga liat kelakuan nya siicis adiknya,katanya setajah,tapi adiknya kaya Org ga jelas.saya,sebagai Org Islam empet,pake jilbab kata nya kakak nya setajah,tapi kelaluan di IG jelek2in muslimah.selain Itu,Coba anda pernah ga dengerin Islam Itu indah di trans?saat baca ayat Al Quran setajah Oki banyak Salah makhraj n tajwid.jgn ceramah atau ngaku setajah lah,pelafalan ayat Salah beda arti mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Shusaku?

      Saya sudah baca petisinya. Dan menurut saya itu kejam, terutama jika dibuat oleh seorang Muslim.

      Pertama, Anda haters dan pembuat petisi OSD? Cara anda berbahasa hampir sama, tapi saya nggak tahu. Urusa kebencian anda terhadap OSD itu urusan pribadi anda.

      Kedua, sekarang begini, jikapun OSD salah mengapa harus dipermalukan didepan publik? Mengapa anda menyebut OSD sebagai "Setajah?", apakah kata-kata itu murni lahir dari kebencian atau ada dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia?

      Ketiga, benar itu OSD yang membalas atau seseorang dengan sengaja menghack akun OSD demi mendapatkan bukti untuk memperkuat kebencian? Saya nggak tahu.

      Keempat, menurut anda OSD salah. Bagaimana dengan komentar anda diatas, apakah itu bukan termasuk penghinaan dan menggunjing?

      Saya sarankan anda baca buku "Happiness Inside" karya Gobind Vashdev deh. Gobind Vashdev bilang, saat kita membenci seseorang atas satu tingkah lakunya itu karena tingkah laku yang demikian juga ada adalam diri kita.

      Salam.

      Delete
    2. Mba udah pernah baca ini ga,baca hadist lebih Baik Dari bacaan Itu
      Dalam riwayat lain:

      الفاسق يتكلّم في امر العامّة

      "orang fasiq (gemar berbuat dosa) yang berbicara tentang urusan orang banyak."

      (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

      Maknanya: urusan urusan tersebut diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya.

      Pertama anda Yg nulis suuzon parah,mana bukti saya Yg nulis?kedua saya panggil setajah karena dia ga kayak dipanggil ustadzah.mba tau ga syarat Org dipanggil ustadzah?tau ga arti na?jgn dulu ngomong artinya guru.googling sana kalo mau tau arti kata ustadz/ustadzah.

      Ketiga,tahu Dari mana akun nya di hack?kita pembaca melihat langsung pake mata bahwa Itu akun resmi setajah Oki.di Indonesia ada namanya pembuktian terbalik,kalau Itu bukan dia kenapa dihapus?kenapa dia ga cari bukti kalau Itu bukan dia melainkan cuma di hack.ga ada klarifikasi secara gamblang tuh.

      Osd Salah,karena tidak mau di koreksi Dari cara baca Al Quran,adiknya Yg ga jelas,tabarruj DLL.anda ga nyinggung tentang tiga hal tadi ,setuju ya?ada argument?atau anda hanya taklid buta dengan sosoknya???

      Delete
    3. Nice post mbak :)
      Setuju mbak, kalo ada unsur kebencian sedikit sedikit saja, maka tujuan awalnya jadi salah, jadi banyak yang subyektif..
      Seingat saya ada hadits juga kalo menasehati itu sebaiknya dibelakang, kalo di depan tujuannya jadi menghina :) (monggo di googling)
      Perihal ustadzah, memang dia melabeli sendiri dengan gelar seperti itu? namanya ustadzah kan gelar publik, dan seyogyanya menjadi pekerjaan wajin setiap muslim untuk mengatakan kebenaran walaupun hanya satu ayat.
      Saya bekerja di dunia engineering dan isinya ustadz2 semua.
      karena pekerjaan muslim itu seyogyanya menjadi dai untuk orang lain.
      Pagi kerja jadi engineer, malam ustadz, ceramah di mesjid
      Pagi kerja jadi manager, malam jadi ustadz, ceramah di pengajian.
      Tidak ada satupun yang mengenyam pendidikan resmi agama di universitas makkah ataupun itu , semuanya lulusan UI, UGM, ITB.
      Bisa di googling banyak juga dosen UI yang juga nyambi ceramah dimana-mana.
      Karena sejatinya pekerjaan duniawi itu hanya pekerjaan part-time, yg full time itu adalah jadi ustadz/dai..

