MENGHORMATI VAGINA

 

Assalammu'alaikum,

Hm, saat membaca judul tulisan ini mungkin ada yang serta merta menuduhku sebagai perempuan liar, sekuler, liberal, komunis, kurang iman, dan tidak punya rasa malu. Tapi sebenarnya tujuanku adalah membuat sebuah kejutan pada otak kita yang mungkin beku dan tidur panjang karena doktrin dalam sistem masyarakat yang memelihara tabu soal 'vagina' dan 'payudara'. VAGINA, secara sederhana dimaknai sebagai kanal yang menghubungkan antara organ reproduksi dalam tubuh perempuan dengan dunia luar. Ia memiliki peran penting dalam proses produksi seorang manusia dari A-Z. Karenanya kita nggak perlu malu atau risih membahasnya, sebab vagina bagian penting dari tubuh dan kehidupan setiap orang.

Rasa malu dan risih memperbincangkan vagina datang dari pemahaman keliru yang memfungsikannya hanya dalam urusan seksualitas. Padahal, tanpanya Adam dan Hawa tidak akan memiliki keturunan sebanyak ini, yang di abad sekarang saja berjumlah sekitar 7 milyar orang. Lagipula ngapain harus malu dan risih memperbincangkan vagina sementara kehormatan masyarakat kita terletak padanya. Tidak percaya? Mari kita mundur ke belakang, pada awal mula keberadaan manusia di bumi. Sejak saat itu kehormatan sebuah keluarga dan kelompok masyarakat terletak pada tubuh perempuan, pada vagina. Bukan pada wajah yang cantik, kepala yang berisi otak nan cerdas, jantung sehat atau sepasang mata yang indah. Karenanya, dalam banyak kebudayaan dapat kita temui penghormatan terhadap vagina yang terekam di candi-candi mereka.


Peletakan kehormatan pada vagina berlaku sampai sekarang. Negara-negara di kawasan timur bumi yang malu-malu kucing memperbincangkan vagina adalah yang paling serius menjadikannya sebagai tolak ukur kehormatan. Di negara-negara Timur Tengah (juga terjadi di Barat) misalnya, vagina yang dipenetrasi secara paksa melalui kekerasan seksual seperti pemerkosaan dapat menyebabkan seorang gadis dibunuh keluarganya sendiri demi menjaga kehormatan keluarga atau yang dikenal dengan honor killing (baca disini, disini,disini,disini dll). Kisah tentang perempuan-perempuan korban kekerasan seksual yang mengalami victim blaming (baca disini, disini) dan dihabisi keluarga sendiri bertebaran dimana-mana. Seakan-akan ada hukum yang mengatakan bahwa jika vaginamu tidak suci lagi, tak peduli engkau korban perkosaan atau seorang pezina, maka engkau pantas mati atas nama kehormatan keluarga. Tak seorang pun peduli atas pendapatmu, tubuhmu, kehormatanmu dan masa depanmu karena kamu perempuan!

Dan tak satu masyarakat pun yang menempatkan kehormatan mereka pada kemaluan laki-laki alias penis, sehingga meski mereka melakukan kejahatan seksual (bahkan bisa berulang kali), masyarakat memaklumi dan memaafkannya. Tak satu masyarakat pun di dunia yang menghabisi kehormatan seorang laki-laki karena melakukan kekerasan seksual. Paling-paling hanya dipenjara, dikebiri atau dihukum mati. Tapi stigmatitasi (yang lebih menyakitkan daripada hukuman jenis apapun) tak pernah dilekatkan kepada mereka. Inilah mengapa kasus kekerasan seksual terus terjadi, bahkan dengan cara yang paling mengerikan, seperti kasus pemerkosaan plus gagang cangkul terhadap Eno, bahkan tak jarang pelakunya menjadi residivis. Ada juga kisah keluarga korban yang mencabut laporan kasus pemerkosaan karena sang pemerkosa menikahi putri mereka yang menjadi korban (baca kasusnya disini, disini, disini, disini dll). Dengan menikahi korban, pelaku bebas dari hukuman dan dia dianggap bermartabat! Hukum macam apa ini?


Lihatlah dengan baik! nyaris tak ada yang berdiri untuk menjunjung tinggi kehormatan perempuan korban perkosaan. Orang-orang lebih peduli pada kehormatan keluarga (inilah alasan mengapa setiap orang harus melek hukum!). Orang-orang hanya peduli soal tubuh dan vagina yang telah dikoyak dan dirusak. Tapi sama sekali melupakan tangisan jiwa di perempuan, lupa haknya untuk mendapat keadilan. Tak bisa kubayangkan bagaimana menderitanya menikah dengan seorang pelaku pemerkosaan demi sebuah kehormatan. Bukankah itu tak beda dengan menikahi pembunuh yang menggorok leher kita hingga nyaris putus?