      Delete
    4. Buat Shusaku yang baik,

      Pertama, Anda merasa nggak bersalah ya bawa-bawa hadis dalam upaya membenci OSD? Kalau memang anda lebih paham, lebih pintar dan lebih pantas menjadi ustadzah dan motivator dibanding OSD ya silakan.

      Kedua, cara anda berbahasa yang memancing saya buat berprasangka. Silakan jawab satu pertanyaan saya; mengapa anda melabeli OSD dengan 'setajah' jika memang nggak cocok sebagai ustadzah anda bisa memanggilnya dengan Mba, Kakak, Umma, Ibu, atau namanya langsung Oki. Apakah 'Setajah' ada dalam bahasa Indonesia atau bahkan bahasa alay? saya baru pertama kali mendengarnya. Oh ya, mungkin karena saya kurang gaul dan kurang cerdas dari anda.

      Ketiga, jika anda ingin pembuktian, ya laporkan aja ke Polisi. Biar polisi yang melakukan penyidikan.

      Keempat, jika anda merasa OSD nggak pas bacaan Al-Qur'annya, silakan anda ajari dia. Mungkin anda pas jadi gurunya agar OSD jadi lebih baik lagi dimasa depan.

      Terima kasih.

      Untuk mba Faridah,
      Terima kasih untuk semua pencerahannya.

      Salam.

      Delete
    5. Saya jawab mulut anda langsung,
      Hadist dimaknai jgn cuma anda baca doang,Salah satu Tanda hari kiamat Yg Baik dibilang buruk,Yg buruk di bilang Baik
      Yang ke 2,dalam berbahasa tidak ada kata atau Org di Indonesia memaknai setajah kata2 Yg buruk,Apa ada hukum di Nkri melarang kata2 Setajah???bisa Kasi pasal berapa??

      Yg ketiga anda lucu sekali,Apa beneran melucu??Yg hina hina dengan kata2 cacing kepanasan setajah Oki,kenapa Yg harus lap or polisi saya??kan dia Yg ngomong.Setiap ucapan artis atau publik figur selalu ada konsekuensi jika menghina di sosmed.kalau benar kata anda dia di hack kenapa ga dia aja Yg lap or polisI??

      Keempat,teman saya Yg sering ikut lomba qoriah saja masih terima kritikan Dari gurunya jika saat membaca ada tarikan nafas Yg terpotong sedikit saja.tapi setajah satu ini di inggatkan Dari instagram kenapa malah diblock?emang setajah udah yakin tajdwidnya 100??

      Untuk faridah Salam,baca ini dulu,dipahami,baru komen mengenai kata ustadz
      https://abisyakir.wordpress.com/2012/06/25/istilah-ustadz-di-mata-orang-indonesia/

      Delete
    6. Baiklah, kalau anda merasa benar, anda saja yang menjadi ustadzah. Kebetulah saya sedang mencari guru ngaji dan mungkin saya membutuhkan anda untuk mengajari saya membaca Al-Qur'an dengan baik. Bagaimana?

      Salam.

      Delete
    7. Anda akhwat ,saya laki2,alias cowo,alias ikhwan,a man.kalau mau liqo ikut aja ke masjid ui.banyak halaqoh akhwat disana.anda ui kan?pasti tau dong.anda tau hukum ikhtilat?dalam majelis ikhwan dan akhwat dipisah mba.saya mau ngakak guling2,masa ga tau kalo majelis cowo n cw dipisah???berapa no HP situ?nanti saya kenalin murabbi akhwat anak ui.banyak kebetulan kenal,

      Delete
    8. Nah kan ketahuan ternyata salah satu hater OSD adalah seorang lelaki. Sebagai seorang lelaki or ikhwan anda begitu punya waktu luang untuk menguliti kesalahan OSD, sampe ke bulu matanya? Anda punya waktu, ya ampun, rajin sekali! dan maaf saya nggak kasih no HP ke orang nggak dikenal.

      Kalau anda memang ngaji sebaiknya anda perbaiki dulu diri anda sebelum koreksi OSD. Sebaiknya anda menundukkan pandangan ya pada lawan jenis, meskipun via photonya. Sebaiknya anda fokus bekerja keras sana demi masa depan anda. Nggak usah sibuk mikirin kesalahan orang lain.

      Salam.

      Delete
    9. Tau Dari mana saya hater setajah?saya adalah Org yg paling anti pencitraan,Apa saya misalnya kritik gubernur dki waktu Itu juga dibilang hater?gag Itu biasa aja.atau setajah loper Yg lebay?hanya.kenapa takut mba?takut ikut tarbiyah ya?org2 holaqoh ga gigit ko.sori ya ,saya awalnya ga peduli gituan,ada teman Yg bilang setajah Itu tabarruj,saya ga percaya,tabayun Tanya ke setajah malah diblok,lalu mengamati langsung di trans, ternyata bener. Anda ga usah sotoy Apa profesi saya,saya juga ada waktunya bekerja dan kegiatan Lain.saya bekerja juga fokus mba,dikirain saya pengangguran ya??haha kalo Iya lucu sekali anda.saya suruh nundukan pandangan?tetapi Yg upload wanita tabarruj,menor bin lebay.saya melihat ga pake napsu,tp mengkritisi.BTW mba tau ga arti menundukan pandangan seorang laki2 gmn?googling dulu sana mba,,wkwkwk..saya sebagai seorang Muslim WAJIB mengingatkan dan mengkritisi setajah kata gini.
      Panutan muslimah udah bergeser,kena hedon artis Yg jd setajah.

      Delete
    10. Ini terakhir kali saya membalas komentar anda Tuan Shusaku yang tidak jelas identitasnya. Saya tidak peduli apa pun yang anda katakan tentang OSD. Ataupun tentang saya. Hidup anda urusan anda, dan hidup saya urusan saya. Kalau urusan anda dengan OSD silakan bertemu dia. Jangan ngacau di blog saya.

      Salam.

      Delete
    11. saya juga UI, alhamdulillah selama dulu kuliah dan aktif di LDK gak pernah ketemu anak salam model2 yang nyinyir macem mas.. yang ada orang yang tadinya simpatik sama dakwah malah jadi kabur duluan.. hihihi.
      Setuju sama blog tersebut.. Nggak nyebut2 harus lulusan universitas makkah atau apa kan :)
      Yang penting punya kapasitas.. Poin yang saya tekankan adalah setiap muslim wajib menjadi dai.. entah apapun profesinya.. Termasuk Oki yang lulusan FIB.
      Cth : Dosen Fisika UI Ust. Yunus Daud
      Dosen Teknik Kimia UI Ust. Abdul Wahid
      dst

      Mbak ika mohon maaf ya mbak kalo saya komen terus. Habis saya kesal mbak. yang ada orang malah makin antipati sama dakwah kalo caranya kaya komen diatas. Oh iya mbak di depok banyak lembaga tahsin quran gitu macam Rumah quran atau indonesian quran foundation :)

      Delete
    12. Terima kasih mba Faridah.

      Saya mencoba berkomunikasi dengan baik dengan tuan Shusaku, tapi lama-lama kok kayaknya nggak berguna. Jadi, nggak perlu diteruskan.

      Salam.

      Delete
  63. Satu Lagi,setajah jangan tabarruj.pake bulu mata palsu,menor,Coba bandingin penampilan busana n dandan mamah dedeh.menor ga sebagai penceramah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anda membandingkan OSD dengan mamah Dedeh dan Teh Ninih? saya tahu perbedaan mereka. Publik juga tahu dan beliau bertiga juga tahu perbedaan diri mereka masing-masing. Masalahnya buka pada mereka bertiga, tapi pada sikap para pembenci yang melampiaskan kebencian dengan cara yang salah.

      Kalau anda benci banget sama OSD, sebaiknya anda temui OSD langsung deh di rumahnya atau di butiknya. Jangan ajak-ajak saya buat menanam kebencian.

      Salam.

      Delete
    2. Saya udah 2 Kali ketemu,Salah satunya saat jadi acara di kampus.saya seksi acaranya,dia telat lama tapi alesan jakarta macet.ini acara jam 9,kenapa ga bangun Pagi.udah gt harusnya sejam,dia isi cuma kurang Dari 30 menit,bayaran full.dan2 nya aja lama banget,kaya mau nikah.tau di ruang ganti dandan Apa ngapa.soal tarif,harga mahal.tapikarena sponsor Yg nanggung no problem.siapa Yg ajak situ nanam kebencian?emang ada Yg bilang gt woy?masalahnya ada pada setajah hobi tabarruj,setajah pake bulu mata palsu,mau jd syahrini?pendakwah kok ga tau hukum dasar pakai bulu mata palsu.

      Delete
    3. Sekarang intinya begini, jika menurut anda OSD itu buruk dan nggak pantas menjadi ustadzah, mengapa anda mengkoreksinya dengan cara yang buruk? Apa anda merasa lebih baik dari OSD? Kenapa anda nggak datangi orangnya langsung biar puas? katanya rumahnya di Depok.

      Salam.