MEMPERKOSA VAGINA ATAU KEHORMATAN?
Ada banyak alasan mengapa seseorang melakukan pemerkosaan mulai dari keinginan melampiaskan hasrat seksual, balas dendam, kebencian dan penghinaan khusus pada perempuan, sampai kesengajaan agar dinikahkan dengan korban. Saat seseorang melakukan pemerkosaan maka sebenarnya ia tidak hanya sedang melakukan penetrasi paksa terhadap vagina seorang perempuan, tapi lebih kompleks dari itu. Ia tengah berusaha menciptakan sebuah nilai dengan tujuan mendominasi dan merusak kehidupan si korban secara keseluruhan seumur hidupnya, lahir dan batin, lalu mengendalikan opini dalam masyarakat dengan cara memposisikan perempuan sebagai manusia kotor (mengapa yang kotor korban?)

Sudah tak terhitung lagi kasus yang memposisikan korban pemerkosaan sebagai biang kerok terjadinya kekerasan seksual. Selain akan mendapat stigma sebagai perempuan kotor, hina, sampah dan tidak perawan, masa depan korban juga rusak, bahkan dalam konteks mengakses pendidikan dan ekonomi/pekerjaan (baca disini). Tetapi stigma yang sama tidak pernah dilekatkan kepada laki-laki sebagai pelaku kejahatan, karena dalam masyarakat kita 'lelaki nakal dan bejat' dianggap wajar sebagai penunjuk kejantanan. Sialnya, kaum perempuan juga sering latah menyalahkan korban pemerkosaan sebagai 'pemancing' hidupnya iblis dalam tubuh laki-laki. 

Menurutku, inilah kedudukan seorang pemerkosa: 
  1. Seorang pemerkosa adalah ciptaan yang sombong kepada Tuhan (bukankah ia memperkosa dihadapan Tuhan dan merusak ciptaanNya dengan sengaja? Iblis saja tidak melakukan hal demikian)
  2. Seorang pemerkosa tidak menghormati ibunya, dia lupa bahwa ia lahir ke dunia ini melewati vagina ibunya yang suci, sesuci milik perempuan yang ia rusak tubuh dan kehormatannya.
  3. Seorang pemerkosa tidak memiliki kemampuan mencintai
  4. Seorang pemerkosa lupa bahwa karma berlaku. Bahwa doa korban pemerkosaan tak terhalang dengan Tuhan. Seseorang yang pernah melakukan pemerkosaan, bisa jadi kelak salah satu keturunannya akan menjadi korban kejahatannya sebagai jawaban atas doa korbannya. 
MENGAPA MENGHORMATI VAGINA?   
Menghormati vagina itu penting. Alasannya sangat sederhana: menghormati vagina adalah menghormati ibu dan Sang Pencipta. Vagina adalah bagian dari kehidupan setiap orang, laki-laki maupun perempuan. Karenanya ia sakral. Sifatnya yang sakral bukan hanya karena ia berjasa teramat banyak dalam proses pembentukan dan kelahiran manusia, dimana kelahiran seorang bayi telah merusak vagina seorang ibu dan mematahkan 20 tulang dalam waktu bersamaan (baca disini). Yang terpenting adalah bahwa vagina itu kreasi Sang Pencipta, bagian dari sistem yang sangat rumit yang dibuat untuk tujuan mulia. Dengan demikian, menghormati vagina bukan sekadar menghormati hak perempuan dan tubuhnya yang memang diciptakan sangat indah, tapi menghormati Tuhan, Sang Pencipta. So, nggak perlu malu dan risih. 

Terakhir, jika merasa sulit memahami tulisan ini, mari bertanya pada ibu masing-masing bagaimana sakitnya saat melahirkan kita ke dunia ini dan mengapa mereka memilih bersabar. Bisa juga ditambah dengan membaca artikel ini, tentang 17 perubahan menyakitkan pada tubuh perempuan setelah  melahirkan bayinya, saat kita merusak vagina dan berbagai organ tubuh ibu (baca disini). Beberapa ibu bahkan harus terganggu psikologinya setelah melahirkan (baca disini, disini, disini). Bahkan jutaan ibu harus meregang nyawa saat mengeluarkan bayi kecil dari tubuh mereka karena sakit tak tertanggungkan. Terutama untuk pembaca laki-laki, sebelum engkau berniat bertindak jahat pada perempuan, siapapun dia, ingatlah ibumu. Sebagaimana engkau tak mau seseorang pun berlaku jahat pada ibumu, begitu juga perasaan orang lain untuk anggota keluarga perempuan mereka. Jangan hancurkan kehormatan ibumu dan membebaninya dengan rasa malu yang tak tertanggungkan, seakan-akan dia telah melakukan kesalahan dengan melahirkanmu, dengan menjadi pelaku kejahatan terhadap kehormatan perempuan lain.