      Delete
    4. Kenapa setajah pakai kata2 cacing kepanasan mba?kenapa Yg kritik dia secara Pribadi di sosmed di blok ?awal nya orang kritik baik2 woy,die ngajakin Org ribut ya dijabanin.setajah ngerasa anti kritik?berarti ngerasa Baik?asap ga ada kalo ga ada api.think again...Dari pada anda belain setajah,mending koreksi tuh adiknya setajah.makin hari,kaya makin ga jelas.Kasi tau tuh adikna.kenapa mba selalu menghindar Dari bahasan di icis adeknya?si icis udah sering di ingetin di IG ,tapi kelakuan Masi ga jelas.kalau rasul liat adik seseorang Yg ngakunya ustadzah kaya gt,entah Apa reaksi baginda Rasul.

      Delete
    5. Dear Shusaku yang baik hatinya,

      Trus kenapa anda melakukan hal yang sama dengan keburukan OSD yang anda nggak sukai? lalu apa bedanya anda dengan OSD yang menurut anda anti kritik. Think again. Kan saya sudah sarankan anda datangi aja OSD dan adiknya di rumahnya. Anda bisa bebas bicara sama mereka sesuai dengan keinginan anda.

      Salam.

      Delete
    6. Kalau org udah ga mau denger harus dikasarin,ga mau denger juga diperangi.Oke saya datangi,saya udah IG adeknya di icis.paling di blok lagi,n saya mana tau rumahna cuy,lha IG di blok sama tuh setajah.kenapa?takut debat langsung atau Apa ga ngerti Dah.katanya setajah (ngakunya),tapi takut face to face dengan Yg bodoh ini ,,

      Delete
    7. Saya mau nanya nih,sama anda.menurut anda scara pakaian,wanita memakai beli mata palsu dan celana jeans boleh ga?jawab menurut kebiasaan mba.

      Delete
    8. Maksud saya bulu mata palsu

      Delete
    9. Dear Shusaku yang baik,

      Meskipun anda benci sama seseorang, anda nggak berhak melakukan tindakan kasar meski dengan tujuan untuk menasehatinya. Apalagi memerangi. Coba deh baca lagi kisah Nabi Muhammad SAW ketika berdakwah. Beliau dilempar tai, diludahi, dilempar kerikil sampai berdarah-darah bahkan mau dibunuh, beliau biasa aja sikapnya.

      Soal cara berpakaian, itu urusan setiap orang. Agama Islam bukan paksaan. Kalau Allah memang akan menimpakan azab sama seseorang yang nggak berpakaian sesuai hukum Islam maka udah sejak lama para perempuan seksi meninggal mendadak. Islam itu jalan, sebuah pilihan. Orang mau milih Islam atau enggak itu urusan dia. Termasuk dalam berpakaian, misal pakai jeans, rok, gamis bahkan bercadar. Kalau saya pribadi, saya menggunakan pakaian yang nyaman buat saya, nggak ada urusan sama cara pandang orang.

      Salam.

      Delete
    10. Kan setajah bukan rasul mba,jadi jgn samakan lah.jauh lah,sekate2 ente.Coba anda baca apakah kamu munafik tidak diperangi?lama2 mau jadi kaya ahmadiyah ga mau nurut?ya perangi.

      Oi,ente pernah baca surat al ahzab ayat 59??
      Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab:59)

      Nyaman tapi syar'i ga?situ Islam ga?pernah ikut kajian tarbiyah atau halaqoh ga?pakaian muslimah bukan menurut cara pandang orang,tapi sudah ada di Al Quran cuy..kalau anda lulusan ui,mending ikut kajian tarbiyah sana.biar tau cara seorang muslimah seharusnya gimana.kalau ente ga mau nurut ayat Allah lalu mau nurut siapa?kalau situ bilang kalau Allah akan menimpakan sama Org Yg pakai seksi pada meninggal alias kena azab,berarti situ ga percaya janji Allah???azab ga harus meninggal cuy.azab bisa balasan di akherat atau bencana atau sakit dll.makanya ikut liqo sana.daripada pake Baju aja masih keblinger kaya si icis.lama2 kalau Org pikiran nya kaya situ,ga usah solat atau puasa,Yg solat sama puasa rejekinya ga selalu sebesar Yg ga ngelakuin,,wkwkwk,,parah situ,kebanyakan baca buku nya ulil ya???

      Delete
    11. Satu hal untuk anda ya akhi, cara anda mengumbar kesalahan orang berlawanan sama Islam yang anda ajarkan pada saya. Saya tidak pernah mendengar ustadz atau ustadzah mengajarkan ummatnya untuk bersikap demikian. Jikalau anda merasa semua orang di dunia ini salah, selain diri anda sendiri, ya anda saja yang jadi ustads. Niscaya semua orang akan emnajdi pribadi soleh seperti anda, yang kata-katanya penuh hikmah, lemah lembut, santun dan sangat Islami. Beres kan?

      Salam.

      Delete
    12. Dan karena itu Allah SWT. memerintahkan jihad melawan orang-orang munafik ini dan bersikap keras terhadap mereka. Allah SWT. berfirman:
      يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ‌ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ‌
      Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. (QS. al-Taubah [9]: 73).

      Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda, “Saat malam Isra’ Mi’raj aku melintasi sekelompok orang yang bibirnya digunting dengan gunting dari api neraka.” “siapakah mereka”, tanyaku kepada Jibril. Jibril mengatakan, “mereka adalah orang-orang yang dulunya menjadi penceramah ketika di dunia. Mereka sering memerintahkan orang lain melakukan kebaikan tapi mereka lupakan diri mereka sendiri padahal mereka membaca firman-firman Allah, tidakkah mereka berpikir?” (HR. Ahmad, Abu Nu’aim dan Abu Ya’la)

      Delete
    13. Berjihadlah. Lawan diri anda sendiri. Atau sekalian aja ke Timur Tengah. Niscaya anda akan masuk surga.

      Salam.

      Delete
    14. Yang sabar, berpikir utk tidak menyakiti orang lain melaui perkataan, krna senjata yg paling tajam adlh lidah, senjata yg paling tajam di dunia maya adlh tulisan😔💔
      Berkata yg baik karna perkataan adlh doa
      Semangat buat mb ika,menulisla dgn tujuan ibadah

      Shusaku
      Jika Anda ingin tahu keadaan dunia sepeninggal Anda, lihatlah dunia setelah ditinggal mati oleh seseorang. Anda akan menyaksikan betapa cepat semua orang melupakannya dan melupakan kebaikan-kebaikannya. Padahal mereka adalah orang-orang yg mencintainya.
      😭😭

      Kini Anda tahu orang yang paling mencintai Anda pun akan melupakan Anda dan sibuk dengan dunianya. Maka, mari mulai beramal hanya karena Allah. Dia tak akan pernah melupakan kita. Mari perbaiki hubungan kita dengan-Nya. Hanya Dia yg tidak binasa (Inspirasi Islami).

      Intinya, Alloh akn menanyai diri kita di dunia, bkn diri oranglain apalgi OSD

      Delete
  64. Saya pernah ketemu ga sengaja dengan OSD di Mekkah. MasyaAllah ramah dan baik sekali. Padahal kelihatan wajahnya capek tapi masih mau melayani kami yang minta foto bareng. Semoga momen ini bisa membuat OSD dan kita introspeksi ya mbak. Bagaimana pun manusia ga ada yang sempurna.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Yanti.

      Ya, semoga OSD menjadi seperti yang ummat mau.

      Salam.

      Delete
  65. Sebenarnya saya g bgto suka dg OSD tp ada kejadian ne saya pun kepo. Paling tdk bisa ambl hkmh nya.. Dan tulisan ne bnr2 dlm.. Apapun itu semoga bisa jd pembelajaran bg saya juga siapapun itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Izza.

      Iya, semoga kita semua bisa ambil hikmah dari peristiwa ini. Dan janganlah kita menjadi salah satu pembenci yang menghukum orang di muka publik.

      Salam.

      Delete
  66. Aku dari kemarin males Kepo ttg OSD. Eh tapi jadi tau dari artikel Mbak Ika.

    Tapi emang sih, sekarang malah terlihat glamournya ketimbang sederhana.

    Saya setuju dg saran "bikin bridal utk kelas menengah ke bawah". Mungkin bisa juga dibuat paket subsidi silang. Jadinya yg kaya bisa menikmati glamournya dan yg kurang mampu juga bisa.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Novia.

      Untuk standar kalangan atas OSD masih wajar, tapi tidak untuk standar masyarakat kebanyakan. Saya kira siapapin bisa terjebak jika menjadi selebriti dan kaya raya. Kita doakan saja semoga OSD menjadi seperti yang ummat mau.

      Salam.

      Delete
  67. Hai mbak,,
    tulisannya keren,,dan bagus,,
    aku termasuk yang gak suka sama OSD tapi bukan haters ya,,,
    gimana ya menurut ku OSD itu,,
    1) suka ngejudge orang
    kalau ngikutin talkshow dia,,aku sering nemuin statement dia yang ngejudge orang,,dan menghakimi orang2 dengan standar dia,,
    2) bermewah2ann,,
    bener banget,, OSD jauh dari sederhana,, dan jualan dia tu mahal banget,, waktu itu dia pernah konfirmasi kalau mahalnya dia si karena modal dia juga gede,,,,

    prihatin si ngeliat OSD yang di petisi orang,,dan jadi kaya bola salju ya,,tapi di IG nya dia nyantai aja,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Usagi.