Depok, 28 Mei 2016
Bahan bacaan: 
http://metro.co.uk/2015/02/25/17-terrifying-truths-youll-only-understand-if-youve-had-a-baby-5070798/ 
http://www.bbc.com/news/world-asia-india-31483956
https://www.washingtonpost.com/news/morning-mix/wp/2014/05/28/in-pakistan-honor-killings-claim-1000-womens-lives-annually-why-is-this-still-happening/
http://www.theatlantic.com/politics/archive/2015/04/honor-killings-in-america/391760/
http://news.nationalgeographic.com/news/2002/02/0212_020212_honorkilling.html 
http://www.examiner.com/article/honor-killing-father-burns-15-year-old-daughter-to-death-for-talking-to-fiance



Wijatnika Ika

32 comments:

  1. Tulisan yang indah Mbak, semoga dengan ini kesadaran masyarakat kita semakin bertambah dengan tidak terus menerus menyalahkan korban ya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Rani. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

      Salam.

      Delete
  2. Tulisan yg bagus, bahkan pria yg sdh menikahpun kadang tdk menghormati vagina, spt memaksa berhubungan pdhal istrinya habis melahirkanm sdg haid,atau sedang sakit, memaksa terus melahirkan,berselingkuh dgn PSK lantas berhubungan lg dgn istrinya hingga istrinya tertular penyakit kelamin,apalagi pemerkosa...anak2 laki2 harus disjarkan menghormsti vagina karena mereka keluar dari sana dan mendapat kenikmatan dari sana

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Mba Misfah. Betul sekali bahwa kasus2 demikian sering terjadi. Dan kita bertugas membuat orang-orang disekitar kita mengerti.

      Salam.

      Delete
  3. Dan saya begitu sedih banyak sekali anak2 ingusan yg memperjualbelikan vaginanya demi uang yg tak seberapa. Ini terjadi di sekitar saya Mbak. Miris. Tak berhargakah vagina mereka :( *nangis di pojokan*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ika (eh nama kita sama ya)

      Hm, kasus begitu kompleks pembahasannya karena pasti melibatkan banyak variabel termasuk bagaimana si anak dididik untuk menghormatinya tubuhnya sendiri di rumah mereka. Atau bisa jadi mereka manis di rumah tp nakal diluar. Karenanya bonding dalam keluarga penting.

      Salam.

      Delete
  4. Termasuk pemiliknya juga harus menghormatinya dan harus menjaganya dengan sangat berhati-hati ya, Mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Anggarani. Yup, pendapat Mba betul sekali. Perempuan harus menjaga dirinya sebelum meminta orang lain menghormatinya.

      Salam.

      Delete
  5. Selalu suka dengan artikel2 mbak yang berisi. Mantap..
    Saya jadi kepikiran tentang pemerkosan yang menikahi korbannya. Duh, gimana rasanya ya.. -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Dessy, dan atas apresiasinya.

      Kalau saya sih ngeri banget ya membayangkan menikah dengan pelaku kekerasan seksual. Kemungkinan rumah tangganya ada KDRT dan si perempuan selalu dalam posisi lemah karena si lelaki dengan pongah merasa telah menyelamatkan dia.

      Salam.

      Delete
  6. Semoga kita semua dilindungi dari segala bentuk kejahatan ya mbak :), saya miris dengan berita akhir - akhir ini apalagi saya punya anak perempuan yang benar- benar harus dijaga

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Tia. Betul, rasanya dunia udah nggak aman lagi. Semoga kita terhindar dari perkara demikian.

      Salam

      Delete
  7. Ngena banget nih artikelnya. Kehormatan perempuan ada di vagina, kalau sudah ternoda runtuhlah kehormatannya. Itu juga yang sering aku bilang ke adik dan anak perempuanku. Semoga Allah melindungi kita semua dari semua kejahatan..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Ika (nama kita sama ya?). Jangan lupa ditambah bahwa kaum lelaki yang melakukan kekerasan seksual juga kehormatannya telah runtuh dan tak bisa dikembalikan.

      Salam.

      Delete
  8. Subhanallah, tulisannya indah sekali mba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Deniz.