      Kita tidak berjalan dalam sepatu OSD dan tidak mengikuti kesehariannya selama 24 jam. Bisa jadi semua kebencian berasan dari prasangka berlebihan. SEmoga jadi pelajaran buat kita semua.

      Salam.

      Delete
  68. Ini sebetulnya mudah saja, ga usah mengidolakan sosok yg ada di tipi. ��

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Juwita.

      Iya, betul. Kalau cinta dan benci pada seseorang jangan berlebihan.

      Salam.

      Delete
  69. Tulisan yg bagus mbak... setidaknya jadi sedikit tahu tentang masalah ini... salam kenal...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir dan salam kenal juga mba Ima.

      Salam.

      Delete
  70. Keren mb Wijatnika.. Semoga bisa sampai ke mb OSD..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Arma.

      Iya, semoga sampai.

      Salam.

      Delete
  71. uang dan popularitas bukan hanya melenakan OSD saja, blogger juga *nasihat buat diri

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Kania.

      Iya, betul uang bisa melenakan siapa saja. Saya aja kalau pas kajian suka terlena hehehe..

      Salam.

      Delete
  72. Keren tulisannya.^^

    Pembahasannya cerdas, luas, dan mendalam. Saya juga lebih suka OSD yang dulu.

    Jika Mbak penggemar OSD, sepertinya saya akan jadi penggemar Mbak Ika. :D

    Oh iya, saya pertama kali melihat nama Wijatnika Ika di notifikasi twitter beberapa hari yang lalu, saat itu Mbak menyukai link tulisan saya.
    Dan hari ini liat nama yang sama lagi di Facebook, ternyata Mbak adalah Blogger Senior yang tulisannya sudah dibaca oleh lebih dari 25.000 orang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam.

    Bersyukur sekali bisa mengenal Mbak meski kita belum kenalan. Hehe.

    Saya belajar banyak dari Mbak. ^^
    (Maaf kalo komen saya kepanjangan. :D )

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fika dan salam kenal juga.

      Saya bukan penggemar fanatik OSD sih, cuma suka aja sejak kemunculannya di KCB karena doi anti mainstrem. Dan mba Fika jangan jadi penggemasr saya, karena saya ini pribadi yang takut punya penggemar karena 99% diri saya adalah penuh kekurangan hehehe

      Sebagai blogger saya masih banyak belajar, yah minimal supaya tulisan-tulisannya luwes dan disukai orang.

      Salam.

      Iya, tulisan ini jadi viral karena pas momennya. Ini tulisan pertama saya yang pembacanya tembus 25.000 di 10 jam penayangan pertama. Sekarang sudah 60.000 pembaca. Kalau tulisan lain sih standar aja pembacanya.

      Delete
  73. Good article.. Intinya jangan terlalu berlebihan dalam segala hal yaa. Saya pun baru sekitar 3 tahun menggunakan hijab dan selama berhijab mulai mengurangi yang namanya berhias diri. Karena saya kok merasa nyaman dengan berhijab tanpa balutan pakaian yang blink blink dan make up yang medok kyk ����
    Alangkah bijaknya bila kita saling mengingatkan sesama muslim dgn cara tidak membencinya dan mengajak org lain ikut membenci juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir wahai Anomin yang cantik.

      Betul. Kalau berhijab mengikuti tren akan lelah dan saya bukan tipe yang mau berlelah-lehah mengikuti tren hehehe. Semoga kita bisa mengambil hikmah atas kejadian ini.

      Salam.

      Delete
  74. Hm, mudah2an dibaca oleh YBS dan menjadi masukan. Juga menjadi masukan untuk kita semua.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, mudah-mudahah. Plus jadi masukan buat kita semua terutama saya.

      Salam.

      Delete
  75. Saya termasuk yang senang dengan Oki, apalagi selepas main film KCB. Saya juga suka baca bukunya apalagi yang melukis Pelangi dan cahaya di atas cahaya. Itu ispiring banget. Di bukunya yang Cahaya diatas cahaya itu Oki menuliskan kisahnya menuntut ilmu di Ummul Qura selama kurang lebih 1 bulan. Jadi, pertanyaan sy pas dengar masyarkat mendebatkan pendidikan Oki yg di Ummul Qura bisa baca bukunya itu. Emang bisa orang dapat gelar sarjana hanya sebulanan kuliah? Kayaknya Oki cuma belajar saja.

    Saya sih kadang dengar tausiyah Oki tapi ndak pernah sih mengakui dia ustadzah. karena penampilannya juga berubah2 kalo memberi tausiyah pasti jilbabnya panjang sampai pinggang/perut tapi kalo lagi entertain (main sinetron/talkshow) jilbabnya jadi naik ke sebatas dada (masih syar'i sih).

    Saya menyadari perubahannya, dan menurut saya tulisan Mak Wijatnika ini mewakilinya. Tulisannya keren Mak, apalagi disertai bukti2 dan bahan bacaan. Good Mak. Saya banyak belajar juga dari tulisan Mak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Anna,

      Yang pasti kita nggak tahu sebenarnya OSD itu gimana karena bukan kita yang menjalani hidupnya. Saya kira akan sangat bermasalah kalau OSD berubah pakai celana jeans hehehe...

      Salam.

      Delete
  76. "secara ngaji juga masih belang betong" hehe, kalo dari aku sih mbak yaa, mending ruhiyah nya kita dulu aja yang perbaikin dulu, secara tulisan kayak gini mah bakal mengundang fitnah entar hehe, berpendapat boleh mbak ( kata siapa gak boleh>>) tapi mbok ya dari pada sibuk nulis sanasini bales komen sana sini, mending ruhiyahnya dulu perbaikin. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ratih.

      Dan mba dengan benar menemukan kelemahan saya. Bahwa saya ini masih belang betong artinya tidak sempurna. Karena Saya memilih memberi masukan dalam konteks OSD sebagai publik figur.

      Soal tulisan ini akan mengundang fitnah atau nggak menurut saya tergantung cara pandang pembaca. Saya menulis setelah melakukan desk research, dan mba bisa meluncur ke bahan bacaan yang saya gunakan.

      Saya tunggu tulisan mba yang lebih baik dari tulisan saya.

      Salam.

      Delete
    2. Mb ika ini sedang riset, bukan sekedar nulis, terkadang ada manusia dimana brbicara langsung, tdk faham, mungkin dgn tulisan bisa paham.
      Terus lah menulis.

      Delete
    3. Terima kasih sudah mampir Goqielz,

      Ya, saya mencoba membaca berbagai bahan bacaan sebelum menulis karena saya ingin tulisan saya objektif dan tidak berat sebelah, atau mengandung fitnah. Saya juga membaca petisi dan berselancar di IG @okijellydrink sebelum dikunci. Mohon maaf bagi yang tidak berkenan. Silakan membuat tulisan yang lebih baik dan lebih bisa diterima publik, saya akan senang hati membacanya.

      Salam.

      Delete
  77. Yg paling penting harus diklarifikasi menurut saya soal ummul quro.masalahnya hal tersebut disebutkan oleh osd sendiri dlm bbrp kali tayangan bersama sarseh maupun feni rose.bahkan ditulis dibukunya.dr bbrp informasi di detik forum maupun ig katanya masuk ummul quro tdk semudah itu.dan melihat klasifikasi pendidikannya osd sendiri tdk memenuhi syaratnya shg jadi pertanyaan banyak orang dan itupun salah satu poin di petisi..dgn osd ngasih jawaban baca aj bukunya soal kuliah di ummup quro sepertinya tdk menyelesaikan persoalan.knp tdk bikin klarifikasi saja yg jelas ga harus nunggu dipanggil MUI ataupun pihak ummul quro biar ga berlarut2 masalah itu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Retno.

      Mba sudah mencoba berkomunikasi langsung dengan OSD mengenai hal ini?
      Kalau mba ada di posisi OSD kira-kira apa yang akan mba lakukan?

      Salam.

      Delete
    2. Sudah banyak media yg menanyakan ke osd dlm rangka klarifikasi...dan jawabannya osd beda2..jd yg benernyg mana...kuliah, short course apa mustami'..saya pribadi ga ada akses ke osd.klo baca2 komenan mbak yg sering sebut osd dan keluarga baca tulisan mbak saya menganggap mbak ada akses ke osd.jd anggap aj saya titip pesan dr seorang netizen ke osd.

      Klo saya ada diposisi osd ya saya akan melakukan seperti tulisan saya diatas lah mbaak makanya saya nulis gituuu.