      Semoga kita semua bisa berfikir indah juga soal vagina yang sakral dan berterima kasih pada Sang Pencipta, bahwa vagina yang sering dinistakan adalah organ yang sangat kuat, meski jutaan ibu mengalami kematian saat menjalani tugas melahirkan manusia-manusia kecil..

      Salam,

      Delete
  9. Keren banget mba, sukses sll mba ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Herva, dan atas apresiasinya. Jangan lupa dishare ke teman-teman ya siapa tahu bermanfaat buat mereka.

      Salam.

      Delete
  10. setiap membaca, mendengar kasus perkosaan dan turunannya (penyidikan, pengadilan) saya selalu merasa perih, pedih, sedih,marah. stigma yang dilekatkan kepada korban itu begitu mengerikan.

    kasus demi kasus terjadi, makin meremang rasa takut saya. masa depan kita bagaimana? punya anak perempuan was-was, punya anak lelaki pun cemas. ya Alloh.

    dan berita dari brazil tentanf gang rape sungguh mengoyak hati saya mbak. perih sungguh. mungkin lebih baik si korban mati. bagaimana bisa dia melupakan sekian puluh wajah pemerkosanya? ah, saya jadi ingat jugun ianfu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Damarojat. Ya betul baca kisah tentang kekerasan seksual selalu bikin saya mau muntah. Keji sekali. Mereka lupa bagaimana. Mereka dilahirkan ibu. Jika hukum di dunia tak bisa memberi keadilan pada korban, saya kira Surga adalah hadiah bagi mereka. Saya yakin Allah Maha Adil.

      Salam

      Delete
  11. Bagus sekali Mbak, tulisannya.
    Memang banyaknya kasus pemerkosaan akhir2 ini sangat menyayat hati. Saya sampe nangis kalo ada berita yang dilakukan banyak orang. Duh.
    Semoga mereka yang sudah tertangkap maupun yang belum kelak akan mendapat hukuman yang teramat sangat berat.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Mugniar.Semoga kelak para pelaku dihukum setimpal dan masyarakat semakin saling menjaga diri.

      Salam

      Delete
  12. Tulisan yang nice. Yaaa benar juga. Termasuk mengajarkan para perempuan untuk menghormati dirinya sendiri dengan cara, pandai menjaga diri, sejak dini. Juga bagaimana para anak lelaki diajarkan untuk lebih menghormati ibunya, juga saudarinya
    ^.^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Akarui Cha. Betul sekali, kita semua harus menghormati diri dan orang lain.

      Salam.

      Delete
  13. Suatu tanggapan yang serius, yang mewakili seorang perempuan. Tebarkanlah pesonamu dan engkau akan dikoyak, hargailah dan hormatilah apa yang ada didirimu dan engkau akan dimuliakan. salam mbak Ika...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir bang Halaidin,

      Perempuan penuh pesona bukan untuk dikoyak. Penghargaan atas tubuh perempuan juga harus dilakukan laki-laki. Tak berhak ia merusak mereka yang menebar pesona sekali pun, jika mereka paham apa fungsi suci penciptaan laki-laki.

      Salam

      Delete
    2. Tebar pesona bukan saja dilakukan oleh perempuan, tetapi juga laki-laki demi untuk memenuhi libido seksualnya. Tanggapan saya merupakan manifestasi keduanya, dimana laki-laki dan perempuan harus menghargai apa yang ada dalam dirinya. Kita sama-sama ingin dimuliakan.


      salam dari Sulawesi Tenggara..

      Delete
    3. Terima kasih atas opininya yang indah bang Halaidin...
      Semoga penduduk bumi saling menyayangi satu sama lain

      Salam,

      Delete
  14. Tulisan ini mewakili semua perasaan wanita mba :") and you deliver it in a good way. Terkadang saya juga mikir apakah tidak pernah terpintas oleh pelaku tentang ibu maupun anak perempuan mereka. Dan ini juga berlaku pada catcalling atau street harassment, seakan-akan memang wanita itu rendah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Fahdiana.

      Betul mba, rasanya kepala mereka menjadi kosong ya saat melakukan tindakan kejam itu pada perempuan. Semoga anak-anak lelaki yang terlahir dari rahim kita nggak menjadi seperti mereka.

      Salam

      Delete
  15. Hai Mbak Ika, salam kenal ^^
    Wow tulisannya bagus sekali, benar-benar tegas dengan fakta-fakta yang ada.
    Bener-bener menyentuh, ditambah ada video terima kasih untuk ibu :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih sudah mampir mba Wuri dan salam kenal juga.
      Sila dibagikan jika tulisan ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita sesama manusia. Semoga kebaikan senantiasa menyertai kita semua.

      Salam,

      Delete

PART OF

# # # # #

Instagram