      Delete
    3. Dijawab di sini sama Jeng Oki :

      https://www.youtube.com/watch?v=4pFk-XKew7M

      Seorang mahasiswi Indonesia di Ummul Qura juga menegaskan bahwa Oki tidak pernah berstatus mahasiswa di Ummul Qura. Ia adalah tamu di salah satu program persiapan kemampuan berbahasa Arab dengan status mustami'ah (pendengar)selama 3 minggu. Jadi tidak ikut aktif dalam proses belajar mengajar sebagaimana mestinya mahasiswa.

      Jadi Ummul Qura juga tidak berkepentingan menjelaskan status Oki di Ummul Qura karena memang Oki bukan mahasiswa mereka.

      Sebagai gambaran saja, kelas persiapan bahasa Arab sama sekali tidak membahas hal2 mendasar yang semestinya dipelajari oleh seseorang sebelum dinyatakan layak berdakwah. Kelas persiapan umumnya dijalani 1 tahun itupun sama sekali belum menyentuh kitab seperti kitab2 aqidah, fiqh, tafsir dll sampai se-kurang2nya 1 semester.

      Secara adab, tanpa diminta Oki berkewajiban menjelaskan hal2 seperti ini kepada khalayak krn Oki sudah membawa-bawa nama lembaga yang sangat pretijius di dunia pendidikan agama Islam sehingga orang yang tidak tahu kualifikasi menganggap bahwa rentang dan lingkup "pendidikan" yang ia jalani di Ummul Qura sudah layak menjadikannya rujukan ilmu agama.

      Delete
    4. Terima kasih atas sudah mampir dan atas informasinya mas Indra.

      Untuk mba Retno, kalau memang mau menanyakan sesuatu kepada OSD bisa langsung email ke: oryvitrio@yahoo.com

      Salam.

      Delete
    5. Anda menyampaikan dgn lbh runut dan menjelaskan maksud dr tulisan saya pak indra.tp sepertinya masih ada yg ga paham bahwa klarifikasi ini perlu disampaikan ke masyarakat luas secara gamblang bukan muter2 ga jelas sprt yg dah terjadi selama ini.lalu untuk apalagi pribadi2 diminta menanyakan scr pribadi melalui email smtr yg menanyakan sudah banyak sekali.bahkan khalayak ramai yg tdk menanyakan jg perlu tau faktanya bkn cm yg "mempertanyakan" saja.

      Sepertinya wacana yg berkembang jistru bahwa klo tdk lover berarti haters.pdhl tdk sesederhana itu.klo tdk putih tdk selalu hitam bs aj merah , kuning, hijau dilangit yg biru 😊

      Delete
  78. saya bukan penggemar atau pembenci...kasus ini menarik.
    dalam memilih pendakwah secara pribadi sangat hati-hati, bukan sekedar terkenal, melainkan juga melihat gelarnya, latar belakangnya, dan apa isi materinya..rekomedasi teman juga membantu....bila tidak yakin, tinggal pilih yang lain :) jadi sebetulnya bisa menghindari salah-salahan...atau tuding menuding..kritis boleh, rata-rata pendakwah yg diikuti justru senang bila dikritisi karena mereka juga manusia...kalau ada yg marah ketika dikoreksi berarti bukan manusia dong...kalau penggemar pendakwah yang marah...ini jadi membingungkan sekali...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fee

      Kalau saya tipe orang yang mengambil pelajarannya saja, nggak mengidolakan orangnya, siapapun pendakwahnya, nggak juga membencinya. Mengidolakan manusia akhir zaman hanya akan menemukan kekecewaan.

      Lover atau hater sama-sama manusia yang memiliki pendapatnya masing-masing. Kalau kita mencermati perkembangan dunia media sosial, para lover dan hater ustadz atau ustadzah banyak yang tarik menarik opini. Saya mencoba objektif, walaupun sulit.

      Salam.

      Delete
  79. Setuju dengan shusaku,ustadzah Itu arti secara detail bukan guru...orang yang menyampaikan ceramah,lebih tepat disebut penceramah,,lalu osd kurang tahu hadist,,dia pernah ceramah tentang hadist dhaif jihad paling besar ialah melawan hawa nafsu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir pak Jon dan terima kasih atas masukannya.

      Salam.

      Delete
  80. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fitri.

      Iya, saya mencoba melakukan desk reseach di internet sebelum menulis. Terima kasih atas apresiasinya.

      Salam.

      Delete
  81. Sya bnyak menemukan OSD OSD yang lain mbk... bedane mereka g artis dan g desainer.. budaya konsumtif bangsa indonesia memang g imbang dengan penghasilan

    ReplyDelete

PART OF

# # # # #

Instagram